Kamis, 31 Juli 2025

Solid Gold Makassar | Harga Emas Anjlok, Pasar Logam Kena Efek Keputusan The Fed

 

Solid Gold Makassar - Harga emas dunia turun signifikan pada Rabu (30/7). Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga dan tidak memberikan sinyal jelas terkait waktu pemangkasan suku bunga. Di saat yang sama, data ekonomi yang kuat semakin mengikis daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Dilansir dari Reuters, Kamis (31/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot emas: turun 1,5% ke US$3.275,92.

Emas berjangka: melemah 0,8% ke US$3.352,80.

Perak spot: merosot 3,2% ke US$36,97

Platina: anjlok 6,6% ke US$1.303,19

Palladium: turun 4,9% ke US$1.196,75

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%. Meski demikian, rapat menghasilkan keputusan terbelah, dengan dua pejabat menginginkan pemangkasan sebesar 25 basis poin.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa belum ada keputusan terkait potensi penurunan suku bunga pada September. Meski demikian. pelaku pasar sebelumnya berharap pemangkasan akan dimulai pada bulan itu. Powell juga menyoroti risiko pelemahan pasar tenaga kerja, namun tetap memprioritaskan penanganan inflasi.

"Powell tetap pada pendiriannya untuk menekan inflasi, meskipun ada kekhawatiran terhadap kondisi lapangan kerja," ujar Pedagang Logam Independen, Tai Wong.

"Dolar yang menguat memberi tekanan tambahan pada emas. Meskipun harga bisa terkoreksi lebih dalam, kondisi fundamental emas seperti ketidakpastian global, utang yang tinggi, dan tren dedolarisasi masih kuat," tambahnya.

ADP National Employment juga menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa payroll sektor swasta naik lebih tinggi dari perkiraan pada Juli. Hal ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi tetap solid, meski ada tanda-tanda awal pelemahan pasar kerja di AS.

Harga emas biasanya menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian global. Namun, dalam kondisi saat ini, penguatan dolar dan suku bunga tinggi menjadikan emas kurang menarik bagi investor.

Rabu, 30 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik Tipis, Investor Nantikan Hasil Pertemuan The Fed



 - Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Selasa (29/7). Hal ini terjadi karena investor cenderung bersikap wait and see sembari menanti keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).


Dilansir dari Reuters, Rabu (30/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Emas spot: naik 0,4% menjadi US$3.327,69.

Emas berjangka: naik 0,4% ke US$3.324.

Perak: naik tipis 0,1% ke US$38,19.

Palladium: menguat 0,9% ke US$1.257,41.

Platinum: melonjak 0,7% menjadi US$1.399,70.

Investor mencermati kelanjutan pembicaraan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Meski menghasilkan perpanjangan jeda tarif timbal balik, para analis menilai bahwa negosiasi antara keduanya jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa dan Jepang.


"Karena masih ada risiko kegagalan dalam pembicaraan, sebagian investor merasa perlu untuk tetap memiliki eksposur terhadap aset safe haven seperti emas," kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.


Dari sisi kebijakan moneter, pasar menyoroti pertemuan dari The Fed. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan, namun investor akan mengamati pernyataan resmi lembaga itu untuk mencari petunjuk terkait waktu dan kecepatan potensi pemangkasan suku bunga.


Saat ini, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun, dengan bulan Oktober sebagai waktu yang paling memungkinkan. Namun, jika terdapat perbedaan pendapat dari dua anggota The Fed, ekspektasi bisa bergeser ke bulan September—yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.


Emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah karena imbal hasil aset pesaing menjadi kurang menarik, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Senin, 28 Juli 2025

Solid Gold Makassar | Harga Emas Global Turun, Pasar Logam Ditekan Harapan Sepakatnya Uni Eropa-AS

 

Solid Gold Makassar - Harga emas melemah pada perdagangan Jumat (25/7). Penurunan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar dan kemajuan dalam negosiasi dagang seputar tarif dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Senin (28/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: turun 0,9% menjadi US$3.336,01.

Emas berjangka: melemah 1,1% di US$3.335,60.

Perak spot: turun 2,3% menjadi US$38,20.

Platinum: melemah 0,9% menjadi US$1.395,31.

Palladium: turun 0,7% ke level US$1.219,07.

Indeks dolar bangkit dari posisi terendah dalam lebih dari dua minggu, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Hal ini tidak terlepas dari optimisme soal negosiasi tarif jelang tenggat waktu di 1 Agustus 2025.

"Kesepakatan dagang sangat berarti, dan kini ada harapan tercapainya kesepakatan dari Uni Eropa dan AS. Hal ini melemahkan permintaan terhadap aset safe haven karena selera risiko investor meningkat," kata Wakil Presiden dan Analis Senior Logam Zaner Metals, Peter Grant.

Pekan ini diawali dengan perjanjian perdagangan dari Jepang-AS. Kini Komisi Eropa menyatakan bahwa kesepakatan sudah dalam jangkauan dengan AS.

Dari sisi data ekonomi, klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam tiga bulan, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap solid meskipun perekrutan melambat di AS.

Federal Reserve juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%–4,50%. Meski demikian, tekanan inflasi diprediksi meningkat akibat tarif impor dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Adapun Trump baru-baru ini mengunjungi bank sentral, hal itu dinilai sebagai upaya terbarunya untuk menegaskan keinginannya melakukan pemotongan suku bunga di AS.

Grant menambahkan bahwa emas berpeluang menarik minat beli di kisaran US$3.300. Namun belum akan menembus rekor tertinggi baru setidaknya sampai selesainya pertemuan dari The Fed.

Emas biasanya menguat di tengah ketidakpastian dan ketika suku bunga rendah, karena daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.

Kamis, 24 Juli 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Anjlok, Pasar Logam Tertekan Prospek Kesepakatan Uni Eropa-AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia melanjutkan penurunan pada Rabu (23/7). Hal ini terjadi karena adanya penurunan permintaan terhadap aset lindung nilai setelah muncul laporan adanya kesepakatan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).


Dilansir dari Reuters, Kamis (24/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Spot emas: turun 1,1% menjadi US$3.394,64.

Emas berjangka: melemah 1,3% keUS$3.397,60.

Perak spot: turun 0,1% ke US$39,24.

Platina: anjlok 2,1% ke US$1.411,63.

Palladium: turun tipis 0,2% ke US$1.271,98.

Presiden AS, Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Jepang. Hal ini disusul sebuah laporan yang menyebut AS dan Uni Eropa hampir menyepakati tarif umum sebesar 15% untuk produk dari zona euro yang masuk ke AS.


Kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap perbaikan hubungan dagang global, sehingga mengurangi permintaan investor terhadap emas sebagai aset pelindung dari ketidakpastian (safe haven).


“Kita sudah melihat kesepakatan dagang dengan Jepang, dan sekarang ada kemungkinan kesepakatan serupa dengan Uni Eropa. Ini berarti tidak akan ada tarif balasan besar dari Eropa, dan itu mendukung selera risiko... pasar saham pun cukup menguat,” kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.


Emas biasanya mendapat dukungan saat ketidakpastian meningkat atau suku bunga rendah, karena biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah.


Namun, pasar saat ini tidak memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Juli, meskipun independensi bank sentral AS tengah diuji oleh tekanan politik, termasuk seruan Trump agar The Fed memangkas suku bunga lebih agresif.

Rabu, 23 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Meroket Naik, Pasar Soroti Tak Jelasnya Progress Negosiasi Tarif AS

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas naik ke level tertinggi dalam lima pekan pada perdagangan di Selasa (22/7). Kenaikan kali ini didorong oleh meningkatnya ketidakpastian perdagangan global dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Rabu (23/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot emas: naik 1% menjadi US$3.428,84.

Emas berjangka: melonjak 1,1% ke US$3.443,70.

Perak spot: naik 0,6% ke US$39,16.

Palladium: menguat 1,4% ke US$1.282,82.

Platina: melemah 0,5% ke US$1.431,64.

Para investor terus memantau tenggat waktu tarif yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di 1 Agustus 2025.

AS juga menjadi sorotan menyusul imbal hasil obligasi tenor sepuluh tahun yang jatuh ke level terendah dalam hampir dua pekan. Hal itu membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi lebih menarik bagi investor.

“Ketidakpastian perdagangan memicu permintaan aset safe haven. AS sedang menjajaki berbagai kesepakatan dagang, dan beredar kabar bahwa pembicaraan masih jauh dari kata sepakat dengan Uni Eropa,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengonfirmasi bahwa pekan depan, ia akan bertemu dengan mitranya dari China. Ia juga memberi sinyal kemungkinan perpanjangan tenggat tarif hingga 12 Agustus.

Bessent menyebut bahwa pihaknya siap mengumumkan gelombang kesepakatan dagang dengan sejumlah negara mitra dagang dari AS.

Namun Uni Eropa mengisyaratkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah balasan yang lebih luas terhadap AS. Hal ini seiring makin suramnya prospek tercapainya kesepakatan dagang dengan Negeri Paman Sam.

Investor kini juga bersiap menyambut pertemuan dari The Federal Reserve (The Fed). Meski bank sentral diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, pasar mulai berspekulasi akan adanya pemangkasan suku bunga pada Oktober.

Emas secara historis menjadi aset lindung nilai yang populer di tengah ketidakpastian dan cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Adapun Bessent menyatakan tidak ada urgensi untuk pengunduran diri dari Ketua The Fed Jerome Powell. Padahal sebelumnya, sang menteri menyerukan peninjauan ulang terhadap institusi tersebut.

Sementara Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman kembali menegaskan pentingnya independensi bank sentral, hal ini menyusul tekanan politik yang meningkat untuk menurunkan biaya pinjaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Senin, 21 Juli 2025

Solid Gold | Harga Emas Naik, Ditopang Ketidakpastian Global dan Pelemahan Dolar AS

 

Solid Gold Makassar - Harga emas menguat pada perdagangan di Jumat (18/7). Hal ini terjadi seiring pelemahan dolar dan berlanjutnya ketidakpastian ekonomi serta geopolitik yang mendorong permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.


Dilansir dari Reuters, Senin (21/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Spot emas: naik 0,4% menjadi US$3.351,18.

Emas berjangka: ditutup naik 0,4% di US$3.358,30.

Platinum: turun 2% menjadi US$1.428,65.

Palladium: turun 1,6% ke US$1.259,09.

Perak: naik 0,3% ke US$38,23.

Meski dolar relatif stabil, nilainya yang lebih lemah tetap membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri yang menggunakan mata uang lain.


“Amerika Serikat jadi perhatian, kekhawatiran terhadap peningkatan utang dan perkembangan terbaru soal tarif global kemungkinan akan terus menjaga perhatian investor pada emas,” ujar Analis Logam Mulia Standard Chartered Bank, Suki Cooper.


“Untuk saat ini, harga emas tampaknya memiliki level bawah yang kuat," tambahnya.


Indonesia jadi sorotan menyusul kabar bahwa pihaknya masih menyusun rincian kesepakatan dagang baru dengan Amerika Serikat.


Sementara Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen memberikan kabar bahwa kesepakatan yang "baik" masih mungkin dicapai dengan Jepang.


Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga mematik kekhawatiran pasar menyusul beragam kritikannya soal suku bunga terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Pelaku pasar kini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun ini, dengan total penurunan sebesar 50 basis poin.


Emas biasanya mendapat dorongan saat terjadi ketidakpastian ekonomi, serta saat suku bunga turun karena emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap.

Jumat, 18 Juli 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Alami Koreksi, Logam Mulia Ditekan Menguatnya Dolar dan Data Ekonomi AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia melemah tipis pada Kamis (17/7). Pasar emas mulia tertekan oleh penguatan dolar dan data ekonomi yang kuat, di tengah kehati-hatian pasar yang menanti perkembangan terbaru terkait kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Jumat (18/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Sspot emas: turun 0,3% ke US$3.337,43.

Emas berjangka: melemah 0,4% ke US$3.345,3.

Palladium: naik 3,8% ke US$1.277,78

Perak (spot silver): naik 0,3% ke US$38,07

Platina (platinum): naik 3,1% ke US$1.460,13

Tekanan terhadap emas muncul setelah dolar menguat, membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kenaikan ini juga didorong oleh penguatan imbal hasil obligasi pemerintah (treasury yields) usai rilis data ekonomi di AS.

“Ada sedikit penguatan dolar dan yield treasury naik, yang menekan pasar emas,” kata RJO Futures Senior Analyst, Bob Haberkorn.

Data pengangguran mingguan menunjukkan penurunan klaim, menandakan pertumbuhan lapangan kerja yang stabil pada Juli di AS. Sementara itu, penjualan ritel naik 0,6% pada Juni. Hal tersebut melebihi ekspektasi, meski sebagian kenaikan kemungkinan disebabkan oleh kenaikan harga akibat tarif.

Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segera memangkas suku bunga, karena dampak tarif dari pemerintahan mulai tercermin dalam inflasi di AS.

Emas yang kerap menjadi lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi perdagangan global, negosiasi tarif tengah menjadi perhatian khususnya antara Jepang dan AS. Negosiator perdagangan utama negara itu bertemu dengan Menteri Perdagangan AS.

Dari Swiss, ekspor emas melonjak 44% secara bulanan pada bulan lalu, dengan emas batangan dikirim kembali ke Inggris dari AS.

Kamis, 17 Juli 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Global Naik, Pasar Logam Mulia Dikejutkan Serangan Israel ke Suriah

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas melonjak pada Rabu (16/7). Hal ini menyusul laporan adanya rencana pemecatan sosok dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Ketegangan Timur Tengah juga turut mengerek harga logam mulia.

Dilansir dari Reuters, Kamis (17/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot gold: naik 1% menjadi US$3.354,01.
Emas berjangka: naik 0,7% ke US$3.359,10.
Spot silver: bertambah 0,5% ke US$37,89.
Platinum: melonjak hampir 3% menjadi US$1.412,55.
Palladium: naik 1,8% ke US$1.227,73.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan akan memecat sosok dari Powell. Namun ia kemudian mengatakan bahwa ia tidak berencana memecat figur bank sentral itu, tetapi enggan menutup kemungkinan karena adanya penyelidikan terhadap pembengkakan biaya renovasi gedung bank sentral sebesar US$2,5 miliar.

“Judul berita yang menyebut dia akan memecat sang ketua bank sentral sempat mendorong harga emas melonjak… meski kemudian diklarifikasi tidak mungkin terjadi. Pasar emas sempat terguncang oleh tarik-ulur isu ini,” kata Analis Komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Situasi geopolitik turut memperkuat minat terhadap aset aman (safe haven) seperti emas, setelah pasar logam mulia dikejutkan serangan dari Israel ke Damaskus. Ia menghantam lokasi sekitar Istana Presiden dan Kementerian Pertahanan Suriah.

Komisi Eropa juga menjadi perhatian menyusul persiapannya menargetkan barang-barang asal senilai US$84,1 miliar untuk dikenai tarif jika pembicaraan dagang tak membuahkan hasil dengan ASl.

Dukungan tambahan terhadap harga emas juga datang dari data ekonomi AS. Indeks Harga Produsen (PPI) tercatat stagnan pada Juni. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) juga menunjukkan kenaikan 0,3% pada Juni. Kedua data tersebut menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan berhati-hati sebelum memangkas suku bunga.

Emas cenderung menguat dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta di lingkungan suku bunga rendah, karena tidak memberikan imbal hasil.

Rabu, 16 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Turun, Pasar Soroti Update Tarif hingga Data Inflasi AS

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas turun pada perdagangan di Selasa (15/7). Penurunan ini terjadi seiring investor menanti pembaruan terkait kebijakan tarifdan mencerna laporan inflasi yang menunjukkan kenaikan harga konsumen sesuai ekspektasi di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Rabu (16/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot emas: turun 0,5% menjadi US$3.328,06.
Emas berjangka: melemah 0,7% di US$3.336,7.
Perak spot: tergelincir 0,9% menjadi US$37,79.
Platinum: naik 0,6% menjadi US$1.371,49.
Palladium: menguat 0,5% ke US$1.198,97.
Penguatan dolar turut menekan harga emas, karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini terjadi seiring dengan update kebijakan tarif.
“Saya pikir pasar masih fokus pada ketegangan tarif, yang tetap menjadi penopang bagi emas. Saya tetap bullish terhadap emas, meski saat ini kita masih berada dalam kisaran harga sejak pertengahan Mei,” kata Wakil Presiden dan Kepala Strategi Logam Zaner Metals, Peter Grant.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengancam akan memberlakukan tarif kepada mitra dagangnya, hal tersebut memperburuk kekhawatiran pasar atas eskalasi perang dagang.

Adapun Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,3% di Juni 2025. Angak tersebut sesuai dengan ekspektasi. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak Januari.

Trump melihat hal tersebut sebagai moment yang tepat untuk kembali mendesak bank sentral untuk menurunkan suku bunga, dengan alasan inflasi tetap rendah. Pelaku pasar masih memperkirakan bahwa bank sentral dapat mulai memangkas suku bunga acuan pada September.

Investor kini menantikan data Indeks Harga Produsen (PPI). Ia dinilai akan bisa menjadi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).

Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta di lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil tetap.

Selasa, 15 Juli 2025

PT Solid Makassar | Harga Emas Naik Seiring Naiknya Ketidakpastian Perang Dagang AS; Data China yang Mixed Redam Risiko

 

PT Solid Makassar - Harga emas naik di perdagangan Asia pada hari Selasa karena kekhawatiran yang terus berlanjut atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump membuat permintaan aset safe haven tetap ada, sementara data ekonomi yang moderat dari China menambah tren ini.

Permintaan aset haven juga didukung oleh kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, setelah Trump mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv dan mengancam sanksi yang lebih ketat terhadap industri minyak Rusia.

Namun, ketahanan dolar membuat perdagangan emas sebagian besar berada dalam kisaran perdagangan $3.300 hingga $3.500/oz, sementara harga logam yang lebih luas membuat kemajuan terbatas. Fokus tertuju pada data indeks harga konsumen AS yang akan datang untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk mengenai suku bunga.

Spot gold naik 0,6% menjadi $ 3.364,26 per ounce, sementara gold futures untuk bulan September naik 0,4% menjadi $ 3.373,52 / ounce pada pukul 12:44 WIB.

Ketidakpastian tarif AS dan kekhawatiran Rusia mendukung emas
Kenaikan emas pada hari Selasa terjadi karena logam mulia ini mengalami penguatan dalam beberapa sesi terakhir, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian atas tarif Trump. Presiden mengumumkan sejumlah tarif perdagangan yang tajam terhadap negara-negara besar dalam seminggu terakhir, yang terbaru mengumumkan tarif 30% untuk Meksiko dan Uni Eropa.

Uni Eropa terlihat mempersiapkan langkah-langkah pembalasan terhadap Washington, meskipun Trump mengisyaratkan beberapa keterbukaan untuk pembicaraan perdagangan.

Namun, negara-negara ekonomi utama dunia memiliki waktu lebih dari dua minggu untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan Washington, membuat pasar khawatir bahwa Trump akan melanjutkan pungutan tersebut dan memulai perang dagang global yang baru.

Di sisi geopolitik, Trump memberikan waktu 50 hari kepada Rusia untuk mencapai gencatan senjata. Namun, ia juga secara terbuka mengkritik Presiden Vladimir Putin, sementara AS mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv, termasuk senjata-senjata ofensif yang dapat digunakan untuk menyerang Moskow.

Logam mulia lainnya stabil pada hari Selasa, dengan silver dan platinum diperdagangkan di bawah level tertinggi baru-baru ini. Meskipun keduanya telah jauh mengungguli emas di bulan Juni, keduanya terlihat menghadapi beberapa perlawanan harga dalam beberapa minggu terakhir.

Dolar stabil dengan rilisnya data CPI
Dolar stabil di perdagangan Asia setelah mencatat kenaikan kuat dalam beberapa sesi terakhir, dengan fokus pada data IHK yang akan dirilis. Penguatan dollar menekan sebagian besar harga-harga komoditas.

Baik judul dan inti CPI diperkirakan akan sedikit meningkat pada bulan Juni, dengan hasil cetak juga akan memberikan beberapa wawasan tentang efek inflasi dari tarif Trump.

IHK yang tinggi memberi Federal Reserve lebih sedikit dorongan untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, dengan bank sentral menunjukkan sedikit niat untuk memangkas suku bunga di tengah ketidakpastian atas tarif Trump.

Tembaga diredam setelah data China yang beragam
Data ekonomi China yang beragam juga menambah penghindaran risiko, dan membuat harga tembaga berada di bawah tekanan. Patokan copper futures di London Metal Exchange naik 0,2% menjadi $9.642,20 per ton, sementara copper futures AS naik 0,3% menjadi $5,5460 per pon, stabil setelah turun tajam dari rekor tertinggi.

Ekonomi China tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, data produk domestik bruto menunjukkan, di tengah hambatan perdagangan AS yang terbatas dan dukungan dari beberapa langkah stimulus dari Beijing.

Namun pertumbuhan masih melambat dari kuartal sebelumnya, sementara para analis memperingatkan bahwa hasil cetak yang lemah untuk bulan Juni menandakan perlambatan lebih lanjut. penjualan eceran dan investasi aset tetap China menunjukkan angka yang lebih lemah dari yang diharapkan untuk bulan Juni.

Meskipun produksi industri memang melampaui ekspektasi, analis ANZ memperingatkan bahwa data PDB Q2 masih menunjukkan beberapa kelemahan dalam ekonomi China, dengan deflasi menjadi beban utama pada pertumbuhan. Dorongan awal dari langkah-langkah stimulus konsumen Beijing juga diperkirakan akan mereda di paruh kedua tahun ini.

China adalah importir tembaga terbesar di dunia, dengan tanda-tanda ekonomi yang mendingin kemungkinan besar akan mengurangi ekspektasi permintaan untuk logam merah.

Namun, data pada hari Senin menunjukkan impor tembaga China melonjak 9% di bulan Juni, mengakhiri penurunan dua bulan berturut-turut.

Senin, 14 Juli 2025

Solid Gold Makassar | Investor Beralih ke Safe-haven, Harga Emas Naik Menyusul Kekhawatiran Tarif Baru dari AS

 

Solid Gold Makassar - Harga emas dunia naik lebih dari 1% pada Jumat (11/7). Hal ini terjadi seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven menyusul pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.


Dilansir Senin (14/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Emas spot: naik 1% keUS$3.356,93.

Emas berjangka: naik 1,4% menjadi US$3.371,20.

Perak spot: melonjak 3,9% ke US$38,46

Platinum: naik 2,8% ke US$1.399,13

Palladium: menguat 6,5% ke US$1.216,12

Trump baru-baru ini mengumumkan tarif 35% terhadap semua impor dari Kanada. Ia juga menyampaikan rencana tarif menyeluruh sebesar 15% atau 20% untuk sebagian besar mitra dagang lainnya. Selain itu, tarif 50% juga ditetapkan untuk impor tembaga dan berbagai barang dari Brasil.


Pasar saham global merespons negatif kebijakan tersebut, sementara permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian meningkat.


“Kita berada dalam situasi di mana premi risiko kembali masuk ke pasar, dan emas mendapatkan dukungan sebagai aset aman,” kata Kepala Strategi Emas Global State Street Global Advisors, Aakash Doshi.


Doshi memperkirakan harga emas pada kuartal ketiga akan bergerak di kisaran US$3.100 hingga US$3.500. Hal ini menyusul paruh pertama tahun yang sangat kuat, dengan kecenderungan pasar kini berada dalam fase konsolidasi.


Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding), cenderung berkinerja baik di tengah ketidakpastian ekonomi dan lingkungan suku bunga rendah.


Adapun Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller baru-baru ini mengisyaratkan adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan ini. Pasar kini memperkirakan potensi pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun.

Jumat, 11 Juli 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Stabil, Investor Pantau Dampak Tarif Baru Trump

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas bergerak mendatar pada Kamis (10/7). Hal ini menyusul penguatan dolar yang mengimbangi minat beli investor yang tengah mencari aset aman menyusul pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Jumat (11/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: naik tipis 0,1% menjadi US$3.317,44.
Emas berjangka: naik 0,1% di US$3.325,70.
Perak spot: naik 1,5% ke US$36,87.
Platinum: naik 0,5% ke US$1.353,55.
Palladium: melonjak 3,9% ke US$1.148,43.
Penguatan dolar menjadi faktor utama yang menahan kenaikan harga emas. Ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menurunkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai.

“Jika tidak ada eskalasi geopolitik besar, saya tidak melihat emas akan menembus US$3.400 dalam waktu dekat. Kemungkinan besar harga akan bergerak dalam kisaran terbatas,” ujar Analis Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis.

Trump baru-baru ini mengumumkan tarif 50% terhadap impor tembaga dan produk dari Brasil. Keduanya akan berlaku mulai 1 Agustus.

Risalah Federal Reserve (The Fed) Juni juga menjadi sorotan usai menunjukkan hanya beberapa pejabat yang mendukung penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Sebagian besar pembuat kebijakan tetap khawatir terhadap tekanan inflasi akibat tarif baru.

Dari sisi data ekonomi, klaim tunjangan pengangguran mingguan tercatat turun secara tak terduga di Amerika Serikat. Hal ini menandakan pasar tenaga kerja masih cukup solid di tengah sinyal perlambatan ekonomi lainnya.

Kamis, 10 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik Tipis, Investor Pantau Negosiasi Dagang dan Ketidakpastian Fiskal AS

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas dunia menguat tipis pada Rabu (9/7). Hal tersebut terjadi seiring investor memantau ketat perkembangan negosiasi perdagangan serta kondisi fiskal dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Kamis (10/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: naik 0,3% keUS$3.310,26.

Emas berjangka: menguat 0,1% menjadi US$3.321.

Perak spot: turun 1,3% menjadi US$36,31.

Platinum: turun 1,1% ke US$1.344,32.

Palladium: melemah 0,4% menjadi US$1.106,35.

Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menyatakan bahwa ketidakstabilan pasar, kekhawatiran fiskal, dan defisit yang membengkak telah mendorong investor untuk mencari lindung nilai dalam emas di AS.

Adapun Uni Eropa juga menjadi perhatian usai menyatakan sedang berupaya menyelesaikan kesepakatan dagang dengan sebelum akhir bulan. Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan akan mengirimkan pemberitahuan tarif tambahan kepada sejumlah negara yang belum disebutkan.

Trump sebelumnya menandatangani paket pemotongan pajak dan belanja dalam skala besar yang menurut analis independen bisa menambah utang nasional sebesar US$3,4 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.

Namun, penguatan dolar yang mendekati level tertinggi dalam dua minggu mengurangi daya tarik emas bagi pembeli luar negeri.

Risalah Federal Reserve (FOMC) baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pejabat yang mendukung pemangkasan suku bunga pada bulan ini. Sebagian besar anggota menyatakan kekhawatiran atas tekanan inflasi akibat kebijakan tarif dari Trump.

Meski Trump mendesak pemangkasan suku bunga segera dan meminta ketua bank sentral untuk mengundurkan diri, mayoritas pembuat kebijakan bank sentral memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,50%.

Emas cenderung menguat di tengah ketidakpastian ekonomi, namun kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Rabu, 09 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Terkoreksi, Pasar Logam Tertekan Optimisme Negosiasi Tarif AS

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Selasa (8/7). Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya optimisme atas kesepakatan perdagangan antara mitra dagang dengan Amerika Serikat (AS).


Dilansir dari Reuters, Rabu (9/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Spot gold: turun sebesar 0,8% menjadi US$3.307,16.

Emas berjangka: melemah 0,8% ke US$3.316,90.

Spot silver: turun 0,3% ke US$36,64.

Platinum: turun 0,8% ke US$1.359,90.

Palladium: relatif stabil di US$1.111,36.

Penguatan dolar dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah,yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua minggu, turut menekan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas, khususnya di Amerika Serikat.

Jepang dan Korea Selatan menyatakan akan terus melakukan negosiasi untuk mengurangi dampak dari tarif tinggi yang rencananya akan diberlakukan mulai 1 Agustus. Penundaan tenggat waktu ini membuka peluang negosiasi selama tiga minggu ke depan.


“Fokus saat ini tertuju pada isu perdagangan menjelang tenggat tarif, dengan pemerintahan yang terus meningkatkan tekanannya. Namun, optimisme bahwa akan ada kesepakatan perdagangan mendorong sentimen pasar yang lebih berisiko, sehingga emas tetap tertekan,” kata Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant.


Pelaku pasar juga tengah menantikan risalah rapat kebijakan dari Federal Reserve (The Fed). Mereka juga menunggu pernyataan dari sejumlah pejabat bank sentral minggu ini, guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi AS.


Saat ini, investor memperkirakan akan ada pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun, yang kemungkinan akan dimulai pada bulan Oktober.

Selasa, 08 Juli 2025

PT Solid Makassar | Trump Menandatangani Perintah Eksekutif yang Memperpanjang Deadline Tarif

 

PT Solid Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin (07/07) menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memperpanjang tenggat waktu untuk pelaksanaan tarif perdagangan "resiprokal" menjadi 1 Agustus dari sebelumnya 9 Juli, karena pemerintahannya hanya mengonfirmasi sejumlah kecil kesepakatan perdagangan.

Trump, bersama dengan beberapa pejabat Gedung Putih, telah menyebutkan tenggat waktu baru 1 Agustus selama beberapa hari terakhir, karena pembicaraan perdagangan dengan negara-negara ekonomi utama dunia menghasilkan kemajuan untuk mencapai kesepakatan.

Perintah terbaru Trump pada hari Senin sekarang menegaskan batas waktu 1 Agustus bagi Trump untuk memberlakukan tarif "hari pembebasan" pada negara-negara besar. Presiden mulai merilis surat yang menguraikan tarif perdagangan terhadap beberapa negara besar, termasuk pungutan 25% untuk impor dari Korea Selatan dan Jepang.

Berbicara kepada wartawan di sebuah acara di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa dia tegas tetapi tidak "100% yakin" pada tenggat waktu 1 Agustus, dan tetap terbuka untuk lebih banyak pembicaraan perdagangan.

Pasar sedang gelisah mengenai dampak ekonomi dari tarif Trump, yang secara luas diperkirakan akan ditanggung oleh para importir AS. Federal Reserve telah memperingatkan bahwa tarif tersebut berpotensi mendorong inflasi.

Senin, 07 Juli 2025

Solid Gold Makassar | Ketidakpastian Menguat, Harga Emas Berpotensi Naik Jelang Tenggat Tarif Trump

 

Solid Gold Makassar - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (4/7). Ia diperkirakan akan kembali mencatatkan kenaikan didorong oleh pelemahan dolar dan arus masuk ke aset safe haven menjelang tenggat waktu penting kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Senin (7/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas: naik 0,3% keUS$3.336,39.

Emas berjangka: menguat 0,1% menjadi US$3.346,60.

Perak: naik 0,2% ke US$36,90.

Platinum: melonjak 1,5% menjadi US$1.387,54.

Palladium: sedikit turun 0,1% ke US$1.135,79.

Indeks dolar turun dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut, membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia.

“Kekhawatiran terhadap situasi fiskal setelah rancangan pemotongan pajak besar-besaran disahkan, serta ketidakpastian menjelang tenggat tarif, mendorong permintaan safe haven seperti emas di AS,” kata Analis Senior ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa ia akan mulai mengirimkan surat kepada negara-negara mitra dagang, yang menetapkan besaran tarif yang akan mereka hadapi. Langkah ini menandai perubahan dari pendekatan awal yang mengandalkan negosiasi perjanjian perdagangan satu per satu.

Sementara itu, rancangan aturan pemotongan pajak telah lolos dari hambatan terakhir di Kongres. Undang-undang ini akan mendanai kebijakan pengetatan imigrasi dan memberikan pemotongan pajak baru yang dijanjikan selama kampanye pemilu terbaru dari Trump.

Adapun Data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja pada bulan lalu lebih kuat dari perkiraan, namun hampir setengah dari kenaikan terjadi di sektor pemerintah.

Pertumbuhan sektor swasta justru tercatat terlemah dalam delapan bulan terakhir, seiring dunia usaha bergulat dengan tekanan ekonomi yang meningkat di AS.

Jumat, 04 Juli 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Turun, Pasar Dikejutkan Kuatnya Laporan Tenaga Kerja AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas turun pada Kamis (3/7). Hal ini terjadi setelah data lapangan kerja yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tidak akan segera dipangkas oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).


Dilansir dari Reuters, Jumat (4/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:


Emas spot: turun 0,9% menjadi US$3.328,63.

Emas berjangka: naik tipis 0,4% menjadi US$3.342,90.

Perak spot: naik 0,7% menjadi US$36,84.

Platina: turun 3,1% menjadi US$1.374,89.

Palladium: melemah 1,5% ke US$1.137,69.

Dolar dan indeks saham menguat setelah nonfarm payrolls meningkat sebanyak 147.000 di Juni. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.


“Data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan berarti kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih kecil. Dolar pun menguat, dan ini memberi tekanan pada pasar emas,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.


“Yang paling penting, kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juli kini nyaris hilang," tambah Meger.


Investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral sebesar 51 basis poin hingga akhir tahun lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 66 basis poin sebelum data dirilis. Adapun mereka menilai pemangkasan suku bunga paling cepat bisa terjadi di Oktober.


Secara historis, emas tanpa imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah, karena biaya peluang untuk memegang logam mulia menjadi lebih kecil.


Sementara itu, di sisi kebijakan fiskal dan perdagangan, pasar menyoroti kesepakatan dagang dari Amerika Serikat dan Vietnam.


Mereka juga menyoroti lolosnya rancangan aturan pemotongan pajak dan belanja besar-besaran, yang berpotensi menambah utang negara sebesar US$3,4 triliun di AS.

Kamis, 03 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik, Pasar Taruhan The Fed Segera Pangkas Suku Bunga

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (2/7). Hal ini terjadi setelah data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan harapan terkait pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Kamis (3/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot gold: naik 0,3% menjadi US$3.348,60.
Emas berjangka: Naik 0,3% ke US$3.359,70.
Spot silver: naik 1,2% menjadi US$36,49.
Platinum: melonjak 4,6% menjadi US$1.413,40.
Palladium: naik 5,2% menjadi US$1.157,09.
ADP National Employment Report Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa payroll sektor swasta turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun pada bulan Juni. Hal ini memperbesar kemungkinan bahwa bank sentral dapat memangkas suku bunga secepatnya pada bulan September.
Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pendekatan yang hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan ini, tergantung pada data ekonomi yang masuk.

“Jika laporan pekerjaan nanti jauh lebih kuat dari perkiraan, itu bisa menjadi sentimen negatif bagi emas karena bank sentral mungkin harus menunda atau mengurangi jumlah pemangkasan suku bunga,” ujar Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Emas, sebagai aset lindung nilai di masa ketidakpastian, semakin menarik dalam lingkungan suku bunga rendah, yang mengurangi opportunity cost untuk memilikinya.

Investor juga mencermati ketidakpastian terkait tarif perdagangan menjelang tenggat waktu 9 Juli. Di sisi lain, mereka juga menyoroti serta nasib rancangan aturan pemangkasan pajak dan belanja besar-besaran yang diperkirakan akan menambah utang dari AS.

Selain itu, para pelaku pasar kini menanti laporan non-farm payrolls untuk mengukur arah kebijakan moneter selanjutnya dari The Fed.

Rabu, 02 Juli 2025

PT Solid Berjangka Makassar | RUU Pajak dan Belanja Trump Disahkan, Harga Emas Langsung Naik Signifikan

 

PT Solid Berjangka Makassar - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (1/7). Hal tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven usai pengesahan rancangan aturan pemotongan pajak dan belanja yang didukung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Spot emas: naik sebesar 1,1% ke US$3.338,24.
Emas berjangka: menguat 1,3% ke US$3.349,80.
Perak spot: naik tipis 0,1% menjadi US$36,11.
Palladium: stagnan di US$1.097,16.
Platina: turun 0,7% menjadi US$1.342,78.
Kenaikan emas dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap dampak anggaran belanja yang dinilai berisiko meningkatkan inflasi dan utang AS.

“Rancangan aturan anggaran yang disahkan ini memberikan dorongan karena diperkirakan akan menambah defisit sebesar US$3 triliun dalam 10 tahun ke depan,” kata Analis Marex, Edward Meir.

“Hal ini berpotensi memicu inflasi dan meningkatkan beban utang, yang pada akhirnya positif bagi pasar emas," tambahnya.

Emas, yang dikenal sebagai penyimpan nilai saat krisis, cenderung mendapatkan dukungan saat terjadi ketidakpastian politik dan ekonomi.

Adapun Menteri Keuangan AS, Scott Bessent memperingatkan bahwa negara-negara tetap bisa terkena kenaikan tarif signifikan pada 9 Juli, meski sedang melakukan negosiasi perdagangan yang bersahabat. Tarif sementara sebesar 10% dapat kembali ke kisaran 11%–50% sesuai kebijakan awal dari Trump.

Pasar kini menanti rilis data tenaga kerja AS, termasuk data ketenagakerjaan ADP dan data non-farm payrolls. Data ini dinilai akan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengatakan bahwa inflasi saat ini berjalan sesuai ekspektasi jika tarif dikecualikan. Ekspektasi pasar saat ini memprediksi dua kali penurunan suku bunga tahun ini sebesar total 50 basis poin, dimulai pada September.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas, karena menurunkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.

Selasa, 01 Juli 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik dari Level Terendah 1 Bulan Akibat Dolar yang Melemah; Harapan Kesepakatan Perdagangan Membatasi Kenaikan

 

Solid Berjangka Makassar - Harga emas naik dari level terendah satu bulan di perdagangan Asia pada hari Senin, didukung oleh dolar yang lebih lemah, meskipun permintaan safe-haven tetap diredam di tengah meredanya ketegangan Timur Tengah dan optimisme atas potensi kesepakatan perdagangan AS.

Spot Gold naik 0,5% menjadi $ 3.290,25 per ons, sementara Gold Futures untuk Agustus naik 0,4% menjadi $ 3.300,0 / ons pada pukul 13:00 WIB.

Harga emas turun hampir 3% minggu lalu, menandai penurunan mingguan tertajam sejak awal Mei. Emas berada di jalur untuk mengakhiri bulan ini dengan datar, karena keuntungan awal dari ketegangan geopolitik terhapus oleh kerugian setelah gencatan senjata Israel-Iran.

Emas didukung oleh pelemahan dolar; kesepakatan perdagangan AS menjadi fokus
Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump minggu lalu mengurangi risiko geopolitik di Timur Tengah dan membatasi daya tarik emas.

Dari sisi perdagangan, kesepakatan AS-China yang ditandatangani minggu lalu di Jenewa, yang menyelesaikan pengiriman logam tanah jarang dan memangkas gesekan perdagangan utama, mendukung sentimen.

Sementara itu, perjanjian perdagangan AS-Inggris mulai berlaku pada hari Senin, memangkas tarif mobil menjadi 10% dan sepenuhnya menghapuskan bea masuk suku cadang pesawat.

Namun, tenggat waktu 9 Juli membayangi potensi pemberlakuan kembali bea masuk pada mitra dagang lainnya, dan untuk tarif baja dan aluminium global.

Harga emas didukung oleh dolar yang lebih lemah karena pasar semakin bertaruh pada setidaknya satu kali penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.

US Dollar Index Dolar AS turun 0,2% pada jam perdagangan Asia, tetap berada di dekat level terendah tiga tahun.

Pasar logam naik, Platinum bersiap untuk lonjakan bulanan sebesar 30%
Dolar yang lebih lemah membuat komoditas ini menjadi lebih murah bagi pembeli asing, sehingga meningkatkan permintaannya.

Platinum Futures Harga platinum melonjak 1,9% menjadi $1,377.00 setelah penurunan baru-baru ini dari level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Logam mulia ini diperkirakan akan naik lebih dari 30% bulan ini.

Silver Futures sebagian besar diredam pada $36,045 per ounce.

Sementara itu, patokan Copper Futures di London Metal Exchange tidak berubah pada $9.888,95 per ton, sementara Copper Futures AS naik 0,7% menjadi $5,132 per pon.

Keuntungan dalam logam merah dibatasi karena data menunjukkan sektor manufaktur China mengalami kontraksi pada bulan Juni, menyoroti pelemahan yang sedang berlangsung dalam permintaan eksternal di tengah peningkatan tarif perdagangan AS pada importir tembaga terbesar di dunia.