Selasa, 08 November 2016

SOLID GOLD BERJANGKA | Kisah Anggota HMI Saat Kerusuhan 4 November yang Berujung Penangkapan


SOLID GOLD BERJANGKA – Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ami Jaya dan anggota HMI Ismail Ibrahim ditangkap polisi di tengah malam yang sunyi. Mereka diduga kuat terlibat menyerang polisi saat demonstrasi 4 November yang berakhir ricuh.
Demonstrasi yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) pada 4 November di Jakarta seharusnya berlangsung tertib dan damai. Namun, kerusuhan terjadi saat massa dibubarkan polisi.
“Terkait perkembangan kasus, tim masih bekerja keras untuk mengungkap aktor-aktor di balik kerusuhan yang terjadi pada tanggal 4 November 2016,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2026).
Pengusutan berlanjut dan polisi mengantongi sejumlah barang bukti. Polisi bahkan memamerkan ke publik aksi anarkis lewat foto-foto pelaku kerusuhan aparat yang terluka hingga kendaraan yang dibakar massa.
Salah satunya, foto seorang pria yang mengenakan kemeja batik warna hijau dan putih dan celana jeans warna biru itu bagai dibakar amarah saat berhadapan dengan aparat yang mengenakan tameng. Dia membawa bambu runcing yang digunakannya untuk menyerang aparat ketika pecahnya ricuh 4 November.
Usut punya usut, pria misterius itu merupakan anggota HMI bernama Ismail Ibrahim (23). Polisi menyebut Ismail merupakan mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Sosiologi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta Selatan.
Ismail diringkus di rumah anggota DPD RI Basri Salama di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa 8 November 2016 sekitar pukul 20.00 WIB. Sejumlah barang bukti juga diamankan saat polisi menangkap Ismail. Ada baju dan atribut yang digunakannya saat aksi demo 4 November.
“Yang bersangkutan melakukan penyerangan kepada petugas karena ikut teman yang lain yang sudah melempari dan menyerang serta terprovokasi oleh kata-kata dari orator di atas mobil komando untuk tidak takut dan terus maju,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.
Selain menciduk Ismail, polisi menangkap Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ami Jaya. Dia dijemput polisi di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No 25A, Jakarta Selatan, sekitar pukul 00.00 WIB dini hari.
Polisi datang dengan membawa surat penangkapan dan penggeledahan di gedung tersebut. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Herianto Adi Nugraha menegaskan Ami Jaya ditangkap karena melawan aparat saat demo.
Selain Ami Jaya dan Ismail, ada 3 anggota HMI lainnya yang ditangkap. Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir memprotes penangkapan dua anggotanya. Dia berencana mengadu kepada Komnas HAM dan Kompolnas.
Baca Juga : Solid Gold Berjangka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar