Selasa, 31 Maret 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Mulai Pulih, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap di Tengah Volatilitas

 Solid Gold Berjangka Makassar - Setelah tertekan dalam sebulan terakhir, harga emas mulai menunjukkan pemulihan dan membuka peluang akumulasi bagi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (23/3/2026), harga emas sempat menyentuh level terendah di US$ 4.201 per ons troi. Namun, sejak titik tersebut, harga berangsur pulih.

Pada perdagangan Selasa (31/3) pukul 15.16 WIB, harga emas tercatat menguat 1,15% ke posisi US$ 4.567 per ons troi. Meski demikian, secara bulanan harga emas masih terkoreksi 14,24%.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai koreksi harga dalam sebulan terakhir justru membuka peluang akumulasi bagi investor.

Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, ia menyarankan strategi pembelian bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) dibandingkan pembelian sekaligus.

“Strategi yang paling elegan dalam kondisi volatilitas tinggi bukanlah melakukan spekulasi satu waktu (lump-sum), melainkan menerapkan metode Dollar Cost Averagingatau pembelian bertahap,” ujarnya, Selasa (31/3).

Menurut Sutopo, strategi DCA dapat membantu menurunkan rata-rata biaya perolehan sekaligus mengantisipasi potensi pembalikan arah dalam jangka panjang.

Ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik, khususnya di Timur Tengah, berpotensi memicu lonjakan harga emas secara tiba-tiba kembali ke level tertinggi.

Pandangan serupa disampaikan Analis komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono. Ia menilai koreksi harga emas saat ini kerap menjadi momentum masuk bagi investor ritel.

Meski begitu, investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen utama yang memengaruhi pergerakan emas.

Faktor tersebut antara lain sikap wait and see bank sentral Amerika Serikat The Fed serta dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif. Untuk jangka panjang, prospek emas dinilai masih menarik.

Sutopo menambahkan, bagi investor dengan tujuan lindung nilai jangka panjang lebih dari dua tahun, harga saat ini masih tergolong potensial, seiring peluang emas menguji level yang lebih tinggi pada kuartal II atau setidaknya semester kedua tahun ini.

Senin, 30 Maret 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tinggi dan Eskalasi Timur Tengah

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas turun ke kisaran US$4.512 per troy ons pada awal sesi perdagangan, meskipun eskalasi geopolitik di Timur Tengah masih berlanjut memasuki pekan kelima. Intensifikasi serangan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Israel selama akhir pekan meningkatkan risiko gangguan pada jalur perdagangan strategis di Laut Merah serta potensi ancaman terhadap infrastruktur energi utama di Arab Saudi. Di sisi lain, peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan memperkuat indikasi adanya kesiapan terhadap operasi darat jangka panjang. Namun demikian, ketidakpastian geopolitik tersebut belum mampu menopang harga emas secara signifikan dalam jangka pendek.

Secara fundamental, pelemahan didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi, khususnya minyak mentah yang berpotensi mempertahankan tekanan harga global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, terutama The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka lebih lama guna menjaga stabilitas inflasi. Kenaikan yield obligasi dan penguatan dolar AS turut menjadi faktor yang menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding.

Memasuki kuartal II-2026, pelaku pasar cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi utama AS, yakni Personal Consumption Expenditures (PCE) pada akhir pekan ini. Selain itu, rangkaian data penting seperti JOLTS dan Consumer Confidence pada Selasa (31/3), ADP Employment, Retail Sales, serta ISM Manufacturing PMI pada Rabu (1/4), hingga klaim pengangguran mingguan pada Kamis (2/4) akan menjadi indikator utama arah kebijakan moneter ke depan. Pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Senin juga berpotensi memberikan sinyal tambahan terkait outlook suku bunga. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.394 hingga $4.294, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.574 hingga $4.654. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.114, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.834.

Jumat, 27 Maret 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS dan Risiko Inflasi

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas turun ke kisaran US$4.388 per troy ons pada awal sesi perdagangan, tertekan oleh penguatan dolar AS serta kenaikan harga energi yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Indeks dolar AS melanjutkan penguatannya, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset likuid di tengah ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor non-dolar, sehingga menekan permintaan. Di sisi lain, harga minyak yang kembali meningkat memperkuat ekspektasi inflasi dan mendorong pasar untuk mempertimbangkan kembali skenario suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Dari sisi geopolitik, pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sinyal yang beragam dari kedua pihak menciptakan ketidakpastian arah konflik, meskipun terdapat indikasi de-eskalasi terbatas, seperti keputusan Iran untuk mengizinkan kapal “non-hostile” melintas di Selat Hormuz. Selain itu, pernyataan Presiden AS terkait penundaan serangan selama 10 hari turut memberikan ruang bagi proses diplomasi. Namun, respons Iran yang masih menolak adanya negosiasi langsung menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi di pasar.

Dari sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS meningkat tipis, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang masih relatif solid. Hal ini memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi sambil memantau risiko inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi lanjutan dan perkembangan negosiasi geopolitik sebagai penentu arah harga emas selanjutnya.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.305 hingga $4.231, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.498 hingga $4.617. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.038, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.810.

Jumat, 13 Maret 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Mendekati Terendah Harian seiring Kekuatan USD Mengimbangi Ketegangan Timur Tengah Menjelang Data PCE AS

 Solid Gold Berjangka Makassar - Emas menyerahkan sebagian besar dari kenaikan moderat dalam perdagangan harian dan turun ke ujung bawah kisaran harian selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Jumat. Pembelian Dolar AS (USD) tetap tak terputus di tengah meningkatnya keyakinan bahwa lonjakan harga energi yang dipicu oleh perang Iran akan membangkitkan tekanan inflasi dan memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk menunda pemangkasan suku bunga. Ini terbukti menjadi faktor kunci yang bertindak sebagai penghalang bagi logam kuning yang tidak berimbal hasil.

Sementara itu, risiko geopolitik tetap ada di tengah eskalasi lebih lanjut konflik di Timur Tengah, yang dapat membantu membatasi penurunan bagi Emas safe-haven. Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, memperingatkan dalam pernyataan publik pertamanya bahwa semua pangkalan militer AS di wilayah tersebut harus segera ditutup atau akan diserang. Khamenei lebih lanjut menambahkan bahwa serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut akan terus berlanjut, meskipun Iran percaya pada niat baik dengan tetangganya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa menghentikan kekaisaran jahat di Iran lebih penting baginya daripada harga minyak. Faktanya, harga minyak mentah telah meningkat sejak awal perang AS-Israel terhadap Iran. Selain itu, kekhawatiran tentang gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran tentang lonjakan inflasi, yang telah memaksa investor untuk dengan cepat mengurangi taruhan pada pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) pada tahun 2026. Ini tetap mendukung imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi, yang menguntungkan para pembeli USD dan mungkin terus membatasi harga Emas menjelang Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS.

Data inflasi yang penting akan memainkan peran kunci dalam mempengaruhi ekspektasi pasar tentang prospek kebijakan The Fed di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat tentang lonjakan harga konsumen yang dipicu oleh perang. Hal ini, pada gilirannya, akan mendorong permintaan USD dan memberikan dorongan yang berarti bagi harga Emas. Namun, fokus tetap pada perkembangan geopolitik. Meskipun demikian,

tampaknya siap untuk mencatatkan pelemahan untuk minggu kedua berturut-turut. Selain itu, fundamental yang beragam tersebut memerlukan kehati-hatian sebelum menempatkan taruhan arah yang agresif dan memposisikan diri untuk setiap pergerakan apresiasi lebih lanjut.

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Pelemahan Dolar dan Volatilitas Energi Dorong Penguatan Emas

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas turun ke kisaran US$5.178 per troy ons pada awal sesi perdagangan tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Penguatan dolar tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga di tengah potensi tekanan inflasi yang dipicu lonjakan harga energi global. Ketegangan di Timur Tengah masih terus berlangsung setelah laporan serangan Iran terhadap kapal dagang serta target militer Israel di kawasan tersebut. Risiko gangguan pasokan energi ini mempertahankan volatilitas di pasar komoditas dan pada saat yang sama menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, sehingga membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Dari sisi data ekonomi, indeks harga konsumen (CPI) AS tercatat meningkat 0,3% pada Februari, sejalan dengan ekspektasi pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,4%, juga sesuai dengan perkiraan analis. Data tersebut memberikan dampak terbatas terhadap pasar emas, sementara perhatian investor kini beralih pada rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan keluar pada Jumat sebagai indikator inflasi pilihan Federal Reserve. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $5.142 hingga $5.109, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.216 hingga $5.257. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $5.035, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.331.