Senin, 30 Oktober 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Megahnya Temple of Heaven, Tempat Raja China Meminta Panen Raya

Megahnya Temple of Heaven, Tempat Raja China Meminta Panen Raya
PT SOLID GOLD BERJANGKA - Temple of Heaven yang terletak di Kota Beijing, China, tak pernah sepi wisatawan. Di bali kemegahannya, ada cerita menarik dan sejarah yang menarik di sana.

Temple of Heaven tak lain dalah tempat di mana Kaisar Ming dan Qing menggelar ritual penghormatan kepada dewa agar memberikan hasil panen yang baik. Temple of Heaven terletak di selatan Kota Beijing di distrik Xuan Wu. Luas wilayahnya yang lebih dari 200 hektar, lebih luas dari Forbidden City atau kota terlarang yang juga jadi objek wisata menarik di Beijing.

detikTravel berkesempatan menjelajah Temple of Heaven ini bersama delegasi Kedutaan China di Indonesia dan para pimpinan media, pada Sabtu (28/10/2017) kemarin. Hari sabtu adalah hari paling favorit untuk mengunjungi tempat ini, terutama menjelang pukul 14.00 waktu setempat adalah puncak waktu kunjungan wisatawan lokal dan asing. Sebab, suhu sudah tidak begitu dingin di bulan Oktober yang memasuki musim gugur.

Dikutip dari situs budaya China, Temple of Heaven dibangun pada kisaran tahun 1406-1420 selama pemerintahan Kaisar Yongle, yang juga bertanggung jawab untuk pembangunan Kota Terlarang. Kuil ini diperbesar dan berganti nama Temple of Heaven pada masa pemerintahan Kaisar Jiajing pada abad keenam belas. The Temple of Heaven direnovasi pada abad kedelapan belas di bawah Kaisar Qianlong. The Temple of Heaven itu tertulis sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco pada tahun 1998.

Pemandangan di Temple of Heaven sangat menarik. Banyak spot foto yang memukau, terutama di sekitar pelataran dan tangga menuju kuil utama yaitu kuil langit. Memang ada tiga bangunan inti di lokasi Temple of Heaven ini. Selain kuil langit tempat memuja panen, ada juga kuil tempat raja memuja dewa, dan sebuah tempat terbuka yang diyakini jadi tempat paling mujarab bagi raja untuk berkomunikasi dengan dewa.
Rombongan masuk melalui pintu utama jadi langsung bertemu dengan Temple of Heaven yang berdiri tegak. Kuil langit ini tempat Raja China berdoa memohon panen. Bangunan berbentuk pagoda berbentuk lingkaran dengan tiga tingkat dari luar namun hanya satu lantai di dalamnya. Bangunan ini sangat identik dengan simbol pariwisata China, gentingnya berwarna biru melambangkan langit.

Musim gugur membuat pemandangan makin indah. Di mana-mana dedaunan menguning menyuguhkan suasana yang syahdu. Di beberapa sudut ada warga sedang berlatih Taijiquan dan Qigong. Tak sedikit juga yang bernyanyi dan menari. Di antara kuil langit dan jalan menuju kuil tempat memuja dewa terdapat pohon-pohon berusia ratusan tahun, pohon itu bernama nine dragon.  

Kita selanjutnya bertemu dengan kuil puasa. Berbentuk mirip dengan pagoda pertama namun lebih kecil. Bangunan ini dikelilingi tembok dan diapit oleh dua 'kantor dewa'. Di sinilah kaisar dan berpuasa selama tiga hari sebelum dilakukan upacara memuja dewa memohon panen raya. Ada beberapa batu di depan kuil yang bisa menghasilkan gema jika kita bertepuk tangan di atasnya, efek ini dikenal sebagai echo wall.

Nah keluar dari kuil puasa, ini kita akan bertemu dengan altar tempat komunikasi raja dengan dewa yang terdiri dari tiga tingkatan. Dasar persegi yang mewakili bumi, altar bulat mewakili surga dan berujung pada bulatan di ujungnya tempat berdiri kaisar. Anak tangga dan batu pualan yang lurus ke titik puncak semuanya berjumlah 9. Menurut mitos, jika berdiri di tengah dan berbicara keras konon akan terdengar suara yang keras sebagai tanda bahwa doa sudah didengar para dewa.

Untuk berpose di batu bulat di puncak altar ini harus berebut karena hanya ada satut titik. Setelah itu kami meninggalkan lokas. Oh ya untuk masuk ke lokasi dikenakan biaya 20 Remimbi per pintunya atau setara Rp 40 ribu.

Baca Juga Artikel Keren & Terupdate Kami Lainnya Di :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar