Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun tajam lebih dari 11% dipicu oleh sentimen dari kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran, dan dibukanya kembali jalur Selat Hormuz. Selain itu, isyarat pulihnya ekspor minyak Irak dan rilisnya laporan stok API juga turut menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga.
Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu, dengan syarat dibukanya Selat Hormuz sepenuhnya, segera, dan dengan aman. Menyusul setelahnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi akan mengizinkan kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz dengan aman selama periode itu. Selain itu, AS dan Iran juga dijadwalkan akan melakukan putaran pertama pembicaraan langsung pada 10 April di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Turut membebani harga, kepala perusahaan minyak milik negara Basra Oil Company, Bassem Abdul Karim, pada hari Selasa menyatakan dengan optimis bahwa Irak dapat melanjutkan ekspor minyaknya sebesar 3,4 juta bph dalam waktu satu minggu jika Selat Hormuz dibuka kembali. Bulan lalu, produksi minyak dari produsen terbesar kedua OPEC itu dilaporkan turun sekitar 80% menjadi 800.000 bph karena perang yang menyebabkan tidak dapat mengekspor dan tangki penyimpanan penuh.
Dari sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 3,72 juta barel pada pekan yang berakhir 3 April, yang sekaligus menandai peningkatan stok selama empat pekan berturut-turut. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Sementara itu, AS akan mengupayakan stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan dengan China dalam pertemuan bulan depan antara Trump dengan Xi Jinping, kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada hari Selasa. Komentar Greer tersebut mengisyaratkan tidak akan terjadi konfrontasi dagang antara AS dengan China dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $98 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $93 per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar