Rabu, 27 September 2023

Emas jatuh tertekan penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS

 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 16,80 dolar AS atau 0,87 persen, menjadi ditutup pada 1.919,80 dolar AS per ounce

Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka kembali tergelincir pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menyusul peringatan Federal Reserve bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 16,80 dolar AS atau 0,87 persen, menjadi ditutup pada 1.919,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.935,50 dolar AS dan terendah di 1.917,20 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 9,00 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.936,60 dolar AS pada Senin (25/9/2023), setelah terangkat 6,00 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.945,60 dolar AS pada Jumat (22/9/2023), dan anjlok 27,50 dolar AS atau 1,40 persen menjadi 1.939,60 dolar AS pada Kamis (21/9/2023).

Indeks dolar AS mencapai level tertinggi yang belum pernah dicapai sejak November 2022 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai puncaknya dalam 16 tahun. Dolar yang lebih kuat biasanya membuat mereka yang memegang mata uang lain enggan membeli emas.

"Pergerakan di bawah 1.900 dolar AS bisa menjadi pergerakan yang sangat bearish, yang mana titik terendah di Agustus akan sangat menarik dalam waktu dekat," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, dikutip dari Xinhua. "Tentu saja, kita bisa saja melihat konsolidasi lebih lanjut dan kita telah melihat beberapa support hari ini di sekitar 1.900 dolar AS namun hal tersebut jelas terlihat rentan."

Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Wharton School, University of Pennsylvania pada Senin (25/9/2023), Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa mengingat ketahanan ekonomi AS yang mengejutkan, The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga pinjaman lebih lanjut dan mempertahankannya tetap tinggi untuk beberapa waktu guna menurunkan inflasi kembali ke 2,0 persen.

Data ekonomi yang dirilis Selasa (26/9/2023) beragam. Kepercayaan konsumen Conference Board turun untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 103 pada September, di bawah konsensus para ekonom sebesar 105 dan revisi naik untuk Agustus sebesar 108,7.

Indeks NSA Harga Rumah Nasional AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller, yang mencakup sembilan divisi sensus AS, tumbuh satu persen secara tahun ke tahun pada Juli, naik dari perubahan 0 persen pada Juni.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru di AS turun 8,7 persen pada Agustus dari Juli ke laju tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 675.000 unit. Ini adalah laju paling lambat sejak Maret.

Investor sedang menunggu rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, pada Jumat (29/9/2023).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 18,90 sen atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 23,196 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober merosot 10,40 dolar AS atau 1,13 persen menjadi menetap pada 907,10 dolar AS per ounce.

Selasa, 26 September 2023

IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

 Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (25/9), IHSG ditutup melemah 18,46 poin (- 0,26%) ke level 6.998,38.

IHSG melemah seiring terjadinya net foreign sell Rp1,18 triliun di pasar saham domestik.

Kemudian, nilai tukar rupiah melemah 0,10% terhadap dollar AS menjadi Rp15.399 (JISDOR).

Di saat yang sama, rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (Ags-23) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas/M2 (Ags-23) sebesar Rp8.363,2 triliun, tumbuh 5,9% yoy terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 8,4% yoy.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,13%), S&P500 (+0,40%), dan Nasdaq (+0,45%).

Penguatan tersebut seiring langkah wait & see investor mengamati data ekonomi dan pernyataan para pembuat kebijakan Federal Reserve minggu ini untuk mendapatkan kejelasan mengenai jalur suku bunga.

Di antara saham-saham penggerak individu, Amazon menguat sekitar +1,7% pasca perusahaan mengatakan akan berinvestasi hingga $4 miliar di perusahaan kecerdasan buatan Anthropic.

Netflix bertambah +1,3% setelah para penulis skenario Hollywood mencapai kesepakatan kerja baru yang tentatif.

Di sisi lain, Rite Aid anjlok -33,3% menyusul laporan bahwa jaringan toko obat tersebut sedang menegosiasikan rencana kebangkrutan yang mencakup melikuidasi sebagian besar dari lebih dari 2,100 toko obatnya.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (26/9).

Senin, 25 September 2023

Prospek Ekonomi Global yang Memburuk, Dorong Emas dan Dolar Bergerak Searah

 Lagi-lagi harga emas dan dolar AS bergerak searah, sama-sama diuntungkan ditengah kekhawatiran global tentang perlambatan ekonomi global setelah serangkaian laporan Manufaktur PMI global dirilis melambat - bertahan dibawah level 50 dan merespon pelemahan Yen Jepang setelah Bank Sentral Jepang menetapakan suku bunga acuan bank sentral tetap pada suku bunga 'Negatif'.

Berikut adalah serangkaian laporang Manufaktur PMI global, diantaranya :

• JPY au Jibun Bank Japan Manufacturing PMI (Sep), 48.6 (A) vs. 49.9 (F) vs. 49.6 (P)
• JPY au Jibun Bank Japan Services PMI, 53.3 (A) vs. 54.3 (P)
• EU HCOB Eurozone Manufacturing PMI (Sep), 43.4 (A) vs. 44.0 (F) vs. 43.5 (P)
• EU HCOB Eurozone Services PMI (Sep), 48.4 (A) vs. 47.5 (F) vs. 47.9 (P)
• GBP S&P Global/CIPS UK Manufacturing PMI, 44.2 (A) vs. 43.0 (F) vs. 43.0 (P)
• GBP S&P Global/CIPS UK Services PMI, 47.2 (A) vs. 49.0 (F) vs. 49.5 (P)
• US S&P Global US Manufacturing PMI (Sep), 48.9 (A) vs. 47.9 (F) vs. 47.9 (P)
• US S&P Global Services PMI (Sep), 50.2 (A) vs. 50.3 (F) vs. 50.5 (P)

Harga emas menguat setelah mencatatkan kerugian selama tiga hari berturut-turut sejak pertemuan Federal Reserves AS dan Bank Sentral Inggris mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertama kalinya sejak kenaikan beruntun dalam dua tahun terakhir.

Dipasar spot, harga emas naik sebanyak $5.31 atau 0.28% berakhir pada level $1,924.83 per ons, setelah capai tertinggi $1,928 dan terendah $1,919 dan mencatatkan kenaikan kurang dari 0.1% dalam seminggu terakhir. 

Emas berjangka kontrak Desember berakhir menguat sebanyak $6.0 atau 0.31% pada level $1,945.0 per ons, turun 0.02% dalam sejak seminggu lalu.

Dolar

Indeks Dolar AS diperdagangkan menguat selama sesi perdagangan Amerika setelah serangkaian data ekonomi global yang menggambarkan aktivitas bisnis global terkini, menekankan posisi ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dibandingkan negara-negara besar lainnya.

Hingga akhir perdagangan JUmat (22/9), Dolar ditutup menguat sekitar 23 poin atau 0.22% pada level 105.61 - menandai penutupan tertinggi sejak 8 Maret, setelah capai tertinggi 105.79 dan terendah 105.32.

Pasangan GBP/USD terus mencatatkan kerugian tajam terlebih setelah BOE menghentikan siklus kenaikan suku bunganya, memperpanjang trend penurunan sejak Juli. GBP/USD berakhir melemah sebanyak 58 poin atau 0.47% pada level 1.22365, setelah capai tertinggi 1.22967 dan terendah 1.22300. Pound turun lebih dari 1% dalam seminggu terakhir terhadap Dolar.

EUR/USD berakhir melemah sebanyak 16 poin atau 0.15% pada level 1.06429 menyusul data ekonomi Eropa yang menunjukkan kontraksi dalam aktivitas bisnis negara-negara anggota. Data paling mencolok ditunjukkan oleh dua negara dengan perekonomian terbesar zona euro, yakni Perancis dan Jerman. 

Terlihat bahwa PMI Perancis untuk sektor jasa turun ke level terendah dalam 34 bulan pada bulan September, jauh di bawah perkiraan, sedangkan PMI Jerman naik menjadi 46,2 tetapi di bawah perkiraan para ekonom sebesar 47,2.

Sementara itu, Yen Jepang mencatatkan pelemahan terbesar terhadap Dolar AS menyusul pengumuman BoJ dan data ekonomi AS yang kuat diantara negara-negara lainnya. USD/JPY ditutup naik sebanyak 80 poin atau 0.54% pada level 148.353 - menandai penutupan tertinggi sejak akhir Oktober.

Saham & Obligasi

Pasar saham Eropa dan Amerika berakhir melemah ditengah kegelisahan Investor yang bergulat dengan antisipasi suku bunga global yang tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama.

Di Eropa Indeks DAX 30 Jerman berakhir melemah sekitar 0.09% dan Indeks CAC 40 Prancis turun sebanyak 0.40%. Masing-masing turun sebanyak 2.12% dan 2.63% dalam seminggu terakhir.

Di Amerika, Indeks utama Dow Jones berakhir melemah sebanyak 106.58 poin atau 0.31%. Indeks S&P 500 turun sebanyak 0.23% pada level 4,320.06. Sementara Indeks Nasdaq turun 0.09% pada level 13,211.81.

Sentimen

Selama sesi perdagangan awal pekan ini, fokus utama pasar global akan tertuju pada pergerakkan Dolar sebagai tolak ukur pertukaran di Dunia karena tidak adanya data ekonomi dengan bobot yang cukup besar. Hingga sepekan kedepan, pasar akan memperhatikan laporan Inflasi inti dan GDP AS, dan laporan Inflasi Eropa.

Jumat, 22 September 2023

XAU/USD Pangkas Kenaikan Mingguan, Diperdagangkan di Sekitar $1.920

 

XAU/USD melanjutkan penurunan mingguan ke $1.913,91 karena Dolar AS terus menguat menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun berkomentar suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, The Fed juga masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini. Ketua Jerome Powell mengatakan fokusnya adalah pada soft landing, mengindikasikan bahwa mereka masih kesulitan untuk menghindari resesi.

Pelaku pasar menjadi dalam mode penghindaran risiko karena berita tersebut, dengan sentimen suram diperburuk oleh keputusan serupa dari Bank of England (BoE) pada hari Kamis. Gubernur Andrew Bailey dan kawan-kawan memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga bulan ini, bertentangan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp). Para pengambil kebijakan optimis terhadap penurunan inflasi namun tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga lagi jika tekanan harga meningkat. Terakhir, mereka menambahkan bahwa kebijakan moneter akan cukup ketat dalam jangka waktu yang cukup lama agar inflasi dapat mencapai sasarannya.

Indeks global melemah, sementara kekhawatiran mendorong imbal hasil obligasi pemerintah. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 2-tahun mencapai puncaknya di 5,202%, tertinggi sejak 2006, dan kini berada di kisaran 5,14%. Sementara itu, obligasi 10-tahun menawarkan 4,47%, naik 12 bp hari ini.

Prospek Teknis Jangka Pendek Harga XAU/USD

XAU/USD telah memangkas semua kenaikan mingguannya, dan grafik harian menunjukkan harga berada di sekitar $1.919, saat ini berkembang di bawah semua moving average-nya. Sementara itu, indikator-indikator teknikal mendapatkan daya tarik ke bawah dalam level-level negatif, sejalan dengan minat jual yang persisten. Selain itu, pasangan ini mencapai puncaknya minggu ini di sekitar retracement Fibonacci 61,8% dari kemerosotan $1.982,15/$1.884,77 di $1.946,10, kemudian mundur tajam setelahnya. Level tersebut juga membatasi kenaikan pada bulan Agustus, dan Emas sekarang berada di bawah retracement 38,2% dari penurunan yang sama di $1.921,80, level resistance terdekat.

Grafik 4-jam mendukung perpanjangan bearish. XAU/USD melayang di sekitar Simple Moving Average (SMA) 200, sedangkan SMA yang lebih pendek mendapatkan kekuatan bearish di atasnya. Pasangan ini menghadapi minat jual jangka pendek saat melonjak di atas resistance Fibonacci terdekat, sejalan dengan tren dominan. Terakhir, indikator-indikator teknis stabil jauh di bawah garis tengahnya, hampir tidak kehilangan potensi bearish-nya.

Level-level support: 1.907,30 1.897,20 1.884,70

Level-level resistance: 1.921,80 1.933,30 1.946,10

Kamis, 21 September 2023

Dolar AS menguat di Asia, yen tertekan jelang keputusan suku bunga BoJ

 

Dolar AS menguat mencapai puncak baru terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di sesi Asia pada Kamis sore, berada di sekitar level tertinggi terhadap yen sejak awal November, setelah Federal Reserve AS memberikan nada hawkish yang tegas setelah mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Sterling dan euro merosot ke posisi terendah baru dalam beberapa bulan karena meningkatnya pertanyaan mengenai apakah Bank Sentral Inggris (BoE) dapat mengikuti bank sentral AS dalam menghentikan kenaikan suku bunga pada Kamis nanti.

Dolar Australia dan Selandia Baru juga melemah, meskipun Kiwi sedikit didukung oleh angka PDB yang lebih kuat dari perkiraan pada pagi hari.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang rivalnya, naik setinggi 105,68, yang terkuat sejak awal Maret, sebelum menetap sedikit lebih rendah di 105,55.

The Fed memenuhi ekspektasi pasar pada pertemuan kebijakan moneternya pada Rabu (20/9/2023), mempertahankan suku bunga stabil pada kisaran 5,25-5,50 persen.

Namun, bank sentral AS memperketat sikap kebijakan moneter hawkish yang semakin diyakini oleh para pejabatnya dapat berhasil menurunkan inflasi tanpa merusak perekonomian atau menyebabkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Banyak orang mengikuti pertemuan The Fed dengan mengharapkan sikap hawkish, namun ternyata sikap tersebut lebih hawkish daripada yang diantisipasi secara luas,” kata Moh Siong Sim, ahli strategi valuta asing di Bank of Singapore.

Seiring dengan kemungkinan kenaikan suku bunga lainnya pada tahun ini, proyeksi terbaru The Fed menunjukkan pengetatan suku bunga secara signifikan hingga tahun 2024 dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Yen Jepang melemah setelah pertemuan The Fed, berada di kisaran 148,39 per dolar setelah menyentuh level terendah dalam hampir sepuluh bulan di 148,47 pada Kamis pagi.

Bahkan ketika dolar/yen merosot kembali ke level yang terlihat pada akhir tahun lalu, kemungkinan Bank Sentral Jepang (BoJ) memperketat kebijakan pada pertemuan Jumat (22/9/2023) masih kecil.

"Tampaknya tidak mungkin BoJ akan mengumumkan perubahan kebijakan apa pun besok, atau dalam waktu dekat. Meskipun Anda tidak pernah tahu pasti dengan bank sentral ini," kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.

Sementara Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengeluarkan lebih banyak peringatan pada Kamis bahwa pihak berwenang tidak akan mengesampingkan pilihan apa pun dalam mengatasi volatilitas berlebih di pasar mata uang, Simpson mengatakan risikonya mungkin terbatas pada intervensi verbal.

“Mereka mungkin tidak melakukan intervensi jika trennya tetap teratur.”

Di tempat lain, sterling terakhir diperdagangkan pada 1,2319 dolar, sedikit di atas level terendah baru empat bulan terhadap greenback menjelang keputusan suku bunga BoE hari ini.

Data yang dirilis pada Rabu (20/9/2023)menunjukkan bahwa tingkat inflasi Inggris yang tinggi secara tak terduga melambat pada Agustus, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa tinggi bank sentral akan menaikkan suku bunganya.

Pelaku pasar sangat condong ke arah kenaikan suku bunga BoE lagi pada Kamis untuk yang ke-15 kalinya, namun ekspektasi dengan cepat berubah setelah data tersebut.

Euro berada di 1,0635 dolar setelah jatuh ke level terendah enam bulan di 1,0617 dolar.

Baik dolar Australia maupun Selandia Baru terpukul setelah pertemuan The Fed, dengan Aussie terakhir turun 0,6 persen dan Kiwi turun lebih dari 0,3 persen.

Namun Kiwi mendapat dukungan setelah data yang keluar pada Kamis pagi menunjukkan perekonomian Selandia Baru tumbuh lebih dari yang diperkirakan pada kuartal kedua.

Rabu, 20 September 2023

Harga Emas Turun di Tengah Kekhawatiran Hawkish Fed


 Harga emas turun pada hari Rabu (20/090 dan traders tidak mengambil posisi besar sebelum keputusan suku bunga dari Federal Reserve pada hari ini, dengan naiknya inflasi baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran atas hasil rapat yang berpotensi hawkish.

Meningkatnya ketidakpastian sebelum rapat Fed membuat emas mendapat beberapa tawaran dalam beberapa sesi terakhir, membantu harga tetap berada di atas level $1.900/oz. Namun penguatan yang lebih besar dibatasi oleh stabilnya dolar, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi enam bulan.

Emas spot turun 0,1% di $1.930,22/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Desember turun 0,1% menjadi $1.950,95/oz pukul 11.28 WIB.

Penguatan Treasury yields juga menahan emas, karena pasar ekspektasi pandangan hawkish dari The Fed.

Harapan Jeda Fed, tetapi inflasi isyarat prospek hawkish

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada akhir rapat dua hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB nanti.

Namun, peningkatan inflasi yang terbaru, utamanya didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi, bisa menimbulkan pandangan yang lebih hawkish dari bank sentral. The Fed masih membiarkan peluang untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini, yang dapat diisyaratkan malam ini.

Bahkan jika The Fed memberi sinyal tidak ada kenaikan lagi, Fed diharapkan akan menjaga suku bunga di level tertinggi selama lebih dari 20 tahun hingga setidaknya pertengahan 2024, menghadirkan prospek yang tidak terlalu baik untuk emas dan aset-aset non-imbal hasil lainnya.

Suku bunga yang tinggi mendorong naiknya biaya peluang berinvestasi dalam emas - sebuah perdagangan yang telah menghantam logam mulia ini sepanjang tahun lalu.

Selain the Fed, keputusan suku bunga Inggris dan Jepang juga akan diumumkan minggu ini.

Tembaga turun, sinyal lain dari China ditunggu

Di antara logam-logam industri, harga tembaga turun pada hari Rabu, memperpanjang penurunan menjadi sesi keempat berturut-turut di tengah tekanan dari dolar dan ketidakpastian seputar ekonomi negara importir utama China.

Tembaga turun 0,3% menjadi $3,7428 per pon.

People's Bank of China mempertahankan loan prime rates di rekor terendah hari Rabu ini, seperti yang diharapkan secara luas. Namun bank sentral juga terlihat mempertahankan langkah likuiditasnya, saat bergerak untuk mendukung pemulihan ekonomi yang melambat.

Fokus minggu mendatang yakni data aktivitas bisnis China untuk bulan September, setelah angka bulan Agustus menunjukkan beberapa tanda-tanda perbaikan. Namun kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China sebagian besar telah memukul harga tembaga selama setahun terakhir.

Selasa, 19 September 2023

Emas Naik Capai Tertinggi 2 Minggu, Dolar Melemah sebelum Rapat Fed

 Harga emas capai level tertinggi baru dalam dua minggu pada Selasa (19/09) dan pelaku pasar menantikan rapat penting keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini.

Menurut Fed Rate Monitor Tool, FOMC 99% yakin akan mempertahankan suku bunga di  level saat ini, sejalan dengan strategi komite yang ada.

Reaksi emas terhadap nilai dolar dan treasury yields AS setelah pernyataan tersebut, angka-angka yang diperbarui, dan konferensi pers akan sangat diawasi. The Fed kemungkinan tidak akan mengubah estimasi terminal rate, memberikan fleksibilitas maksimum jika inflasi naik lebih lanjut. Lonjakan harga minyak baru-baru ini memperkuat tantangan yang dihadapi oleh the Fed, terutama munculnya kembali kekhawatiran inflasi.

Treasury yields AS telah mengalami sedikit kenaikan kala pasar mengantisipasi The Fed tampaknya akan mempertahankan tingkat kebijakan yang ketat untuk periode yang lebih lama. Akibatnya, potensi peningkatan emas mungkin akan menghadapi tekanan menjelang keputusan Fed. Bank-bank sentral utama lainnya, seperti Bank of England dan Bank of Japan, juga akan membuat keputusan mengenai suku bunga. Tidak ada perubahan yang diharapkan dari Bank of Japan, sementara pasar condong ke arah kenaikan suku bunga 25 bps dari Bank of England pada hari Kamis.

Emas spot tetap stabil di $1.932,79/oz setelah mencapai level tertinggi 5 September di awal sesi. Sementara itu, emas berjangka AS mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1% ke $1.954,30/oz.

Senin, 18 September 2023

Harga Emas Naik dengan Fokus Rapat Fed dan Shutdown Pemerintah


 Harga emas naik pada Senin (18/09) dengan pasar berharap bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga minggu ini, sementara meningkatnya kekhawatiran atas shutdown pemerintah AS mendorong permintaan safe haven.

Logam mulia ini mengalami penguatan dalam beberapa sesi terakhir kala data inflasi dan aktivitas ekonomi yang kuat gagal meyakinkan pasar bahwa kenaikan suku bunga AS sudah dekat. Namun, peningkatan juga terbatas karena dolar naik ke level tertinggi enam bulan dalam data tersebut.

Harga emas juga diperkirakan akan alami beberapa permintaan safe haven di tengah kekhawatiran atas shutdown pemerintah AS. Anggota parlemen dari Partai Republik berdebat mengenai anggaran belanja pertahanan negara dan pemotongan belanja fiskal yang lebih luas.

Anggota parlemen memiliki waktu sekitar dua minggu untuk meloloskan RUU belanja baru dan mencegah shutdown.

Namun secara historis, emas hanya mengalami sedikit peningkatan selama shutdown di masa lalu. Shutdown 2018-2019 - yang merupakan penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah, hanya mendorong naiknya harga emas sebesar $20 selama 35 hari.

Emas spot naik 0,3% menjadi $1.929,32/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Desember naik 0,2% menjadi $1.950,15/oz pukul 10.49 WIB. Kedua instrumen ini mencatat peningkatan sebesar 0,3% minggu lalu.

Fed akan tahan suku bunga, tapi inflasi tinggi bangkit prospek hawkish

Federal Reserve diperkirakan akan menahan suku bunga pada akhir rapat dua hari pada Rabu setempat.

Namun pasar tetap mewaspadai pandangan bank sentral, mengingat bahwa peningkatan inflasi dan ketahanan ekonomi AS baru-baru ini memberikan lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Terlepas dari kenaikan lainnya, The Fed diperkirakan akan menjaga tingkat suku bunga di level tertinggi selama lebih dari 20 tahun sampai setidaknya pertengahan 2024. Tren ini telah membebani harga emas selama setahun terakhir, dan kemungkinan akan membatasi penguatan besar logam mulia ini.

Kenaikan suku bunga meningkatan biaya peluang berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga memberikan prospek yang lemah untuk pasar logam.

Selain the Fed, keputusan bank sentral ChinaInggris dan Jepang juga akan hadir minggu ini, meskipun hanya Bank of England yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Tembaga flat di tengah kegelisahan baru di China

Di antara logam-logam industri, harga tembaga bergerak sedikit pada hari Senin di tengah kekhawatiran baru terhadap negara kondisi importir utama China, terutama pasar propertinya.

Tembaga stabil di $3,7953 per pon, setelah menguat lebih dari 2% minggu lalu.

Sementara indikator ekonomi baru ini menunjukkan beberapa tanda pemulihan di negara importir tembaga terbesar di dunia ini, pasar properti China menghadapi ujian baru minggu ini karena ada lebih banyak pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo untuk developer Country Garden Holdings (HK:2007).

Pihak otoritas China juga menahan karyawan unit wealth management China Evergrande Group (HK:3333), yang menimbulkan kekhawatiran akan pengawasan baru dari pemerintah terhadap sektor properti.

People's Bank of China diharap akan menahan suku bunga pinjamannya di tingkat rekor terendah pada hari Rabu ini, seiring dengan upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun terlepas dari langkah-langkah stimulatif, prospek pasar properti China, yang merupakan pendorong utama permintaan tembaga, sebagian besar masih buram.

Jumat, 15 September 2023

Wall Street Menguat Dipicu Data Ekonomi AS

 

Wall Street menguat pada Kamis (14/9/2023) dipicu data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 331,58 poin, atau sekitar 0,96 persen, menjadi 34.907,11. Indeks S&P 500 meningkat 37,66 poin, atau sekitar 0,84 persen, menjadi 4.505,10. Indeks komposit Nasdaq menguat 112,47 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 13.926,05.

Penjualan ritel AS meningkat melampaui ekspektasi pada Agustus berkat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran meningkat 220.000 pada pekan yang berakhir 9 September.

Harga produsen bulanan untuk permintaan akhir naik 0,7 persen bulan lalu, melampaui ekspektasi peningkatan 0,4 persen. Dalam setahun terakhir, harga produsen bulanan meningkat 1,6 persen, melampaui ekspektasi peningkatan 1,2 persen.

Data ekonomi AS terbaru tersebut meyakinkan para investor bahwa Federal Reserve tidak akan meningkatkan suku bunga pekan depan.

Menurut instrumen FedWatch CME Group, peluang The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 20 September mencapai 97 persen. Sedangkan untuk pertemuan November, peluang mencapai 67 persen.

Arm Holdings yang merupakan anak perusahaan SoftBank Group mencatatkan peningkatan saham sebesar 25 persen dalam debutnya di Bursa New York sebagai komponen indeks komposit Nasdaq. Nilai pasar Arm kini mencapai US$60 miliar.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu data ekonomi AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2023 turun 0,3 persen menjadi US$1.927,60 per ons.

Nilai tukar dolar AS melemah dengan indeks dolar AS turun 0,03 persen menjadi 105,37.

Bursa saham Eropa menguat pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa melonjak 1,5 persen, setelah European Central Bank (ECB) mensinyalkan berakhirnya siklus pengetatan kebijakan moneter.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 147,09 poin, atau sekitar 1,95 persen, menjadi 7.673,08. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 151,26 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 15.805,29.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 136 poin, atau sekitar 1,44 persen, menjadi 9.560,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 86,10 poin, atau sekitar 1,19 persen, menjadi 7.308,67.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,2417 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1631 euro per pound.

Kamis, 14 September 2023

Emas 'Selamat' dari Tekanan Inflasi, Bertahan di atas $1.900

 

Harga emas turun pada hari Rabu (13/09) tetapi bertahan di atas support kunci $1.900 setelah data menunjukkan inflasi AS tumbuh dua bulan berturut-turut. Ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi Federal Reserve tetapi analis mengatakan cukup untuk secara drastis mengubah pandangan bank sentral mengenai suku bunga.

Emas berjangka yang paling aktif di Comex New York, Desember, berakhir turun 0,22% di $1.930,90/oz di sesi Rabu (13/09).

Harga emas spot, yang lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh sebagian traders, juga turun 0,22% di $1.909,06. Di awal sesi, emas spot turun ke titik terendah $1.905.88 - kurang $5 dari level $1.800.

"Bulls emas telah mencegah penurunan langsung ke harga di bawah $1.900," ungkap Sunil Kumar Dixit, seorang chartist emas spot di SKCharting.com. "Tantangan utama bagi bulls adalah merebut kembali Exponential Moving Average 50 hari di $1.928, yang merupakan titik balik momentum."

Emas turun saat harga konsumen AS, yang dipicu oleh naiknya harga bahan bakar, meningkat dua bulan berturut-turut untuk mencapai pertumbuhan year-on-year sebesar 3,7%, menurut data Departemen Tenaga Kerja hari Rabu yang memberikan tekanan baru bagi para pejuang inflasi di Federal Reserve.

"Perdagangan emas mencerna laporan inflasi ini dan mulai melihat adanya celah dalam perekonomian," Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA, mengatakan.

"Paling banter, emas kemungkinan harus menghadapi satu kali lagi kenaikan suku bunga Fed di bulan November, tetapi jelas bahwa ekonomi akan terus melemah ke depannya. Berita ekonomi yang buruk akan menjadi berita baik lagi untuk emas. Wall Street semakin dekat untuk menempatkan puncaknya bagi Dolar."

Inflasi utama AS, yang diukur oleh Indeks Harga Konsumen, atau IHK, mencapai level tertinggi selama 40 tahun lebih dari 9% pada Juni 2022 lalu sebelum turun ke level terendah 3,0% pada Juni tahun lalu. Sejak itu, inflasi terus meningkat, menambahkan 0,7% selama dua bulan terakhir, lantaran harga minyak global yang tinggi meningkatkan biaya bahan bakar di dalam negeri.

"Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item naik 3,7% sebelum penyesuaian musiman," Departemen Tenaga Kerja menyatakan dalam sebuah rilis berita. "Indeks untuk bensin merupakan kontributor terbesar untuk peningkatan semua item bulanan, terhitung lebih dari setengah kenaikan."

Fed kemungkinan tidak akan membuat perubahan dalam keputusan suku bunga minggu depan

Untuk memerangi inflasi, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 5,25% dari basis 0,25% pada Maret 2022. The Fed dijadwalkan untuk memutuskan suku bunga dalam rapat kebijakan berikutnya pada 20 September.

Proyeksi ekonom setelah rilis data IHK terbaru menyarankan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah kenaikan 25 basis poin di bulan Juli. Namun, para ekonom berpendapat bahwa bank sentral akan memilih setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun, baik dalam rapat kebijakan bulan November atau pertemuan di bulan Desember.

Setelah rilis data IHK, "peluang kenaikan pada bulan September turun menjadi 5%, namun untuk bulan Desember tetap stabil di angka 53%," ujar ekonom Adam Button di forum ForexLive.

Tingginya harga minyak dunia, dan dampaknya pada biaya bensin di stasiun bensin AS, dapat mendorong the Fed untuk kembali bertindak agresif dengan kenaikan suku bunga, karena bank sentral tampaknya berniat untuk membiarkan kenaikan suku bunga yang telah dinaikkan selama 18 bulan terakhir untuk menurunkan inflasi.

Harga minyak global Brent mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir di $92,83 Dan $89,64 untuk minyak WTI AS pada hari Rabu, merespons pembatasan produksi oleh eksportir-eksportir minyak mentah utama, yaitu Arab Saudi dan Rusia.

Rabu, 13 September 2023

Saham Eropa dibuka melemah jelang laporan inflasi AS

 

Saham-saham di bursa Eropa melemah pada awal perdagangan Rabu, karena investor bersiap untuk laporan penting inflasi AS yang akan dirilis hari ini sebagai isyarat mengenai lintasan suku bunga Federal Reserve.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa merosot 0,5 persen pada pukul 07.07 GMT, dengan saham-saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga tergelincir 0,8 persen.

Harga konsumen AS kemungkinan mengalami peningkatan terbesar dalam 14 bulan pada Agustus, namun perkiraan kenaikan inflasi yang moderat dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan inflasi di zona euro akan tetap di atas 3,0 persen tahun depan, kata sebuah sumber, menambah kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga ECB yang kesepuluh berturut-turut pada Kamis (14/9/2023).

Saham BP yang tercatat di London terpangkas 1,6 persen setelah CEO Bernard Looney mengundurkan diri pada Selasa (12/9/2023) karena gagal mengungkapkan sepenuhnya rincian hubungan pribadi masa lalu dengan rekan kerjanya.

Saham-saham unggulan FTSE 100 Inggris tergelincir 0,2 persen, juga terbebani oleh data yang menunjukkan output ekonomi Inggris turun lebih besar dari perkiraan pada Juli.

Investor juga mengamati data produksi industri untuk Inggris dan zona euro yang akan dirilis hari ini.

Selasa, 12 September 2023

XAU/USD Tidak Ada Arah yang Pasti Karena Para Pedagang Menunggu IHK AS pada Hari Rabu

 

Harga emas menarik beberapa aksi beli di sekitar support Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang sangat penting selama sesi Asia pada hari Selasa dan menghentikan penurunan semalam dari area $1.930, atau level tertinggi empat hari. XAU/USD saat ini diperdagangkan di sekitar area $1.923, naik sedikit untuk 2 hari berturut-turut, meskipun tidak memiliki keyakinan bullish karena para pedagang sangat menanti rilis angka inflasi konsumen terbaru dari Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang sangat penting akan memberikan isyarat baru mengenai jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) di masa depan setelah jeda yang diantisipasi secara luas di bulan September. Angka IHK AS yang lebih kuat akan menegaskan kembali taruhan pasar untuk pengetatan kebijakan The Fed lebih lanjut, yang pada gilirannya, akan mengatur panggung untuk penurunan baru untuk harga Emas yang tidak menghasilkan. Perlu disebutkan bahwa pasar telah mengharapkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada akhir tahun ini.

Ekspektasi ini terangkat oleh data makro AS yang optimis yang dirilis pekan lalu, yang menunjukkan ekonomi yang tangguh dan akan memungkinkan Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Prospek hawkish tetap mendukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan telah mendorong Dolar AS (USD) ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir pada pekan lalu. Namun, Greenback menyaksikan beberapa aksi profit taking pada hari Senin dan merosot mendekati level terendah beberapa hari pada hari Selasa, sehingga mendukung harga Emas.

Selain itu, sentimen yang berhati-hati di sekitar pasar ekuitas dipandang sebagai faktor lain yang mendukung status safe haven logam mulia. Para pelaku pasar tetap khawatir dengan memburuknya kondisi ekonomi di Tiongkok – negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Hal ini, bersama dengan kekhawatiran tentang hambatan yang berasal dari kenaikan biaya pinjaman yang cepat, mengurangi minat investor terhadap aset berisiko dan mendorong beberapa aliran dana ke arah harga Emas.

Namun, para pedagang tampaknya enggan untuk memasang taruhan bullish yang agresif dan lebih memilih untuk absen menjelang laporan IHK AS. Hal ini, bersama dengan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang sangat dinanti-nanti pada hari Kamis, akan memberi dorongan baru untuk harga Emas. Para analis masih terbagi mengenai apakah ECB akan menaikkan suku bunga untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut di tengah inflasi yang masih tinggi atau menghentikan siklus pengetatan kebijakan bersejarahnya setelah prospek ekonomi Zona Euro yang semakin suram.

Data utama/risiko peristiwa bank sentral akan membantu investor menentukan arah pergerakan harga Emas selanjutnya. Hal ini, pada gilirannya, membuatnya bijaksana untuk menunggu aksi beli lanjutan yang kuat sebelum memposisikan diri untuk memulai kembali pemulihan baru-baru ini dari area $1.885, atau lebih dari palung lima bulan yang disentuh pada bulan Agustus.

LEVEL TEKNIS XAU/USD

TINJAUAN
Harga terakhir hari ini1923.08
Perubahan harian hari ini0.66
Perubahan harian hari ini %0.03
Pembukaan harian hari ini1922.42
 
TREN
SMA 20 Harian1916.74
SMA 50 Harian1932.22
SMA 100 Harian1949.99
SMA 200 Harian1919.5
 
 
LEVEL
Tinggi Harian Sebelumnya1930.77
Rendah Harian Sebelumnya1916.64
Tinggi Mingguan Sebelumnya1946.35
Rendah Mingguan Sebelumnya1915.33
Tinggi Bulanan Sebelumnya1966.08
Rendah Bulanan Sebelumnya1884.85
Fibonacci Harian 38,2%1925.37
Fibonacci Harian 61,8%1922.04
Pivot Point Harian S11915.78
Pivot Point Harian S21909.15
Pivot Point Harian S31901.65
Pivot Point Harian R11929.91
Pivot Point Harian R21937.41
Pivot Point Harian R31944.04