Rabu, 28 November 2018

SOLID GOLD BERJANGKA | Darmin: Penyakit Ekonomi Sejak Orde Baru Itu Transaksi Berjalan

Foto: Rengga Sancaya
SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution menyebut 'penyakit' perekonomian Indonesia adalah neraca transaksi berjalan yang masih defisit. Saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk Adu Strategi Hadapi Perang Dagang, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Darmin mengatakan 'penyakit' tersebut sudah terjadi sejak orde baru.

"Kita mencoba melihat bahwa penyakit ekonomi kita sejak orde baru itu adalah transaksi berjalannya," kata Darmin.
Darmin menceritakan, pada zaman orde baru posisi CAD sudah di atas 4% terhadap PDB pada tahun 1983. Pada saat itu pun sudah dilakukan deregulasi dan debirokratisasi besar-besaran namun tidak berhasil menekan.

"Defisit itu meningkat pada tahun 1993-1994. Ya dicoba lagi pakai deregulasi, enggak sembuh sampai 1998-1999," ujar Darmin.

Untuk membuat transaksi berjalan keluar dari zona defisit, kata Darmin, pemerintah harus mendorong kinerja neraca modal dan finansial agar tetap surplus. Ini seperti halnya menerbitkan banyak instrumen agar dana-dana segar investor masuk.


"Surplus yang ini menutupi yang itu (transaksi berjalan). Bertambahlah cadangan devisanya. Yang terjadi adalah defisit transaksi berjalan naik, defisit modal dan finansialnya hanya modal saja yang masih sedikit positif," ujar dia.


Sebagai informasi, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2018 mengalami defisit US$4,39 miliar. NPI terdiri dari transaksi berjalan, serta transkasi modal dan finansial.Transaksi modal dan finansial mencerminkan pasokan valas dari investasi di sektor riil dan pasar keuangan.

Sedangkan transaksi berjalan pada kuartal III-2018 defisit US$8,85 miliar atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini merupakan defisit terdalam sejak kuartal II-2014. Transaksi berjalan menggambarkan pasokan valas dari ekspor dan impor barang dan jasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar