Selasa, 23 Juni 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Minyak Meredup Pasca AS Cabut Sementara Sanksi Iran

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak hari ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari pencabutan sementara sanksi AS terhadap Iran, gencatan senjata di Lebanon, dan proyeksi pesimis terbaru dari Goldman Sachs.

Departemen Keuangan AS pada hari Senin mengumumkan pencabutan sementara sanksi terhadap Iran, yang memungkinkan Teheran untuk memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah dan produk terkait hingga 21 Agustus. Pencabutan sanksi tersebut juga berlaku untuk semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, dan transportasi. Keputusan Departemen Keuangan itu menyusul pernyataan dari Wakil Presiden JD Vance yang mengatakan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali paling cepat minggu ini.

Dari Timur Tengah, gencatan senjata yang mulai terlihat sejak Sabtu malam sebagian besar masih berlanjut, kata seorang pejabat senior Lebanon pada hari Senin, yang sekaligus menandai jeda pertempuran terpanjang dalam tiga bulan perang antara Hizbullah dan Israel. Meski demikian, pejabat itu juga mengatakan bahwa masih ada kekhawatiran bahwa perang akan kembali terjadi yang membuat para pengungsi enggan pulang.

Turut membebani harga, Goldman Sachs mengatakan percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) pasca guncangan pasokan minyak terkait Hormuz dapat mengurangi permintaan minyak global hingga 320.000 bph pada Desember 2027. Bank investasi terkemuka dunia itu mengatakan penjualan mobil listrik global meningkat 3,4% atau mencapai 26,1% pada bulan Mei — level tertinggi kedua yang pernah ada.

Sementara itu, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran, di mana Iran dan AS sepakat pada hari Senin untuk membangun jalur komunikasi guna menjaga jalur pelayaran vital tetap terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon, ungkap laporan media pemerintah pada hari Selasa.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

Senin, 22 Juni 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Pertemuan AS - Iran Berakhir Positif, Harga Minyak Ikut Tergerus

 Solid Gold Berjangka Makassar - mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen pasca disepakatinya nota kesepahaman AS - Iran dalam pertemuan yang dimediasi Qatar dan Pakistan pada hari Minggu. Meski demikian, pengumuman penutupan kembali Selat Hormuz dan peringatan keras pemimpin Hizbullah berpotensi menjadi katalis yang kembali mendorong harga kembali bullish.


Menteri Energi AS Chris Wright pada hari Minggu memperkirakan harga minyak akan terus turun seiring dengan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz yang sudah kembali normal. Komando Pusat AS melaporkan sebanyak 55 kapal dagang melintasi selat tersebut pada hari Sabtu, mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global.


Turut membebani harga, pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss pada hari Minggu berakhir dalam suasana positif dan konstruktif, kata para mediator Qatar dan Pakistan. Selain itu, AS dan Iran sepakat menetapkan peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, dan membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk memastikan implementasi dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani AS- Iran. Pembicaraan teknis akan berlanjut selama sisa minggu ini di Swiss, tambah para mediator.


Sementara itu, jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan tajam pada hari Minggu pasca Teheran mengumumkan kembali menutup jalur tersebut sebagai tanggapan terhadap serangan Israel di Lebanon. Sebanyak 12 kapal melintasi selat pada hari Minggu, turun dari 35 transit pada hari sebelumnya, analisis oleh perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan pada hari Minggu.


Dukungan lainnya datang dari pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, yang pada hari Minggu menyatakan menolak adanya zona keamanan Israel di Lebanon, dan memperingatkan bahwa kelompok tersebut akan menanggapi setiap pelanggaran dari pihak Israel. Komentar Qassem itu menyusul pernyataan dari para pejabat Israel yang mengatakan bahwa pasukan Israel bebas bertindak tanpa batasan untuk menghilangkan ancaman di Lebanon meskipun ada gencatan senjata yang disepakati yang mulai berlaku pada hari Jumat.


Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

Selasa, 09 Juni 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Turun, Data Tenaga Kerja AS Perkuat Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah di level US$4.321 per troy ons melemah melanjutkan tren koreksi yang dipicu oleh menguatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat di Amerika Serikat. Tekanan meningkat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Mei yang melampaui ekspektasi pasar. Sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Presiden Cleveland Fed Beth Hammack, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang mendekati full employment, sementara tekanan inflasi yang masih tinggi dapat membuka ruang bagi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut apabila diperlukan.


Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat naik 0,1%, melanjutkan kenaikan sekitar 1,1% sepanjang pekan sebelumnya. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan biaya peluang memegang emas. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah turut memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global. Iran dilaporkan meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas meningkatnya ketegangan regional, sementara upaya diplomasi yang didorong Presiden Donald Trump masih terus berlangsung.


Meski demikian, penurunan harga emas masih mendapat penopang dari permintaan bank sentral global. People’s Bank of China (PBoC) dilaporkan kembali menambah cadangan emas sekitar 10 ton pada bulan lalu. Permintaan institusional tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi cadangan devisa ke aset emas masih berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pekan ini.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.265 hingga $4.203, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.435 hingga $4.543. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.033, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.713.

Senin, 08 Juni 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Negosiasi AS-Iran Masih Buntu, Harga Emas Tertekan

 Solid Gold berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah di level US$4.474 per troy ons seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek suku bunga AS. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon, sementara Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Di saat yang sama, pernyataan yang saling bertolak belakang dari AS dan Iran terkait kemajuan negosiasi turut meningkatkan ketidakpastian pasar dan menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi.


Di tengah berlanjutnya ketegangan kawasan, pasar juga mencermati dampaknya terhadap harga energi global. Kenaikan harga minyak berpotensi memperkuat tekanan inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Selain itu, data menunjukkan dana berbasis emas fisik (ETF) di India mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam satu tahun pada Mei, mencerminkan aksi ambil untung investor setelah reli harga emas dalam beberapa bulan terakhir.


Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat Federal Reserve masih menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish. Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid menyatakan opsi mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga masih terbuka apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten menuju target 2%. Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly menegaskan arah kebijakan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS periode Mei yang diperkirakan menjadi indikator penting dalam menentukan ekspektasi suku bunga The Fed ke depan.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.427 hingga $4.379, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.519 hingga $4.563. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.287, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.655.

Rabu, 06 Mei 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Menguat Didukung Aksi Beli dan Koreksi Harga Minyak

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka menguat ke level US$4.552 per troy ons, ditopang oleh aksi beli serta pelemahan terbatas dolar AS, di tengah sentimen geopolitik yang masih dinamis. Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Uni Emirat Arab dilaporkan menjadi target serangan rudal dan drone Iran, sementara upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz masih diwarnai baku tembak. Meski demikian, pernyataan otoritas AS yang mengindikasikan gencatan senjata masih berlangsung serta sinyal de-eskalasi, termasuk penghentian sementara operasi militer turut meredakan tekanan di pasar energi. Harga minyak tercatat terkoreksi meskipun masih berada pada level tinggi secara historis akibat gangguan pasokan sejak akhir Februari.


Dari sisi makroekonomi, penurunan harga energi memberikan ruang bagi meredanya ekspektasi inflasi yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, penguatan emas tetap terbatas mengingat ekspektasi suku bunga tinggi masih membayangi. Kombinasi antara inflasi yang dipicu energi dan sikap hati-hati The Fed berpotensi menunda siklus pelonggaran moneter. Data terbaru menunjukkan defisit perdagangan AS melebar pada Maret, mencerminkan peningkatan impor, sementara pelaku pasar juga mencermati arah dolar AS dan imbal hasil obligasi sebagai faktor kunci.


Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) April, serta indikator pendukung seperti ADP dan tingkat pengangguran yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed dalam jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif dalam kisaran saat ini, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Selat Hormuz, arah harga energi, serta ekspektasi kebijakan moneter global.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.518 hingga $4.479, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.591 hingga $4.625. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.406, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.698.