Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas pada awal perdagangan tercatat di level US$4.793 per troy ons yang mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang tengah mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik masih menjadi faktor dominan, terutama setelah adanya pengumuman rencana gencatan senjata yang dijadwalkan berlaku dalam waktu dekat. Meski demikian, ketegangan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda dengan masih berlangsungnya blokade terhadap jalur pelayaran Iran yang berpotensi menjaga volatilitas harga energi global.
Dari sisi fundamental, pergerakan emas turut dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter AS. Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif solid, tercermin dari penurunan klaim pengangguran mingguan yang mengindikasikan ketahanan ekonomi AS di tengah ketidakpastian global. Hal ini tercermin pada probabilitas pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang saat ini berada di kisaran 32%, menunjukkan ekspektasi pelonggaran yang masih terbatas. Di sisi lain, pergerakan dolar AS yang cenderung menguat turut menahan kenaikan emas, mengingat investor cenderung beralih ke aset berisiko maupun instrumen berbasis yield.
Ke depan, pergerakan emas diperkirakan akan tetap fluktuatif dipengaruhi oleh perkembangan lanjutan negosiasi AS–Iran serta rilis data ekonomi AS, termasuk data inflasi (CPI/PCE) dan indikator aktivitas ekonomi. Batas waktu gencatan senjata yang diperkirakan berakhir pada 21 April menjadi katalis penting yang dapat menentukan arah sentimen pasar selanjutnya.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.762 hingga $4.734, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.828 hingga $4.866. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.668, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.932.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar