Selasa, 24 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Perang Dagang: Ketegangan Tarif Muncul Kembali setelah Kemunduran UE-AS – Danske Bank

 Solid Gold Berjangka Makassar - Tim Riset Danske Bank mencatat bahwa ketegangan perdagangan tetap tinggi setelah Parlemen Eropa menunda ratifikasi kesepakatan perdagangan UE-AS karena kekhawatiran terhadap tarif unilateral baru Trump sebesar 15%. Tiongkok mendesak Washington untuk menghapus tarif unilateral, India telah menunda perundingan, dan Inggris memperingatkan tentang potensi pembalasan saat kerangka tarif global baru dimulai pada 10%.

Penundaan kesepakatan UE-AS dan risiko tarif global

"Di Brussels, Parlemen Eropa menunda ratifikasi kesepakatan perdagangan UE-AS di tengah kekhawatiran bahwa tarif unilateral baru Trump sebesar 15% melanggar 'perjanjian Turnberry' yang disepakati musim panas lalu."

"Sementara itu, Tiongkok telah mendesak Washington untuk menghapus tarif unilateral, India telah menunda perundingan perdagangan yang direncanakan, dan Inggris telah memperingatkan bahwa "tidak ada yang dikesampingkan" jika AS gagal menghormati kesepakatan tarif 10% mereka."

"Hari ini, tarif global akan dimulai pada 10%, dengan administrasi bekerja untuk meningkatkannya menjadi 15% di bawah perintah terpisah yang belum ditandatangani Trump."

"Malam ini waktu Eropa, presiden AS Trump akan memberikan pidato tahunan tentang keadaan Uni."

Jumat, 20 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Laju Minyak Kian Menguat Menyusul Ultimatum Trump

 Solid Gold Berjangka Makassar - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul berita peningkatan aktivitas kilang di Venezuela yang berpotensi mendorong peningkatan pasokan minyak dari negara Amerika selatan itu. Meski demikian, ketegangan antara AS dengan Iran yang makin meningkat memicu kehawatiran akan potensi perang baru di wilayah Timur Tengah.

Kilang-kilang minyak Venezuela, yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara PDVSA, dilaporkan telah beroperasi sekitar 35% dari kapasitas terpasangnya sebesar 1,29 juta bph, ungkap sumber pekerja di fasilitas tersebut pada hari Kamis. Produksi minyak negara Amerika Selatan itu telah pulih menjadi sekitar 1 juta bph bulan ini, sehingga dengan meningkatnya kapasitas pemrosesan kilang akan turut mendorong peningkatan output minyak Venezuela lebih lanjut.

Sementara itu, kekhawatiran akan terjadinya perang AS dan Iran terus meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis melontarkan ancaman bahwa hal-hal yang sangat buruk akan terjadi, jika Iran tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dalam tenggat waktu 10 hingga 15 hari kedepan. Ultimatum Trump itu muncul tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan balasan keras jika Iran melakukan kesalahan dan melakukan penyerangan.

Menanggapi ancaman ultimatum Trump, Iran mengatakan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Kamis bahwa Teheran akan mempertimbangkan pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu sebagai target yang sah jika menghadapi agresi militer. Di hari yang sama, Iran dilaporkan melakukan latihan angkatan laut bersama dengan Rusia di Teluk Oman, yang menjadi jalur penting lalu lintas kapal tanker minyak global, menurut sebuah kantor berita lokal, tepat beberapa hari setelah Iran menutup sementara Selat Hormuz untuk latihan militer.

Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 9 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Februari, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2 juta barel, dan sekaligus menandai penurunan terbesar dalam lima bulan. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 3 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 300 ribu barel. Laporan stok EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Potensi Dimulainya Perang AS - Iran Buat Harga Minyak Ikut Membara

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari meningkatnya kekhawatiran akan dimulainya perang antara AS, yang didukung Israel, dengan Iran dalam waktu dekat. Selain itu, potensi penurunan output minyak Rusia, dan rilisnya laporan stok API turut menjadi katalis positif yang mengangkat harga.

Konfrontasi militer antara AS dan Iran dapat dimulai dalam beberapa hari mendatang dan menjadi kampanye intensif selama beberapa minggu, kata mantan kepala Intelijen Militer IDF, Amos Yadlin, pada hari Rabu. DI hari yang sama, seorang pejabat Gedung Putih memperkirakan peluang serangan dalam beberapa minggu mendatang sebesar 90 persen. Sinyal potensi perang antara AS dengan Iran juga semakin menguat setelah media Axios pada hari Rabu melaporkan bahwa Israel sedang mempersiapkan skenario perang dalam beberapa hari, yang dapat mengarah ke perang skala penuh selama berminggu-minggu.

Turut mendukung harga, produsen minyak Rusia mengurangi aktivitas pengeboran pada tahun 2025 ke level terendah dalam tiga tahun, yang memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan produksi di negara eksportir minyak utama dunia itu. Rusia yang biasanya mengebor sekitar 26.000–29.000 km sumur setiap tahun, dilaporkan hanya mengebor sekitar 29.140 km sumur produksi pada tahun 2025, atau turun 3,4% dari tahun 2024, ungkap data industri yang dikutip Bloomberg.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah AS turun sebesar 609.000 barel pada pekan yang berakhir 13 Februari. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Kamis sore, terlambat sehari dari jadwal perilisan biasanya karena berlangsungnya libur Hari Presiden pada awal pekan.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Rabu mengatakan ada kemajuan yang berarti, pasca dua hari pembicaraan damai di Jenewa antara Ukraina dan Rusia, yang di mediasi oleh AS. Leavitt juga mengisyaratkan akan ada serangkaian pembicaraan lain segera, di samping komitmen untuk terus bekerja menuju kesepakatan perdamaian bersama.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.

Jumat, 13 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Kembali Stabil, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas bergerak stabil di kisaran US$4.888 per troy ons pada awal sesi perdagangan, setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam akibat aksi jual lintas pasar. Koreksi emas terjadi seiring gejolak di Wall Street, di mana pelemahan berbagai kelas aset dipicu kekhawatiran terhadap dampak perkembangan AI terhadap prospek pendapatan korporasi. Di sisi lain, aksi ambil untung turut memperbesar volatilitas, mengingat emas dan perak sempat mencatat pemulihan signifikan pasca penurunan historis di awal bulan.

Tekanan terhadap emas terutama dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi. Nonfarm payroll Januari tercatat bertambah 130.000 pekerjaan, setelah revisi turun 48.000 pada Desember, sementara tingkat pengangguran menurun ke 4,3%. Klaim pengangguran awal juga turun menjadi 227.000 pada pekan yang berakhir 7 Februari. Kombinasi data tersebut memperkuat persepsi bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga mengurangi urgensi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. 

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan malam ini. Konsensus memperkirakan inflasi berada di kisaran 2,4%–2,5% yang akan menjadi penentu utama ekspektasi kebijakan moneter berikutnya. Meski terkoreksi, sejumlah bank global masih mempertahankan proyeksi bullish emas sepanjang 2026, dengan dukungan faktor geopolitik, dinamika independensi bank sentral, serta diversifikasi cadangan dari aset tradisional.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.835 hingga $4.748, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.052 hingga $5.182. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.531, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.399.

Rabu, 11 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Komentar Panas Trump Buat Minyak Kembali Terkoreksi Menguat

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh komentar Trump yang mengisyaratkan kembali meningkatnya tensi antara AS dengan Iran, setelah sempat meredup pasca pertemuan pekan lalu. Meski demikian, rilisnya proyeksi terbaru EIA dan laporan stok API membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal perang kedua ke Timur Tengah untuk kemungkinan aksi militer terhadap Iran jika negosiasi nuklir gagal. Komentar Trump tersebut meredupkan harapan kemajuan setelah pada pertemuan pekan lalu di Oman kedua pihak sepakat untuk melakukan negosiasi lanjutan.

Masih terkait Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan bertemu dengan Trump di Washington pada hari Rabu, dalam upaya untuk menekan AS agar mengambil sikap yang lebih keras terhadap rudal balistik Iran dalam negosiasi mendatang. Iran memperingatkan bahwa kunjungan Netanyahu ke AS akan kembali membuat pembicaraan nuklir yang baru dimulai antara Iran dan AS kembali mundur.

Sementara itu, dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek untuk bulan Februari yang dirilis pada hari Selasa, EIA memproyeksikan harga minyak mentah global akan mencapai rata-rata $58 per barel pada tahun 2026, turun tajam dari perkiraan $69 per barel pada tahun 2025, sebelum turun lebih lanjut menjadi rata-rata $53 per barel pada tahun 2027. EIA mengatakan bahwa peningkatan produksi yang melebihi permintaan, menyebabkan peningkatan persediaan dan kondisi surplus pasar. Stok minyak akan bertambah rata-rata 3,1 juta bph pada 2026, naik dari rata-rata 2,7 juta bph pada 2025, sebelum kembali turun menjadi rata-rata 2,7 juta bph pada tahun 2027.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 13,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 6 Februari, yang sekaligus merupakan peningkatan paling tajam sejak Januari 20223. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.