Kamis, 31 Agustus 2023

Harga Emas Dunia Capai Level Tertinggi dalam Sebulan

 

Harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan pada akhir perdagangan Rabu (30/8/2023) waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Penguatan emas didorong serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang melemah. Kondisi ini memperkuat spekulasi pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mungkin harus menghentikan sementara kenaikan suku bunganya.

Mengutip CNBC, harga emas dunia di pasar spot naik 0,5 persen ke 1.945,81 dollar AS per ons, tepat di bawah level tertinggi yang dicapai sejak 2 Agustus 2023. Begitu pula dengan harga emas berjangka Comex New York Exchange yang naik 0,5 persen ke 1.974 dollar AS per ons.

Laporan perusahaan penggajian ADP pada Rabu kemarin, menunjukkan bahwa lapangan kerja sektor swasta mengalami perlambatan. Pertumbuhan lapangan kerja swasta mencapai 177.000 pada Agustus, jauh di bawah angka pada Juli yang sebesar 371.000 pekerjaan.

Di sisi lain, Biro Analisis Ekonomi AS merilis estimasi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) AS pada pada kuartal II-2023 sebesar 2,1 persen secara tahunan, sedikit melambat dibandingkan estimasi awal yang sebesar 2,4 persen.

"Emas diperdagangkan pada level tertingginya pada bulan ini karena laporan ADP dan revisi PDB yang lebih lemah dari perkiraan, melanjutkan tren indikator ekonomi yang lebih lemah yang kemungkinan akan membuat The Fed menahan diri pada kebijakan suku bunga di bulan September,” kata Tai Wong, seorang pegadang logam independen yang berbasis di New York.

Penguatan logam mulia juga dipengaruhi pergerakan dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau U.S Treasury yang kian melemah usai rilisnya data lapangan kerja dan estimasi data PDB AS.

Indeks dollar AS turun 0,54 persen ke level 102,97 pada perdagangan Rabu kemarin, merosot ke level terendah dalam dua minggu. Pelemahan ini membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mendorong minat investor pada emas.

Sementara imbal hasil U.S Treasury tenor 10 tahun turun ke level terendah sejak 11 Agustus 2023. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil jadi cukup menarik bagi investor.

Kini investor tengah menanti laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS dan laporan nonfarm payrolls (NFP) yang rilis pada pekan ini. Data ekonomi terbaru AS ini akan menambah gambaran terkait kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.

Rabu, 30 Agustus 2023

Emas melonjak, data ekonomi AS tekan dolar dan imbal hasil obligasi

 

Harga emas naik tajam mencapai level tertinggi dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut, karena data ekonomi AS yang lebih buruk dari perkiraan menekan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak 18,30 dolar AS atau 0,94 persen menjadi ditutup pada 1.965,10 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di 1.966,50 dolar AS dan terendah di 1.941,70 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 6,90 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.946,80 dolar AS pada Senin (28/8/2023), setelah jatuh 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.939,90 dolar AS pada Jumat (25/8/2023), dan merosot 1,00 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.947,10 dolar AS pada Kamis (24/8/2023).

"Harga mendapat dorongan dari pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS didukung data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) AS," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Conference Board, sebuah kelompok riset bisnis, melaporkan pada Selasa (29/8/2023) bahwa indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 106,1 pada Agustus dari revisi 114 pada Juli. Para analis memperkirakan angka 116.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lowongan pekerjaan di AS turun menjadi 8,8 juta pada Juli, paling sedikit sejak Maret 2021 dan turun dari 9,2 juta pada Juni.

Indeks dolar AS dan imbal hasil Treasury turun menyusul data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun sebesar 4,122 persen pada Selasa (29/8/2023). Harga obligasi telah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pada minggu lalu, menurut data FactSet, ketika diperdagangkan hanya sebesar 4,37 persen.

Sementara itu, dolar AS bergerak di bawah level tertinggi sejak Maret. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya diperdagangkan pada 103,516 pada perdagangan Selasa (29/8/2023).

Investor juga menunggu laporan produk domestik bruto (PDB) yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat, indeks pengeluaran konsumsi pribadi Juli pada Kamis (31/8/2023) dan laporan ketenagakerjaan AS Agustus pada Jumat (1/0/2023).

Data ekonomi AS adalah "fokus" karena angka-angka tersebut akan menggerakkan indeks dolar, dan kekuatan apa pun dalam indeks dolar kemungkinan akan mendorong harga emas lebih rendah, dan sebaliknya, kata Naeem Aslam, kepala investasi di Zaye Capital Markets seperti dikutip Market Watch.

Namun, bagi para pedagang, yang paling penting adalah kebijakan moneter Federal Reserve, kata Aslam dalam komentar email-nya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September menguat 53,60 sen atau 2,21 persen, menjadi ditutup pada 24,788 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 13,90 dolar AS atau 1,43 persen, menjadi menetap pada 986,10 dolar AS per ounce.

Selasa, 29 Agustus 2023

Mengupas Efek Potensial Mercury Retrograde dalam Dunia Trading

 


Mercury retrograde adalah fenomena astrologi yang telah menarik perhatian banyak orang, termasuk para pelaku di dunia trading. Meskipun dunia ilmu pengetahuan dan astronomi tidak sepenuhnya mendukung klaim astrologi, banyak orang masih percaya bahwa pergerakan planet Mercury dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pasar finansial. Dalam artikel ini, kita akan mengupas apa itu Mercury retrograde dan bagaimana beberapa trader merespons fenomena ini.

Apa Itu Mercury Retrograde?

Secara astronomi, Mercury retrograde terjadi ketika planet Merkurius terlihat bergerak mundur dalam lintasan orbitnya, walaupun sebenarnya ini hanya merupakan ilusi optik. Namun, dalam pandangan astrologi, Mercury retrograde dianggap sebagai waktu di mana energi komunikasi, teknologi, dan perjalanan menjadi tidak seimbang atau sulit.

Pengaruh Potensial pada Trading

Beberapa orang percaya bahwa Mercury retrograde dapat memiliki pengaruh pada pasar finansial dan trading. Klaim ini didasarkan pada gagasan bahwa pergerakan yang tidak seimbang dari planet ini dapat menciptakan ketidakpastian dan kesalahan dalam komunikasi dan transaksi. Beberapa potensi pengaruh Mercury retrograde dalam trading meliputi:

  1. Komunikasi Tidak Lancar: Salah satu aspek penting dalam trading adalah komunikasi yang efektif, baik itu dengan rekan trader atau sumber berita keuangan. Selama periode Mercury retrograde, beberapa orang percaya bahwa komunikasi dapat terganggu, menyebabkan kesalahpahaman dan informasi yang salah ditafsirkan.
  1. Ketidakstabilan Pasar: Beberapa trader merasa bahwa periode Mercury retrograde dapat menyebabkan ketidakstabilan di pasar finansial. Perubahan arah pergerakan planet ini dianggap menciptakan atmosfer yang tidak menentu, yang berpotensi mempengaruhi keputusan trading.
  1. Kesalahan Teknologi: Pergerakan mundur yang terlihat dari planet Mercury dianggap bisa berdampak pada teknologi. Beberapa orang percaya bahwa ada peningkatan risiko kerusakan peralatan atau kesalahan sistem selama periode ini, yang bisa berdampak pada pelaksanaan transaksi trading.

Respon Trader Terhadap Mercury Retrograde

Pandangan mengenai pengaruh Mercury retrograde dalam trading sangat bervariasi. Beberapa trader menganggapnya sebagai faktor penting dan memilih untuk menghindari membuat keputusan besar selama periode ini. Mereka mungkin memilih untuk memantau pasar dengan lebih hati-hati dan menghindari risiko besar.

Namun, ada juga banyak trader yang lebih memilih untuk tidak mengaitkan trading mereka dengan pergerakan planet atau astrologi. Mereka cenderung lebih fokus pada analisis teknis, fundamental, dan data pasar yang lebih berdasarkan fakta konkrit.

Kesimpulan

Meskipun banyak orang masih percaya pada pengaruh Mercury retrograde dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk trading, penting untuk diingat bahwa klaim ini tidak didukung oleh ilmu pengetahuan dan penelitian yang kuat. Pasar finansial sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk berita ekonomi, perkembangan politik, dan faktor-faktor lainnya.

Jika Anda seorang trader, keputusan trading yang baik sebaiknya didasarkan pada analisis yang faktual dan disiplin. Apapun pandangan Anda tentang Mercury retrograde, yang terpenting adalah memiliki strategi yang teruji dan rencana manajemen risiko yang solid dalam melakukan aktivitas trading.




Senin, 28 Agustus 2023

XAU/USD Mengambang di Sekitar $1.920 setelah Pernyataan yang Beragam di Jackson Hole

 















Harga emas diperdagangkan mendekati $1.915 per troy ons selama sesi Asia pada hari Senin, melanjutkan kenaikan minggu sebelumnya. Penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah berkontribusi pada pemulihan harga logam mulia ini. Selain itu, data ekonomi AS yang moderat yang dirilis selama minggu sebelumnya bersama dengan pernyataan yang beragam dari para pejabat bank sentral utama di Simposium Jackson Hole, mendukung harga Emas.

Seperti yang telah dikatakan, Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan Juli membukukan penurunan sebesar 5,2% dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 4%, berayun dari angka 4,4% di bulan Juni. Namun, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan yang baik, meningkatkan kekhawatiran atas skenario inflasi AS. Untuk minggu yang berakhir pada 18 Agustus, indeks turun menjadi 230 Ribu dari angka sebelumnya 240 Ribu, yang diprakirakan akan tetap konsisten.

Para pelaku pasar diprakirakan akan mengambil sikap hati-hati terhadap kekhawatiran atas ekonomi Tiongkok. Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Minggu, Total Keuntungan Industri Tiongkok (YoY) melaporkan penurunan sebesar 15,5% selama tujuh bulan pertama tahun 2023. Perhatian para pedagang Emas tertuju pada kunjungan empat hari Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo ke Beijing yang dimulai pada hari Minggu. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan hubungan bisnis antara kedua negara. Perlu dicatat bahwa hubungan antara dua negara adidaya global ini saat ini berada pada titik yang sangat rendah. Para investor juga kemungkinan akan memantau IMP jasa dan manufaktur Tiongkok di akhir minggu ini untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi negara tersebut.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan lebih rendah di sekitar 104,10 meskipun ada pernyataan hawkish dari Federal Reserve (The Fed) AS pada minggu lalu, yang mendorong sentimen pasar yang berhati-hati karena investor mencari isyarat tambahan mengenai prospek kebijakan moneter.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan kembali dukungannya untuk mempertahankan suku bunga "lebih tinggi lebih lama". Dia mengakui bahwa pendekatan kebijakan ini memiliki efek yang membatasi, namun menekankan bahwa The Fed tidak dapat secara pasti menentukan tingkat suku bunga netral yang tepat. Powell juga menunjukkan bahwa masih banyak kemajuan yang diperlukan untuk mencapai stabilitas harga. Mengingat ketidakpastian ekonomi, ia menyoroti perlunya pengambilan keputusan yang mudah beradaptasi dan gesit dalam kebijakan moneter.

XAU/USD: LEVEL-LEVEL PENTING LAINNYA

IKHTISAR
Harga terakhir hari ini1915.62
Perubahan harian hari ini0.28
Perubahan harian hari ini % (%)0.01
Pembukaan harian hari ini1915.34
 
TREN
SMA20 harian1917.15
SMA50 harian1930.74
SMA100 harian1958.04
SMA200 harian1910.15
 
 
LEVEL
Tertinggi Harian Sebelumnya1922.47
Terendah Harian Sebelumnya1903.84
Tertinggi Mingguan Sebelumnya1923.43
Terendah Mingguan Sebelumnya1884.85
Tertinggi Bulanan Sebelumnya1987.54
Terendah Bulanan Sebelumnya1902.77
Fibonacci Harian 38,2%1910.96
Fibonacci Harian 61,8%1915.35
Titik Pivot Harian S11905.3
Titik Pivot Harian S21895.25
Titik Pivot Harian S31886.67
Titik Pivot Harian R11923.93
Titik Pivot Harian R21932.51
Titik Pivot Harian R31942.56

Jumat, 25 Agustus 2023

Emas Masih Turun di Tengah Potensi Hawkish Fed, tapi Bertahan di Level $1.900

 

Harga emas turun pada Jumat (25/08). Traders mayoritas beralih ke dolar sebelum sinyal lanjutan mengenai kebijakan moneter AS dari Jackson Hole Symposium, meskipun tanda-tanda melemahnya pertumbuhan masih menjaga emas di atas level kunci.

Emas juga akan raih minggu positif pertama dalam lima minggu terakhir, lantaran pulih dari titik terendah lima bulan yang dicapai pada awal Agustus. Meskipun alami penurunan hari Jumat ini, harga emas spot juga mempertahankan level $1.900/oz yang diawasi ketat.

Namun, prospek logam mulia ini masih tetap diganggu oleh prospek kenaikan suku bunga AS. Dolar berada di level tertinggi lebih dari dua bulan pada hari Jumat, sementara Treasury yields naik kembali ke level tertinggi multi-dekade.

Dua pejabat Federal Reserve juga mengatakan bahwa mereka mendukung lonjakan yields obligasi terbaru ini, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bisa membantu mendinginkan ekonomi AS dan inflasi tinggi.

Emas Spot turun 0,1% menjadi $1.914,08/oz, dan emas berjangka Desember turun 0,3% ke $1.941,95/oz pukul 11.30 WIB.

Jackson Hole, pidato Powell menjadi fokus

Pasar saat ini berfokus pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole yang akan disampaikan hari ini.

Investor sebagian besar khawatir atas sinyal yang berpotensi hawkish dari ketua The Fed, mengingat bahwa inflasi AS tetap tinggi, sementara data terbaru juga menunjukkan berlanjutnya kekuatan di pasar tenaga kerja.

Saat data lain juga menunjukkan perlambatan aktivitas bisnis di AS, pasar masih mengharapkan ketua Fed untuk menempatkan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama - sebuah skenario yang menjadi isyarat buruk bagi emas.

Kenaikan suku bunga telah mendorong biaya peluang untuk memiliki emas selama setahun terakhir, sehingga penguatan logam mulia ini menjadi terbatas.

Namun emas mendapat dorongan minggu ini. Data aktivitas bisnis yang lemah mendorong spekulasi bahwa the Fed memiliki ruang gerak yang terbatas untuk terus menaikkan suku bunga.

Tembaga turun oleh kekhawatiran pertumbuhan, PMI China menjadi fokus

Di antara logam-logam industri, harga tembaga turun pada hari Jumat dan juga memangkas mayoritas peningkatan baru-baru ini saat lemahnya data aktivitas bisnis menimbulkan kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Tembag turun 0,3% menjadi $3,7592 per pon, dan diperkirakan akan naik 1,4% minggu ini. Namun tembaga diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi yang dicapai awal minggu ini.

Setelah purchasing managers’ index yang lemah dari AS, zona euro dan Jepang minggu ini, fokus sebagian besar tertuju pada data serupa dari China, yang akan terbit minggu depan.

Pasar akan mengamati untuk melihat apakah kondisi ekonomi di negara importir tembaga terbesar di dunia ini membaik selama bulan Agustus, tatkala berjuang dengan aktivitas manufaktur yang lemah dan krisis real estat yang membayangi.

Kamis, 24 Agustus 2023

XAU/USD Berada di Dekat Tertinggi Dua Minggu, di Sekitar $1.920 Jelang Jackson Hole

Harga emas diperdagangkan dengan bias positif untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis dan saat ini berada tepat di bawah area $1.920, atau level tertinggi hampir dua minggu yang disentuh pada hari sebelumnya. Namun, XAU/USD tidak memiliki keyakinan bullish, sehingga perlu berhati-hati sebelum menempatkan posisi untuk kelanjutan pemantulan baru-baru ini dari zona $1.885, atau level terendah sejak 13 Maret yang disentuh pada awal pekan ini.

Dengan latar belakang memburuknya kondisi ekonomi di Tiongkok , sejumlah survei manufaktur yang dirilis pada hari Rabu memberikan gambaran suram terkait kesehatan ekonomi di seluruh dunia. Selain itu, data makro yang suram dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini mendekati titik stagnasi di bulan Agustus. Faktanya, indeks IMP Gabungan AS versi S&P Global mencatatkan penurunan terbesar sejak November 2022 dan turun menjadi 50,4 di bulan Agustus dari sebelumnya 52. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap penurunan ekonomi global yang lebih dalam dan menjadi faktor kunci yang menjadi pendorogn bagi harga emas safe haven.

Selain itu, berkurangnya kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed), yang menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dari puncaknya selama 16 tahun, memberikan dukungan pada logam mulia ini tanpa imbal hasil. Namun, pasar tampaknya tidak yakin mengenai waktu kapan The Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya atau bahkan mulai menurunkan suku bunga. Hal ini, bersama dengan munculnya beberapa aksi beli Dolar AS (USD), dapat menahan para trader untuk memasang posisi bullish yang agresif pada harga Emas.

Faktanya, Indeks USD (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, saat ini tampaknya telah menghentikan penurunannya dari level tertinggi dalam lebih dari dua bulan yang disentuh pada hari Rabu. Penguatan USD yang moderat dapat menahan harga Emas dalam denominasi Dolar AS karena para investor menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat. Para investor akan mencari isyarat terkait jalur kenaikan suku bunga di masa depan, yang akan mendorong permintaan USD dan memberikan dorongan baru bagi XAU/USD.

Rabu, 23 Agustus 2023

XAUUSD Hari Ini Cenderung Menguat Pengaruh Yield Treasury 10-Tahun

Analisa Teknikal Prediksi gold hari ini terdapat kecenderungan naik karena pengaruh imbal hasil treasury 10 tahun yang mulai menunjukkan tanda penurunan dan juga menunggu pidato Federal Reserve di Jackson Hole. Pembahasan yang cenderung tidak pasti itu menyebabkan melemahnya USD dan kenaikan terhadap Gold. Peluang ini cukup bagus bagi para investor gold untuk mendapatkan harga yang diinginkan, sementara Indeks USD (DXY) juga menunjukkan tanda -tanda penurunan. Perubahan arah harga ini juga didukung Analisa Candlestick dan perubahan arah trend. Analisa Fundamental Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (22/8/2023), mencatat kenaikan sesi ketiga berturut-turut, dan kenaikan harian terpanjang sejak pertengahan Juli. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS lebih lemah, mundur sedikit dari level tertinggi sejak 2007. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 3,00 dolar AS atau 0,16 persen, ditutup pada 1.926,00 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.933,20 dolar AS dan terendah di 1.917,50 dolar AS. Pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah terus mempengaruhi harga logam mulia karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Jumat (25/8/2023) di simposium kebijakan ekonomi Jackson Hole, di Wyoming. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun 2,3 basis poin menjadi 4,313 persen pada perdagangan Selasa (22/8/2023) setelah menetap di 4,339 persen pada Senin (21/8/2023), level tertinggi sejak 6 November 2007, menurut data FactSet. Sementara itu, Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,2 persen pada 103,539. Para analis mencatat, harga emas menunjukkan tanda-tanda stabil menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole akhir pekan ini. “Intervensi Powell dapat menciptakan beberapa volatilitas karena para pedagang memantau setiap petunjuk mengenai perkembangan kebijakan moneter khususnya setelah rilis risalah Federal Reserve yang menciptakan beberapa ketidakpastian,” Wael Makarem, ahli strategi pasar senior, MENA di Exness, mengatakan dalam komentar email-nya. Emas juga mendapat dukungan setelah National Association of Realtors (NAR) melaporkan pada Selasa (22/8/2023) bahwa penjualan rumah yang dimiliki sebelumnya turun 2,2 persen pada Juli ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,07 juta unit, tingkat terendah sejak Januari, dari 4,16 juta unit yang tidak direvisi pada Juni. Berbicara pada Selasa (22/8/2023) di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Danville Pittsylvania County di Danville, Virginia, Presiden Fed Richmond, Tom Barkin mengulangi pidatonya yang diberikan pada 3 Agustus dan 8 Agustus, dengan mengatakan pelonggaran inflasi yang lebih besar dari perkiraan pada Juni mungkin akan terjadi. Ini menjadi indikasi bahwa perekonomian AS dapat mengalami “soft landing”, yaitu kembalinya stabilitas harga tanpa terjadinya resesi yang merusak.Federal Reserve bisa kehilangan kredibilitas jika mempertimbangkan untuk mengubah target inflasi 2,0 persen sebelum mencapai tujuan tersebut, kata Barkin. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 11,00 sen atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 23,45 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 12,00 dolar AS atau 1,31 persen, menjadi menetap pada 925,50 dolar AS per ounce.

Selasa, 22 Agustus 2023

XAU/USD Naik di Sekitar $1.895, Menghentikan Penurunan Beruntun Selama 4 Pekan

Harga emas berjuang untuk melanjutkan kenaikan hari sebelumnya, melayang di sekitar $1.895 selama sesi Asia pada hari Selasa. Pasangan XAU/USD dapat menghentikan penurunan beruntun selama empat pekan karena Dolar AS (USD) yang melemah. Namun, para penjual Emas tetap berhati-hati karena faktor-faktor seperti meningkatnya penghindaran risiko di pasar, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), dan tantangan ekonomi Tiongkok. Faktor-faktor ini berpotensi mengimbangi efek penurunan Greenback dan mempengaruhi pergerakan harga Emas. Harga Emas dapat mengalami tekanan turun karena sentimen pasar yang berhati-hati terhadap prospek inflasi. Para investor mengharapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan September oleh Federal Reserve AS (Fed). Harga logam mulia dapat menghadapi tantangan karena data ekonomi AS yang optimis menyebabkan sentimen hawkish di antara pembeli Dolar AS (USD). Sentimen investor dapat sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran ekonomi Tiongkok. Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) yang mengecewakan dipotong sebesar 10 bp daripada ekspektasi 15 bp oleh People’s Bank of China (PBoC), menunjukkan bahwa Tiongkok mungkin akan fokus untuk mendukung peminjam yang ada daripada mendorong pertumbuhan kredit – UBS Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan lebih rendah di sekitar 103,20. Dolar AS (USD) menurun meskipun data AS yang kuat dan imbal hasil obligasi AS yang meningkat, mendorong rasa kehati-hatian di pasar karena pasar mencari sinyal lebih lanjut tentang skenario inflasi. Pidato Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat dalam Simposium Jackson Hole merupakan acara utama yang menjadi fokus utama karena dapat memberikan wawasan yang berharga mengenai kondisi ekonomi AS. Hal ini dapat berkontribusi pada bentuk strategi potensial untuk membuat investasi baru dalam Emas yang tidak memberikan imbal hasil. AS akan merilis data Perubahan Penjualan Rumah yang Ada (MoM) untuk bulan Juli di sesi Amerika Utara. LEVEL TEKNIS XAU/USD TINJAUAN Harga terakhir hari ini 1896.24 Perubahan harian hari ini 1.31 Perubahan harian hari ini % 0.07 Pembukaan harian hari ini 1894.93 TREN SMA 20 Harian 1927.02 SMA 50 Harian 1933.88 SMA 100 Harian 1961.92 SMA 200 Harian 1907.35 LEVEL Tinggi Harian Sebelumnya 1898.83 Rendah Harian Sebelumnya 1884.85 Tinggi Mingguan Sebelumnya 1916.29 Rendah Mingguan Sebelumnya 1885.13 Tinggi Bulanan Sebelumnya 1987.54 Rendah Bulanan Sebelumnya 1902.77 Fibonacci Harian 38,2% 1893.49 Fibonacci Harian 61,8% 1890.19 Pivot Point Harian S1 1886.91 Pivot Point Harian S2 1878.89 Pivot Point Harian S3 1872.93 Pivot Point Harian R1 1900.89 Pivot Point Harian R2 1906.85 Pivot Point Harian R3 1914.87

Senin, 21 Agustus 2023

Solid Gold | Emas Bergerak Naik, Tembaga Stabil pasca China Memangkas Suku Bunganya

Harga emas naik pada hari Senin (21/08), stabil setelah jatuh selama empat minggu terakhir. Pasar menunggu lebih banyak isyarat tentang kebijakan moneter AS, sementara harga tembaga flat setelah penurunan suku bunga China meleset dari ekspektasi. Fokus minggu ini sebagian besar tertuju pada Simposium Jackson Hole hari Kamis dan Jumat, di mana Ketua Federal Reserve Jerome Powell diperkirakan akan memberikan lebih banyak sinyal mengenai jalur suku bunga AS. Harga emas sedikit memangkas kerugian terbarunya setelah jatuh di bawah level kunci $1.900/oz, raih beberapa permintaan safe haven saat perlambatan pertumbuhan di China juga membebani sentimen. Langkah People’s Bank of China sebagian besar meleset dari ekspektasi pasar dengan perubahan loan prime rate (LPR) pada hari Senin. Emas spot untuk penyerahan Desember naik 0,2% ke $1.892,68/oz, sementara emas berjangka Desember naik 0,3% menjadi $1.921,95/oz pukul 11.16 WIB. Kedua instrumen masih diperdagangkan mendekati level terendah lima bulan. Jackson Hole dan isyarat lanjutan Fed ditunggu Emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam rangebound selama beberapa hari mendatang dan investor bersiap-siap menjelang Simposium Jackson Hole pada pekan ini. Inflasi AS yang kuat dan data pasar tenaga kerja telah menekan harga emas dalam beberapa pekan terakhir, saat pasar mulai memperkirakan kemungkinan yang lebih besar untuk kenaikan suku bunga. Powell kini diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut tentang rencana suku bunga bank, setelah risalah rapat Fed bulan Juli menunjukkan bahwa mayoritas pengambil kebijakan mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk menahan inflasi tinggi. Dolar dan treasury yields naik dalam ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menekan harga emas dan aset-aset tanpa imbal hasil lainnya. Naiknya suku bunga telah meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas selama setahun terakhir dan ini membuat sebagian besar traders tetap berpegang pada dolar sebagai safe haven pilihan. Tembaga flat, pemotongan suku bunga China mengecewakan Di antara logam-logam industri, harga tembaga bergerak tipis pada hari Senin meskipun negara importir utama China mengecewakan pasar dengan pemangkasan suku bunganya. Tembaga mendatar di $3,7207 per pon. PBOC memangkas LPR satu tahun sebesar 10 basis poin (bps) menjadi 3,45%, sementara LPR 5 tahun tidak berubah sebesar 4,20%. Analis memperkirakan pemotongan setidaknya 15 bps untuk tiap suku bunga tersebut. Langkah ini mengisyaratkan bahwa negara importir tembaga terbesar di dunia ini memiliki sedikit ruang moneter untuk terus melonggarkan kebijakan dan mendukung pertumbuhan – sebuah tren yang berpotensi memperburuk minatnya terhadap logam mulia ini.

Jumat, 18 Agustus 2023

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Naik kala Dolar Melemah, Langkah Suku Bunga Bayangi Prospek Komoditas

Harga emas naik pada hari Jumat, pulih dari level terendah lima bulan tatkala dolar mengalami aksi profit taking, meski kekhawatiran atas suku bunga AS yang lebih tinggi membuat pasar logam berada di bawah tekanan. Harga akan alami penurunan minggu keempat berturut-turut usai data pasar tenaga kerja yang kuat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve membuat pasar ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Harga emas spot juga kehilangan level kunci $1.900/oz minggu ini. Ini bisa menandakan lebih banyak pelemahan jangka pendek untuk logam kuning. Emas spot naik 0,2% menjadi $1.893,05/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada Desember naik 0,4% ke $1.922,15/oz pukul 11.00 WIB. Kedua instrumen diperkirakan akan turun lebih dari 1% minggu ini. Lemahnya dolar memberikan sedikit bantuan bagi emas, namun prospeknya meredup Dolar turun 0,3% di perdagangan Asia di tengah aksi profit taking, setelah greenback naik ke level tertinggi lebih dari dua bulan terhadap sejumlah mata uang. Dolar juga akan naik 0,5% minggu ini. Rilis angka ekonomi AS yang kuat dan sinyal hawkish dari notulen rapat Fed bulan Juli mendorong spekulasi bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Sementara The Fed hanya mengisyaratkan satu kenaikan lagi tahun ini, prospek suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menjadi pertanda buruk bagi pasar emas, karena ini mendorong naiknya biaya peluang untuk membeli aset yang tidak memberikan imbal hasil. Perdagangan seperti ini telah memukul emas hingga tahun 2022, dan sejauh ini telah membatasi penguatan besar logam mulia tahun ini. Antisipasi sinyal kebijakan moneter lain dan isyarat ekonomi dari Simposium Jackson Hole minggu depan juga membuat posisi sebagian besar condong ke arah dolar, dan membuat investor tetap waspada terhadap pasar logam. Emas juga tertekan oleh naiknya U.S. Treasury yields. Rate 10 tahun menguat ke level yang terakhir kali terlihat selama krisis keuangan 2008. Tembaga didukung oleh harapan stimulus China, tetapi akan kantongi rugi mingguan ini Harga tembaga naik pada hari Jumat, mendapat dorongan dari sinyal dukungan stimulus lanjutan di China. Tembaga naik 0,2% menjadi $3,6932 per pon. Namun, harga tembaga masih akan turun sekitar 0,7% minggu ini. Harga logam merah ini rebound dari level terendah lebih dari dua bulan pada hari Kamis, setelah bank sentral China berjanji akan menyediakan lebih banyak likuiditas untuk mendukung pemulihan ekonomi yang melambat. People’s Bank of China saat ini diperkirakan akan memangkas loan prime rates pada hari Senin, saat negara importir tembaga terbesar di dunia ini berjuang dengan pemulihan ekonomi yang melambat pasca COVID.

Rabu, 16 Agustus 2023

PT Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Tampak Rentan Jelang Penjualan Ritel AS

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kinerja suramnya di tengah penghambat dari Dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi. Logam mulia tetap di bawah tekanan karena inflasi konsumen dan produsen tumbuh moderat pada bulan Juli tetapi gagal meningkatkan peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve (The Fed). Kenaikan bulanan 0,2% dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat pada bulan Juli sejalan dengan tingkat inflasi tahunan yang disyaratkan The Fed 2%, yang membuat para pembuat kebijakan merasa nyaman. Kenaikan inflasi konsumen, terutama didorong oleh sewa yang lebih tinggi, dapat memungkinkan The Fed menurunkan suku bunga dan berkontribusi meredakan kekhawatiran resesi. Minggu ini, pergerakan harga Emas kemungkinan akan dipandu oleh data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juli, yang akan dipublikasikan pada hari Selasa pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Melemah karena Greenback Pulih Harga Emas tampaknya turun menuju support penting $1.900 di tengah penguatan Dolar AS meskipun ada fakta bahwa Federal Reserve diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan September. Indeks Dolar AS (DXY) meraih tertinggi baru lima minggu di sekitar 103,00 karena sentimen pasar tetap hati-hati setelah ekuitas AS menjadi mahal. Harga Emas juga tetap di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi AS lebih tinggi, dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun melayang di sekitar 4,16%. Pada bulan Juli, inflasi konsumen maupun produsen AS pulih meskipun kebijakan moneter ketat dan kondisi kredit ketat dari bank-bank komersial AS. Meskipun rebound, inflasi konsumen AS tumbuh pada laju yang lebih lambat dari prakiraan karena harga sewa yang lebih tinggi diimbangi oleh penurunan harga mobil bekas. Sekitar 90% kontribusi terhadap inflasi didorong oleh harga hunian yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut karena harga barang tahan lama dan tidak tahan lama masih turun. Tidak ada lagi kenaikan suku bunga jelas mengurangi kekhawatiran resesi di Amerika Serikat. Indeks Harga Produsen (IHP) AS naik 0,3% di Juli dalam bulan pelaporan, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%, karena biaya jasa pulih pada laju tercepat dalam hampir setahun. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa harga barang tidak termasuk harga minyak dan makanan tetap tidak berubah. Terlepas dari rebound dalam IHK dan IHP AS, mempertahankan suku bunga kemungkinan akan dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan The Fed karena laju inflasi bulanan Juli sejalan dengan tingkat yang diinginkan The Fed 2%. Ekspektasi inflasi konsumen untuk lima tahun ke depan melemah ke 2,9% di Agustus, lebih rendah dari ekspektasi dan prakiraan sebelumnya 3,0% karena bank sentral diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama, menurut data dari survei Sentimen Konsumen University of Michigan. Sementara itu, indeks pendahuluan Sentimen Konsumen Michigan merosot ke 71,2 dari 71,6 di bulan Juli tetapi tetap di atas prakiraan 71,0. “Secara umum, konsumen merasakan sedikit perbedaan material dalam lingkungan ekonomi dari bulan lalu, tetapi mereka melihat perbaikan substansial dibandingkan hanya tiga bulan lalu,” kata Joanne Hsu, direktur survei University of Michigan. Setelah data inflasi The Fed, investor mengalihkan fokus mereka ke data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juli. Penjualan ritel diprakirakan tumbuh 0,4% di bulan Juli, mempercepa laju dari kenaikan 0,2% yang tercatat di bulan Juni. Kinerja serupa diprakirakan muncul dalam penjualan ritel tidak termasuk mobil. Analisis Teknis: Harga Emas Turun Menuju $1.900 Harga Emas turun secara konsisten dan diprakirakan akan menguji support angka bulat $1.900,00. Logam mulia turun tajam karena Exponential Moving Averages (EMA) 20 dan 50-hari menghasilkan persilangan bearish. Relative Strength Index (RSI) (14) tergelincir di bawah 40,00. Tidak adanya sinyal divergensi dan oversold dalam RSI (14) mengindikasikan lebih banyak pelemahan di depan. Harga Emas membentuk candlestick Inverted Hammer berturut-turut. Penembusan di bawah support $1.910,00 mungkin memicu sell-off baru.

Selasa, 15 Agustus 2023

Emas Nyaris Tembus Lagi $1.900, Tembaga Tertekan oleh Perlambatan China

Harga emas flat pada hari Rabu dan berada di titik puncak penurunan di bawah level penting, sementara harga tembaga mencapai titik terendah dua bulan dalam kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan peluang kenaikan suku bunga menopang dolar. Data retail sales AS yang terbit pada hari Selasa menunjukkan bahwa belanja konsumen tetap kuat di negara ini dan ini berpotensi mengindikasikan lebih banyak tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Gagasan ini, ditambah dengan memburuknya sentimen risiko di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi China, membuat investor menumpuk di dolar sebagai pengganti safe haven seperti emas dan logam mulia. Harga spot logam mulia ini sempat turun di bawah level $1.900/oz pada hari Selasa, dan saat ini diperdagangkan sedikit di atas level terendah dalam dua bulan terakhir. Emas spot flat di $1.902,24/oz, sementara emas berjangka Desember turun 0.1% menjadi $1.933,40/oz pukul 07.19 WIB. Prospek suku bunga AS menekan emas Data retail sales hari Selasa rilis hanya beberapa hari setelah inflasi konsumen produsen lebih kuat untuk bulan Juli, dan menyiratkan prospek jangka pendek yang hawkish untuk Federal Reserve. Bank sentral telah memperingatkan bahwa suku bunga bisa naik lebih jauh dari level tertinggi selama lebih dari 20 tahun jika inflasi tetap tinggi. Skenario seperti itu menjadi isyarat buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan logam lainnya, karena hal ini akan meningkatkan biaya membelinya. Gagasan ini juga membuat investor lebih memilih Dolar dan Treasury sebagai safe haven daripada emas, saat menurunnya minat aset risiko di tengah memburuknya kondisi ekonomi di sebagian besar dunia, terutama di China. Greenback stabil di dekat level tertinggi 1,5 bulan pada hari Rabu, setelah pulih dari posisi terendah 2023 selama sebulan terakhir. Bahkan jika The Fed tidak menaikkan suku bunga lebih lanjut, suku bunga masih diperkirakan akan terus berada di level tertinggi selama lebih dari 20 tahun hingga setidaknya pertengahan 2024, memberikan prospek yang lemah untuk aset yang tidak memberikan imbal hasil. Tembaga tertekan oleh kesulitan lanjutan di China Di antara logam-logam industri, harga tembaga tertekan oleh indikator ekonomi yang lebih lemah dari China, pasalnya negara importir terbesar di dunia ini berjuang dengan perlambatan pertumbuhan dan disinflasi. Tembaga bergerak di $3,36603 per pon dan mendekati level terlemah dalam dua bulan terakhir. Data hari Selasa menunjukkan bahwa baik retail sales dan industrial production China tumbuh jauh lebih sedikit dari perkiraan pada bulan Juli, mengakhiri serangkaian pembacaan ekonomi yang lemah untuk bulan itu lantaran pemulihan pasca-COVID kehabisan tenaga. Sementara negara tersebut tanpa diduga memangkas suku bunga pinjaman utama setelah data rilis, kekhawatiran yang terus-menerus muncul akan redupnya pasar properti juga meningkatkan hanya sedikit optimisme terhadap China, terutama di tengah kekhawatiran atas gagal bayar utang oleh raksasa properti Country Garden Holdings (HK:2007).

Senin, 14 Agustus 2023

Harga Emas dan Tembaga Capai Level Terendah 1 Bulan Gegaranya Inflasi Naik

Harga emas dan tembaga turun ke level terlemah dalam sebulan pada hari Senin, berada di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat akibat masih naiknya inflasi AS menimbulkan kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga. Data minggu lalu menunjukkan bahwa inflasi AS tetap naik pada bulan Juli setelah menurun stabil tahun ini. Hal tersebut mendorong kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menahan tekanan harga. Gagasan ini menopang dolar, dengan greenback mencapai level tertinggi lebih dari satu bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin. Penguatan dolar menekan sebagian besar komoditas yang dihargai dalam greenback. Emas spot untuk penyerahan Desember turun 0,1% menjadi $1.911,69/oz, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Desember turun 0,2% menjadi $1.943,55/oz pukul 07.23 WIb. Kedua instrumen ini berada di level terlemah awal Juli. Dolar didukung oleh inflasi yang lebih tinggi, logam tertekan Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan inflasi indeks harga produsen (PPI) AS tumbuh lebih tinggi pada bulan Juli. Angka ini muncul hanya sehari setelah data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen juga tumbuh di bulan Juli. Angka-angka tersebut indikasikan bahwa inflasi sekali lagi menunjukkan tren yang lebih tinggi setelah menurun secara substansial pada awal tahun ini, dan menimbulka kekhawatiran bahwa Fed harus menaikkan suku bunga kembali. Gagasan ini mendorong dolar, dengan prospek suku bunga yang lebih tinggi juga menyiratkan lebih banyak tekanan pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, dengan emas yang telah mencatat penurunan tajam pada tahun lalu akibat suku bunga AS meningkat. Logam mulia ini juga akan sedikit mengalami kelegaan tahun ini, pasalnya suku bunga AS akan tetap berada di level tertinggi 22 tahun setidaknya hingga tahun 2023. Tembaga turun karena kekhawatiran China membebani Di antara logam industri, harga tembaga turun ke titik terendah lebih dari satu bulan pada hari Senin. Ini karena kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara importir utama China menambah tekanan pada logam merah. Tembaga tembaga turun 0,3% ke $3,7077 per pon – level terlemah akhir Juni. Lemahnya data perdagangan dan inflasi dari negara tersebut untuk bulan Juli, ditambah dengan sedikitnya rincian mengenai langkah-langkah stimulus baru dari Beijing membuat sentimen investor memburuk secara substansial terhadap China. Hal ini juga menekan harga tembaga, mengingat negara ini merupakan negara importir logam merah terbesar di dunia. Fokus minggu ini yakni data industrial production dan retail sales yang akan dirilis pada hari Selasa. Kedua data tersebut diperkirakan akan menunjukkan penurunan yang diperpanjang di bulan Juli di tengah memburuknya kondisi ekonomi di negara tersebut.

Jumat, 11 Agustus 2023

Banyak Kabar Baik, Harga Emas Malah Jatuh ke Terendah 6 Pekan

Solid Gold Berjangka – Harga emas belum juga membaik meskipun inflasi Amerika Serikat (AS) bergerak di bawah ekspektasi pasar. Pada perdagangan Kamis (10/8/2023), harga emas ada ditutup di posisi US$ 1.912,06 per troy ons atau melemah 0,13%. Pelemahan ini memperpanjang derita emas menjadi empat hari beruntun. Harga emas sudah ambruk 1,52% dalam empat hari perdagangan terakhir. Sang logam mulia masih terpuruk pada pagi hari ini. Pada perdagangan Jumat (11/8/2023) pukul 06:18 WIB harga emas di pasar spot di posisi US$ 1.911,67 Harganya melemah 0,02%. Posisi emas saat ini adalah yang terendah sejak 29 Juni 2023 atau dalam enam pekan terakhir. Harga emas ambruk meskipun ada dua kabar gembira dari Amerika Serikat (AS) yakni inflasi dan klaim pengangguran. Inflasi AS mencapai 3,2% (year on year/yoy) pada Juli 2023, meningkat dibandingkan 3,0% (yoy) pada Juni. Meskipun demikian, laju inflasi di bawah ekspektasi sebesar 3,3% YoY) Kenaikan inflasi tersebut menjadi yang pertama kali dalam setahun terakhir, setelah dalam 12 bulan berturut-turut mencatatkan penurunan indeks harga konsumen (IHK). Inflasi AS sempat menyentuh 9,1% YoY pada Juni 2022, tertinggi dalam 40 tahun terakhir akibat melonjaknya harga komoditas global, tertutama di sektor energi, yang dipicu perang Rusia-Ukraina. Adapun, inflasi inti, yang tak mencakup harga bergejolak tercatat sebesar 4,7% YoY pada Juli 2023, turun tipis dari dari bulan sebelumnya dan ekspektasi ekonom sebesar 4,8%% Yoy. Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/MtM) inflasi AS pada Juli 2023 tercatat sebesar 0,2%, tak berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Negeri Paman Sam juga merilis data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 5 Agustus. Jumlah pekerja yang mengajukan klaim pengangguran melonjak hingga mencapai 248 ribu. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan consensus di 230 ribu. Lonjakan data klaim pengangguran ini menjadi sinyal jika data tenaga kerja AS sudah mulai mendingin. Kendati lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar, harga emas tetap jatuh. Pelaku pasar melihat inflasi AS masih tinggi dan sulit bergerak menuju target bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yakni 2%. Kondisi ini membuat pasar pesimis jika The Fed akan segera melunak. Terlebih, sejumlah pejabat The Fed masih menyuarakan hawkish. Presiden The Fed San Fransico Mary Daly mengatakan jika The Fed masih memiliki pekerjaan panjang untuk menekan inflasi. Analis dari Capital Economics, Edward Gardner, mengatakan harga emas terjun karena pelaku pasar shock dengan data inflasi. “Angka inflasi benar-benar mengejutkan sehingga harga emas pun melemah,” tutur Gardner, dikutip dari Reuters. Kendati melemah, OCBC Executive Director dan FX Strategist Christopher Wong menjelaskan harga emas bisa langsung menguat jika sudah ada sinyal pemangkasan suku bunga. “Outlook emas sebenarnya masih bagus, emas bisa bersinar jika pelaku pasar sudah melihat ada kemungkinan The Fed memangkas suku bunga atau ada tren disinflasi,” tutur Wong. CME’s FedWatch Tool menunjukkan pasar melihat 90,5% kemungkinan The Fed akan menahan suku bunga di level saat ini yakni 5,25-5,50% pada September. Kemungkinan ini naik dari 86,5% pada data sebelumnya. Harga emas sangat rentan terhadap kebijakan suku bunga AS. Jika suku bunga naik maka dolar AS akan menguat sehingga harga emas semakin tidak terjangkau untuk dibeli sehingga tidak menari, Kenaikan suku bunga juga akan mengerek imbal hasil surat utang pemerintah AS. Emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil surat utang membuat emas kurang menarik.

Kamis, 10 Agustus 2023

Peringatan 46 Tahun Pasar Modal Disemarakkan Penguatan IHSG

Solid Gold Berjangka Makassar – Hari ini, Kamis, (10/8/2023) diperingati sebagai hari memperingati 46 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Hari peringatan ini diramaikan oleh peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami peningkatan 0,36% ke level Rp6.875,11 per 9 Agustus 2023. Adapun rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hingga 9 Agustus 2023 berada pada posisi Rp10,24 triliun. Rata-rata volume transaksi harian bursa mencapai 18,5 miliar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,24 juta kali transaksi pada periode yang sama. Selain itu terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar, yakni pada 26 Juli 2023 yang lalu mencapai angka Rp 10.078 triliun. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi yakni pada 31 Mei 2023 mencapai 89 miliar saham. Dalam sambutannya di acara Konferensi Pers pagi ini, Inarno mengatakan, peringatan ini diharap dapat memupuk motivasi seluruh elemen masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Pihaknya pun telah menyiapkan beberapa rangkaian aacra yang mendukung visi tersebut. “Kita angkat tema “Bersinergi untuk Indonesia Maju dan Pengembangan Berkelanjutan”, ini komitmen OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO),” ujar Inarno pada paparannya di Gedung Bursa Efek Indonesia. “Diharap dapat memupuk motivasi kita semua untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” ujarnya. Dalam rangkaian acara tersebut, pasar modal Indonesia meluncurkan Kampanye “Aku Investor Saham” yang merupakan kelanjutan dari kampanye sebelumnya, yaitu Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal atau Genta Pasar Modal, dan Yuk Nabung Saham. “Kampanye Aku Investor Saham memiliki pesan kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan, bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah investor yang saat ini berjumlah 11 juta investor, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat bisa menikmati potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia,” tambah Direktur Utama BEI Iman Rachman menambahkan. Beberapa rangkaian kegiatan lain yang turut diselenggarakan adalah Public Expose Live, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu, Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, Summit & Expo Aku Investor Saham, Capital Market Fun Day, rangkaian Corporate Social Responsibility, CEO Networking, Indonesian Finance Association International Conference. Selain itu, terdapat pula Indonesia Capital Market Got Talent, Short Video Competition, Invest-Art, Turnamen Olahraga, dan e-Competitions. Pada tahun ini, diselenggarakan pula Lomba Penulisan Artikel dan Fotografi Jurnalistik yang diperuntukkan bagi Jurnalis Pasar Modal.

Rabu, 09 Agustus 2023

Prediksi Emas Naik Saat Pemberitaan Inflasi AS

Analisa Teknikal Prediksi pergerakan gold, kemarin cenderung terkoreksi yang cukup panjang dan membuat market cenderung volatile. Ternyata harga setelah itu cenderung mengalami penurunan yang cukup dalam sehingga ini masih akan ada pola kelanjutan untuk penurunan, meski ada kenaikan jangka pendek. Tapi untuk analisa kedepannya nampaknya ini akan ada kenaikan yang cukup tinggi pada esok hari pada saat pemberitaan “US Inflation” dan “Initial Jobless Claim” sehingga ini akan berdampak momen yang di tunggu oleh para investor. Kalau dilihat dari garis price action juga seperti potensi penurunan terlebih dahulu lalu akan kecenderungan kenaikan berdasarkan roadmap yang telah di buat dengan menggunakan price action. Pola perubahan arah harga ini juga didukung dengan Analisa Candlestick dan perubahan arah trend. Analisa Fundamental Harga emas stabil di dekat level terendah satu bulan pada hari Rabu saat sentimen pasar yang memburuk dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve mendorong investor ke dalam Dolar. Harga tembaga perpanjang penurunan baru-baru ini setelah data perdagangan yang mengecewakan dari negara eksportir utama China menunjukkan lemahnya permintaan untuk logam merah. Penguatan Dolar membuat pasar logam yang lebih luas tertekan dan investor menunggu isyarat ekonomi lanjutan dari data inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Kamis. Investor tetap berpegang pada greenback sebagai safe haven yang lebih disukai menjelang angka inflasi, karena sentimen risiko global memburuk setelah Moody’s menurunkan rating beberapa Bank AS dan angka data perdagangan China mengecewakan. Aset-aset yang tidak memberikan yields seperti emas dan logam mulia lainnya alami penurunan tajam minggu ini. Emas spot stabil di level terendah satu bulan di $1.926,20/oz, sementara emas berjangka Desember flat di $1.960,05/oz pukul 07.12 WIB. Kedua instrumen diperdagangkan turun hampir 1% untuk minggu ini. IHK AS, Fed speakers akan berikan lebih banyak petunjuk Fokus saat ini tertuju pada data IHK AS untuk mendapat lebih banyak isyarat mengenai ekonomi terbesar di dunia ini dan jalur kebijakan moneter. Inflasi diperkirakan akan naik sedikit di bulan Juli dari bulan sebelumnya, tetap bertahan dan berpotensi menarik lebih banyak kenaikan suku bunga oleh the Fed. Komentar dari para pejabat Fed juga akan diketahui dalam beberapa hari mendatang, setelah petinggi Fed sinyal pandangan yang beragam mengenai kenaikan suku bunga di awal minggu ini. Sejauh ini, The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi tahun ini. Namun, Bank Sentral juga mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama – sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan yields seperti emas. Kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki aset-aset tersebut. “Jika Treasury yields rally melebihi level tertinggi pekan lalu, hal itu bisa memicu pembelian teknikal dan akan sangat merugikan harga emas… Pekan ini semua bergantung pada data inflasi dan setiap kejutan naik bisa menjadi bearish jangka pendek untuk emas,” kata Ed Moya, analis pasar senior di OANDA dalam sebuah catatan. Selain itu nikel turun 0,68% pada penutupan dini hari, timah turun 1,15% Jumat di ICE London, dan bijih besi turun 0,43%.