Rabu, 31 Januari 2018

SOLID GOLD BERJANGKA | Gerhana Bulan, Energi Matahari yang Mencapai Bumi Meningkat

https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 56 1852323 gerhana-bulan-energi-matahari-yang-mencapai-bumi-meningkat-EGsh8Hqxdz.jpg
SOLID GLD BERJANGKA MAKASSAR -  Wilayah Indonesia kabarnya dapat menyaksikan fenomena Gerhana Bulan pada 31 Januari 2018. Ternyata, fenomena tersebut memberikan efek terhadapBumi.


Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, selama gerhana matahari, energi matahari yang mencapai Bumi menurun dan karenanya suhu Bumi menurun. Sedangkan ketika gerhana bulan, energi matahari yang mencapai Bumi meningkat.

 
Hal ini menyebabkan suhu Bumi relatif meningkat selama beberapa menit. Karena fenomena ini, Bumi menghadapi bahaya ekstrem dan hanya Allah yang mengetahui seberapa besar kadar kedahsyatan bahaya tersebut.

Nabi Muhammad meminta umat Islam berdoa kepada Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga meminta umat beliau untuk melaksanakan salat dan bersedekah.


Rasulullah bersabda, “Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah” (HR. Bukhari no. 1043). Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah” (HR. Bukhari no. 1044).

Manusia hanya mampu bertanya-tanya bagaimana Rasulullah mencapai pemahaman akan fakta-fakta sains yang sedemikian akurat lebih dari 1.400 tahun lalu di masa ketika orang-orang baru percaya pada takhayul dan mitos. 


Sementara fakta-fakta itu sendiri baru ditemukan beberapa dekade belakangan. Hal tersebut merupakan bukti yang nyata akan kebenaran Risalah Ilahiyah dari Nabi terakhir, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada posisi antara matahari dan bulan. Sehingga memunculkan bayangan kerucut panjang yang disebut umbra, bersamaan dengan area bayangan parsial yang disebut penumbra di sekitarnya.  

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan fenomena gerhana bulan yang terjadi pada 31 Januari 2018, merupakan fenomena yang langka. Pasalnya, fenomena tersebut terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi Supermoon dan Bluemoon.


Fenomena yang terjadi pada 31 Januari 2018 diawali dengan gerhana sebagian, diikuti dengan gerhana total, gerhana parsial lagi, dan Bulan sepenuhnya terlepas dari bayangan Bumi. Sayangnya, peristiwa tersebut terjadi hanya di sebagian besar permukaan Bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia, termasuk di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar