Senin, 11 Februari 2019

SOLID GOLD | Mencari Kebahagiaan dalam Pertumbuhan Ekonomi

Mencari Kebahagiaan dalam Pertumbuhan Ekonomi
SOLID GOLD MAKASSAR - Sustainable Development Solutions Network (SDSN) melalui World Happiness Report (WHR) 2017 menobatkan Norwegia sebagai negara paling bahagia di dunia dengan skor Gross National Happiness (GNH) sebesar 7,537 (skala 0-10). Secara berurutan berikutnya (sesuai ranking), negara yang termasuk ke dalam 10 besar pemilik GNH tertinggi setelah Norwegia adalah Denmark, Islandia, Swiss, Finlandia, Belanda, Kanada, Selandia Baru, Swedia, dan Australia. 


Melihat urutan tersebut muncul pertanyaan, di mana posisi GNH dari negara-negara di kawasan Asia? Atau, lebih spesifik lagi bagaimana pencapaian GNH di Indonesia sendiri?

BACA JUGA : Legalitas PT Solidgold Berjangka


GDP vs GNH

Gross Domestic Product (GDP) merupakan total output akhir barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian suatu negara, di dalam wilayah negara tersebut, oleh penduduk dan bukan penduduk, tanpa melihat alokasi baik untuk klaim domestik maupun klaim luar negeri. Sedangkan, GNH merupakan pendekatan pengukuran ekonomi yang tidak hanya menggunakan angka GDP per kapita (per kepala penduduk) semata, namun juga mengukur angka harapan hidup, dukungan sosial, tingkat kepercayaan (diukur melalui indeks kebebasan korupsi), tingkat kepedulian sosial (diukur dari persentase donasi), serta kebebasan menentukan pilihan hidup.

GDP dan GNH digunakan secara bersama untuk mengukur keberhasilan pertumbuhan ekonomi dalam berbagai proses multidimensi, yang terutama sekali dapat mencerminkan perubahan sistem sosial secara total sesuai dengan berbagai kebutuhan dasar, serta upaya menumbuhkan aspirasi individu dan kelompok sosial dalam sistem tersebut. Hal ini sejalan dengan ungkapan ekonom peraih Nobel Prize, Amartya Sen, "Pertumbuhan ekonomi tidak boleh dipandang sebagai tujuan pembangunan semata. Pembangunan harus dapat lebih memperhatikan upaya meningkatkan kualitas kehidupan yang kita jalani dan kebebasan yang kita nikmati."
AS vs Norwegia

Amerika Serikat (AS) telah menjadi negara terkaya di dunia dengan GDP terbesar sejak 1980 . Namun, berdasarkan WHR2017, GNH AS "hanya" menduduki posisi 15 dunia. Krisis kebahagiaan penduduk AS ini mulai menurun saat kepemimpinan Donald Trump, dengan serangkaian kebijakan kontroversialnya. Misalnya saja pemotongan pajak untuk orang kaya yang akhirnya membuat orang menengah ke bawah kehilangan subsidi jaminan kesehatan, pemotongan anggaran meals on wheels untuk meningkatkan anggaran militer , serta kebijakan ekonomi negara yang sangat kapitalis dan koruptif.

Sebaliknya, Norwegia, sebagai salah satu negara penghasil minyak dunia, membuktikan uang bukanlah segalanya. Walau "hanya" menempati posisi 29 GDP dunia, namun Norwegia tercatat sebagai negara dengan indeks korupsi dan angka kriminalitas yang terbilang rendah, juga memberikan pendidikan gratis bagi seluruh warga tanpa memandang tingkatan prestasi (dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi), menyediakan buku dan bahan bacaan gratis, serta memiliki tingkat kebersihan lingkungan dan jaminan fasilitas kesehatan masyarakat yang layak. Tidak mengherankan, menurut rilis WHR 2017, penduduk Norwegia adalah penduduk yang paling berbahagia di muka bumi ini.

China vs Indonesia

Berbicara tentang kawasan Asia, mari kita tengok negara China, yang sejak 1980 telah menempati posisi ekonomi 7 besar dunia. Namun, menurut publikasi WHR 2017, angka pengangguran yang tinggi dan keamanan yang rendah cukup menjadi faktor terpuruknya GNH China (posisi 80 dunia, 2017). Dengan jumlah penduduk sebanyak 1,379 miliar juta jiwa (2016), masyarakat di sana harus bekerja keras untuk mendapat pekerjaan yang jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Banyaknya penduduk juga menyebabkan ruang publik selalu penuh sesak, seperti bandara, pelabuhan, stasiun, dan bahkan pantai di tepi laut.
Hampir mirip dengan China, WHR 2017 menempatkan GNH Indonesia pada peringkat 82 dunia. Kondisi sosial politik yang belum stabil, teror yang merebak luas di tengah masyarakat, tindakan korupsi para petinggi negara yang tak ada habisnya, keadilan yang tumpul di atas tajam di bawah, kondisi ketimpangan antarmasyarakat dalam hal kesejahteraan, kemiskinan yang meluas, dan harapan pesimis dari masyarakat terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik menjadi beberapa faktor yang cukup mengurangi kebahagiaan hidup penduduk Indonesia.

Pengukuran BPS

Sebagai lembaga survei resmi di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengukur indeks kebahagiaan ini melalui pendekatan terhadap 10 aspek yang ada. Yakni, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, kondisi rumah dan aset, keadaan lingkungan, dan kondisi keamanan. Menurut pengukuran BPS, Indeks kebahagiaan Indonesia pada 2017 meningkat menjadi 70,69, dengan indikator tertinggi pada keharmonisan keluarga (sebesar 80,05), dan terendah pada tingkat pendidikan dan keterampilan (sebesar 59,90).

BACA JUGA : Fasilitas Layanan Solidberjangka

Masih menurut pengukuran BPS pada 2017, masyarakat perkotaan dinilai lebih bahagia dibanding masyarakat perdesaan, sementara berdasarkan jenis kelamin dinilai bahwa laki-laki lebih bahagia, dan berdasarkan status pernikahan terlihat bahwa masyarakat yang belum menikah lebih bahagia dibandingkan dengan yang sudah menikah atau cerai. Fenomena tingganya GDP yang tidak diikuti oleh GNH juga terjadi di Indonesia, yakni Maluku Utara dengan GNH tertinggi, namun tidak masuk dalam urutan provinsi dengan 10 GDP terbesar se-Indonesia. Bandingkan juga dengan DKI Jakarta yang menempati urutan ke-1 dalam GDP se-Indonesia, namun "hanya" menempati urutan ke-18 untuk GNH-nya.

Aspek Non-Ekonomi

Seluruh uraian di atas memberikan petunjuk kepada kita bahwa tingginya pencapaian angka ekonomi suatu negara tidak selalu diikuti oleh "kebahagiaan" hidup masyarakatnya. Dengan demikian, untuk mengawali tahun baru 2019 ini, hendaknya aspek non-ekonomi menjadi suatu hal yang patut untuk diperhatikan oleh pemerintah, agar pembangunan ekonomi dapat terasa kualitasnya dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mengutip hasil pengukuran GNH Indonesia oleh BPS 2017 terlihat bahwa pemerintah perlu meningkatkan aspek pendidikan dan ketrampilan bagi masyarakat karena masih terdapat lapisan masyarakat yang "belum bahagia" terhadap kondisi aspek dimaksud dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA : Alasan Anda memilih Kami Solidgold 

Tingginya tingkat pendidikan masyarakat ini nantinya diharapkan dapat menambah kreativitas individu dalam mencapai angka dan kualitas pembangunan ekonomi yang ada, sehingga dengan demikian kita mampu mencapai kondisi, "Menjadi kaya itu penting, namun jangan lupa untuk tetap bahagia."

Kamis, 07 Februari 2019

PT SOLID BERJANGKA | Mengenal Jenis-jenis Jejak Digital

Foto: Thinkstock

PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Laman TechTerms menyebut jejak digital adalah jejak data yang muncul ketika seseorang menggunakan internet. Bentuk dan sumbernya pun bermacam, dari situs yang dikunjungi, email yang dikirimkan, dan informasi lain yang 'disetor' ke berbagai layanan online.

TechTerms juga membagi jejak digital menjadi dua jenis, pasif dan aktif. Jejak digital pasif adalah data yang 'ditinggalkan' tanpa sadar oleh pengguna ketika berselancar di dunia maya.




Contohnya adalah ketika mengunjungi sebuah situs, maka server tempat situs itu tersimpan mungkin akan menyimpan alamat IP pengunjungnya. Dari alamat IP itu bisa dikenali internet service provider (ISP) yang dipakai, termasuk perkiraan lokasi pengakses situs tersebut.

Alamat IP -- kecuali yang statis -- memang akan terus berubah dan tak menyimpan informasi personal pemakainya, namun alamat ini tetap masuk dalam kategori jejak digital. Contoh lain dari jejak digital pasif adalah search history, yang biasanya disimpan oleh mesin pencari ketika kita login dan menggunakan layanan mereka.


Sementara jejak digital aktif adalah data atau informasi yang dengan sengaja diunggah oleh seseorang ke dunia maya. Mengirimkan email adalah salah satu contoh dari jejak digital jenis ini. Karena kebanyakan orang menyimpan email secara online, pesan yang dikirimkan lewat email ini cenderung akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama.



Namun jejak digital aktif yang paling populer saat ini tentulah blog dan media sosial. Setiap kicauan yang dikirimkan ke Twitter, setiap update status yang dipublikasikan lewat Facebook, dan setiap foto yang diposting ke Instagram adalah jejak digital aktif.


Semakin lama anda berkutat di media sosial, maka jejak digital anda akan semakin besar. Bahkan untuk hal sepele seperti me-like sebuah laman di Facebook pun akan tercatat sebagai sebuah jejak digital, karena data tersebut akan tersimpan di server Facebook.

Semua orang yang menggunakan internet tentu akan mempunyai jejak digital, jadi ini bukanlah sebuah hal yang seharusnya dikhawatirkan. Namun hal yang harus dikhawatirkan adalah data atau informasi apa yang kita tinggalkan di dunia maya, karena suatu saat data tersebut bisa disalahgunakan oleh orang atau pihak lain.




Contohnya adalah jejak digital yang disebut-sebut oleh TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin dari kubu BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal kemungkinan penggunaan jasa konsultan asing untuk Pilpres 2019.

"Di era keterbukaan seperti sekarang ini, BPN Prabowo-Sandi justru tidak bisa mengelak dengan banyaknya jejak digital kehadiran konsultan asing di kubu mereka," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (6/1/2019) kemarin.


Saat itu Ace mempersoalkan foto yang tersebar memperlihatkan ada dua orang asing, perempuan dan lelaki, dalam satu ruangan bersama Prabowo-Sandiaga. Dalam foto itu terdapat tokoh lain seperti Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah elite dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Jejak digital itu bisa ditemukan dengan mudah dalam bentuk foto, video maupun informasi-informasi di sosial media," sebutnya ketika itu.

Rabu, 06 Februari 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Syarat Angela Merkel Bagi Huawei Soal Partisipasi 5G

Angela Merkel. Foto: DW (News)
SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Huawei semakin mendapat tekanan dari negara Barat soal hubungannya dengan pemerintah China dan ancaman yang mungkin mereka bawa. Kali ini, tekanan tersebut datang dari kanselir Jerman, Angela Merkel yang memberikan syarat kepada Huawei jika ingin berpartisipasi dalam proyek 5G di negaranya.


Merkel mengatakan bahwa Jerman membutuhkan jaminan dari Huawei bahwa mereka tidak akan memberikan data kepada pemerintah China. Jaminan ini harus dipenuhi oleh Huawei sebelum mereka bisa berpartisipasi dalam proyek 5G di Jerman. 

Dalam kunjungannya ke Universitas Keio di Jepang, Merkel mengatakan bahwa keamanan merupakan salah satu faktor penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin bekerja di Jerman.

PT Solidberjangka | Kenali Ciri – Cirinya Penipuan Investasi

Untuk itu, ia harus memastikan bahwa pemerintah China tidak bisa mengakses semua data yang berada di produk China.

"Kami harus berbicara dengan China untuk memastikan bahwa perusahaan tidak menyerahkan semua data yang digunakan kepada pemerintah China," kata Merkel.

Solidgold Berjangka | Pengandaan Uang Berujung Penipuan

Merkel menambahkan bahwa Jerman akan membutuhkan pengamanan khusus untuk melindungi data.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Huawei dengan pemerintah China menjadi perhatian publik. Hal ini dikarenakan kecurigaan bahwa peralatan teknologi milik Huawei digunakan sebagai mata-mata oleh pemerintah China.

Solidgold | Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Karyawan Angkasa Pura II

Huawei telah mengelak dari tuduhan bahwa produk mereka memiliki risiko keamanan, dan menegaskan bahwa mereka merupakan perusahaan privat yang tidak memiliki hubungan dengan pemerintah China.

PT Solidgold Berjangka | Penipuan Modus Umroh

Pemerintah Jerman saat ini masih belum memutuskan apakah akan mengikutsertakan Huawei dalam proyek 5G di negaranya. Tapi, Amerika Serikat telah mendesak sekutunya di Uni Eropa untuk tidak menggunakan perangkat buatan Huawei.

Senin, 04 Februari 2019

solid gold | Negara di Mata Umat Islam

Negara di Mata Umat Islam
solid gold makassar - Sebuah video beredar di media sosial berisi "omelan" seorang ustaz saat menjawab pertanyaan dari jamaah tentang keislaman presiden. Presiden yang dimaksud adalah yang sekarang menjabat, yaitu Presiden Joko Widodo. Joko Widodo jelas seorang muslim, kata ustaz tadi. Jadi tidak ada satu pun alasan yang bisa dibenarkan untuk mengatakan beliau bukan muslim alias kafir.

Selanjutnya, ustaz juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara Islam, pemerintahannya adalah pemerintahan Islam. Argumen dia adalah bahwa umat Islam dilindungi di negeri ini, kebutuhan mereka dalam menjalankan syariat dilayani oleh pemerintah. Mulai dari administrasi kependudukan yang menegaskan pencatatan status agama seorang muslim, masjid-masjid untuk keperluan salat, pengelolaan zakat oleh pemerintah, hingga yang paling besar, yaitu pelayanan haji. Bagi dia, ini adalah bukti bahwa pemerintahan ini adalah pemerintahan Islam.


Sebenarnya yang tersedia bagi umat Islam di negeri ini jauh lebih besar dari itu. Dalam konteks tata negara, Indonesia bisa dikatakan negara semi-Islam. Maksudnya adalah, meski tidak resmi menyatakan diri sebagai negara Islam dalam arti sepenuhnya berdasar pada Quran, ada banyak aspek di negara ini yang bisa diklaim sebagai bukti bahwa negara ini adalah negara Islam. Sistem hukum kita mengadopsi hukum-hukum Islam, sejauh hukum itu tidak menyangkut tata negara dan pidana.

Hukum perdata kita terbagi dua, yaitu hukum umum dan hukum Islam. Persoalan yang terkait dengan pernikahan, warisan, makanan, perbankan, pendidikan, diatur berdasar syariat Islam, dan menjadi UU. Artinya, syariah sebenarnya sudah sejak lama menjadi bagian dari hukum Indonesia. Kita juga punya sistem pengadilan agama Islam sebagai sub-bagian dari pengadilan negara. 

Kalau kita bandingkan dengan Malaysia yang secara resmi menyatakan diri sebagai negara Islam misalnya, tidak banyak perbedaan. Bahkan dalam beberapa hal kita mungkin lebih maju. 


Prinsip ini, bahwa negara ini sudah cukup untuk disebut negara Islam, menjadi dasar bagi NU dan Muhammadiyah serta sejumlah organisasi Islam untuk menganggap bahwa Republik Indonesia ini adalah bentuk final negara yang mereka dukung. Artinya, tidak diperlukan formalisasi pernyataan status sebagai negara Islam, atau memakai Quran sebagai dasar negara.

Tapi, itu pendapat sebagian saja dari umat Islam Indonesia, meski boleh dikata sebagian besar. Ada sebagian lain yang menganggap Indonesia ini tidak memenuhi syarat sebagai negara Islam. Ustaz yang tadi saya sebut pun sebenarnya masih mengatakan bahwa Indonesia ini tak sempurna sebagai sebuah negara Islam. Kenapa? Karena masih memakai sumber hukum lain selain hukum Islam.

Bagi orang-orang dari kelompok kedua, ini adalah soal serius. Mereka mengacu pada ayat Quran yang mengatakan bahwa orang-orang yang berhukum pada hukum Allah adalah orang kafir. Atau, kalaupun sedikit diturunkan tingkat keseriusannya, derajatnya adalah fasiq. Baik kafir maupun fasiq adalah derajat buruk yang sangat serius dalam ajaran Islam.


Pandangan seperti inilah yang dianut oleh orang-orang seperti Abu Bakar Baasyir, serta orang-orang yang bergiat untuk mendirikan khilafah seperti kelompok Hizbut Tahrir. Kelompok ini pun sebenarnya tidak tunggal pandangannya. Ada yang merasa cukup bila negara secara resmi menyatakan bahwa Quran adalah dasar negara dan hukum Islam adalah hukum tertinggi, seperti yang terjadi di Arab Saudi dan Malaysia. Tidak sedikit pula yang menolak formalitas seperti itu, dan menuntut adanya negara Islam secara utuh.

Persoalannya, bagaimana konsep utuh negara Islam itu? Ini adalah soal yang sangat rumit. Tidak ada konsep tunggal tentang negara Islam. Orang pada umumnya sepakat bahwa periode kekhalifahan hingga zaman Ali bin Abi Thalib adalah kekhalifahan Islam. Lalu soal periode setelah itu ada yang hanya kerajaan saja, ada pula yang menganggapnya sebagai hal yang sama dengan periode khulafaurrasyidin.


Intinya, pandangan umat Islam soal negara sangat beragam. Keberagaman itu menjadi lebih rumit klasifikasinya ketika kita membahas soal-soal spesifik, misalnya, bolehkah seorang yang bukan muslim menjadi pemimpin. Orang-orang yang menyatakan bahwa negara dalam format sekarang dapat diterima sebagai negara Islam tidak sedikit yang menganggap bahwa pemimpin harus seorang muslim. Hanya sebagian yang bisa menerima non muslim sebagai pemimpin.

Ini adalah kenyataan politik yang tidak bisa dibantah. Konsekuensinya, politik negara ini tidak akan pernah bisa lepas dari isu agama. Ini bukan sekadar karena politikus memanfaatkan isu agama itu, tapi karena bagi publik isu ini memang sangat penting. Halal haram adalah puncak prioritas bagi banyak muslim di Indonesia dalam membuat keputusan. Ringkasnya, untuk makan saja orang memeriksa status halal haram, apalagi untuk urusan negara.


Makin tambah rumit lagi, tidak semua orang paham wacana. Persoalan hubungan agama dan negara tidak selalu dibahas dalam wujud terstruktur dan intelek. Sebenarnya mayoritas orang tidak paham tata negara pada hal-hal yang mendasar. Mereka juga tidak paham soal agama secara mendasar. Hubungan agama dan negara sering kali dipikirkan dan diekspresikan berdasar pada persepsi, kepercayaan, dan emosi.

Artinya, negara ini harus dikelola dengan mempertimbangkan begitu banyak hal rumit, yang sebagiannya tidak bisa dijawab dengan pertimbangan-pertimbangan rasional semata. Orang-orang yang mencoba memotret Indonesia dengan lensa logis rasional akan sering bingung melihat potret yang ia dapatkan. 

Jumat, 01 Februari 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Renovasi Makam Mumi Firaun

Renovasi Makam Rampung, Pengunjung Bisa Lihat Mumi Firaun dari Dekat
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Proyek renovasi makam Firaun Tutankhamun di Mesir telah rampung setelah sembilan tahun dikerjakan.

Para pakar dari Institut Konservasi Getty menutup goresan-goresan pada lukisan dinding yang ditimbulkan oleh para pengunjung di ruang pemakaman.

Rusaknya lukisan juga terjadi akibat faktor kelembaban, debu, dan karbon dioksida yang dihembuskan setiap pengunjung.


Untuk mencegah kerusakan serupa berulang, para pakar telah memasang sistem ventilasi baru. Sistem ini juga akan mampu mengurangi tindakan pembersihan di masa mendatang.

Penghalang yang baru dipasang bakal mencegah pengunjung menjamah lukisan. Adapun tata cahaya, berbagai rambu, serta landasan untuk memandang akan memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan malam sekaligus memahami makna budaya serta sejarahnya.


"Kami ingin merancang sistem berkesinambungan yang bisa menampung para pengunjung setiap hari. Kami juga ingin dampak seminim mungkin terhadap arkeologi itu sendiri," kata Sara Lardinois, tenaga ahli proyek dari Institut Konservasi Getty kepada kantor berita Reuters.

"Kami tidak bisa menyematkannya pada lantai, langit-langit, atau dinding sehingga kami harus merancang semua komponen ini agar bisa menopang secara mandiri sehingga tidak merusak fitur-fitur bersejarah," tambahnya.


Para pakar menyimpulkan, bercak-bercak cokelat pada lukisan dinding merupakan jejak mikroba yang sudah lama mati dan tidak menimbulkan ancaman.

Bercak-bercak tersebut tidak dihilangkan karena para pakar menemukan bahwa noda-noda itu sudah menembus lapisan cat.


Makam Tutankhamun ditemukan di Lembah Raja-Raja, dekat Luxor, oleh dua arkeolog Inggris, yakni Howard Carter and George Herbert, pada 1922.

Itu adalah makam era Kerajaan Baru (1550 SM-1069 SM) satu-satunya yang ditemukan dalam keadaan utuh. Isi makam menyuguhkan pemahaman mengenai praktik pemakaman keluarga kerajaan, seni, dan kerajinan tangan pada periode itu.


Kendati sebagian benda di dalam makam kini berada di Museum Mesir Purbakala di Kairo, pengunjung makam masih dapat melihat mumi sang Firaun, kayu bagian luar peti mati, sarkofagus, dan beragam lukisan yang menggambarkan kehidupan serta kematian raja cilik tersebut.