Kamis, 16 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | AS Ancam Pembeli Minyak Iran, Harga Emas Hitam Kembali Menguat

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis didukung oleh ancaman sanksi AS terhadap pembeli minyak Iran, meningkatnya serangan Israel terhadap Lebanon, dan laporan stok EIA. Meski demikian, isyarat Iran untuk membuka jalur aman pelayaran membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

AS pada hari Rabu mengancam akan memberikan sanksi sekunder kepada pembeli minyak Iran dan mengatakan bahwa mereka yakin China akan menghentikan pembelian tersebut karena Washington memberlakukan blokade maritim terhadap Iran. Selain itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bank-bank yang menangani dana Iran juga berisiko dikenakan sanksi.

Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang pada hari Rabu mengatakan telah menginstruksikan pasukan militer untuk menyerang Hizbullah dan hampir berhasil menaklukkan apa yang ia sebut sebagai benteng milisi di Bint Jbeil. Aksi serangan yang terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi gencatan senjata, memicu kekhawatiran akan kembali meningkatkan konflik antara Israel dengan Lebanon.

Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 913.000 barel pada pekan yang berakhir 10 April, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 200.000 barel. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 6,3 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,1 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Sementara itu, Iran kemungkinan akan bersedia untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan, apabila Washington siap untuk memenuhi tuntutan Teheran, ungkap sumber yang diberi informasi oleh Teheran. Meski demikian, masih belum jelas apakah proposal tersebut berlaku untuk semua kapal, terutama yang terkait dengan Israel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $94 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.

Rabu, 15 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Data PPI AS Redakan Tekanan Inflasi, Emas Bergerak Fluktuatif

 Solid Gold Berjangka - Harga emas pada awal perdagangan tercatat di level US$4.849 per troy ons, bergerak fluktuatif di tengah pelemahan dolar AS pasca rilis data inflasi produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data menunjukkan PPI Maret naik sebesar 0,5% MoM dan 4,0% YoY, lebih rendah dibandingkan proyeksi konsensus masing-masing sebesar 1,1% dan 4,6%. Pelemahan indeks dolar turut meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Selain itu, penurunan harga minyak ke bawah US$90 per barel memberikan sinyal meredanya tekanan inflasi energi yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama volatilitas pasar.

Dari sisi sentimen, optimisme terhadap potensi gencatan senjata permanen antara AS dan Iran serta rencana lanjutan negosiasi dalam waktu dekat turut mendorong peningkatan risk appetite. Sementara itu, probabilitas penurunan suku bunga AS saat ini diperkirakan hanya sekitar 25%, jauh menurun dibandingkan ekspektasi sebelum konflik yang memperkirakan dua kali pemangkasan. 

Ke depan, pergerakan emas diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi geopolitik serta rilis data inflasi lanjutan seperti CPI dan PCE. Sikap The Fed yang cenderung wait and see membuka ruang bagi volatilitas, terutama jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat dinamika energi. Di sisi lain, potensi perlambatan ekonomi global dapat menjadi katalis tambahan bagi emas dalam jangka menengah. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.775 hingga $4.710, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.876 hingga $4.912. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.609, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.013.

Senin, 13 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Konflik Timur Tengah Picu Ketidakastian, Emas Menguat Terbatas

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas naik pada level US$4.670 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah negosiasi lanjutan antara AS dan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan perundingan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk risiko gangguan distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Meskipun sebelumnya sempat tercapai gencatan senjata dua pekan, minimnya kemajuan dalam pembicaraan lanjutan membuat sentimen pasar kembali beralih ke aset safe haven seperti emas, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global.

Namun demikian, dari sisi fundamental, ruang penguatan emas masih terbatas. Penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama menjadi faktor utama yang menekan pergerakan emas. Lonjakan harga energi akibat konflik turut meningkatkan risiko inflasi, yang pada akhirnya memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat. Faktor tambahan seperti aksi jual emas oleh beberapa negara juga turut membebani sentimen pasar.

Ke depan, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dengan kecenderungan bergerak terbatas, dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi geopolitik serta arah kebijakan moneter global. Pasar akan mencermati rilis data inflasi AS (CPI dan PCE), serta indikator tenaga kerja sebagai penentu ekspektasi suku bunga. Di sisi lain, pergerakan dolar AS dan yield obligasi akan tetap menjadi variabel kunci dalam menentukan arah harga emas.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.721 hingga $4.694, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.785 hingga $4.822. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.630, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.886.

Kamis, 09 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Pelanggaran Gencatan Senjata Lemahkan Harga Emas

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas turun pada level US$4.727 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, tertekan aksi profit taking setelah reli dalam dua hari sebelumnya. Tekanan tambahan datang dari kembali meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, menyusul pernyataan Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf yang menuding adanya pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh pihak AS dan sekutunya. Ketegangan ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan proses negosiasi damai, serta meningkatkan risiko eskalasi konflik yang dapat berdampak pada stabilitas global.

Dari sisi pasar keuangan, sentimen negatif terhadap emas diperkuat oleh pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang mulai pulih, setelah sebelumnya melemah. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve kembali mengalami penyesuaian dengan probabilitas penurunan suku bunga pada akhir 2026 kini diperkirakan kurang dari 33%. Perubahan ekspektasi ini terjadi seiring meningkatnya risiko inflasi akibat dinamika harga energi, meskipun sebelumnya sempat mereda.

Ke depan, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil, dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah serta arah kebijakan moneter global. Pasar akan mencermati rilis data inflasi AS seperti CPI dan PCE, serta risalah FOMC untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait kebijakan suku bunga. Selain itu, pergerakan harga minyak dan dinamika dolar AS akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah emas. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.659 hingga $4.599, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.818 hingga $4.917. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.440, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.076.

Rabu, 08 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | AS - Iran Sepakati Damai Dua Minggu, Laju Minyak Ikut Meredup

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun tajam lebih dari 11% dipicu oleh sentimen dari kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran, dan dibukanya kembali jalur Selat Hormuz. Selain itu, isyarat pulihnya ekspor minyak Irak dan rilisnya laporan stok API juga turut menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu, dengan syarat dibukanya Selat Hormuz sepenuhnya, segera, dan dengan aman. Menyusul setelahnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkonfirmasi akan mengizinkan kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz dengan aman selama periode itu. Selain itu, AS dan Iran juga dijadwalkan akan melakukan putaran pertama pembicaraan langsung pada 10 April di ibu kota Pakistan, Islamabad.

Turut membebani harga, kepala perusahaan minyak milik negara Basra Oil Company, Bassem Abdul Karim, pada hari Selasa menyatakan dengan optimis bahwa Irak dapat melanjutkan ekspor minyaknya sebesar 3,4 juta bph dalam waktu satu minggu jika Selat Hormuz dibuka kembali. Bulan lalu, produksi minyak dari produsen terbesar kedua OPEC itu dilaporkan turun sekitar 80% menjadi 800.000 bph karena perang yang menyebabkan tidak dapat mengekspor dan tangki penyimpanan penuh.

Dari sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 3,72 juta barel pada pekan yang berakhir 3 April, yang sekaligus menandai peningkatan stok selama empat pekan berturut-turut. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Sementara itu, AS akan mengupayakan stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan dengan China dalam pertemuan bulan depan antara Trump dengan Xi Jinping, kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada hari Selasa. Komentar Greer tersebut mengisyaratkan tidak akan terjadi konfrontasi dagang antara AS dengan China dalam waktu dekat.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $98 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $93 per barel.