Jumat, 29 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Meroket Naik, Didorong Kekhawatiran Indepedensi The Fed

 

Solid Gold Berjangka - Harga emas menguat ke level tertinggi dalam lima pekan pada perdagangan di Kamis (28/8). Kenaikan ini didukung pelemahan dolar serta meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah kekhawatiran terhadap independensi dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Jumat (29/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot gold: Naik 0,6% menjadi US$3.416,14

Emas berjangka: Stabil di US$3.466,10

Spot silver: Naik 1,2% menjadi US$39,09

Platinum: Naik hampir 1% ke US$1.359,70

Palladium: Menguat 0,8% menjadi US$1.100,53.

Indeks dolar melemah, membuat emas yang dihargakan dalam greenback lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

“Harga emas naik stabil selama sepekan terakhir karena meningkatnya kekhawatiran tentang independensi The Fed. Tekanan Trump memicu ketidakpastian bahwa bank sentral dapat memangkas suku bunga lebih cepat dan mempertahankannya lebih lama, yang menguntungkan emas,” kata Analis Logam Independen, Tai Wong.

Pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 87% terjadinya pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed September. Investor juga menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE).

Adapun Gubernur The Fed Lisa Cook menggugat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini menyusul upaya sang presiden untuk memecatnya dari jabatan di The Fed. Gugatan tersebut berpotensi memicu pertarungan hukum yang dapat mengubah norma lama mengenai independensi bank sentral di AS.

Kamis, 28 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Stabil Jelang Rilis Data Inflasi AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas bergerak tipis pada perdagangan di Rabu (27/8). Investor tengah menunggu rilis data inflasi untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Kamis (28/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: Naik 0,1% menjadi US$3.394,49
Emas berjangka: Naik 0,5%ke US$3.448,6.
Perak spot: Turun 0,1% ke US$38,57
Platinum: Melemah 0,2% ke US$1.345,66
Palladium: Turun 0,3% ke US$1.091,01.
Investor menanti data Personal Consumption Expe

Rabu, 27 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Kambali Melonjak, Pasar Soroti Dinamika The Fed

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada perdagangan di Selasa (26/8). Hal ini didorong permintaan aset safe haven di tengah keraguan pasar terhadap independensi dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Rabu (27/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot gold: Naik 0,5% ke US$3.382,19

Emas berjangka: Naik 0,5% ke US$3.433

Perak spot: Naik tipis 0,1% menjadi US$38,52

Platinum: Turun 0,1% ke US$1.340,88

Palladium: Melonjak 1,5% menjadi US$1.102,65.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook. Hal tersebut karena dugaan penyimpangan pinjaman hipotek. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini berpotensi memicu uji batas kewenangan presiden terhadap lembaga moneter independen jika dibawa ke ranah hukum.

“Berita bahwa ia memecat salah satu gubernur bank sentral yang dituduh melakukan penipuan hipotek memberi dorongan bagi emas. Saat ini, arah bank sentral menjadi faktor utama penggerak emas,” kata RJO Futures Analyst, Bob Haberkorn.

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan depan, dengan alasan meningkatnya risiko di pasar tenaga kerja.

Saat ini, investor sendiri memperkirakan peluang pemangkasan 25 basis poin pada bulan depan lebih dari 87%.

“Jika Powell tetap bernada dovish pada pertemuan mendatang dan membuka peluang pemangkasan tambahan tahun ini, emas berpotensi melanjutkan kenaikan,” ungkap Haberkorn.

Data terbaru menunjukkan pesanan barang tahan lama pada bulan lalu turun 2,8%. Investor kini menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) dan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE).

Emas yang tidak memberikan imbal hasil umumnya lebih menarik dalam lingkungan suku bunga rendah, sekaligus mendapat dukungan dari ketidakpastian ekonomi global.

Selasa, 26 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Global Stabil, Pasar Logam Nantikan Data PCE AS

 

- Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan di Senin (25/8). Perhatian investor tengah beralih dari sinyal arah suku bunga menuju data inflasi dari Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Selasa (26/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: Flat dalam level US$3.372,67

Emas berjangka: Melemah tipis 0,03% ke US$3.417,50

Perak spot: Turun 0,3% menjadi US$38,72

Platinum: Anjlok 1,6% ke US$1.339,40

Paladium: Jatuh 2,7% ke US$1.096,20.

Penguatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama turut menekan harga emas, karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari pernyataan terbaru dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

“Pasar sedang mencerna komentar bank sentral sambil menunggu data baru yang bisa memberi indikasi lebih jelas soal peluang pemangkasan suku bunga September,” kata Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

Ketua The Fed Jerome Powell baru-baru ini memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan di September. Namun ia juga menekankan keputusan tersebut belum final.

Powell menyebut risiko pelemahan pasar tenaga kerja meningkat, sementara inflasi tetap menjadi ancaman ekonomi dari AS.

“Saya pikir periode lesu musim panas akan segera berakhir. Tren kenaikan emas kemungkinan kembali menguat dalam beberapa pekan ke depan," ujar Grant.

Pasar saat ini memperkirakan lebih dari 86% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bank sentral untuk bulan depan. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkurang.

Investor kini menunggu rilis data dari Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS). Hal itu untuk memperkirakan jalur kebijakan moneter bank sentral selanjutnya

Kamis, 21 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Naik, Dikerek Koreksi Dolar dan Optimisme Simposium The Fed

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia naik pada perdagangan di Rabu (20/8). Hal ini terjadi seiring pelemahan dolar, sementara pelaku pasar menanti simposium ekonomi yang akan menjadi sorotan kebijakan moneter global di Jackhole, Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Kamis (21/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: Naik 0,9% menjadi US$3.344,37
Emas berjangka: Naik 0,9% ke US$3.388,50
Perak spot: Naik 1,1% ke US$37,78,
Platinum: Naik 2,1% ke US$1.333,43
Paladium: Stabil ke US$1.115,15.
Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Risalah Federal Reserve Juli menunjukkan dua pejabat bank sentral menjadi satu-satunya yang mendukung pemangkasan suku bunga. Namun, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan muncul hanya dua hari setelah rapat, sehingga memperkuat pandangan mereka.

“Trader mengabaikan risalah tersebut karena dianggap sudah usang, mengingat data pekerjaan yang mengejutkan muncul setelahnya,” kata Trader Logam Independen, Tai Wong.

Fokus kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole. Pasar futures mencatat peluang 83% untuk pemangkasan suku bunga seperempat poin pada September.

Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap bank sentral dengan meminta pengunduran diri dari Gubernur The Fed Lisa Cook. Hal ini terkait dugaan hipotek, namun langkahnya dinilai sebagai upaya memperbesar pengaruhnya terhadap kebijakan moneter.

Selasa, 19 Agustus 2025

Solid Gold Makassar | Harga Emas Stabil Jelang Simposium The Fed

 

Solid Gold Makassar - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan di Senin (19/8). Fokus investor tertuju pada pertemuan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Sementara mereka juga menantikan simposium tahunan dari Federal Reserve (the Fed) di Jackson Hole.


Dilansir dari Reuters, Selasa (19/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Spot gold: Turun tipis ke US$3.333,32.

Emas berjangka AS: Melemah 0,1% ke US$3.378.

Perak spot: Naik 0,1% ke US$38,02.

Platinum: turun 0,1% ke US$1.334,10.

Palladium: Menguat 1% ke US$1.122,86.

Kenaikan dolarturut membatasi pergerakan emas, karena membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.


Trump sebelumnya menyatakan pihaknya akan membantu zonaeuro dalam menyediakan keamanan bagi Ukraina. Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan mengakhiri perang dengan Rusia.


“Tidak banyak reaksi emas atas pertemuan Putin–Trump. Harga kemungkinan tetap dalam kisaran ini. Titik perubahan berikutnya adalah konferensi The Fed," ungkap Analis Marex Edward Meir.


Investor kini menanti risalah rapat kebijakan dari The Fed Juli. Pidato Ketua The Fed Jerome Powell juga akan dinantikan oleh investor.


Pasar telah memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, namun ada kemungkinan pemangkasan hingga 50 basis poin yang bisa mendorong harga emas lebih tinggi. Emas cenderung menguat di tengah tingkat suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi.

Jumat, 15 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Turun, Data Ekonomi Guncang Peluang Dipangkasnya Suku Bunga di AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia turun pada Kamis (14/8). Hal ini terjadi setelah data inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan dan penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Jumat (15/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot:Turun 0,5% menjadi US$3.337,21

Emas berjangka: Melemah 0,7% menjadi US$3.383,2

Perak spot: Merosot 1,3% menjadi US$37,97

Platinum: Naik 1,1% menjadi US$1.354,33

Paladium: Menguat 2% menjadi US$1.144,5.

Penguatan indeks dolar (DXY) dari level terendah dalam lebih dari dua pekan membuat emas kurang menarik, sementara imbal hasil obligasi tenor sepuluh tahun naik dari level terendah sepekan di AS.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI). Data tersebut naik 3,3% secara tahunan pada bulan lalu, di atas perkiraan 2,5%. Klaim pengangguran mingguan tercatat 224.000, lebih rendah dari ekspektasi.

Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan bahwa capaian tersebut memangkas peluang pemangkasan suku bunga besar oleh Federal Reserve (The Fed) di September.

“Emas bergerak turun karena data terbaru yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga, mengingat hal ini dapat mendorong inflasi inti, sehingga membuat The Fed lebih berhati-hati," katanya.

Namun Hansen menilai prospek jangka panjang emas tetap positif karena bank sentral pada akhirnya akan dihadapkan pada pilihan antara memerangi inflasi atau mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pelaku pasar kini cenderung memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September dan satu kali lagi pada Oktober. Hal itu sejalan dengan pernyataan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly.

Kamis, 14 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Menguat, Efek Turunnya Dolar dan Yield Obligasi di AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas menguat pada Rabu (13/8). Hal ini didorong pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah, setelah data inflasi yang lebih jinak memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Kamis (14/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: Naik 0,3% menjadi US$3.355,58.

Emas berjangka: Naik 0,3% ke US$3.408,3.

Perak spot: Melonjak 1,6% menjadi US$38,50.

Platinum: Menguat 0,3% ke US$1.339,75.

Paladium: Bertambah 0,5% menjadi US$1.135,23.

Indeks dolar menyentuh level terendah dalam lebih dari dua minggu, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri. Yield obligasi pemerintah tenor sepuluh tahun juga turun tipis di AS.

“Emas sedang mendapat dorongan dari ekspektasi tinggi pemangkasan suku bunga pada September, setelah data inflasi yang jinak dan data ketenagakerjaan non-pertanian yang lemah di Juli,” kata Analis Pasar Senior Tradu.com, Nikos Tzabouras.

Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada bulan depanmencapai 97%, setelah data inflasi bulan lalu menunjukkan dampak terbatas dari tarif impor, disusul data ketenagakerjaan yang lemah awal bulan ini. Ekspektasi itu juga mendorong spekulasi setidaknya akan ada satu kali pemangkasan tambahan.

Investor menanti rilis sejumlah data ekonomi pekan ini, termasuk indeks harga produsen, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel dari AS.

Dari sisi geopolitik, pasar akan mengawasi pertemuan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.

Emas sebagai aset lindung nilai di masa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, cenderung mendapat keuntungan dari suku bunga rendah.

Rabu, 13 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Naik Tipis, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Tetap Terjaga

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas naik tipis pada perdagangan di Selasa (12/8). Data Inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Sementara fokus pasar beralih pada rilis data ekonomi penting lainnya pekan ini.


Dilansir dari Reuters, Rabu (13/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Emas spot: Naik 0,1% menjadi US$3.347,34.

Emas Berjangka: Melemah 0,2% ke US$3.399.

Perak spot: Naik 0,9% menjadi US$37,92.

Platinum: Menguat 0,9% ke US$1.338,73.

Paladium: Turun 0,5% ke US$1.129,57.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan adanya kenaikan di Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli. Secara tahunan, indeks terkait naik 2,7%. Hal tersebut membuat dolar melemah dan membuat emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lainnya.


“Data inflasi terlihat campuran, tetapi mendukung pemangkasan suku bunga,” ujar Analis Pasar RJO Futures, Bob Haberkorn.


Ia menambahkan pelaku pasar masih berhati-hati karena situasi berada di titik krusial sambil menunggu indikator ekonomi selanjutnya.


Pasar mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga setelah rilis data CPI. Data ekonomi lain yang akan menjadi perhatian pekan ini antara lai klaim pengangguran mingguan, penjualan ritel dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS.


Baca Juga: Presiden The Fed Kansas Dorong Suku Bunga Tetap di 4,25%–4,50%


Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, serta memperkuat posisinya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian.