Jumat, 12 April 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Menaker Terbitkan Edaran Libur Bagi Pekerja Saat Pemilu

Menaker Terbitkan Edaran Libur Bagi Pekerja Saat Pemilu
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR -  Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 1 Tahun 2019 Tentang Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh pada Pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019.


Dalam SE ini Hanif menegaskan bahwa pengusaha harus memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan hak pilihnya. 

"Apabila pada hari dan tanggal pemungutan suara tersebut pekerja/buruh harus bekerja, maka pengusaha mengatur waktu kerja agar pekerja/buruh tetap dapat menggunakan hak pilihnya," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Jumat (12/4/2019).



Surat edaran tertanggal 9 April 2019 ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia untuk dijadikan pedoman, untuk selanjutnya disampaikan kepada bupati/wali kota, serta pemangku kepentingan terkait di wilayahnya masing-masing.



Menurut Hanif, SE ini diterbitkan sehubungan dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 10 tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 sebagai Hari Libur Nasional.


BACA JUGA :PT SolidberjangkaDitegaskan pula para pekerja/buruh yang bekerja pada hari dan tanggal pemungutan suara, berhak atas upah kerja lembur dan hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja/buruh yang dipekerjakan pada hari libur resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


BACA JUGA :PT Solidgold Berjangka

Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2019 menetapkan bahwa Rabu, 17 April 2019 sebagai Hari Libur Nasional dalam rangka Pemilihan Umum 2019. Hari dan tanggal dimaksud merupakan hari dan tanggal pemungutan suara Pemilihan Umum 2019.

Kamis, 11 April 2019

PT SOLID BERJANGKA | Mendikbud Redam Kehebohan Justice for Audrey

Mendikbud Redam Kehebohan Justice for Audrey
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Kehebohan Justice For Audrey disorot banyak pihak. Isu yang viral di medsos menyebut korban dikeroyok 12 pelaku dan merusak area sensitif korban.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy buka suara atas kejadian yang menimpa korban berinisial A, pelajar SMP di Pontianak. Dia menyayangkan kasus dugaan penganiayaan terhadap A yang kenyataannya tidak seperti kabar viral di media sosial. Muhadjir menegaskan, isu yang beredar di medsos tidak benar.


"Kasus ini sangat disayangkan dan tidak seperti yang viral di medsos setelah saya mendapat informasi langsung dari Kapolresta Pontianak Kompol Muhammad Anwar Nasir. Maaf, nalar sehat mestinya korban bisa meninggal kalau isu tersebut benar," kata Muhadjir di Pontianak sebagaimana dilansir Antara.
Mendikbud juga meminta para kepala sekolah bertanggung jawab dan memberikan informasi yang benar. Dia juga meminta para kepala sekolah di Kalbar terus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak didiknya sehingga terhindar dari narkoba dan perilaku negatif lainnya.

"Mohon kerja sama kepala sekolah untuk meredam masalah ini dan memberikan informasi yang benar, baik pada media maupun melalui medos," ujarnya.



Pihak kepolisian juga menilai cerita versi para pengguna medsos soal kasus yang menimpa A berbahaya. Polisi menyebut narasi di media sosial tidak sesuai fakta.

"Ini berbahaya, oleh karenanya dari pihak Komisi Perlindungan Anak Kalimantan Barat akan konsultasi dengan Direktorat Krimsus Polda Kalbar terkait masalah akun yang menyebarkan narasi yang tidak sesuai fakta sebenarnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.



Menurut Dedi, dalam bermedia sosial juga harus cermat. Artinya, harus memverifikasi informasi yang valid agar tidak terjadi miskomunikasi.

"Logika berpikir kita harus cermat dan dalam. Kalau semua di media sosial kita percaya, ya semua masyrakat jadi miskomunikasi , mis-interpretasi," ucapnya.



Dedi mengatakan, soal kasus penganiayaan baru bisa dibuktikan berdasarkan hasul visum sebagai bukti pemeriksaan medis yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan. 

"Yang paling tidak bisa digugat kan visum. Visum yang diberikan ahli sesuai kompetensinya. Kalau keterangan bisa berubah-ubah. Kalau visum itu bukti autentik yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah," tutur Dedi.



"Proses penyidikan yang dilakukan penyidik Polresta Pontianak profesional. Semua berdasarkan fakta hukum. Yang jelas berkas perkara sedang dituntaskan hari ini. Polisi menyidik tanpa tekanan, sesuai timing yang sudah mereka tetapkan," imbuh Dedi.                               

Rabu, 10 April 2019

Solid Gold Berjangka | WikiLeaks: Julian Assange Dimata-matai di Dalam Kedubes Ekuador

WikiLeaks: Julian Assange Dimata-matai di Dalam Kedubes Ekuador
solid gold berjangka makassar - Wikileaks mengklaim pendiri mereka,Julian Assange, dimata-matai selama tinggal di dalam kompleks Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris. Hal itu diungkapkan WikiLeaks menjelang pengusiran Assange dari tempatnya berlindung selama tujuh tahun terakhir. 

Pekan lalu, WikiLeaks melalui akun Twitternya menyatakan bahwa Assange akan diusir keluar dari Kedubes Ekuador di London 'dalam hitungan jam hingga hari'. Kicauan itu didasarkan WikiLeaks dari sejumlah 'sumber level tinggi' setempat. Disebutkan juga oleh WikiLeaks saat itu bahwa Ekuador telah memiliki 'kesepakatan dengan Inggris untuk penangkapannya (Assange)'.


Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4/2019), WikiLeaks menyatakan bahwa Assange menjadi subjek operasi spionase canggih di dalam Kedubes Ekuador di London yang menjadi tempat tinggalnya sejak tahun 2012 lalu.

"WikiLeaks telah membongkar operasi spionase besar-besaran terhadap Julian Assange di dalam Kedutaan Ekuador," sebut editor-in-chief WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson, dalam pernyataan terbarunya. Hrafnsson tidak memberikan bukti yang mendukung klaimnya tersebut. Klaim ini sendiri belum bisa diverifikasi kebenarannya secara independen oleh Reuters.


"Kami mengetahui bahwa ada permintaan untuk menyerahkan daftar pengunjung dari kedutaan dan rekaman video dari kamera-kamera keamanan di kedutaan," ucap Hrafnsson.

Tidak disebut lebih lanjut oleh Hrafnsson soal siapa yang ada di balik praktik spionase terhadap Assange itu. Dia hanya menyatakan bahwa dirinya menduga informasi-informasi soal Assange diserahkan kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump.


Soal pengusiran Assange dari Kedubes Ekuador di London yang sebelumnya disebut dalam waktu dekat, Hrafnsson hanya menyebut hal itu bisa terjadi kapan saja. 

Beberapa waktu lalu, Presiden Ekuador, Lenin Moreno menyatakan Assange telah 'berulang kali melanggar' ketentuan suakanya. Dalam wawancara dengan Ecuadorian Radio Broadcasters' Association, Moreno menyatakan Assange tidak memiliki hak 'meretas akun-akun pribadi maupun telepon-telepon' dan tidak bisa mencampuri politik negara lain, khususnya yang memiliki hubungan baik dengan Ekuador.


Hal itu disampaikan Moreno saat mengomentari beredar luasnya foto-foto pribadinya dan keluarganya di media sosial, yang diambil beberapa tahun lalu saat mereka tinggal di Eropa. Moreno tidak secara langsung menyalahkan Assange atas kebocoran foto-foto pribadinya itu. Namun pemerintah Ekuador meyakini bahwa foto-foto itu dibocorkan oleh WikiLeaks.

Diketahui bahwa Assange mencari perlindungan di Kedubes Ekuador di London sejak tahun 2012, demi menghindari ekstradisi ke Swedia. Hakim Inggris telah memerintahkan ekstradisi Assange yang terjerat kasus kekerasan seksual di Swedia. 


Kasus itu digugurkan oleh pengadilan Swedia tahun 2017 lalu, namun Assange tetap tinggal di dalam Kedubes Ekuador di London. Hal ini dilakukan Assange yang merupakan warga negara Australia ini, karena khawatir akan diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan penyidik federal terkait aktivitas pembocoran yang dilakukan WikiLeaks. Diketahui bahwa AS selama ini menganggap Assange dan WikiLeaks membahayakan keamanan nasionalnya.

Selasa, 09 April 2019

SOLID BERJANGKA | Tawa Sandi dalam Pose 1 Jari

Tawa Sandi dalam Pose 1 Jari
SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Sandiaga Uno disambut oleh pendukung rivalnya,joko-Amin, saat berkampanye di Bali. Sandi tampak santai berada di tengah pendukung pasangan nomor urut 01 itu, bahkan sempat ikut berpose satu jari, khas Jokowi-Ma'ruf.

Sebelum berkampanye hari ini, Sandiaga berolahraga lari pagi di bawah patung lumba-lumba Pantai Lovina, Singaraja, Buleleng, Bali, Selasa (9/4/2019). Ia juga sempat naik perahu dan berenang di sekitar Pantai Lovina.


Setelah kembali lagi ke pantai, rupanya Sandiaga sudah ditunggu oleh sejumlah warga yang memakai atribut PDIP. Ada juga yang mengenakan kemeja seperti yang dipakai Jokowi saat mendaftar Pilpres 2019 di KPU. Beberapa warga pun tampak membawa spanduk Jokowi, tapi cawapres pendamping  PRabowo Subianto itu tetap menyalami mereka.

Meski begitu, Sandiaga tak tampak kesal oleh perilaku pendukung Jokowi. Ia justru menghampiri para pendukung Jokowi yang mengacungkan satu jari hingga salam jempol khas pasangan capres-cawapres mereka.


Cawapres nomor urut 02 itu terlihat tersenyum saat menyalami para pendukung Jokowi. Ia juga berkenan ketika diajak ngopi sambil foto-foto.

"Sini, Pak, ngopi, boleh foto kan, Pak," ujar salah satu pendukung Sandiaga.

"Ayo... ayo foto, terima kasih," jawab Sandi.

Ketika berfoto, para pendukung Jokowi berpose 1 jari. Untuk menghargai, Sandiaga pun ikut berpose 1 jari. 


"Selalu saya katakan, kami tidak ingin politik yang memecah belah, tapi mempersatukan. Demokrasi ini seharusnya menggembirakan, menyenangkan, jadi buat apa memecah belah. Dari awal kami sudah komitmen untuk menciptakan politik sejuk, politik yang mempersatukan. Dari Bali kita sampaikan salam damai," ujar Sandiaga.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memuji sikap cawapresnya. Sandiaga disebut berjiwa negarawan yang merangkul lawan.

"Sebagai negarawan, Bang Sandi menunjukkan, merangkul, bahwa ini lo Sandiaga Uno, seorang cawapres yang bisa merangkul lawan, menerima perbedaan, dan memberikan contoh demokrasi yang sejuk, demokrasi yang merangkul, bukan yang memukul," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.


Andre menjelaskan pose tersebut spontan dilakukan oleh Sandiaga. Menurut Andre, eks Wagub DKI Jakarta itu ingin menghormati pilihan rakyat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai seorang negarawan, Pak Sandi mendatangi, merangkul, memeluk orang yang berdemonstrasi kepada dia, menjadi merasa dirangkul. Suasana jadi cair. Mereka minta foto bareng Bang Sandi, ya Bang Sandi menghormati. Mereka pendukung Pak Jokowi ya dia spontan saja (berpose 1 jari)," tutur politikus Gerindra tersebut.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tak memberikan simpati atas sikap Sandiaga. Sandi disebut sudah kehabisan gaya saat bertandang di basis massa Jokowi itu.

"Yang bersangkutan terpaksa pose satu jari karena bingung mau pose seperti apa di Bali. Kehabisan ide dan gaya Sandi di Bali," ungkap Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago.


Politikus NasDem ini juga menyoroti sikap Sandiaga yang sangat berbeda dengan sikap sang capres. Irma menyinggung soal Prabowo yang kerap berbicara 'keras' saat kampanye hingga gaya sang eks Danjen Kopassus itu memukul-mukul meja di hadapan pendukungnya.

"Agak kontraproduktif ya, Sandi bilang berkomitmen untuk pemilu damai, tapi kok pasangannya selain marah-marah terus di mana-mana, juga pakai gebrak-gebrak podium," sebut anggota DPR ini.                               

Senin, 08 April 2019

Solid Berjangka | Salah Kaprah Kelakar Menarik Cadar

Salah Kaprah Kelakar Menarik Cadar
Solid Berjangka Makassr - Banda Aceh - Niatnya berkelakar tapi salah kaprah. Mahasiswa di Banda Aceh awalnya hanya bercanda dengan menarik Cadar teman perempuannya. Ujung-ujungnya, videonyaViral dan mahasiswa itu dikeluarkan.


1. Video pria tarik cadar perempuan viral



Video yang viral itu memperlihatkan seorang pria menghampiri perempuan yang sedang duduk. Dia lalu menarik bagian bawah cadar perempuan itu. Perempuan tersebut lalu refleks menutup kembali cadarnya. 


Video itu diketahui diambil di Banda Aceh. Pihak-pihak terkait video tersebut lalu memberikan klarifikasi.


2. Penarik cadar perempuan minta maaf

Setelah videonya viral, pria di video itu lalu angkat bicara memberi klarifikasi. Pria bernama Hengki Alhamda itu tampil bersama perekam video bernama Adis Hidayat dan perempuan yang cadarnya ditarik, bernama Nadila. 


"Saya minta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia, khususnya ke masyarakat Aceh dan kaum muslimin pada umumnya, berkaitan dengan video viral beberapa waktu lalu tentang menarik cadar rekan kami sesama mahasiswa," kata Hengki.

Dia mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulang perbuatannya. Hengki mengatakan tingkah mereka itu karena sedang bercanda. 


"Ini akibat ketidaktahuan kami dan ini akibat bercandaan kami yang keterlaluan," tambahnya. 

3. Pihak kampus angkat bicara


Ketiganya diketahui merupakan mahasiswa LP3I College Banda Aceh. Lewat Instagram resminya, LP3I College Banda Aceh juga telah memberikan klarifikasi yang ditandatangani oleh Branch Manager Susilawati. Pihak kampus meminta maaf dan menjelaskan langkah yang telah diambil. 


"Menyangkut dengan video viral peserta didik LP3I College Banda Aceh yang menarik cadar temannya sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat, kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat dari viralnya video tersebut," kata Susilawati dalam surat yang diteken pada 6 April 2019. 

Minggu, 07 April 2019

Solid Gold | Pakar Semiotika Acep Iwan Saidi Puji Habis Kampanye Prabowo di GBK

Pakar Semiotika Acep Iwan Saidi Puji Habis Kampanye Prabowo di GBK
Solid Gold Makassar - Pujian datang dari pakar semiotika Acep Iwan Saidi untuk kampanye akbar Prabowo Subianto di Gelora Bung Karno pagi tadi. Acep Iwan Saidi bahkan setuju dengan pendapat Prabowo bahwa kampanye akbar itu merupakan rapat akbar politik terbesar dalam sejarah.
 
Acep Iwan Saidi mengaku sempat berkomunikasi dengan Eep Saefullah Fatah lewat WhatsApp (WA) membahas kampanye akbar Prabowo di GBK. Bagi dia, tak pernah ada partai politik yang bisa menggerakkan massa sebegitu besar.

Lebih jauh, dia menyebut Prabowo tampil dengan gaya dan konten dalam kampanye akbar di GBK tadi pagi. Prabowo, katanya, menunjukkan kualitas.


"Sebagai penonton di antara 'dua televisi', tentu saja saya ikut berbahagia. Khususnya karena pagi di akhir pekan ini saya menyaksikan seorang calon presiden berpidato dengan 'gaya dan konten' yang nyaris sempurna. Prabowo sedang tunjukkan kepada publik kualitas dirinya: 'diri-luar dan diri-dalam sekaligus'," kata dia.

Berikut ini catatan lengkap Acep Iwan Saidi soal kampanye akbar Prabowo Subianto di GBK: 

Pidato Ahad Pagi

Ini akhir pekan yang menyenangkan buat politik. Terutama, pasti, bagi Prabowo-Sandi (02) dan para pendukungnya. Pasalnya, gelar rapat akbar 02 di Gelora Bung Karno (GBK) subuh hingga pagi ini (Ahad, 7/04/ 19), sukses abis. GBK putih polos. Prabowo juga berada pada puncak stamina. Pidatonya keren. "Itu pidato orang berbahagia," demikian catatan Kang Eep Saefullah Fatah dalam pesan pendek melalui WhatsApp (WA) kepada saya. Kami pun sempat berdiskusi singkat.


Dari sisi peserta hadir, saya setuju pada pendapat yang mengatakan ini rapat akbar politik terbesar dalam sejarah. Saya sendiri ingin menyebutnya sebagai kerumunan hati. Soalnya, saya belum percaya kalau mereka datang karena dukungan politik semata. Bukankah tidak pernah ada pula partai politik yang bisa memobilisasi rakyat sedemikian hebat. Mereka datang, saya pikir, karena dihela oleh kegelisahan dari dalam dirinya sendiri. 

Apa itu? Saya tidak tahu persis. Jika boleh menduga, barangkali mereka ingin menyatakan dirinya ada, sebagai makna. Mereka tidak betah terus-menerus diposisikan di luar layar, sebagai pemerhati gambar. Indonesia bukan sebuah lukisan. Mereka sudah jenuh dengan citra. So, mereka ingin menembus ke balik layar, menjadi bagian dari sejarah. Mereka ingin tegaskan: Indonesia itu nyata. Kekayaan tanah air juga nyata.


Sebagai penonton di antara "dua televisi", tentu saja saya ikut berbahagia. Khususnya karena pagi di akhir pekan ini saya menyaksikan seorang calon presiden berpidato dengan "gaya dan konten" yang nyaris sempurna. Prabowo sedang tunjukkan kepada publik kualitas dirinya: "diri-luar dan diri-dalam sekaligus". 

Dari diri-luarnya saya bersaksi atas bahasanya yang mengalir, gesture-nya yang terjaga, dan penguasaan panggungnya yang oke. Pagi ini Prabowo benar-benar tahu: Beliau tengah berada di mana dan sedang apa. Saya seperti sedang menyaksikan sejarah orasi politik para pemimpin kelas dunia. 


Sedangkan dari "diri-dalam"-nya saya mendengar ungkapan yang membuat merinding. "Usia kekuasaan itu tidak lama, dan saya pun sudah tua!" Memang tidak persis begitu ungkapannya. Tapi, saya menangkap demikian intinya. Bagi saya, ini menjadi semacam janji dan peringatan untuk dirinya sendiri. "Jangan bermain-main dengan kekuasaan, jangan berjudi dengan mandat rakyat. Usia dan kekuasaan tidak lama. Dunia adalah riwayat yang terlalu singkat. Jadikan kekuasaan sebagai ladang amal sebelum berangkat ke akhirat!".

Saya berharap, pada sebuah pagi yang lain, dalam waktu yang sejatinya sangat dekat, mendengar kualitas pidato dari yang lain yang juga menyengat. Ketahuilah, acap kali rakyat tidak butuh retorika tentang bukti yang telah lewat. Ketimbang demikian, Rakyat lebih memerlukan masa depan yang meyakinkan. 


Baiklah, saya tunggu di perempatan, sebelum menjatuhkan pilihan!

Selasa, 02 April 2019

solid berjangka | Jerman dan Prancis Akan Bentuk Poros Multilateralisme

Jerman dan Prancis Akan Bentuk Poros Multilateralisme
solid berjangka makassar - Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dan rekan sejabatnya dari Prancis Jean-Yves Le Drian mengumumkan prakarsa "Aliansi Multilateralisme" untuk mempromosikan kerja sama global.

Kedua politisi mengatakan hari Selasa (02/04) di New York, hal ini penting di tengah meningkatnya nasionalisme dan isolasionisme. Kanada, Jepang dan Australia menyatakan tertarik bergabung. Jerman bulan April 2019 ini akan memimpin Dewan Keamanan PBB, yang digilir di antara anggotanya.


Aliansi ini secara resmi akan diluncurkan bulan September mendatang di ajang Majelis Umum PBB, kata Heiko Maas dan Jean-Yves Le Drian dalam konferensi pers bersama usai pertemuan mereka.

Le Drian mengatakan dia dan Heiko Maas telah berbicara dengan pimpinan Kanada dan Jepang tentang upaya tersebut. Australia, India, Indonesia dan Meksiko mungkin dapat bergabung dengan inisiatif ini juga.
Tujuan pertama aliansi itu adalah untuk menunjukkan bahwa negara-negara yang "mendukung multilateralisme dan mendukung PBB" tetap menjadi mayoritas di dunia, kata Le Drian.


Tujuan kedua adalah membangun jaringan negara-negara yang siap mendukung multilateralisme dan menjalin kerja sama, termasuk upaya bersama menghadapi ketimpangan sosial, perubahan iklim dan konsekuensi teknologi baru.

Untuk menghadapi politik unilateral Donald Trump


"Kami berada dalam posisi yang baik untuk menunjukkan kepada dunia, apa yang bisa menjadi konsekuensi dari unilateralisme dan isolasionisme, dan apa yang memungkinkan narasi nasionalis dan ekstremis berkembang," kata Le Drian.

Politik yang dijalankan Presiden Donald Trump selama ini bertumpu pada prinsip "America First" yang dicanangkannya. Pemerintah AS telah memotong dana untuk PBB, menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, UNESCO dan dari Perjanjian Iklim Paris.


Heiko Maas dan Jean-Yves Le Drian menekankan, poros multilateralisme tidak ditujukan terhadap Amerika Serikat. Maas mengatakan dia akan senang jika AS bergabung dalam prakarsa ini, tetapi dia menambahkan, anggota aliansi diharapkan berkomitmen pada tatanan internasional berbasis aturan.


"Kami melihat multilateralisme berada di bawah ancaman ... dan semua yang ingin bergabung dengan inisiatif semacam ini (harus) juga menyatakan diri sebagai multilateralis," tandas Heko Maas.
"Pada akhirnya, semua orang harus memutuskan di sisi mana mereka berada," tambahnya.

Senin, 01 April 2019

solid gold | Kisah Wanita yang Coba Bunuh Diri Berkali-kali Hingga Sembuh Menjadi CEO

Ilustrasi depresi. Foto: iStock
solid gold makassar - Lahir dari keluarga yang penuh kasih sayang dan berkecukupan tak menjamin Kate Speer (31) jauh dari gangguan mental. Selama bertahun-tahun, wanita asal Vermont, Amerika Serikat ini mengaku melakukan percobaan bunuh diri hampir setiap hari.

Bermula saat usianya tujuh tahun, Kate harus menempuh pendidikan khusus karena ketidakmampuan belajarnya. Meskipun ia memiliki IQ tinggi, tetapi Kate sangat sulit fokus pada suatu hal.

Yang membuatnya bisa fokus hanya olahraga. Di sekolah menengah, Kate menjadi anggota tim hoki dan tim lacrosse. Namun semakin hari kondisinya semakin buruk, Kate menangis sepanjang waktu sehingga orang tuanya pun harus mencari bantuan.


"Saya mulai terapi dan didiagnosis menderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan depresi," kata Kate kepada Health.
Untuk memudahkannya di sekolah, Kate benar-benar jujur pada dirinya sendiri dan guru serta teman-temannya. Kate selalu menangis, ia pun meminta gurunya untuk membiarkannya duduk di belakang kelas.

Pada saat kuliah, gejala-gejala yang dirasakan Kate berubah. Bukan hanya menangis, ia juga mengalami kemarahan yang meledak-ledak. Pada saat itu ia didiagnosis gangguan mood.


"Saya bekerja sangat keras, tetapi tidak ada kesibukan atau pelajaran yang menghilangkan gejala. Perubahan suasana hati saya bertambah buruk. Ledakan saya menjadi lebih parah. Saya berhenti tidur selama berminggu-minggu, dan pada akhir tahun, setelah seminggu tanpa tidur, saya lari 30 mil (48 km) di tengah malam, saya didiagnosis menderita gangguan bipolar," ungkapnya.

Diagnosis baru itu menandai awal masa kelam pada hidupnya. Di pertengahan tahun kedua, Kate harus mengonsumsi delapan macam obat dalam satu waktu. Muntah, migrain, inkontinensia, tidak bisa berlari bahkan tidak bisa berjalan dalam garis lurus dirasakannya. Itu membuatnya merasa putus asa.

"Ketika saya berusia 20 tahun, saya menulis catatan bunuh diri pertama saya. Saya berencana untuk melompat dari jembatan. Tetapi begitu saya menyadari tidak ada yang bisa menggunakan organ tubuh saya jika saya mati seperti itu, saya mengantarkan diri ke kantor terapis saya," tutur Kate.


Karena itu, ia ditempatkan di bangsal psikiatris. Kate memilih terapi kejut listrik, terapi yang efektif pada neneknya yang juga didiagnosis dengan bilopar.

Komplikasi langka yang diidapnya membuat Kate kehilangan ingatannya selama dua tahun. Ia harus berjuang lebih ekstra untuk mempertahankan ingatannya. Ia pun memanfaatkan fotografi untuk membantunya menangkap seluruh gambaran hidupnya. Namun akhirnya justru mengembangkan gangguan obsesif kompulsif.

Orang tuanya pun membawa Kate ke Obsessive Compulsive Disorder Institute di McLean Psychiatric, dan untuk pertama kalinya ia merasa dikelilingi oleh orang-orang yang gelisah. Pada saat itu ia meragukan diagnosis bipolarnya selama enam tahun ke depan.



Setelah lulus dari perguruan tinggi, gejala halusinasi mulai muncul setiap hari. Kondisi Kate semakin parah. Ia tidur setidaknya 14 jam sehari dan mencoba bunuh diri setiap pagi setelah bangun dan berlangsung selama tiga tahun.

Sayangnya, terapis yang selama ini mendampingi dan menjadi sahabat Kate didiagnosis kanker usus besar, dan Kate harus menemukan terapis baru. 

Akhirnya orang tua Kate menemukan satu-satunya terapis yang mau menolong Kate. Yang mengejutkan, terapi itu mengatakan bahwa Kate tidak memiliki gangguan bipolar, hanya memiliki gangguan kecemasan yang ekstrem.


"Ketika saya bertemu dengannya, rasanya seperti dia membuka jendela ke dalam pikiran saya dan bisa melihatnya dengan sempurna.

"Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya tahu saya memiliki kekuatan untuk tumbuh, jadi saya tidak akan mati karena bunuh diri. Belajar menghadapi rasa takut, ini akan selalu menjadi salah satu pelajaran terbesar saya. Mengajari saya bahwa saya layak di dunia ini," tutupnya.

Hari ini hidup Kate tidak seperti hidupnya selama enam tahun lalu. Ia sudah menikah, memiliki rumah, dan menjadi seorang CEO. Ia memiliki banyak teman dan menghabiskan banyak waktu di luar ruangan untuk menggerakkan tubuhnya secara bebas.