Kamis, 01 Februari 2018

PT SOLID BERJANGKA | Pemerintah AS Selidiki iPhone Lemot

https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 01 207 1853225 pemerintah-as-selidiki-iphone-lemot-ini-jawaban-apple-Ueze24CTmh.jpg
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Apple tengah menghadapi berbagai gugatan terkait keputusannya menggulirkan iOS yang berdampak pada penurunan kinerja iphone lawas. 

 
Tak ingin berdampak lebih jauh, Departemen Kehakiman dan Komisi Keamanan dan Perdagangan Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan pada raksasa teknologi tersebut sebagaimana dilaporkan Bloomberg.
Kini Apple pun angkat bicara terkait proses penyelidikan yang dilakukan kepadanya.


 “Kami telah menerima pertanyaan dari beberapa instansi pemerintahan dan kami menanggapi mereka,” ujar Apple dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, sejumlah tuntutan ditujukan ke Apple karena membuat iPhone lawas lemot. Penggugat menilai bahwa Apple dengan sengaja melakukan tersebut demi memaksa pengguna untuk melakukan upgrade iPhone yang lebih baru.


Meski mulai diselidiki oleh regulator AS, Apple tetap bersikukuh bahwa pihaknya tak dengan sengaja membuat iPhone lemot.


“Seperti yang kami katakan kepada pelanggan kami pada Desember, kami tidak pernah dan tidak akan pernah melakukan apapun untuk secara sengaja mempersingkat masa pakai produk Apple, atau menurunkan pengalaman pengguna demi mendorong peningkatan pelanggan,” ujar Apple. 

Apple menyatakan update iOS dimaksudkan untuk membantu mencegah iPhone dengan baterai yang lawas tidak mati mendadak. Dua regulator yang menyelidiki Apple sendiri menolak memberikan komentarnya.


Demi mengatasi masalah yang dikeluhkan penggunanya, Apple kemudian menyediakan perogram penggantian baterai dengan potongan harga. Sayangnya banyak pengguna menggugat perusahaan meski program tersebut telah digulirkan.

Rabu, 31 Januari 2018

SOLID GOLD BERJANGKA | Gerhana Bulan, Energi Matahari yang Mencapai Bumi Meningkat

https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 56 1852323 gerhana-bulan-energi-matahari-yang-mencapai-bumi-meningkat-EGsh8Hqxdz.jpg
SOLID GLD BERJANGKA MAKASSAR -  Wilayah Indonesia kabarnya dapat menyaksikan fenomena Gerhana Bulan pada 31 Januari 2018. Ternyata, fenomena tersebut memberikan efek terhadapBumi.


Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' menjelaskan, selama gerhana matahari, energi matahari yang mencapai Bumi menurun dan karenanya suhu Bumi menurun. Sedangkan ketika gerhana bulan, energi matahari yang mencapai Bumi meningkat.

 
Hal ini menyebabkan suhu Bumi relatif meningkat selama beberapa menit. Karena fenomena ini, Bumi menghadapi bahaya ekstrem dan hanya Allah yang mengetahui seberapa besar kadar kedahsyatan bahaya tersebut.

Nabi Muhammad meminta umat Islam berdoa kepada Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga meminta umat beliau untuk melaksanakan salat dan bersedekah.


Rasulullah bersabda, “Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah” (HR. Bukhari no. 1043). Dalam hadis yang lain, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah” (HR. Bukhari no. 1044).

Manusia hanya mampu bertanya-tanya bagaimana Rasulullah mencapai pemahaman akan fakta-fakta sains yang sedemikian akurat lebih dari 1.400 tahun lalu di masa ketika orang-orang baru percaya pada takhayul dan mitos. 


Sementara fakta-fakta itu sendiri baru ditemukan beberapa dekade belakangan. Hal tersebut merupakan bukti yang nyata akan kebenaran Risalah Ilahiyah dari Nabi terakhir, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada posisi antara matahari dan bulan. Sehingga memunculkan bayangan kerucut panjang yang disebut umbra, bersamaan dengan area bayangan parsial yang disebut penumbra di sekitarnya.  

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan fenomena gerhana bulan yang terjadi pada 31 Januari 2018, merupakan fenomena yang langka. Pasalnya, fenomena tersebut terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi Supermoon dan Bluemoon.


Fenomena yang terjadi pada 31 Januari 2018 diawali dengan gerhana sebagian, diikuti dengan gerhana total, gerhana parsial lagi, dan Bulan sepenuhnya terlepas dari bayangan Bumi. Sayangnya, peristiwa tersebut terjadi hanya di sebagian besar permukaan Bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia, termasuk di Indonesia.

Selasa, 30 Januari 2018

SOLID BERJANGKA | Patroli Cyber Pelototi Medsos di Maros Sulsel

Patroli Cyber Pelototi Medsos di Maros Sulsel
SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Jelang pilkada serentak, jajaran Polres Maros membentuk Patroli Cyber guna mengantisipasi peredaran berita hoax yang dapat memicu konflik di masyarakat. Sebab, 90 persen konflik horizontal yang terjadi bermula dari berita hoax di media sosial.


Hal itu dikatakan oleh Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard Andrians saat ditemui, Selasa (30/1/2017).
"Jelang Pilkada ini, memang sangat banyak berseleweran berita hoax di media sosial. Semuanya berpotensi memicu konflik. Makanya kita pantai melalui patroli cyber," katanya.
Lebih lanjut, eks penyidik KPK ini, mengaku, momentum politik memang menjadi salah satu sebab masifnya penyebaran berita hoax. Selain untuk menyerang rival, berita ini juga untuk menggiring opini publik.

 BACA JUGA : Solidgold Berjangka Loco London Gold
 
"Kita sudah lihat di Pilkada Jakarta. Awalnya melalui medsos lalu bermuara pada konflik. Momentum penyebaran hoax ini memang meningkat pada perhelatan politik," sambungnya.

  BACA JUGA : PT Solidberjangka Transaksi Sistem Online
 
Ada beberapa modus penyebaran berita hoax di media sosial, kata dia, di antaranya pembuatan berita yang diunggah oleh media abal-abal. Biasanya, media itu memang berafiliasi dengan calon tertentu.

"Kan sekarang tuh banyak sekali media yang nggak jelas juga beritanya. Bahkan, ada juga yang meniru-niru nama media besar agar meyakinkan. Padahal, itu aba-abal, nah ini yang memang potensial menyebarkan hoax," sebutnya.

  BACA JUGA : Solidberjangka Transaksi Online Snapshot
 
Ia mengimbau agar warga teliti dalam menyebarkan informasi melalui media sosial. Jika dinilai mengandung unsur fitnah apalagi SARA, maka sebaiknya informasi itu diabaikan dan jangan sekali-kali ikut dibagikan.

Ia menegaskan, penyebaran hoax hanya akan membawa malapetaka, bukan hanya untuk orang lain, tapi juga diri sendiri, "Resikonya juga tinggi, pelakunya bisa dipidana jika ikut menyebar di medsos," ujar Richard.

  BACA JUGA : Solidgold Peraturan Transaksi Online
 
Sebelumnya, Polri telah menyatakan ada lima wilayah padat penduduk di Indonesia yang masuk dalam kategori rawan konflik selama ajang Pilkada Serentak 2018. Selain Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur dan Papua, Sulawesi Selatan juga dianggap rawan konflik.

Senin, 29 Januari 2018

SOLID GOLD | Israel Kecam Polandia Terkait RUU Holokos

Israel Kecam Polandia Terkait RUU Holokos
SOLID GOLD MAKASSAR -  Perdana Menteri IsraelBenjaminNetanyahu mengkritik RUU yang dapat mengakibatkan penggambaran kamp kematianNazi di Polandia menjadi ilegal.

"Saya benar-benar menentangnya. Satu pihak tak bisa mengubah sejarah dan Holokos tidak dapat dibantah," katanya dalam sebuah pernyataan.

 
Di bawah aturan tersebut, yang merupakan amandemen dari UU Polandia yang sudah ada, setiap orang yang memberi kesan Polandia bertanggung jawab dalam kejahatan Nazi dapat menghadapi hukuman penjara.
RUU itu dijadwalkan untuk disahkan di Senat sebelum ditandatangani oleh presiden.

Polandia diserang dan diduduki oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia Dua. Jutaan warga negaranya tewas, termasuk tiga juta Yahudi Polandia dalam Holokos.

 
Negara tersebut sejak lama menolak penggunaan ungkapan seperti "kamp kematian Polandia", yang memberi kesan bertanggung jawab dalam kamp seperti Auschwitz.

Kamp itu dibangun dan dioperasikan oleh Nazi setelah mereka menguasai Polandia pada 1939.
Pejabat Israel mengecam usulan UU tersebut, karena aturan tersebut bisa membatasi pembahasan keterlibatan Polandia dalam Holokos.

 
"Ini merupakan sebuah penghinaan yang memalukan terhadap kebenaran," jelas Menteri Pendidikan dan Hubungan Diaspora Israel Naftali Bennett.
"Adalah sebuah fakta sejarah bahwa banyak orang Polandia membantu pembunuhan Yahudi, menyerahkan mereka, memperlakukan mereka dengan kejam, dan bahkan membunuh Yahudi selama dan setelah Holokos."

Namun dia mengakui bahwa ungkapan seperti "kamp Polandia" menimbulkan salah paham.
"Ini juga sebuah fakta sejarah bahwa Jerman memprakarsai, merencanakan, menjalankan kamp kematian di Polandia. Itu merupakan kebenaran, dan tidak ada aturan hukum yang bisa mengubahnya kembali. Fakta-fakta ini harus diajarkan kepada generasi yang akan datang."
 Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan sangat menentang RUU tersebut (AFP)

Pusat Peringatan Holokos Yad Vashem di Israel mengatakan: "Tidak ada keraguan bahwa istilah 'kamp kematian Polandia' merupakan sebuah kesalahpahaman sejarah. Yad Vashem akan melanjutkan dukungan terhadap riset yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran terkait dengan perilaku penduduk Polandia terhadap Yahudi selama Holokos."

Pemerintah Polandia mengatakan RUU itu tidak berupaya untuk membatasi kebebasan untuk meneliti atau membahas masalah Holokos.
Perdana Menteri Mateusz Morawiecki menuliskan cuitan bahwa "Auschwitz-Birkenau bukan merupakan nama Polandia, dan Arbeit Macht Frei bukan merupakan frasa bahasa Polandia".


Deputi Menteri Kehakiman Patryk Jaki, yang menyusun RUU tersebut, mengatakan keberatan Israel merupakan 'bukti' bahwa UU itu dibutuhkan.

"Para politisi penting Israel dan media menyerang kami karena RUU tersebut. Di atas semua itu mereka menganggap orang Polandia juga bertanggung jawab terhadap Holokos," kata dia.
"Ini membuktikan pentingnya RUU ini."

Diperkirakan 1,1 juta orang, termasuk diantaranya orang Yahudi, tewas di Auschwitz sebelum dibebaskan oleh pasukan Soviet pada 1945.


Jumat, 26 Januari 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | SpaceX Membuka Jalan untuk Terbang ke Bulan

Falcon Heavy. Foto: Dok. Instagram Elon Musk
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Setelah sempat mandek akibat tutupnya pemerintahan Amerika Serikat atau government shutdown, akhirnya SpaceX berhasil melakukan uji coba pembakaran mesin roket terbarunya, Falcon Heavy.

 Baca juga : Solidgold

Dalam uji coba yang dilakukan di Kennedy Space Center milik NASA di Florida, Amerika Serikat, roket terbaru dan terbesar SpaceX ini berhasil melewati tes terhadap tiga pendorongnya, dengan 27 mesin di dalamnya.

Elon Musk pun turut memamerkan keberhasilan tes tersebut dengan mem-posting cuitan melalui akun Twitter pribadinya, seraya menyebutkan bahwa uji coba peluncuran dapat dilakukan dalam waktu sekitar seminggu ke depan.


 Sejatinya, SpaceX sudah menempatkan Falcon Heavy di landasan pacu sejak 28 Desember 2017, dengan harapan dapat segera melakukan uji coba pembakaran mesin pada saat itu.

Sayangnya, dengan sejumlah penundaan akibat alasan-alasan yang tidak disebutkan oleh mereka, ditambah government shutdown yang sempat berlangsung selama tiga hari, membuat Falcon Heavy baru dapat menyelesaikan tes tersebut pada Rabu (24/1/2018).


Falcon Heavy, dengan tinggi 70 meter, disiapkan oleh SpaceX untuk membawa kargo maupun kendaraan luar angkasa ke bulan atau Mars serta satelit yang akan melintas di orbit rendah Bumi.

Untuk memungkinkan hal tersebut, Falcon Heavy menggunakan tiga mesin Falcon 9, roket SpaceX lain, yang sudah dimodifikasi. Selain itu, Falcon Heavy sanggup membawa muatan dengan bobot hingga 54 ton ke orbit, menjadikannya roket terkuat di dunia saat ini.


 Baca juga : PT Solidberjangka

Menariknya lagi, Falcon Heavy didesain agar dapat digunakan kembali, sebuah inisiatif revolusioner mengingat label sekali pakai memang sudah melekat kepada roket.

Nantinya, Roadster, mobil listrik besutan Tesla, yang notabene juga dipimpin oleh Elon Musk, akan dijadikan sebagai muatan yang dibawa pada uji coba peluncuran Falcon Heavy.


 Baca juga : PT Solidgold Berjangka

Setelah tes tersebut dapat dilewati, SpaceX akan berencana untuk mengirim dua awak ke bulan menggunakan kapsul antariksa bernama Dragon, yang dibawa oleh Falcon Heavy, pada akhir tahun ini.