Rabu, 06 Mei 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Menguat Didukung Aksi Beli dan Koreksi Harga Minyak

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka menguat ke level US$4.552 per troy ons, ditopang oleh aksi beli serta pelemahan terbatas dolar AS, di tengah sentimen geopolitik yang masih dinamis. Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Uni Emirat Arab dilaporkan menjadi target serangan rudal dan drone Iran, sementara upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz masih diwarnai baku tembak. Meski demikian, pernyataan otoritas AS yang mengindikasikan gencatan senjata masih berlangsung serta sinyal de-eskalasi, termasuk penghentian sementara operasi militer turut meredakan tekanan di pasar energi. Harga minyak tercatat terkoreksi meskipun masih berada pada level tinggi secara historis akibat gangguan pasokan sejak akhir Februari.


Dari sisi makroekonomi, penurunan harga energi memberikan ruang bagi meredanya ekspektasi inflasi yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, penguatan emas tetap terbatas mengingat ekspektasi suku bunga tinggi masih membayangi. Kombinasi antara inflasi yang dipicu energi dan sikap hati-hati The Fed berpotensi menunda siklus pelonggaran moneter. Data terbaru menunjukkan defisit perdagangan AS melebar pada Maret, mencerminkan peningkatan impor, sementara pelaku pasar juga mencermati arah dolar AS dan imbal hasil obligasi sebagai faktor kunci.


Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) April, serta indikator pendukung seperti ADP dan tingkat pengangguran yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed dalam jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif dalam kisaran saat ini, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Selat Hormuz, arah harga energi, serta ekspektasi kebijakan moneter global.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.518 hingga $4.479, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.591 hingga $4.625. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.406, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.698.

Selasa, 05 Mei 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Konflik Hormuz Memanas, Harga Emas Turun di Tengah Lonjakan Dolar

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah ke level US$4.520 per troy ons, seiring meningkatnya tekanan dari penguatan dolar AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat serangan lanjutan di kawasan Teluk, termasuk aksi militer AS yang menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal dan drone. Di sisi lain, Iran dilaporkan menyerang kapal di Selat Hormuz dan membakar fasilitas pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, menandai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata beberapa pekan lalu.

Dari sisi makro, lonjakan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Penguatan indeks dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas, sehingga menekan permintaan. Sejumlah institusi, termasuk Barclays bahkan mulai memperkirakan tidak adanya pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang 2026, sejalan dengan sikap bank sentral yang cenderung hawkish pasca keputusan suku bunga pekan lalu. Namun, pernyataan Presiden The Fed New York John Williams yang membuka peluang pelonggaran jika inflasi mereda memberikan sedikit penyeimbang sentimen pasar.

Ke depan, pelaku pasar cenderung mengadopsi pendekatan wait and see dengan fokus pada rilis data ketenagakerjaan AS, termasuk JOLTS, ADP payroll, dan nonfarm payroll April yang akan menjadi indikator kunci arah kebijakan moneter selanjutnya. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga, emas menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya mencerminkan fungsi tradisionalnya sebagai safe haven, karena tekanan likuiditas dan tingginya suku bunga justru mendorong rotasi ke aset berbasis yield.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.474 hingga $4.423, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.602 hingga $4.679. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.295, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.807.

Senin, 04 Mei 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Eskalasi Risiko Ketegangan Selat Hormuz Picu Minyak Kembali Bullish

 Solid Gold Berjangka Makassar - Pada pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bullish dipicu oleh meningkatnya risiko eskalasi ketegangan di Selat Hormuz menyusul rencana Proyek Kebebasan Trump. Di sisi lain, konfirmasi peningkatan produksi OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Kepala komisi keamanan nasional di parlemen Iran, Ebrahim Azizi, pada hari Minggu memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Peringatan tersebut dilontarkan menyusul pengumuman Trump yang mengatakan bahwa pada Senin pagi AS akan memulai "Proyek Kebebasan" untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz, dengan mengerahkan 15.000 personel militer AS, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.

Masih dari Timur Tengah, sebuah kapal tanker dilaporkan dihantam proyektil tak dikenal saat melintas sekitar 78 mil laut di utara kota Fujairah di Uni Emirat Arab, kata badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada hari Senin. Serangan tersebut menyusul serangan terhadap sebuah kapal pengangkut barang curah oleh beberapa kapal kecil saat melintas ke utara sekitar 11 mil laut di sebelah barat Sirik, Iran, pada hari Minggu, tambah UKMTO.

Sementara itu, dalam pertemuan virtual yang berlangsung pada hari Minggu, tujuh negara anggota utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, mengkonfirmasi akan melakukan peningkatan produksi sebesar 188.000 bph pada bulan Juni, dari penyesuaian produksi sukarela tambahan pada bulan April dan November 2023. Keputusan tersebut mengisyaratkan aliansi produsen akan terus melanjutkan peningkatan produksi meskipun UEA telah keluar, kata sumber OPEC+.

Turut membebani harga, Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed pada hari Sabtu menyatakan optimis bahwa produksi dan ekspor minyak Irak dapat kembali pulih ke tingkat normal dalam waktu tujuh hari pasca berakhirnya krisis di Selat Hormuz.

Mohammed mengatakan produksi Irak saat ini mencapai 1,5 juta bph, dengan sekitar 200.000 bph diekspor melalui Ceyhan, sementara dua kapal tanker telah disiapkan dan dua lagi diharapkan akan tiba tergantung pada kondisi keamanan di selat tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $104 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $99 per barel.