Senin, 26 Maret 2018

SOLID GOLD | Kisah Pria Jalan Kaki dari Swedia Demi Palestina

Salah satu foto Ben saat perjalanan (walktopalestine/Instagram)
SOLID GOLD MAKASSAR - Beberapa traveler bertualang demi misi kemanusiaan. Seorang pria Swedia jalan kaki ke Palestina untuk menyuarakan perdamaian. Inilah kisah inspiratifnya.

Krisis Palestina menjadi masalah internasional bertahun-tahun lamanya dan memicu simpati publik. Termasuk pria asal Swedia yang satu ini.

 
Adalah Benjamin Ladraa (25), seorang traveler Swedia yang sedang berjalan kaki ribuan kilometer dari Swedia menuju Palestina. Aksi traveling uniknya ini, bukan tanpa alasan.
Ia dikenal dengan akun Instagram @walktopalestine. Akun dengan 6.000-an followers ini menceritakan keseharian Ben yang menempuh perjalanan dan bertemu berbagai orang banyak menuju ke Palestina.


Ekslusif kepada detikTravel, Benjamin menceritakan misinya. Ada pesan kemanusiaan yang ingin dia samppaikan kepada dunia.

"Saya memulainya di Gothenburg, 15 Agustus 2017 lalu. Sejauh ini, saya sudah berjalan selama 8 setengah bulan dan menempuh 3.000 kilometer," ujarnya.

 
Meskipun tidak lazim, aksi berjalan kaki ini sebenarnya adalah keinginan pribadinya untuk melakukan perubahan di dunia. Ben merasa prihatin dengan adanya konflik yang terjadi di Palestina terus menerus.

"Saya adalah seorang pria biasa dan ingin melakukan yang terbaik. Saya juga seorang musisi. Namun saya mempunyai keinginan untuk mengubah apa yang terjadi di Palestina dengan penderitaan dan kekerasan selama 70 tahun terakhir dan itu sangat buruk," ucapnya.

 
Selain itu, Ben juga ingin memberitahu masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Palestina dan juga menarik simpati serta bergerak untuk perubahan.

"Saya percaya perubahan akan terjadi jika dilakukan secara terus menerus, serta menginspirasi orang lain untuk menyadari tentang kekerasan terhadap manusia di Palestina," ujarnya.

"Dan yang kita butuhkan saat ini adalah menjadi bagian dari perubahan yang akan dilakukan," tambahnya.

Dalam akun Instagramnya, ia juga sering mengunggah kegiatannya saat melintasi berbagai negara. Bukan cuma singgah saja, ia juga sering mendatangi beberapa acara untuk berbagi dan bercerita tentang Palestina, sesuai misinya yang ingin menyebarkan pengetahuan tentang konflik yang terjadi.

 
Sejauh ini, Ben sudah melintasi berbagai negara seperti Bulgaria, Slovakia, Kroasia dan beberapa negara lainnya. Saat ini, Ben sudah berada di Istanbul dan memiliki jarak kurang lebih 2.000 kilometer lagi untuk ditempuh menuju Palestina.

Jumat, 23 Maret 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Korban Salah Tangkap yang Dibui 31 Tahun Dapat Ganti Rugi Rp 13,5 M

Korban Salah Tangkap yang Dibui 31 Tahun Dapat Ganti Rugi Rp 13,5 M
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Seorang pria yang harus mendekam di penjara selama 31 tahun untuk kejahatan yang tidak pernah dia lakukan, memenangkan tuntutan kompensasi $1 juta atau sekitar Rp13,5 miliar.

Badan pengaduan Tennessee, Amerika Serikat dengan suara bulat menetapkan keputusan bagi Lawrence McKinney, 61.

 
McKinney dipenjarakan pada tahun 1978 setelah dituduh sebagai pelaku pidana perkosaan dan perampokan. Ia dilepaskan dari penjara pada tahun 2009 dan secara resmi dibebaskan pada bulan Desember lalu.

Kompensasi $1 juta itu adalah jumlah maksimum yang dapat diberikan negara dalam kasus itu, setelah sebelumnya ia hanya mendapat $75 (sekitar Rp1 juta) saat awal dibebaskan.

Dan ini adalah ganti rugi tertinggi yang pernah ditetapkan di negara bagian Tennessee.
“Jumlah ganti rugi tertinggi yang pernah dibayarkan, tapi juga, tidak pernah ada yang dipenjara selama itu (padahal idak bersalah),” kata David Raybin, seorang pengacara McKinney.


Kenapa dia di penjara?
Pada Oktober 1977, McKinney ditangkap di Memphis setelah seorang perempuan menuduhnya sebagai salah satu dari dua pria yang memperkosanya di apartemennya.

Dia dikenakan pidana pemerkosaan dan perampokan, dan setelah dinyatakan bersalah dalam sidang Juni 1978, dia dijatuhi hukuman 115 tahun penjara. Saat itu dia masih berumur 22 tahun. 

Tiga puluh tahun kemudian, pada bulan Agustus 2008, tes DNA di tempat tidur korban mengidentifikasi tiga orang, namun tidak ada yang cocok dengan DNA McKinney.


Vonis untuk McKinney kemudian dinihilkan (atau dikesampingkan), dan dia dibebaskan pada Juli 2009.
McKinney mengatakan dia mendekam di penjara selama 31 tahun, 9 bulan, 18 hari, dan 12 jam.
Bagaimana kompensasi itu berubah dari $75 menjadi $1juta?

Pada saat dibebaskan, McKinney dilaporkan hanya menerima $75 untuk lebih dari tiga dekade di balik jeruji akibat ‘pengadilan sesat.’.

Lebih dari itu, “karena saya tidak punya kartu identitas, butuh waktu tiga bulan sebelum saya bisa mencairkannya,” kata McKinney kepada CNN.


Setelah dibebaskan, McKinney memperjuangkan pembebasan penuh – dengan kata lain ketetapan secara resmi yang menyatakannya tidak bersalah.

Namun pada tahun 2016, pemungutan suara di sebuah dewan pembebasan bersyarat menolaknya.
Seorang anggota dewan membela keputusan mereka untuk tidak menyatakannya tidak bersalah, dengan menulis di koran lokal, “Paparan korban kepada polisi cocok dengan deskripsi McKinney, sampai rincian terkecil.”

Namun, Gubernur Tennessee Bill Haslam menentang keputusan itu dan secara sepihak memberikan pembebasan penuh pada bulan Desember 2017.

Pembebasan penuh yang berarti penetapan tak bersalah itu berarti McKinney dapat mengajukan tuntutan kompensasi. Pengacaranya, David Raybin dan Jack Lowery, meminta jumlah maksimum yang diizinkan, $ 1 juta.

 
“Ada orang yang kehilangan kehidupan dan kebebasannya,” kata Raybin pada saat pengajuan tuntutan. “Dalam pandangan saya, Pak McKinney sebetulnya berhak mendapat lebih dari $ 1 juta berdasarkan apa yang terjadi padanya.”

Bagaimana pembayarannya?
McKinney tidak akan menerima seluruh uang ganti rugi itu sekaligus.
Ia akan menerima $353.000 (Rp4,8 miliar) di muka untuk membayar utang-utang dan honor para pengacaranya. Sisanya akan dibayarkan secara bertahap dalam bentuk pembayaran bulanan sebesar $3.350 (sekitar Rp46juta) selama minimum sepuluh tahun.
Jika ia meninggal dalam periode itu, uang itu akan dibayarkan kepada istrinya atau ahli warisannya.

Kamis, 22 Maret 2018

PT SOLID BERJANGKA | Menjawab Tantangan Pencarian dan Penempatan Eksekutif Indonesia

Menjawab Tantangan Pencarian dan Penempatan Eksekutif Indonesia
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Managing Director PT RGF Executive Search Indonesia, Peter Chong baru-baru ini membocorkan tentang tren pencarian dan penempatan posisi eksekutif kepada detikcom. Jika penasaran, simak paparan lengkapnya di bawah ini.

Bisa Dijelaskan Informasi Seputar RGF?
RGF International Recruitment RGF adalah bagian dari Recruit Group, salah satu perusahaan jasa rekrutmen dan layanan informasi terbesar dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 16 miliar yang berkantor pusat di Jepang.RGF  menyediakan layanan rekrutmen karyawan permanen mulai dari tingkat eksekutif sampai tingkat staf untuk semua industri dan jenis pekerjaan di 11 negara di Asia melalui 3 merek, yakni RGF Executive Search, RGF Professional Recruitment dan RGF HR Agent.

Di Indonesia, Bó Lè Associates, salah satu perusahaan rekrutmen eksekutif terbesar di Asia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, telah diambil alih dan menjadi PT RGF Executive Search Indonesia dengan jaringan yang mencakup 26 kota di Asia. Dengan penyatuan usaha ini RGF dapat memanfaatkan pengalaman sukses yang panjang selama dua dekade untuk memberikan hasil terbaik kepada klien melalui proses dan metode pencarian kandidat yang cermat.

 
Apa Implikasi dari Penyatuan bagi RGF dan Para Klien yang Ada di Indonesia?
Secara keseluruhan, penggabungan usaha ini akan memperkuat tata kelola perusahaan RGF dan memperluas jangkauan layanan rekrutmen karyawan tetap dengan merek yang seragam di seluruh Asia.

Penggabungan ini juga secara signifikan mengubah beberapa hal. Pertama, lebih efektif dalam mencocokkan karakteristik pencari kerja dengan perusahaan yang akan mempekerjakan mereka. Kedua, memungkinkan staf rekrutmen dari perusahaan yang berbasis di Indonesia untuk mencari personel terbaik untuk berbagai tingkatan dari seluruh Asia. Ketiga, pencari kerja bisa membuka peluang yang tak terbatas bagi kemajuan karier mereka baik di Indonesia maupun mancanegara.

Bagi Indonesia, penggabungan ini akan lebih lanjut mengkonsolidasikan kemampuan RGF untuk memberikan solusi rekrutmen yang holistik kepada semua klien korporasi dan pelamar individual. Selain itu, mencerminkan komitmen jangka panjang dari perusahaan induk RGF yang juga merupakan perusahaan publik untuk membangun reputasi sebagai penyedia layanan perekrutan terpercaya dengan wawasan dan pengetahuan mendalam tentang tren perusahaan dan ketenagakerjaan dalam industri jasa rekrutmen global.
BACA JUGA : Solidberjangka

Bagaimana Perkembangan Industri Rekrutmen Saat Ini?
Industri perekrutan terdiri dari tiga segmen, yakni tingkat eksekutif senior, manajer menengah/spesialis, dan staf. Sebagai sebuah group, RGF memiliki berbagai layanan rekrutmen untuk karyawan permanen di semua tingkatan dan industri dengan memberikan solusi rekrutmen lintas batas negara yang optimal.

Khusus untuk RGF Executive Search, terlihat adanya pergeseran penting di mana klien beralih dari hubungan yang bersifat transaksional menjadi hubungan layanan yang didasarkan pada kemampuan untuk memberikan kajian dan advis dalam hal penempatan eksekutif.

Saat ini, baik klien maupun kandidat memiliki tuntutan lebih dan jika sebuah perusahaan jasa rekrutmen tidak dapat memberikan kajian yang mereka butuhkan untuk pengambilan keputusan artinya mereka tidak dapat memberikan nilai tambah. Jadi, meski hubungan itu penting, kemampuan perusahaan jasa rekrutmen untuk menawarkan nilai lebih adalah merupakan kunci sukses.
BACA JUGA : Solidgold Berjangka

Apa Tantangan Utama bagi Perusahaan di Indonesia?
Di Indonesia, mendapatkan kandidat yang tepat masih merupakan tantangan besar bagi perusahaan. Di pasar di mana tingkat pergantian karyawan relatif tinggi bahkan pada tingkat menengah sampai senior karena kenaikan gaji yang sedikit lebih tinggi. Dengan situasi yang demikian, perusahaan semakin sadar bahwa ada kebutuhan medesak untuk membedakan diri dari perusahaan lain guna menarik dan mempertahankan karyawan terbaik.

Bagi klien korporat, dengan melihat perkembangan di atas RGF sangat sadar bahwa untuk menjadi lebih dari sekadar jasa perekrutan, tetapi juga pemasar bagi mereka melalui 'employer branding'. Pada saat yang sama RGF siap memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan kepada perekrut, penggunaan tools sumber daya yang lebih baik untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kandidat dan pengalaman mereka, serta penggunaan teknologi baru untuk transformasi digital.

Bagi para kandidat RGF berusaha untuk memahami dan mempertimbangkan sudut pandang mereka saat mengeksplorasi posisi baru. Kompensasi dan tunjangan sangat penting. Demikian juga faktor lain, seperti peluang untuk maju, tantangan kerja, budaya perusahaan, dan perkembangan karir.

BACA JUGA : PT Solidberjangka


Apa Tren Perekrutan/Penempatan dalam Tiga Industri Teratas di Indonesia?
Tiga industri yang mendorong perekonomian Indonesia untuk terus maju adalah industri barang-barang konsumsi sehari-hari dan komoditas. Baru-baru ini, fintech juga menjadi industri yang sangat besar peranannya. Di industri ini kami melihat tingginya permintaan akan para eksekutif yang kompeten.

Di semua industri tersebut,  melihat tingkat pergantian karyawan pada tingkat menengah yang tinggi mengingat banyaknya permintaan dan peluang yang terus berkembang. Berdasarkan pengamatan RGFjuga, ada permintaan yang cukup besar untuk kandidat dengan pengalaman kerja antara lima sampai sepuluh tahun baik dalam industri atau fungsi tertentu.

Kandidat ini tidak terlalu senior, tapi cukup senior untuk mendapatkan beberapa pencapaian penting dan keterampilan yang terukur. Segmen ini akan menjadi target utama bagi RGF di Indonesia.

Meskipun demikian, akan selalu ada permintaan kandidat dengan pengalaman kerja 10 sampai 20 tahun tapi tingkat perputarannya lebih rendah dalam kategori ini, dan hanya ada sedikit kesempatan karir di tingkat yang lebih senior.
BACA JUGA : PT Solidgold Berjangka

Bagaimana Bisnis Rekrutmen di Indonesia ke Depannya?
Apabila Anda melihat secara umum di seluruh Negara Asia, terdapat kenaikan yang pasti dalam jumlah perekrutan tenaga kerja. Terjadinya perubahan yang cepat dalam perusahaan-perusahaan MNC untuk menggunakan tenaga kerja lokal dan juga kecenderungan untuk menggunakan tenaga kerja dari berbagai negara oleh perusahaan-perusahaan lokal di Asia telah memicu pertumbuhan yang substansial dalam industri rekrutmen karyawan permanen.

Pada saat yang sama, ada peningkatan jumlah profesional yang ingin memperoleh pengalaman kerja di tingkat global, terlepas dari fungsi pekerjaan dan masa kerja mereka. Dalam hal ini, ada cukup banyak kesamaan yang terjadi di Indonesia.

Sebagai pemimpin dalam industri perekrutan dan keuntungan yang RGF miliki dari jaringan global,RGF diposisikan secara unik untuk menggunakan wawasan dan pengetahuan mendalam dalam mencocokkan peluang yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan apa yang dicari oleh para kandidat.

Senin, 19 Maret 2018

SOLID GOLD | Sandiwara Poros Ketiga


SOLID GOLD

SOLID GOLD MAKASSAR – Tiga kali pertemuan digelar oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno dengan partai yang belum mendukung pencalonan Joko Widodo sebagai presiden pada Pilpres 2019. Pertemuan yang digelar secara maraton pada pengujung Februari 2018 di Mal Pacific Place, Jakarta, itu membahas kemungkinan lahirnya poros baru selain koalisi yang sudah terbentuk saat ini, yakni koalisi pendukung Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Pertemuan saya dengan Bang Hinca Panjaitan (Sekjen Partai Demokrat) dan Abdul Kadir Karding (Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa) untuk membahas politik terkini, terutama soal pilpres, karena adanya indikasi calon tunggal,” tutur Eddy

 
Semangat pertemuan tersebut, kata Eddy, melihat kenyataan bahwa jika PAN, Demokrat, dan PKB bersatu, ambang batas syarat dukungan partai untuk mengusung capres, yang besarnya 20 persen dari hasil Pemilu 2014, bisa terpenuhi. Sebab, Partai Demokrat meraih 12.728.913 suara atau 10,19 persen. PKB dengan perolehan 11.298.957 suara atau 9,04 dan PAN meraih 9.481.621 suara atau 7,57 persen.

Dengan komposisi tersebut, tentu saja poros tersebut bisa masuk gelanggang pilpres, bersaing dengan poros pendukung Jokowi dan poros yang dibangun Gerindra dengan PKS, yang kemungkinan besar bakal mengusung Prabowo kembali. Untuk urusan capres dan cawapres, menurut Eddy, harus berdasarkan kesepakatan para anggota poros dan bisa mendapatkan simpati hati di masyarakat.

Menurutnya, wacana pembentukan poros ketiga ini merupakan hasil rembukan tiga pihak, yakni PAN, PKB, dan Demokrat. “Tapi ini baru sebatas gagasan di tingkat sekjen, ya. Belum sampai dibahas antarketua umum partai,” tutur Eddy.


Sedangkan Abdul Kadir Karding, saat ditemui terpisah, mengakui soal pertemuan di antara tiga sekjen partai: Demokrat, PKB, dan PAN. Namun, menurut Karding, tiga pertemuan tersebut sebatas obrolan warung kopi. “Itu kan pertemuan informal ya, cuma ngopi-ngopi. Memang ada wacana tapi saya bilang kepada mereka, ya itu masih jauhlah. Saya katakan posisi PKB sampai hari ini masih wait and see,” kata Karding

Meski masih menunggu, PKB punya kecenderungan Merapat ke Jokowi, sekalipun pernyataan dukungan itu belum resmi terlontar. “Kami baru secara resmi menyampaikan sekitar bulan Juni. Soalnya, di PKB itu banyak stakeholder-nya, ada kiai, ada NU, dan ada kelompok komunitas. Ini semua harus kita konsolidasi penuh agar tidak berbeda persepsi. Jangan sampai nanti partai menyatakan dukungan, tapi praktiknya tidak memilih ke situ,” tutur Karding.

Dikatakan Karding, saat ini hubungan partainya dengan Jokowi juga masih baik-baik saja. Bahkan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selaku Ketua Umum PKB sering bertemu dengan Jokowi dalam berbagai kesempatan. “Malah kalangan kiai NU banyak yang menginginkan Cak Imin berpasangan dengan Jokowi. Itu bukan isyarat, tapi fakta pernyataannya,” ujar Karding.


Belakangan, Cak Imin memang begitu gencar mempromosikan diri ingin maju sebagai cawapres. Sejumlah baliho maupun spanduk bertebaran di Jawa Timur hingga Jakarta. Pekan lalu, di hadapan pemimpin redaksi media massa, Cak Imin mendeklarasikan diri menjadi cawapres.
 
Dengan sikap PKB yang belum bisa pindah ke lain hati selain mendukung Jokowi, agaknya wacana poros ketiga itu bakal layu sebelum berkembang. Sebab, secara hitung-hitungan, dengan minus PKB, hanya akan tersisa Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional. Sedangkan gabungan suara yang didapat kedua partai tersebut tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon dalam pilpres.

Sementara itu, beberapa politikus di DPR berbisik wacana poros ketiga hanyalah manuver Partai Demokrat untuk menarik perhatian Jokowi. “Buktinya, Pak Jokowi mau datang ke rapimnas Partai Demokrat. Dan Jokowi sampai bilang ‘saya adalah demokrat’ di Rapimnas itu, kan,” kata politikus yang enggan disebutkan namanya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menilai pembentukan poros ketiga itu juga sekadar manuver untuk menaikkan bargaining position parpol-parpol yang telah bertemu, baik ke Jokowi maupun ke Prabowo. PPP menyambut baik wacana tersebut, dan bersedia saja bila diajak berembuk. Namun, apabila agendanya untuk mencari capres alternatif, PPP tidak tertarik pada poros ketiga. Sebab, PPP telah mendukung Jokowi dan sekarang fokusnya adalah mencari pendamping Jokowi.

 
Namun Eddy buru-buru menyanggah pendapat itu. Rencana pembentukan poros ketiga ini sangat sungguh-sungguh dilakukan. “Bahwa ini hanya teatrikal belaka saya rasa ini gerakan sungguh-sungguh. Andaikata ini terealisir saya pikir semua pihak sudah tahu bahwa ini pertarungan antara ketiga partai bisa berujung di dua putaran Pilpres dan tidak murah dan kekuatan nafas itu nanti,” katanya.

Sedangkan menurut mata Rico Marbun, pengamat politik dari Media Survei Nasional, jika poros ketiga yang sempat digadang-gadang tersebut diseriusi, bakal menjadi pilihan menarik bagi masyarakat. Sebab, dari hasil survei yang pernah dirilisnya beberapa waktu lalu, dua kandidat yang diprediksi bakal bertarung pada Pilpres 2019, yakni Jokowi dan Prabowo, sama-sama mengalami penurunan elektabilitas.
 
 
“Sebenarnya adanya poros ketiga sangat menarik. Dari segi elektabilitas, mereka mampu mendapatkan suara. Pertanyaannya, poros ini poros serius atau main-main?” tanya Marbun.


Pertanyaan lain, kata Marbun, apakah poros tersebut serius menghadapi Jokowi atau hanya menaikkan posisi tawar agar dilirik Jokowi. Meski begitu, ujar Marbun, isu poros baru ini muncul seiring dengan adanya kejenuhan pemilih terhadap calon yang ada (Jokowi-Prabowo) sehingga poros baru tersebut langsung menyedot perhatian publik.

Tiga partai yang berwacana membangun poros baru tersebut memang belum menentukan sikap. Namun ketiga partai tersebut secara tersirat menginginkan posisi cawapres untuk Jokowi. Menurut Marbun, serius-tidaknya poros ketiga itu muncul akan terlihat pada Juni-Juli mendatang, seusai pilkada serentak dan pendaftaran caleg.


Senin, 12 Maret 2018

SOLID GOLD | Australia Pesan 211 Kendaraan Tempur Baru

Australia Pesan 211 Kendaraan Tempur Baru
SOLID GOLD MAKASSAR – Angkatan Darat Australia membuat sejarah baru dalam belanja terbesar untuk kendaraan tempur senilai AUS$ 5 miliar (sekitar Rp 50 triliun).

Kontraktor asal Jerman Rheinmetall direncanakan akan membangun 211 kendaraan lapis baja ringan di fasilitas baru di Kota Ipswich, sebelah barat Brisbane.

Pemerintah Federal memperkirakan proyek ini akan menciptakan 330 lapangan pekerjaan di negara bagian Queensland, 170 posisi di Victoria dan 140 lainnya di New South Wales.

“Perusahaan Australia di Victoria dan Queensland menjadi pemenang besar, begitu juga di negara bagian lainnya,” kata Menteri Industri Pertahanan Christopher Pyne.


“Dan tentunya yang terpenting, kami menyiapkan kemampuan yang dibutuhkan Angkatan Bersenjata (ADF) sebagai tentara modern untuk menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di masa depan,” ujarnya.

“Angkatan Darat akan mendapatkan kendaraan yang sangat mematikan dan terlindungi untuk menjaga tentara kita,” katanya.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengumumkan kontrak proyek ini di markas Angkatan Darat (AD) Enoggera di Brisbane. Menurut dia, ini merupakan akuisisi terbesar yang dilakukan untuk AD Australia
.
“Seperti yang dikatakan salah satu tentara kepada saya beberapa saat lalu, ini menyangkut daya mematikan dan daya tahan (kendaraan). Ini menyangkut kapabilitas dan perlindungan,” katanya.


“Ini menyangkut keamanan Australia. Namun bukan semata-mata kemampuan dalam arti militer,” ujar PM Turnbull.
“Yaitu memastikan bahwa kita memiliki untuk pertama kalinya, industri pertahanan nasional yang berdaulat dan terintegrasi sepenuhnya,” paparnya.

Boxer kalahkan BAE Systems

Menteri Pyne mengatakan Departemen Pertahanan merekomendasikan jenis Rheinmetall’s Boxer CRV setelah menjalani proses tender dan pengujian selama tiga tahun.

Kabinet pemerintahan juga mempertimbangkan tawaran dari BAE Systems, yang direncanakan membangun kendaraan lapis baja ringan tersebut di Victoria.

Menteri Pertahanan Marise Payne, yang mendampingi PM Turnbull dan Menteri Industri Pertahanan Christopher Pyne mengumumkan proyek ini, mengatakan kendaraan lapis baja yang terpilih telah melalui pengujian ketat.

“Kami telah mengujinya dalam suhu panas. Kami mengujinya dalam suhu dingin. Kami mengujinya dalam kondisi basah. Kami mengujinya dalam kondisi kering. Kami menembakinya, kami mencoba meledakkannya,” katanya.

“Hasil dari penilaian menunjukkan kendaraan ini memiliki kemampuan mobilitas, daya mematikan dan perlindungan yang akan mendukung pasukan ADF dalam melakukan pekerjaannya setiap hari seperti yang kita tugaskan,” tambah Menteri Marise Payne.


Pengadaan dan pemeliharaan kendaraan tempur ini diperkirakan menelan biaya $ 15,7 miliar (lebih dari Rp 150 triliun).

Chief of Army Lieutenant General Angus Campbell and another soldier climb out of the back of the Boxer CRV 

Proyek ini diperkirakan menciptakan 1.450 lapangan kerja di Australia. (Department of Defence)
Pemerintah mengatakan hal ini menjadi rekor belanja untuk Angkatan Darat, dan akan menciptakan 1.450 lapangan kerja di seluruh Australia.

“Di tahun-tahun sebelumnya, kita membeli kendaraan dari luar negeri dan mengimpornya ke negara ini,” kata Menteri Christoper Pyne.

“Karena kebijakan Pemerintahan Turnbull, 54 persen dari akuisisi akan menjadi nilai bagi perekonomian kita di sini dan 70 persen dari keseluruhan proyek, dari nilai $ 15,7 miliar,” jelasnya.

“Jadi itu berarti pekerjaan yang mendukung industri baja kita di sini dan pengembangan kemampuan tenaga kerja di sini dan keterampilannya,” katanya.


Dephan mengharapkan kendaraan tersebut akan bertahan selama 30 tahun, dan akan diperlengkapi untuk pemeliharaan perdamaian dan operasi dengan ancaman tinggi.

Proyek ini juga akan mencakup peningkatan fasilitas militer di Puckapunyal, Bandiana, Adelaide, Townsville, dan Enoggera.

Terlepas dari lobi intensif agar kendaraan tempur dibangun di Queensland, Christopher Pyne mengatakan keputusan ini tidak ditentukan oleh politik.

“Penawaran Rheinmetall dinilai oleh Dephan sebagai pemenang tender,” katanya.
“Keputusan ini dibuat secara sangat serius oleh Pemerintah dan tentu saja oleh Departemen Pertahanan,” tambahnya.

Jumat, 09 Maret 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Setelah Mimpi Dilempar Ponsel Istri


PT SOLID GOLD BERJANGKA
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Berkaus merah muda dengan tulisan ‘Tahanan Siber’, Rizky Surya, Yuspiadin, Ramdhani, Ronny, dan Muhammad Luthfy tampak santai menjawab pertanyaan tim detikX yang menemui mereka di gedung Divisi Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kelima laki-laki itu adalah para pegiat media sosial yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA) Family. Mereka kini mendekam di sel tahanan Bareskrim Polri karena ulah mereka menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan hoax di Facebook.

 
Para tersangka itu berasal dari wilayah berbeda. Rizky Surya berasal dari Pangkal Pinang, Yuspiadin dari Bandung, Ramdhani dari Bali, Ronny asal Palu, dan Muhammad Luthfy berdomisili di Jakarta Utara.
Bagi Rizky cs, pertemuan dengan para anggota MCA di Bareskrim itu laksana sedang kopi darat (kopdar). Sebab, selama ini mereka tidak pernah bertatap muka dan hanya saling sapa di media sosial.

“Ini tuh pertemuan kita pertama kali. Jadi kita buat reuni nggak keluar ongkos. Kita reuni dibiayani negara, ha ha ha. Sebenarnya kami berencana habis Lebaran nanti mau kopdar. Eh, ternyata sama Bareskrim diawalkan kopdarnya ha ha ha,” ujar Luthfy, Senin, 5 Maret 2018.

Luthfy menyebut ditangkap polisi pada Senin, 26 Februari, saat fajar mulai menyingsing. “Saya ditangkap, saya lagi tidur di atas sajadah. Habis salat subuh,” katanya.

Sewaktu petugas datang, menurut Luthfy, istrinya yang membukakan pintu. Empat polisi berpakaian preman itu pun dipersilakan duduk di ruang tamu.

 
Luthfy, yang baru beranjak dari mimpinya, hanya bisa pasrah ketika salah seorang polisi menyebutkan kesalahannya, yakni menyebarkan berita hoax di media sosial. Sejenak kemudian Luthfy pun berganti pakaian dan bersiap ke kantor polisi bersama empat polisi yang menjemputnya.

Namun, saat berjalan menuju pintu rumah, polisi mencegahnya. ”Stop dulu saja, Mas. Mau ke mana? Kita santai dulu saja, ngopi di depan rumah,” ucap salah satu polisi kala itu seperti ditirukan Luthfy.

Alhasil, Luthfy dan empat polisi yang sedang ngopi di teras rumahnya, yang terletak di Sunter Muara, Jakarta Utara, sempat jadi tontonan warga, termasuk oleh ketua RT setempat.
 
“Saya sebenarnya sudah punya firasat tiga hari sebelum penangkapan. Waktu itu saya bermimpi di lempar HP oleh istri sampai terjatuh. Dalam mimpi itu saya teriak minta tolong dan ingin jadi orang baik. Mungkin mimpi itu kini terjawab. Saya ditangkap polisi,” ujar Luthfy mengenang.


Rizky, yang tinggal di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, mengaku ditangkap pada hari yang sama saat akan berangkat ke kantornya. “Saat itu saya bersiap berangkat kerja. Empat polisi datang ke rumah saya dan menyebutkan kesalahan saya yang telah menyebar fitnah di medsos,” kata Rizky.

Lain lagi pengalaman Ramdhani, warga Jakarta yang bekerja di Denpasar, Bali. Pria yang bekerja sebagai penjaga toko ini sebenarnya sedang libur pada hari penangkapan. Namun dia akhirnya ke toko setelah dijebak bosnya. “Bos saya hari itu telepon dan meminta saya datang ke toko. Alasannya, ngobrolin masalah target penjualan,” ujar Ramdhani.

Namun, saat kaki Ramdhani memasuki toko, dua polisi tidak berseragam memepetnya dan membawanya ke mobil yang sudah terparkir.


Para tersangka penyebar berita hoax yang ditangkap di sejumlah lokasi itu sempat dititipkan sementara di sel tahanan Polda Metro Jaya. Mereka disatukan dengan tahanan-tahanan lainnya.

“Di sel Polda Metro, kami bareng dengan tahanan lain. Ada pelaku pembunuhan, narkoba, serta penipuan,” ujar Ramdhani.

Mereka pun mendapat cemooh dari tahanan lain begitu tahu kasus yang melilitnya masalah hoax di internet. “Ya, elo. Kok, masalah copas (copy-paste) doang sampai di sini (tahanan). Elo kayak gitu nggak ada duitnya juga,” tutur salah satu tahanan seperti ditirukan Ramdhani.

Selain lima orang tersangka itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan Tara Arsih Wijayani, dosen tidak tetap Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, serta Bobby Gustiono di wilayah Sumatera Utara. Bobby diduga memiliki peran sebagai admin sekaligus tim ‘sniper’ MCA.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan saat ini pihaknya juga sedang memburu tersangka lain yang terlibat dalam jaringan MCA. Mereka antara lain perempuan berinisial TM, yang diduga sebagai salah satu konseptor dalam modus operandi hoax MCA. TM diduga berada di Korea Selatan.

Fadil menyebut konseptor tersebut merupakan anggota yang tergabung dalam jaringan The Family MCA. Jaringan ini terdiri atas sembilan admin yang memiliki pengaruh di grup-grup lain kelompok MCA.


Kelompok ini merupakan anggota inti MCA yang bertugas mengatur dan merencanakan strategi menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian. Salah satu kabar bohong yang disebarkan komplotan ini adalah penyerangan para ulama oleh orang gila yang meresahkan beberapa waktu lalu. “Mereka (The Family MCA) ini adalah anggota inti,” ujar Fadil.

Fadil juga mengungkapkan pihaknya masih memburu Suhendra Purnama. Suhendra, kata Fadil, adalah konseptor lain kelompok MCA. Ditanya mengenai kedua tersangka tersebut, Luthfy mengaku tidak mengenal mereka. “Kami hanya tahu karena tidak pernah tatap muka,” katanya.

Adapun juru bicara UII Yogyakarta, Karina Utami Dewi, mengakui Tara merupakan dosen di UII sejak 2005, tapi bukan dosen tetap. Tara mengajar mata kuliah umum bahasa Inggris. “Saat ini, karena hal tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, UII menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan penegakan hukum,” ucap Karina kepada detikX.

Menurut Fadil, para tersangka dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 207 KUHP Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum, dengan ancaman 6 tahun penjara.

Kamis, 08 Maret 2018

PT SOLID BERJANGKA | PT SOLID BERJANGKA | Komjen Buwas: Penyelundup Narkoba Musuh Negara, Habisi Saja


PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Delapan terdakwa penyelundupan sabu 1 ton dari Taiwan melalui Pantai Anyer pada 27 Agustus 2017 mulai disidangkan pada awal Januari lalu dan terancam hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun sabu yang diselundupkan para ABK Taiwan terus masuk ke Indonesia. Bahkan skalanya kian besar.

Pada 7 Februari 2018, kapal Sunrise Glory, yang mengangkut 1,37 ton sabu, ditangkap kapal TNI AL KRI Sigorut-864 di laut perbatasan Singapura-Indonesia. Empat ABK Taiwan ditangkap. Hanya sebulan kemudian, tim gabungan Bareskrim, Badan Narkotika Nasional, dan Bea-Cukai menciduk empat warga Taiwan yang menyelundupkan 1,6 ton sabu di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Keberhasilan ini merupakan hasil dari pemantauan lebih dari satu setengah bulan.

Apakah ketiga peristiwa itu terkait dalam hal sindikat penyelundup narkoba? Mengapa penyelundupan sabu dalam jumlah tak terkira itu terus membanjiri Indonesia? “Belum tentu. Walaupun itu mungkin (tempat) pesan barangnya sama, belum tentu juga dalam satu jaringan,” ujar Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso—sebelum digantikan Irjen Heru Winarko pada 1 Maret lalu.

 
Beberapa kasus penyelundupan sabu dalam skala besar belakangan ini apakah memiliki keterkaitan?

Begini, sebenarnya korelasi dengan jaringannya itu adalah satu sama lainnya itu tahu mau ngirim. Kan pengiriman narkotika ini ada beberapa tempat yang mesti diperiksa, seperti di Taiwan, China, dan Myanmar. (Terhadap) jaringan pembeli di Indonesia, mereka sudah tahu, karena produknya dalam satu pabrik. Mereka saling monitor. Begitu tertangkap satu, mereka langsung masuk yang lainnya. Jadi sistemnya begitu karena mereka tahu kekuatan kita ini tidak begitu kuat. Artinya, kita tidak mungkin mengawasi semuanya.

Apakah sudah bisa dipastikan sabu itu berasal dari Taiwan?

Kalau kita melihat produknya, kemasannya itu antara China atau Taiwan. (Sedangkan penyelundupan sabu yang ditangkap BNN) itu dari Myanmar. Kita sudah konfirmasikan. Jadi dulu Myanmar itu mengirim bahan baku mentah ke China berupa daun-daunan, getah, dan pohon-pohonan dan diolah di China. Tapi sekarang rupanya di sana (Myanmar) pun mulai membuat.

Apakah Taiwan dan Myanmar bisa dikatakan sebagai pemain baru?

Bukan pemain baru. Dari awal mereka sudah terlibat. Sebenarnya mereka kan melihat ada pangsa pasar yang bagus nih di Indonesia. Kalau saya lempar dulu ke China, kan keuntungan saya kecil. Lebih baik membuat sendiri. Kan, begitu cara berpikir dagang. Indonesia ini pangsa pasarnya luar biasa. Jadi, kalau ditanya mulai kapan, ya, sejak dulu. Karena dulu tidak pernah ditangani. Gitu saja.


Mengapa para bandar narkoba di Myanmar membuat sendiri?

Iya, sekarang kecenderungannya bergeser, karena persaingan. Begini, mereka yang membuat narkoba itu kan kartel. Persaingan antarkartel itu terjadi. Dia kalau bisa bikin, kenapa harus beli, begitu, kan? Karena keuntungannya berlipat. Toh, pangsa pasarnya ada. Seperti Indonesia, pangsa pasarnya cukup besar. Nah, makanya mereka kenceng-kencengan.

Di Indonesia itu, hebatnya, tidak ada pertengkaran jaringan dan pertengkaran kartel. Beda dengan di negara lainnya. Di seluruh negara itu semua ada persaingan antara jaringan dan kartel, itu mereka bunuh-bunuhan, karena pangsa pasarnya kecil. Di Indonesia nggak bisa kita adu domba. Mereka bunuh-bunuhan itu nggak bisa. Karena apa? Karena nggak ada yang dipersoalkan bagi mereka. Hanya di satu diskotek, ada lima jaringan yang memasarkan barangnya. Laku, laku semua! Lima-limanya nggak ada yang nggak laku.

Kalau di Amerika atau di negara mana pun itu, kalau ada satu diskotek dan ada lima jaringan, itu ada persaingannya, bisa nggak laku barang mereka. Misalnya ada lima, cuma satu yang laku, yang empat nggak laku. Nah, itu bedanya. Makanya di Indonesia ini, penyerapannya luar biasa, karena ada lima ya laku. Yang bawa 1 kilogram laku, bawa 2 kg laku, bawa 5 kg juga habis. Jadi ya ketawa-ketawa saja.

 
Jaringan narkoba yang beroperasi di Indonesia sendiri bagaimana?
 
Yang sudah terdeteksi oleh kita itu 72 jaringan di sini yang ada hubungannya dengan Taiwan, China, negara-negara Afrika, India, Pakistan, Amsterdam (Belanda), dan Jerman. Itu semua membeli barang-barang dari 11 negara penghasil narkotika. Makanya, kita disuplai oleh 11 negara dan dikendalikan oleh 72 jaringan internasional yang ada di kita.

Sabu berasal dari Myanmar hendak diselundupkan ke daerah mana di Indonesia?
 
Yang jelas, dia kan mengirimkan ini untuk para pemesannya. Itu yang sedang kita dalami. Nah, nanti sampai di sini baru disebarluaskan. Kan begini, ada pembeli global, misalnya saya penampungnya nih. Yang saya punya jaringan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Saya bagian dari pemodal-pemodal besarnya itu yang punya di sini. Saya sudah terima besar. Tapi saya sudah punya jaringan untuk penyebarannya.

BNN sudah mengidentifikasi siapa pemain di Malaysia, Singapura, dan Indonesia? Apakah bisa disebutkan?
 
Oh, nggak bisa. Dia bisa hilang. Kita kan harus mengikuti terus. Kita sudah tahu, makanya ini kan Presiden sudah mengatakan, sebenarnya ini mereka bisa diselesaikan oleh TNI. TNI itu tindak penegakan hukum, ya kan? Kalau saya ini kenapa nggak bisa? Karena saya harus menemukan barang bukti yang ada hubungannya dengan dia. Bahkan kita kesulitan begitu mengikuti terus. Beda kalau TNI. Itu kan musuh negara. Ancaman bagi negara. Nah sudah, perang, dihabisi saja. Kalau saya pemikirannya sesederhana itu.

Penegasan kembali, apakah kasus penangkapan di Anyer tahun lalu dan tahun ini masih dalam satu jaringan?
 
Ini baru kita telusuri terus. Pemetaannya kan nanti baru ketahuan. Jaringan mereka terus kita pelajari. Begitu ada case itu, langsung kita bedah. Nah, membedahnya itu nggak mudah. Ini beda dengan kasus kriminal biasa yang gampang terungkap. Kalau kasus narkoba itu sulit sekali, melihat dan memetakan lagi jaringannya yang mana, yang bicara soal ini siapa, bagaimana hubungannya dengan ini, maka terus begitu, itu cara kerjanya.


Pengirim dan pemesan sabu 1,3 ton dan 1,6 ton satu sindikat?
 
Belum tentu. Walaupun itu mungkin pesan barangnya sama, belum tentu juga satu jaringan. Tapi itu pesanannya sudah beda-beda. Ini kan kelihatan. Kemasannya saja beda.

Warga negara Taiwan yang ditangkap di beberapa kapal pengangkut narkoba itu sebagai kurir atau bagaimana?
 
Mereka bukan kurir. Mereka kan termasuk jaringan juga. Makanya mereka mengirim sudah berapa kali. Cuma, caranya putus-putus.

Dari rentetan penangkapan dua kasus besar pengiriman sabu ini, secara urutannya, informasi atau laporan yang mana dulu yang masuk sehingga tertangkap?
 
Saya tidak tahu masuk duluan yang mana informasinya, tapi yang jelas kita sama-sama. Informasi bukan hanya dua itu saja. Informasinya, ada banyak yang akan masuk. Ya, tapi kan kita lihat yang mana kita bisa telusuri, terus bagaimana kita menemukan itu awalnya. Jadi sebenarnya hampir bersamaan, ya. Karena pada saat itu kita dapat informasi terus, kita bagi tugas. Mana yang ditangani, ditelusuri BNN, mana yang oleh Direktorat 4 Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, terus kita sama-sama.

Masalah nanti siapa eksekutornya, ya terserah siapa saja boleh, ya, kan. Mau Bea-Cukai? Kita kasih, nggak ada masalah. Toh, yang penting, ini kan keberhasilan negara dalam mengatasi narkotika. Jadi nggak ada itu keberhasilan siapa-siapa. Jangan terus, oh itu BNN, itu kepolisian, itu Angkatan Laut, ada Satgasus, bukan itu! Tapi keberhasilan negara dalam menangani narkotika. Karena kita itu aparat-aparat negara. Siapa pun dia, baik kepolisian, Angkatan Laut, BNN, dan lain-lainnya. Keberhasilan dia adalah keberhasilan negara.

Penangkapan mana yang Anda nilai paling dramatis?
 
Semua penangkapan kita itu hampir semuanya dramatis. Ya, semua sebenarnya pengintaian kita. Kalau sudah mau penangkapan juga dramatis. Karena takut salah, takut ada perlawanan. Makanya anggota saya diberi senjata yang baik untuk perlengkapan. Sekarang baru datang lagi ini senjata. Scorpion Top, senjata serbu, sudah masuk 500 unit. Saya bilang, nanti kalau jaringan bandar melawan kita, seneng kita, karena senjata-senjata kita sudah bagus-bagus.

 
Dulu jaringan narkoba kecil, bahkan pengiriman lewat jalur tikus. Sekarang berton-ton. Apakah ada perubahan pola pengiriman?
 
Mereka selalu berubah-ubah, di mana kita tangani itu berubah, mereka juga mengikuti perkembangan kita. Kenapa saya sekarang nggak pernah pegang handphone, kan posisi saya selalu diikuti, begitu. Mereka kan lebih canggih daripada kita. Pembicaraan saya ini kan sudah diikuti oleh mereka. Itu kan teknologi, jaringan itu selalu mengikuti.

Dalam pemberantasan peredaran narkoba internasional ini, apakah BNN menempatkan orang atau anggota di negara-negara produsen narkoba?
 
Oh, kita belum bisa menempatkan orang karena biaya tidak ada. Kita kan anggarannya serbaterbatas. Yang jelas, kita sekarang bagaimana merangkul negara-negara lain, paling tidak mendapatkan informasi. Jaringan yang kita ungkap ini kan informasinya dari mana. Dari negara China dan Taiwan juga. Ya, itu kita dapat informasi dari mereka, sama juga dengan dari Australia. Itu salah satu bukti kita itu memang dibantu. Tapi, kalau kita menangkap di sana, tidak mungkin, kita menghentikan di sana nggak mungkin.

Jadi nggak ada tim khusus BNN di negara yang menjadi produsen narkoba?
 
Tim khusus tidak ada. Kalau kita inginnya ada ya, dan idealnya memang harus ada. Karena kita bisa mengikuti perkembangan langsung di sana, tapi itu nggak bisa. Memang beberapa negara sudah menawarkan kepada kita, “Ayo, Bapak taruh personel di kami, di negara kami.” Tapi kan memang kita nggak ada biayanya.

Tapi sudah diajukan?
 
Sudah, ke kementerian sudah, dan ke Presiden. Memang nggak ada duitnya. Selesai, kan. Tapi yang penting sekarang kita sudah punya Laboratorium Narkotik Nasional, pelatihan K-9, nanti ada museum untuk edukasi soal penyalahgunaan narkotika dan tempat rehabilitasi para pengguna narkoba yang bisa menampung 1.000 orang. Itu semua kita lakukan untuk kepentingan Indonesia, bukan saya, bukan BNN.

Para pelaku dan pengedar atau bandar narkoba sudah banyak yang dihukum, malah sudah divonis hukuman mati, tapi kenapa jaringan mafia masih nekat?
 
Banyak yang nggak dihukum mati, kok. Data terakhir saya itu ada 80 orang. Ada beberapa tuh yang belum dihukum mati. Biarkan saja, bukan tanggung jawab saya. Ya, jadi yang lain berani, yang masih nyoba-nyoba dan belum ketangkap, karena yang sudah ketangkap saja belum dihukum mati, kan



Rabu, 07 Maret 2018

SOLID GOLD BERJANGKA | Wall Street Menguat meski Potensi Perang Dagang Kembali Mencuat

https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 07 278 1868958 wall-street-menguat-meski-potensi-perang-dagang-kembali-mencuat-2Eg6Ex8zIv.jpg
SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Saham-saham di Wall Street mencatat kenaikan tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah berfluktuasi karena investor khawatir dengan prospek perang dagang menyusul sinyal beragam dari Washington mengenai apakah Presiden AS Donald Trump akan menindaklanjuti rencana pengenaan tarifnya.


Namun demikian, pasar saham AS didukung oleh berita bahwa Korea Utara terbuka terhadap kemungkinan perundingan dengan Amerika Serikat mengenai denuklirisasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir sedikit lebih tinggi 9,36 poin atau 0,04% menjadi 24.884,12 poin. Indeks S&P 500 meningkat tipis 7,18 poin atau 0,26% menjadi ditutup di 2.728,12 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 41,30 poin atau 0,56% menjadi berakhir di 7.372,01 poin.


Ekuitas AS diperdagangkan lebih rendah di awal sesi setelah laporan media pada Selasa 6 Maret 2018 menyatakan bahwa penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump, Gary Cohn, dapat meninggalkan pemerintahan jika tarif yang diajukan oleh presiden diterapkan.


Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium pekan lalu. Banyak yang khawatir bahwa tarif yang diusulkan akan meningkatkan prospek perang dagang dan merugikan ekonomi AS.

Trump mengulangi rencananya untuk menerapkan tarif impor pada baja dan aluminium dengan mengatakan bahwa “perang dagang tidak begitu buruk”, sekalipun anggota parlemen seperti Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell meningkatkan seruan untuk membatalkan proposal tersebut.


Sebelumnya para analis mengatakan beberapa investor mulai bertaruh bahwa Trump tidak akan menindaklanjuti proposal tersebut, yang mereka lihat sebagai taktik negosiasi dalam perundingan perdagangan. Tapi keuntungan pasar saham dibatasi oleh ketidakpastian sepanjang hari.

“Pasar tidak ingin mendengar ketidakpastian, pasar ingin mendengar satu atau lain cara,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina.

 
“Jika ketakutan terburuk kami dikonfirmasi, pasar akan memiliki kerugian lebih besar dari yang kami lihat minggu lalu. Demikian juga jika kita tidak akan memiliki perang perdagangan, pasar akan naik lebih tinggi,” kata ahli strategi investasi di Schroders Investment Management Jonathan Mackay di New York,
Kekhawatiran pasar sedikit berkurang pada Senin 5 Maret 2018 setelah Trump men-tweet bahwa rencana tarif bisa hilang jika kesepakatan NAFTA baru & adil ditandatangani

Selasa, 06 Maret 2018

SOLID BERJANGKA | Ekstremisme Sejarah dalam Dua Monumen Soeharto

Ekstremisme Sejarah dalam Dua Monumen Soeharto
SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Maret telah tiba. Ini “bulan suci Soeharto”. Pada Maret ini ada dua di antara sekian pasak legitimasi historis kekuasaan panjang Soeharto, yakni tanggal 1 dan tanggal 11. Maka, demi merayakan Maret yang indah, Senin kemarin saya meluncur ke kampung Kemusuk.

Saya tiba setelah 30 menit perjalanan. Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, begitu bunyi tulisan di papan penanda. Patung besar sosok Soeharto berseragam dinas tentara menyambut saya dengan anggunnya. Ia menjadi pengganti gupala yang menjaga satu kompleks megah berasitektur Jawa dengan dominasi warna putih-biru. Di sebelah kiri berdiri musala mewah berkubah sewarna emas, berdekatan dengan dinding besar yang menampilkan relief sosok Sang Hero berkopiah dan berkain sarung, lengkap dengan slogan-slogan Jawa tentang kesederhanaan, kesalehan, dan kebijaksanaan.

Di pendopo, saya menjumpai sepasukan bapak-ibu lanjut usia dari Srumbung, Magelang yang duduk lesehan dengan khusyuknya. Usai menyimak video di layar televisi, mereka manggut-manggut takzim ketika seorang pemandu menyampaikan puja-puji kepada Soeharto.

 
Segala ketakziman itu kian paripurna ketika kami masuk bersama ke gedung diorama. Ini museum yang kelengkapan fasilitasnya jauh lebih baik daripada museum-museum di Indonesia pada umumnya. Bikinan Probosutedjo, gitu loh! Meski artefak-artefak sejarah tidak tampak terpajang, segala tampilan audio visual yang dilengkapi narasi-narasi panjang membuat pengunjung benar-benar mendapatkan sesuatu.

Tentu, “sesuatu” tersebut sesuai dengan misi museum itu: glorifikasi atas sosok Soeharto. Maka bab-bab sejarah yang tampil di sana adalah ruas-ruas perjalanan yang dulu kala selalu dikibarkan oleh rezim Orde Baru. Mulai Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949, peran Soeharto dalam Operasi Trikora 1962, Peristiwa G30S 1965 yang dilengkapi gambaran tentang betapa kejamnya PKI (tentu bagian ini sangat menonjol), Supersemar 1966, pelantikan sebagai Presiden ke-2 RI, lalu dipungkasi dengan capaian-capaian pemerintahan Soeharto seperti penghargaan dari FAO atas swasembada pangan, keberhasilan program KB, dan sebagainya.

Dahsyat sekali. Setiap jengkal gambaran atas sosok Sang Jenderal Besar di area seluas hampir 4000 meter persegi itu adalah gambaran kesempurnaan. Seorang patriot, pembela kebenaran, penegak ideologi bangsa, lelaki yang sederhana, seorang ayah sejati bagi segenap rakyat Indonesia.
Kepadamu, bapak kami Soeharto… terima kasih dari rakyat semua…” Saat saya berada di dalam gedung diorama, sayup-sayup Titiek Puspa berdendang dari pelantang suara di pendopo.

***

Usai merayakan kejayaan seorang pahlawan tanpa cela, saya meluncur ke arah selatan, lagi-lagi 30 menit perjalanan. Kampung Bibis, Kelurahan Bangunjiwo, Bantul. Tak banyak orang yang tahu tempat ini. Saya sih tahu, karena waktu SD kadangkala suka bersepeda ke sana, dan yang pasti karena semua anak di zaman saya menonton film Janur Kuning karya Alam Surawidjaja.

 
Bibis adalah sebuah dusun yang menjadi markas gerilyawan Republik. Tempat ini terpencil, tersembunyi, namun strategis dan konon selalu gagal diendus oleh hidung tentara Belanda. Lebih dari seabad sebelumnya, di balik bukit belakang Bibis juga bermarkas salah satu musuh besar Belanda yang paling ditakuti di sepanjang sejarah kolonial: Pangeran Diponegoro.

Pada awal tahun 1949, segala persiapan Serangan Umum terpusat di Bibis. Tempat itu merupakan markas Brigade X Daerah Wehrkreis III di bawah pimpinan Letkol Soeharto. Boleh dibilang, Bibis adalah jantung yang memompa darah ke segenap sistem pembuluh darah perlawanan rakyat ketika tentara dan segenap gerilyawan di semua sektor perlawanan tumplek bleg untuk menghantam kekuatan Belanda di Yogyakarta.
Dengan posisi Bibis sepenting itu, saya terpukau menyaksikan kondisinya saat ini. Monumen Bibis, saya ingat di masa kecil saya, cukup asri. Bangunan pendopo utama terawat baik, dengan diorama yang menggambarkan aktivitas para gerilyawan pada Serangan Umum. Di sebelahnya ada beberapa relief pertempuran, juga ruang untuk memajang benda-benda peninggalan.

Sekarang, yang ada tinggal bangunan sunyi yang kotor berdebu, dan sangat cocok untuk lokasi reality show uji nyali ataupun berburu hantu. Kotak kaca berisi diorama di pendopo sudah diselubungi kain karena tak lagi layak tonton, bangunan samping retak-retak, beberapa barang peninggalan Letkol Soeharto semisal helm baja teronggok di meja begitu saja, seolah tak tersentuh tangan manusia selama dua dasawarsa.


“Sejak Pak Harto turun, dana perawatan berhenti total, Mas. Paling dari Pemda kami dapat dana kalau ada saluran listrik yang rusak. Itu pun prosesnya ribet sekali. Padahal kalau dulu ya dana perawatan selalu tersedia,” kata Pak Santo, yang muncul saat saya sedang celingukan di gedung samping pendopo.

Santo adalah anak Harjo Wiyadi, kepala dusun atau Dukuh Bibis pada masa Letkol Soeharto dan sekitar 500 anak buahnya bermarkas di situ. Tanah dan bangunan markas pejuang tersebut mulanya memang milik keluarga Harjo Wiyadi, namun kemudian diwakafkan sebagai monumen.

Selain tentang terlantarnya Monumen Bibis, dari Pak Santo juga saya mendengar bahwa tempat itu sempat akan diserang dan dibakar oleh sekawanan orang, entah siapa, pada Mei 1998. Untunglah warga setempat segera membuat barikade di jalan, untuk menghadang kawanan itu.
Tak cuma tentang rencana penyerangan. “Sejak itu, banyak barang peninggalan Pak Harto lenyap, Mas. Konon dibakar dan dimusnahkan entah oleh siapa. Termasuk beberapa koleksi di Monumen Yogya Kembali,” sambungnya dengan wajah perih.
***
Bagaimana semestinya kita memandang sejarah? Apakah sejarah harus menjalankan fungsi pragmatis, sebagaimana dijalankan Muhammad Yamin di masa lalu? Yamin meracik sejarah demi nasionalisme. Maka proyek sejarah Indonesia versi Yamin adalah alat untuk satu tujuan tertentu.

 
Ketika air bah kritik sejarah mulai membanjir, kita berani menggoyang Muhammad Yamin. Kita berani meragukan Nugroho Notosusanto. Kita berani menyampaikan versi lain dari Perang Padri, dengan menunjukkan bahwa perang tersebut semata serangan brutal kelompok Islam modernis kepada lokalitas. Kita berani memunculkan sudut pandang baru bahwa kejayaan Sultan Hasanuddin adalah kabar mengerikan bagi rakyat Bone. Dan lebih kencang lagi, kita berani mengangkat tinggi-tinggi fakta bahwa PKI bukan pelaku tunggal dalam Tragedi 1965.

Kita tiba pada sebuah masa tatkala sejarah tak dapat sepenuhnya lagi ditempatkan sebagai instrumen untuk mencapai tendensi-tendensi. Fakta-fakta keras yang terbentang di halaman-halaman sejarah kini kita sajikan sebagai murni fakta, yang lambat laun melepaskan historiografi dari mitos dan sakralisasi. Kita pelan-pelan bergerak meninggalkan Yamin, menjauh dari Nugroho, dan melepaskan diri dari sikap-sikap ekstrem dalam memandang sejarah.

Malangnya, kepada Soeharto kita tak kunjung bisa menjalankan laku yang sama. Kenapa? Kedua monumen yang saya kunjungi itu nongol di depan mata saya sebagai kutub-kutub ekstrem dari cara memandang sejarah yang penuh tendensi. Kemusuk adalah pemujaan berlebihan, Bibis dalam nasibnya sekarang adalah pencampakan habis-habisan.

Soal Kemusuk, tiada guna kita berdebat. Toh yang membangun memang adik Soeharto. Itu proyek keluarga. Tak mungkin mereka mengungkit kegagalan pemerataan kesejahteraan atas nama pertumbuhan pembangunan, apalagi tentang darah yang tertumpah dan berceceran selama kekuasaan Orba.

 
Namun soal Bibis, ini mengganggu pikiran saya. Begini. Soeharto memang mencapai puncak kariernya sebagai seorang diktator. Tapi Soeharto yang diktator adalah Soeharto pada masa ketika ia memang menjalankan peran sebagai diktator, bukan? Apakah dengan realitas despotisme Soeharto sejak dia memegang kuasa, otomatis segala hal pada jejak sepatunya adalah kelaliman?

Kisah Bibis dan SU 1 Maret terjadi jauh sebelum Soeharto tumbuh menjadi despot, bahkan jauh sebelum dia mulai memegang tongkat kuasa. Lantas landasan nalar apa yang dipakai ketika kebencian kepada despotisme Soeharto dilampiaskan juga ke SU 1 Maret, fase sejarah ketika ia sungguh punya peran tak terbantahkan?

Kita selalu khawatir dengan ekstremisme dalam perilaku beragama. Namun entah kenapa, ekstremisme dalam memandang sejarah tidak cukup melahirkan kegelisahan di benak kita. Apakah Anda yakin bahwa sikap hitam-putih dalam menyikapi sejarah tidak akan meluas kepada jenis-jenis sikap ekstrem yang lain?
“Ah, mentang-mentang setahun lagi Pemilu. Partai-partai Cendana sudah bermunculan, pula. Pantesan orang ini mulai caper bela-bela Soeharto. Cari proyek baru ya, Bal?”

Hahaha. Tuh, kan! Cara pandang “mutlak-mutlakan” begitu langsung tampak di dinding Facebook saya saat pertama kali saya unggah tulisan tentang Bibis. Begitulah produk lingkungan berwacana kita yang serba ekstrem. Memberikan respek objektif atas satu fase historis ketika Soeharto belum jadi diktator dianggap sama dengan membela Soeharto. Ini sih cuma deja vu saja. Sebab mengkritik perilaku umat Islam dianggap sebangun dengan anti-Islam, dan menolak isu kebangkitan PKI dibilang mendukung PKI

Senin, 05 Maret 2018

SOLID GOLD | Hari-hari Terakhir Harimau Sumatera Sebelum Digantung Warga


Hari-hari Terakhir Harimau Sumatera Sebelum Digantung Warga
SOLID GOLD MAKASSAR - Seekor harimau Sumatera ditembak dan digantung warga di Mandailing Natal, Sumut pada Minggu (4/3) kemarin. Sebelum nyawanya berakhir tragis, harimau itu sudah beberapa hari berkeliling kampung.

Harimau itu masuk perkampungan dan mengancam warga kampung Hutapangan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Masyarakat yang tinggal di perkampungan untuk tetap waspada ancaman harimau.

BACA JUGA : Legalitas PT Solidgold Berjangka

"Sepekan lalu seekor harimau keluar dari dalam hutan dan terlihat oleh warga di perbatasan hutan dan perkampungan warga Desa Hutapangan," kata Camat Batang Natal, Lion Muslim Nasution.
Keberadaan harimau ini juga dikuatkan dengan adanya jejak kaki harimau yang berjarak 300 meter dari sekolah yang ada di desa tersebut.

"Ada ditemukan jejak harimau sekitar 300 meter dari salah satu gedung sekolah di perkampungan terdekat dengan kawasan hutan," tambah Lion.

BACA JUGA : Visi Dan Misi Solidgold Berjangka


Namun Lion membantah sekolah diliburkan karena ada harimau berkeliaran di kampung.

"Tidak benar siswa sekolah tersebut diliburkan karena ada harimau tersebut," jelas Lion.

Sementara itu, Kepala Bidang BBKSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza mengatakan memang pihaknya beberapa kali menemukan jejak harimau dekat perkampungan. Mereka pun sudah berupaya keras untuk menghalau hewan karnivora itu masuk ke pemukiman.



"Warga desa yang mulai ketakutan minta agar harimau itu ditembak mati saja. Namun petugas tidak mengizinkan dan berusaha menangkap harimau tersebut dengan cara d tembak dengan bius atau perangkap," jelas Gunawan

Setelah kemunculan harimau itu, Badan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Sumatera Utara menurunkan personil untuk menghalau harimau.

"Mereka berupaya menghalau harimau itu masuk ke perkampungan," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi.

BACA JUGA :  Fasilitas Layanan Solidberjangka

Langkah awal yang diambil petugas di lapangan dengan menimbulkan bunyi-bunyian keras agar harimau kembali ke dalam hutan. Personil juga telah mengedukasi masyarakat untuk tidak menembak mati harimau itu.

"Kami imbau masyarakat tidak pergi ke dalam hutan sendirian. Kalau memang sudah masuk ke pemukiman, harus pasang kandang perangkap," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang BBKSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza mengatakan memang pihaknya beberapa kali menemukan jejak harimau dekat perkampungan. Mereka pun sudah berupaya keras untuk menghalau hewan karnivora itu masuk ke pemukiman.

"Warga desa yang mulai ketakutan minta agar harimau itu ditembak mati saja. Namun petugas tidak mengizinkan dan berusaha menangkap harimau tersebut dengan cara ditembak dengan bius atau perangkap," ucap Gunawan.

BACA JUGA : Alasan Anda memilih Kami Solidgold

Sepekan berkeliling di kampung, akhirnya harimau Sumatera itu ditemukan warga. Setelah didesak warga, polisi akhirnya menembak harimau itu hingga tewas.

"Namun, karena keresahan dan ketakutan, akhirnya polisi setempat menembak mati. Arahan dari Kepala Balai Besar KSDA, setelah diotopsi jasad harimau akan dimusnahkan dengan dibakar dengan dibuat berita acara selanjutnya akan dibawa ke Polres Madina," demikian siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Jumat, 02 Maret 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Sosok Yus Anggota Muslim Cyber Army yang Ditangkap Polisi


Sosok Yus Anggota Muslim Cyber Army yang Ditangkap Polisi
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Dit Cyber Crime Bareskrim Polri dan Dit Kamsus BIK menangkap Yuspiadin alias Yus (24) di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26/2). Yus salah satu anggota Muslim Cyber Army (MCA).


Pemuda warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu ditangkap berkaitan kasus penyebaran hoax dan hate speech. Bagaimana sosok Yus selama ini?

Suherman (61) dan Ami Suryati (52) tidak pernah menyangka jika anaknya, Yus, berurusan dengan hukum. “Saya tidak tahu apa-apa. Saya bilang, anak saya biasa-biasa saja, tidak pernah buat keonaran,” kata Suherman, ayah Yus

 
Selagi berbincang, Suherman sempat menunjukkan foto keluarga besarnya yang berpose di Pantai Pangandaran. Di foto tersebut Yus mengenakan baju abu dan lengan pendek biru dongker berdiri sejajar dengan keluarganya.

Suherman sama sekali tidak mengetahui kiprah Yus gabung anggota MCA. Polisi menyebut MCA ialah kelompok terstruktur yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.
 
“Jika dia sekarang di jalan yang salah, semoga diampuni. Segera kembali ke jalan semula (benar) dan jangan sampai terulang kembali. Harapan saya itu dan yakin itu anak masih mentah, masih polos,” tuturnya.

 
Menurut Suherman, Yus sejak keluar dari pesantren ikut bekerja bersama sang kakak, Nia Widia, di Bandung. “Suami kakaknya membuka bengkel. Dia (Yus) membantu kakaknya, tambal ban. Enggak pernah kemana-mana,” kata Suherman.

Yus anak kedua dari empat bersaudara. Dia terakhir kali ke Sumedang saat awal tahun baru 2018.
“Tahun baru, kemarin disini ada seminggu. Itu juga sakit, sama adiknya kesini,” ucap Suherman.
Ia tidak mengetahui kronologi penangkapan anak lelaki satu-satunya itu di Bandung. Malah Suherman mendapat informasi penangkapan Yus dari saudaranya di Sumedang.


“Saya tidak tahu apa-apa (Yus menjadi anggota MCA). Kakanya juga tidak ngasih tau. Cuma di sini sudah banyak yang menanyakan ke saya (terkait penangkapan),” ucapnya.

Suherman yang penasaran mencoba menelepon Yus. “Saya kontak (telepon Yus) dua-duanya enggak ada yang nyambung. Saya ngontak kakaknya, pertama tidak ngasih tahu, akhirnya ngasih tahu. Mungkin maksudnya tidak cepat ngabarin takut orangtua bagaimana-bagaimana,” ujar Suherman.

Ketua RW 05 Didi (50) membenarkan warganya bernama Yuspiadin alias Yus ditangkap polisi. Didi tak menyangka Yus terlibat kasus penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.


“Anaknya biasa, baik. Tidak memperlihatkan hal tersebut (terlibat dalam jaringan MCA),” kata Didi.
Menurut dia, Yus sempat melanjutkan pendidikan di pesantren selama tiga tahun masih di wilayah Jatinunggal. “Karena faktor ekonomi, Yus ikut bekerja bersama kakaknya di Bandung,” ujar Didi.
Yus dikenal pendiam dan tidak banyak bersosialisasi. Didi mendapat informasi Yus ditangkap polisi setelah mendapat pemberitahuan dari aparat Polsek Jatinunggal.

“Saya tidak menyangka, jangankan saya keluarga, termasuk ibu dan bapaknya juga tidak menyangka,” kata Didi.

Yuspiadin dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE

Kamis, 01 Maret 2018

PT SOLID BERJANGKA | Kisah Kirkpatrick Macmillan, Penemu Penggerak Roda Sepeda

https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 28 56 1866209 kisah-kirkpatrick-macmillan-penemu-penggerak-roda-sepeda-2WhTQfLX93.jpg
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Kirkpatrick Macmillan dikenal sebagai seorang pandai besi yang dikatakan banyak orang telah menemukan penggerak roda belakang. Temuan ini diklaim pada akhir 1860-an dan awal 1870-an, sayangnya penemuan ini sempat diperdebatkan oleh banyak sejarawan yang telah menyajikan banyak bukti dan ketidakakuratkan tentang kesaksian orang-orang yang mempromosikan Macmillan. 

 
Dilansir dari Undiscoveredscotland, Kirkpatrick lahir di Keir Mill dekat Thornhill, Dumfries pada 2 September 1812. Ayahnya adalah seorang pandai besi sehingga pada usia 12 tahun Kirkpatrick menjadi murid ayahnya.

Kirkpatrick menciptakan penggerak roda belakang ini karena pada akhir tahun 1820 saat melihat seseorang mengendarai sepeda roda tiga. Pengendara tersebut mendorong sepedanya menggunakan kaki, sehingga Kirkpatrick memutuskan untuk membuat penggerak roda belakang tersebut. 

 
Setelah melakukan pembuatan penggerak roda belakang tersebut di tahun 1893, ia menyelesaikannya di sebuah sepeda. Saat itu terbuat dari kayu, memiliki roda kayu berbingkai besi, roda depan yang steerable, dan roda belakang yang dihubungkan oleh serangkaian balok ke pedal. Nantinya pengendara mendorong secara bergantian ke depan dalam gerakan saling bertukar secara horizontal.

 
Tak lama setelah penemuannya tersebut, terlihat Kirkpatrick mengendarai sepeda mencapai 15 mil dari rumahnya ke Dumfries. Selanjutnya pada Juni 1842, Kirkpatrick menempuh jarak 70 mil ke Glasgow, meskipun ada orang yang tidak mempercayai hal tersebut. 

Kirkpatrick telah menghabiskan seluruh hidupnya di tempat ia berasal dan bekerja sebagai pandai besi serta tukang gerobak. Penelitian mengenai karyanya tentang sepeda roda tiga ini dipandu oleh sepupunya, James Johnston, yang diklaim bahwa Kirkpatrick bertanggung jawab terhadap menciptakan sepeda pedal pertama sejak tahun 1839. 


Setelah penemuannya tersebut, Kirkpatrick tidak mematenkan penemuannya. Sehingga pada tahun 1846 Gavin Dalzell dari Lesmahagow menghasilkan sebuah mesin dan menyebabkan kepercayaan bahwa ia telah menemukan sepeda bertenaga. 


Tahun 1854 Kirkpatrick menikahi Elsie Goldie dan memiliki enam anak dan ia meninggal tahun 1878. Dua buah sepeda miliknya dipajang di Musium Dumfries, sedangkan Scottish Cyle Museum memiliki replika lainnya.