Jumat, 21 September 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Cerita Soal Negeri Tempat Lahirnya Kopi

Kopi selalu menjadi teman obrolan di Bonga, Ethiopia (Thomas Lewton/BBC Travel)
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Pagi-pagi mendung begini enaknya ditemani segelas kopi. Tahukah Anda tentang negeri tempat lahirnya kopi? Inilah dia cerita Ethiopia.

Negara inilah di mana biji kopi dilahirkan. Dari warung pedesaan hingga kafe kekinian menyajikan kopi yang berawal mula dari sini, tempat kelahirannya, Ethiopia.


Lokasinya berada di pedesaan kawasan Bonga, dataran tinggi selatan wilayah Kafa diEthiopia. Jaraknya 448 km dari Ibukota Addis Ababa.

Kopi di sini biasa disajikan saat acara-acara tertentu sebagai minuman utama dan dilengkapi dengan roti lokal bikinan pribadi. Kopi dan roti lalu dibagikan hingga kepada tamu bila ada.

Untuk membuat kopi, para wanita Bonga menyangrai biji kopi mentah di atas lempengan tanah liat untuk dijemur di bawah sinar matahari sebelum dicuci dan dipanggang di panci di atas api. Setiap wisatawan yang datang kemudian didorong untuk menghirup aroma dari biji kopi panggang itu sebelum digiling dan dimasukkan ke dalam jebena, teko kopi tradisional Ethiopia.

Kopi selalu menjadi hidangan utama bagi tamu di sana. Meski ritual ini memakan waktu dan melelahkan, dalam kegiatan minum kopi selalu dilakukan tiga kali sehari dan itulah budaya yang mengakar di Bonga.

Dalam kegiatan minum kopi bersama itulah semua masalah didiskusikan atau sekadar obrolan ringan. Kopi menjadi teman mengobrol yang asik.
Kegiatan nongkrong minum kopi bersama bisa ditemui di hampir setiap jalan di Ethiopia. Tetapi di wilayah Kafa, kopi lebih penting karena inilah tempat kelahiran kopi Arabika liar.


Menurut legenda, seorang penggembala kambing muda bernama Kaldi memimpin hewan-hewannya melalui hutan hujan Kafa yang lebat. Di tengah perjalanannya itu dia menemukan 'ceri merah' dan memetiknya dari pohon lalu memberikannya ke kambing dan disukainya kemudian dimakan sendiri.

Senang dengan penemuannya, Kaldi membawa ceri atau kopi itu ke gereja terdekat. Lalu, para biarawan melemparkan ceri itu ke dalam api karena ketakutan spiritualnya terganggu.

Tetapi ketika para biarawan menghirup aroma kopi yang terpanggang tak sengaja itu, mereka memiliki perasaan yang sama seperti Kaldi yakni merasa tenang. Dan malah mengubah pikiran mereka hingga membawanya ke dalam praktik keagamaan.


Hari ini, Kafa Coffee Biosphere Reserve telah ada untuk melindungi kopi hutan asli Ethiopia, di mana tanaman tumbuh secara alami. Hutan itu sudah seperti rumah di mana sangat hijau dan berlumut.

Bak Taman Eden buah kopi liar jatuh ke tanah hingga tumbuh dengan sendirinya. Ada lebih dari 5.000 varietas kopi telah ditemukan di hutan hujan Kafa.

Tetapi seperti banyak hutan asli dunia, Hutan Mankira terancam punah. Menurut UNESCO, 40 tahun yang lalu hutan menutupi sekitar 40% dari permukaan tanah Ethiopia dan hari ini hanya tersisa sekitar 3%. Sedih betul.

Pepohonan tua di hutan itu dianggap sakral karena telah melindungi tumbuhan lain hingga hewan yang ada di sana. Ada pohon terbesar yang disebut sebagai pohon ayah, lalu siapa ibunya?

Di Hutan Mankira juga ada pohon ibu yang disebut penduduk setempat dipercaya melahirkan semua pohon kopi lainnya di hutan. Dengan demikian disebut tempat kelahiran biji kopi. 

Kamis, 20 September 2018

PT SOLID BERJANGKA | Menakar Prospek Pertumbuhan Ekonomi

Menakar Prospek Pertumbuhan Ekonomi
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Ada empat hal yang menjadi instrumen utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama, konsumsi masyarakat. Instrumen ini masih terus mendominasi dan berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, pengeluaran atau belanja pemerintah. Keefektifan instrumen ini bergantung pada pengembalian (feedback) yang didapatkan pemerintah. Ketiga, ekspor dan impor. Kegiatan perdagangan internasional ini sangat bergantung pada harga-harga komoditas di pasar dunia, yang cenderung amat fluktuatif. Keempat, investasi. Instrumen yang terakhir disebut ini merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi yang kini sangat diharapkan inklusif dan berkelanjutan.
Keempat instrumen ini tentunya sangat berkorelasi, langsung maupun tidak langsung, dengan efek sama yang diharapkan, yaitu dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di angka yang signifikan. Namun, yang menjadi persoalan, bagaimana efek yang diharapkan itu dapat dicapai ketika setiap instrumen mengalami hambatan maupun perlambatan? Mari, kita telisik satu per satu.
Konsumsi masyarakat (consumption), sebagai pemasok kontribusi paling besar pertumbuhan ekonomi saat ini tengah mengalami kelesuan. Daya beli masyarakat menurun. Bahkan para generasi millenal yang diharapkan menambah tingkat konsumsinya, justru lebih suka menabung uangnya. Fenomena kemandekan konsumsi ini terbilang cukup aneh, dan sama sekali tidak baik bagi pertumbuhan ekonomi. Tentunya, bila tingkat konsumsi menurun secara otomatis pertumbuhan ekonomi juga melesu.
Lalu, dari sisi pengeluaran pemerintah (government spending), dapat kita mengerti sangat bergantung pada prospek penerimaan pajak. Masih sama seperti tahun yang lalu-lalu, setelah jor-joran “menghabiskan” anggaran, pemerintah kembali hendak menarik uangnya melalui penerimaan pajak, yang sayangnya selalu tak pernah terpenuhi. Tak pelak, berbagai kebijakan dibuat untuk menyedot penerimaan pajak yang kini masih jauh dari target.

Pada tahun lalu, bahkan hingga awal tahun ini, pemerintah masih mendapat pemasukan dari program tax amnesty. Per September 2017 penerimaan pajak baru tercapai sebesar Rp 770,7 triliun atau 60 persen dari target yang dipatok dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun. Lantas dalam kurun waktu tidak sampai dua-tiga bulan terakhir tahun ini, akankah pemerintah berhasil menggenjot sisa penerimaan pajak yang kurang, sebesar Rp 513 triliun? Saya kira, it’s impossible.
Kemudian, coba kita baca kinerja ekspor dan impor (exportimport performance) Indonesia. Perkembangan neraca perdagangan Indonesia (NPI) terlihat kian kinclong. Per September 2017 kinerja NPI mencatat surplus sebesar 1,76 miliar dolar AS. Ini dihasilkan dari surplus non-migas, namun ini dibarengi defisit di sektor migas. Publikasi teranyar BPS merinci nilai ekspor Indonesia pada September 2017 mencapai 14,54 miliar dolar AS. Sementara nilai impor tercatat sebesar 12,78 miliar dolar AS. Sayangnya, bila dibanding bulan sebelumnya justru nilai ekspor dan impor ini turun, masing-masing 4,51 persen dan 5,39 persen.
Pada akhirnya, kita berharap lewat investasi (investation) demi kadar menjaga pertumbuhan ekonomi. Sebenarnya, instrumen ini juga mengalami jalan yang tak mulus. Padahal Indonesia adalah surga bagi para investor. Namun, sampai sekarang, hal itu masih saja menjadi angan yang belum tercapai. Bahkan sekalipun lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) telah memberi label investment grade (BBB-/stable outlook) pada Indonesia pada bulan Mei lalu, perkembangan investasi masih terbilang standar.
Ada beberapa sudut yang dapat didiagnosis perihal ini, yaitu mulai dari biaya logistik, konektivitas, pembebasan lahan, regulasi, insentif serta disentif pemerintah. Ini harus segera dimantapkan (oleh BKPM, khususnya) bila ingin meraih target investasi sebesar Rp 678,8 triliun di tahun ini, dan sebesar Rp 863 triliun pada tahun 2018.
Apalagi perlu diingat, pada 2018 dan 2019, dua tahun terakhir pemerintahan Jokowi, adalah tahun yang bakal penuh keriuhan politik. Saya khawatir, dua tahun terakhir ini menjadi masa ketidakcerahan (bukan berarti suram) perekonomian Indonesia. Maka saya kira setidaknya kita tak usah terlalu optimistis menggenjot pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4, apalagi sampai 5,6 persen.

Marilah kita berkaca pada data realisasi dan perspektif bakal berkurangnya minat investor untuk menanamkan modal di tahun-tahun politik ini. Sehingga dapat kita simpulkan: investasi bakal menyurut atau setidaknya stagnan. Maka, untuk menghindari hal itu terjadi, keyword-nya ialah menjaga stabilitas. Inilah jalan solutif satu-satunya. Sebab investor adalah orang-orang jeli yang paham soal risiko dan sama sekali tidak ingin tercebur ke dalamnya.
Sebagaimana kita tahu, Indonesia adalah kawasan ekonomi yang cukup besar dengan berbagai potensi. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan pada tingkat relatif tinggi. Ini lebih penting daripada indikator-indikator ekonomi makro lainnya. Demikian yang diungkapkan Euben Paracuelles, pakar ekonomi Nomura Holdings Inc. Singapura.
Mempertahankan keberlanjutan pertumbuhan sangat penting untuk menarik minat investor. Memang, untuk saat ini, pasca 20 tahun krisis keuangan Asia yang juga turut mengguncang Indonesia, cadangan devisa kini mencapai rekor tertinggi yakni 129 miliar dolar AS. Namun, ini sangat akrobatik dengan jumlah utang Indonesia yang terus meroket. Tercatat data Kementerian Keuangan utang pemerintah hingga Agustus 2017 sebesar Rp 3.825 triliun. Kenaikan ini terus mengkhawatirkan rasio utang mengejar batas 60 persen dari PDB, meski saat ini masih terkendali (well managable).
Bahkan ke depannya, tak terelakkan pemerintah harus kembali berutang, tak lain untuk menutupi lobang defisit yang kian menganga. Ini terjadi karena apa? Ya, tentu saja menderita dari ketidaktercapaian penerimaan pajak. OECD merilis rasio penerimaan pajak Indonesia hanya sebesar 12 persen pada 2015, dengan kecenderungan tren rasio terus menurun. Lagi-lagi pemerintah teramat ambisius, yakni ingin mendongkrak pendapatan pajak hingga mencapai rasio 16 persen pada 2019.
Akhirnya, demikianlah penelisikan keempat instrumen yang disertai berbagai faktor risiko dan hambatan di atas telah memberikan kita proyeksi atas prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. Tak perlu muluk dengan target. Tak perlu teramat ambisius. Mari kita realistis. Bahkan bila perlu, lebih baik kita mundur selangkah daripada maju untuk terjun ke jurang. Sebab, mundur bukan sama-sekali tidak bergerak.

Kamis, 13 September 2018

PT SOLID BERJANGKA | Rossi Ajaib Bisa Tempati Posisi Tiga Klasemen

Rossi Ajaib Bisa Tempati Posisi Tiga Klasemen
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Valentino rossi Kesulitan sepanjang musim ini. Berada di posisi tiga klasemen motoGP musim ini pun jadi sesuatu yang ajaib untuknya.


Rossi belum memenangi satu seripun di musim 2018 ini. Rider Movistar Yamaha ini sekali finis kedua di Jerman, lalu empat kali finis ketiga, masing-masing di Qatar, Prancis, Italia, dan Catalunya.



Sepanjang musim ini rider Italia itu bersama rekan setimnya Maverick Vinales, sudah kesulitan dengan YZR-M1. Rossi dan Vinales sudah menuntut adanya perbaikan elektronik ke Yamaha, namun belum direspons.

YZR-M1 kesulitan dalam akselerasi, dengan keluaran tenaga tak berjalan akurat. Karena banyak selip, ban pun lebih cepat tergerus.


baca juga :Solidgold Berjangka
Rossi mengakui peluang untuk meraih gelar juara dunia ke-10 pada musim ini sudah melayang. Tapi di saat yang sama, dia heran masih bisa berada di posisi tiga klasemen.

Rossi saat ini mengoleksi 151 poin dengan 6 seri tersisa. Marc Marquez (Repsol Honda) memimpin dengan 221 poin, disusul Andrea Dovizioso (Ducati) dengan 154 poin.



"Yeah (kans juara menguap), tapi Anda harus tetap konsentrasi dan memberikan upaya maksimal karena di kejuaraan, saya secara ajaib ada di posisi tiga," ujar Rossi dilansir Autosport.

"Sejujurnya saya tak paham bagaimana caranya saya bisa di posisi tiga. Tapi akan sangat sulit untuk bertahan di posisi tiga."


baca juga :PT Solidgold Berjangka
"Dari sudut pandang kejuaraan, kami punya hasil penting untuk dikejar," tandasnya.  

Rabu, 12 September 2018

SOLID GOLD BERJANGKA | Pencak Silat, dari Sukarno hingga Jokowi

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Sukarno ingin pendidikan olahraga yang berbau kolonial seperti kasti dan korfball dihapus dan digantikan pencak silat. Jokowi sempat rajin berlatih pencak silat.

Rangkulan pesilat Hanifan Yudani Kusumah kepada Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di arena pencak silat dianggap menjadi salah satu momen mengesankan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 bagi masyarakat Indonesia. Sampai-sampai pemandangan tersebut ditampilkan kembali dalam closing ceremony Asian Games, yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, 2 September 2018.

Sejak Rabu, 29 Agustus, hari ketika momen pelukan Jokowi dan Prabowo, yang sedang bersaing untuk Pilpres 2019, itu terjadi, pembicaraan tentang pencak silat sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia juga menghiasai media massa maupun media sosial. Seni bela diri itu dianggap sebagai alat pemersatu bangsa, memeluk semua orang yang mencintainya.


“Silat ini, kalau dikonotasikan ke dalam bahasa Arab, itu 'silaturahmi'. Jadi maknanya menjalin persaudaraan,” ujar Rony Syaifullah, Ketua Pelatih Pencak Silat Kontingen Indonesia untuk Asian Games.


Rony menjelaskan, setidaknya ada 900 aliran atau perguruan pencak silat yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Perguruan itu di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Tapak Suci, Perisai Diri, dan Merpati Putih. Hal yang membedakan perguruan-perguruan pencak silat itu adalah teknik pernapasan, bela diri, latihan fisik, serta materi lainnya. Hanya, mereka punya persamaan, yaitu melatih mental dan spiritual para pendekarnya.

“Yang mempelajari silat itu dengan sendirinya terdidik karakternya. Dengan karakter terdidik, seorang pesilat pasti akan menjadi sosok yang rendah hati, tidak sombong, berperilaku baik, friendship, saling menghargai, saling menghormati, dan sebagainya,” terang dosen Program Studi Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Solo, ini.


Pencak silat untuk pertama kalinya diakui sebagai cabang olahraga di Asian Games 2018. Bahkan pencak silat menjadi pendulang emas terbanyak, yakni 14 dari 31 raihan emas kontingen Indonesia. Tak aneh bila Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, dan Megawati Soekarnoputri ramai-ramai menonton pertandingan pamungkas yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu pekan lalu.



Prabowo sendiri adalah Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa. Prabowo banyak memotivasi para pesilat yang tampil di Asian Games untuk berprestasi. Dua minggu sebelum bertanding, mereka diundang ke rumah Prabowo di Hambalang, Bogor. Seusai pesta olahraga negara-negara Asia ini pun mereka kabarnya bakal diundang kembali.

“Ada beberapa hal masih Pak Prabowo tampil dalam hal melengkapi, menambah, menguatkan, memotivasi, termasuk latihan silat yang harus ke China, harus ke negara lain. Kadang-kadang biayanya kurang, beliau juga. Ya (akomodasi)," kata Wakil Ketua IPSI Edhie Prabowo.
Silat telah mempertemukan Prabowo dan Jokowi sebelumnya. Pada ajang kejuaraan pencak silat internasional di Bali pada 2016, Prabowo memberikan gelar Pendekar Utama Pencak Silat Indonesia kepada Jokowi. Prabowo juga memberikan sebilah keris emas kepada Jokowi sebagai tanda anggota kehormatan.

Dunia pencak silat mendapat perhatian kalangan elite sejak dulu. Presiden Sukarno pernah menggelorakan pencak silat di panggung nasional. Menurut Sukarno, pencak silat penting dilakukan oleh setiap generasi, terutama generasi muda, karena melatih kebugaran fisik. Hal ini disuarakan oleh Sukarno pada zaman Jepang. Sukarno sering berkeliling Indonesia untuk melihat perkembangan seni pencak silat.



“Bung Karno pernah pula diundang untuk melihat kompetisi pencak silat yang diorganisasi tentara Jepang. Bahkan ia selalu asyik menyaksikan dua kawannya, Chairul Saleh dan Sri Bimo Ariotedjo, berlatih silat,” kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto menceritakan, ketika Indonesia merdeka, Sukarno menginginkan semua pendidikan olahraga yang berbau kolonial, seperti kasti dan korfball atau semacam bola tangan, dihapuskan. Kemudian mulai dikenalkan pendidikan olahraga yang digali dari kebudayaan Indonesia, yaitu pencak silat.

“Zakaria, pemain pencak silat, pernah membawa DKI Jakarta mendapatkan medali emas pada PON ke-2 pada bulan Oktober 1952. Sebagai peraih medali emas dari cabang pencak silat, ia pun pernah dipanggil Sukarno ke Istana untuk memperagakan kebolehannya,” ujar Hasto.



Puncak perhatian Bung Karno terhadap pencak silat terjadi 1957. Saat itu pencak silat menjadi salah satu bagian dalam misi kebudayaan ke Eropa. Pemain pencak silat kala itu adalah Abdul Wahab, Rosidi, Jumali, dan Suhada. Misi-misi kebudayaan Indonesia dianggap sebagai suatu bentuk ekspresi rasa percaya diri dan kebanggaan nasional saat itu. 

“Dengan demikian, kemenangan pencak silat adalah reinkarnasi dari semangat Bung Karno tersebut. Pencak silat adalah ekspresi rasa percaya diri dan kebanggan terhadap kebudayaan bangsa,” katanya.

Semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung, Sukarno pernah berlatih pencak silat. Namun sangat sedikit sumber sejarah yang bisa bercerita mengenai hal tersebut. Sedangkan Jokowi menggeluti pencak silat pada saat duduk di bangku sekolah menengah pertama di Solo, yang merupakan kota kelahirannya.

Jokowi bergabung di PSHT, perguruan pencak silat yang berpusat di Madiun, Jawa Timur. Namun tidak dapat dipastikan sejak kapan mantan Wali Kota Solo itu berhenti latihan. Sampai kemudian ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012, Jokowi ingin meneruskan latihan pencak silat.



Melalui Bupati Ngawi saat itu, Budi ‘Kanang’ Sulistyono, Jokowi mencari pelatih. Maka, disarankanlah nama Gambianto Surya, yang juga seorang atlet.Gambianto bercerita bahwa dirinya melatih Jokowi tiga kali dalam sepekan di Balai Kota DKI Jakarta. Latihan dimulai pagi hari dan selesai sebelum pukul 07.00 WIB. “Kalau latihan, beliau disiplin, rajin, dan tekun. Sopan santunnya juga bagus,” ungkap Gambianto, Jumat, 31 Agustus.

Memang, pada akhirnya tidak rutin tiga kali sepekan Jokowi berlatih disebabkan oleh kesibukan. Selama hampir setahun Jokowi berlatih dan terhenti ketika mencalonkan diri menjadi presiden pada 2013. Menurut Gambianto, Jokowi hampir diwisuda menjadi 'warga', sebutan bagi para pesilat PSHT. Tapi pada hari-H, Jokowi tidak bisa hadir karena sedang ke luar kota. “Kalau sekarang lebih sulit lagi. Jadi saya maklumi jadwalnya padat,” katanya. 

Senin, 10 September 2018

SOLID GOLD | Indonesia Raih 4 Medali Olimpiade Komputer di Jepang

https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 10 65 1948344 selamat-indonesia-raih-4-medali-olimpiade-komputer-di-jepang-lkUE6CWW0m.jpg
SOLID GOLD MAKASSAR - Indonesia berhasil membawa empat medali di International Olympiad in Informatics (IOI) di Jepang. Tidak hanya meraih medali namun Indonesia akan menjadi tuan rumah pada 2022 nanti.
Kasubdit Peserta Didik Direktorat SMA Kemendikbud Suharlan mengatakan, pada olimpiade komputer di Tsukuba, Jepang ini tim Indonesia meraih 3 perak dan 1 perunggu.

"Tahun ini prestasi kita di olimpiade komputer kita semakin meningkat. Tahun lalu 1 perak dan 3 perunggu. Sekarang terbalik. 3 perak dan 1 perunggu," katanya saat penjemputan tim olimpiade di Bandara Soekarno Hatta kemarin.


Medali perak masing-masing diraih atas nama Steven Wijaya dari SMA Kanisius Jakarta, Abdul Malik Nurrokhman dari SMA Semesta BBS Semarang dan Ahmad Haulian Yoga Pratama dari SMA Taruna Nusantara Magelang. Sementara perunggu diperoleh Muhammad Salman Al Farisi dari SMA Taruna Nusantara Magelang.

Suharlan mengatakan, IOI ke 30 ini diikuti 335 peserta dari 87 negara. Suharlan menjelaskan, kompetisi di olimpiade ini sangat ketat. Amerika Serikat menjadi peraih nilai tertinggi dengan nilai 499 dari total 600 poin yang dicapai. Sementara Republik Rakyat Tiongkok berhasil meraiy predikat juara umum dengan koleksi 4 emas.



Suharlan menjelaskan, meski tidak meraih emas namun prestasi Indonesia masih lebih baik dibanding negara Asean lain. Misalnya Filipina hanya meraih 1 perak dan Malaysia hanya menggondol satu emas. Indonesia, kata dia, hanya tertinggal dari Singapura yang mendapat satu emas, 2 perak dan 1 perunggu. Lalu Vietnam (1 emas, 1 perak, 2 perunggu). "Usaha keras masih harus terus dilakukan agar prestasi terbaik diraih dalam ajang IOI pada tahun berikutnya," katanya.

Suharlan mengungkapkan, ada kabar baik dari kompetisi ini bahwa pada 7 September lalu Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah pada IOI ke 34 pada 2022 nanti. Secara khusus, jelasnya, Kemendikbud berharap momentum ini dapat dibarengi dengan peningkatan prestasi tim Indonesia. Sedangkan secara umum, jelasnya, momentum ini dapat berdampak pada kemajuan tim Indonesia melalui informatika.

Dia menuturkan, meski masih beberapa tahun lagi namun persiapan harus dilakukan dari sekarang seperti sarana komputer. Dari sisi penyelenggaraan, katanya, dia optimis Indonesia akan sukses menjadi tuan rumah sebab sudah berpengalaman menghelat olimpiade internasional lainnya.



Seperti dua kali menyelenggarakan olimpiade fisika, dua kali olimpiade astronomi, sekali olimpiade kebumian dan sukses menyelenggarakan olimpiade biologi. "Kita sudah pengalaman dengan event olimpiade pendidikan dan selalu diapresiasi," katanya. 

Dia menjelaskan, harapannya nanti ketika Indonesia menjadi tuan rumah tidaklah muluk-muluk. Alih-alih menjadi juara umum, katanya, minimal peserta dari Indonesia bisa meraih medali emas.

Peraih medali perak Ahmad Haulian menjelaskan, pembinaan yang diberikan kepada delegasi ialah materi pemrograman kompetensi. Selain itu juga pembelajara algoritma yang menjadi dasar programing. "Memang diberi dasar materi namun selain itu juga perlu faktor lain seperti intuisi," katanya.



Sementara Steven Wijaya mengungkapkan, saingan terberat dari Amerika Serikat namun tim terbaik memang dari Cina. Steven mengaku suka komputer dari kecil. Memang awalnya dia hobi bermain games. Namun Steven akhirnya berpikir panjang bahwa hobinya itu harus bermanfaat dan menantang, sehingga saat beranjak SMP, katanya, dia belajar programing hingga berhasil mengantarkannya ke prestasi internasional.
Sementara Pembina Delegasi Indonesia Yugo Kartono Isal menuturkan, olimpiade komputer ini adalah laga yang dihadiri jago komputer dari seluruh dunia. Kata dia, pesaing Indonesia bukan cuma pintar tetapi negara lain sering mengadakan kompetisi lokal sehingga skill mereka pun semakin terasah. Dengan menjadi tuan rumah nanti maka dia berharap ada kompetisi lokal agar Indonesia meraih banyak medali.




"Kita sudah 25 tahun ikut olimpiade tapi belum pernah jadi tuan rumah. Kemarin bidding untuk jadi tuan rumah tahun 2022. Konsekuensinya adalah kita harusnya bukan hanya menyiapkan sarpras yang handal tetapi juga SDM dan programnya," katanya.