Selasa, 31 Maret 2020

Solid Berjangka | Melonjak 124 Poin, IHSG Ditutup Hijau ke 4.538

Indeks Harga Saham Gabungan, bergerak datar menjelang putusan MK soal Pilpres 2014, Kamis (21/08) siang nanti.
Solid Berjangka Makassar – Indeks Harga Saham Gabungan sore ini ditutup hijau. IHSG naik 124 poin (2,8%) ke level 4.538.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini turun ke level Rp 16.273.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 77 poin (1,7%) ke level 4.492. Sedangkan indeks LQ45 menguat 26 poin (4,2%) ke level 699.
IHSG kemudian terus bergerak menguat hingga 3% ke level 4.551. Begitupula dengan indeks LQ45 yang menguat di level 698.
Hingga sesi I berakhir, IHSG naik 75 poin (1,7%) ke level 4.489. Sedangkan indeks LQ45 menguat 11 poin (1,6%) ke level 682.
Menutup sesi II, IHSG bertambah hingga 124 poin (2,8%) ke level 4.538. Sedangkan indeks LQ45 menguat 20 poin (3%) ke level 691.
Perdagangan saham ditransaksikan 561.926 kali dengan nilai Rp 7,9 triliun. Sebanyak 252 saham menguat, 154 saham turun, dan 123 saham stagnan.
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 22,327.48 (+3.19%), NASDAQ ditutup 7,774.15 (+3.62%), S&P 500 ditutup 2,626.65 (+3.35%).
Bursa saham US ditutup menguat. Penguatan disebabkan oleh technical rebound karena harga saham sudah cukup terkoreksi. Volatilitas di bursa masih tinggi selama kasus covid19 terus berkembang secara global dan juga harga minyak masih terus tertekan.
US pada akhirnya mencoba bernegosiasi dengan Putin untuk memperbaiki harga minyak dunia. Bursa Asia dibuka menguat setelah ada pernyataan bahwa data manufaktur China menunjukan ekspansi pada bulan Maret 2020 mengalahkan ekspektasi analis yang diprediksi kontraksi.
Bursa Asia sore ini mayoritas bergerak positif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 turun 168 poin ke 18.917
  • Indeks Hang Seng menguat 428 poin ke 23.603
  • Indeks Shanghai bertambah 3 poin ke 2.750
  • Indeks Strait Times naik 52 poin ke 2.468

236 Saham Hijau, IHSG Terkerek ke 4.489

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah siang ini menguat ke level Rp 16.311.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 77 poin (1,7%) ke level 4.492. Sedangkan indeks LQ45 menguat 26 poin (4,2%) ke level 699.
IHSG kemudian terus bergerak menguat hingga 3% ke level 4.551. Begitupula dengan indeks LQ45 yang menguat di level 698.
Hingga sesi I berakhir, IHSG naik 75 poin (1,7%) ke level 4.489. Sedangkan indeks LQ45 menguat 11 poin (1,6%) ke level 682.
Perdagangan saham ditransaksikan 349.781 kali dengan nilai Rp 3,6 triliun. Sebanyak 236 saham menguat, 132 saham turun, dan 116 saham stagnan.
Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 22,327.48 (+3.19%), NASDAQ ditutup 7,774.15 (+3.62%), S&P 500 ditutup 2,626.65 (+3.35%).
Bursa saham US ditutup menguat. Penguatan disebabkan oleh technical rebound karena harga saham sudah cukup terkoreksi. Volatilitas di bursa masih tinggi selama kasus covid19 terus berkembang secara global dan juga harga minyak masih terus tertekan.
US pada akhirnya mencoba bernegosiasi dengan Putin untuk memperbaiki harga minyak dunia. Bursa Asia dibuka menguat setelah ada pernyataan bahwa data manufaktur China menunjukan ekspansi pada bulan Maret 2020 mengalahkan ekspektasi analis yang diprediksi kontraksi.
Bursa Asia siang ini mayoritas bergerak positif. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 215 poin ke 18.869
  • Indeks Hang Seng menguat 253 poin ke 23.428
  • Indeks Shanghai bertambah 11 poin ke 2.758
  • Indeks Strait Times naik 48 poin ke 2.465

Senin, 30 Maret 2020

Solid Gold | Senada Bursa Asia, IHSG Dibuka Anjlok ke 4.381

Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Solid Gold Makassar – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka negatif. IHSG turun 164 poin (3,6%) ke level 4.381.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini ada di level Rp 16.087.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun cukup dalam sebanyak 164 poin (3,6%) ke level 4.381. Sedangkan indeks LQ45 melemah 42 poin (6,1%) ke level 655.
Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 21,636.78 (-4.06%), NASDAQ ditutup 7,502.38 (-3.79%), S&P 500 ditutup 2,541.47 (-3.37%).
Futures dari saham US berada di posisi merah sekitar -3.5%. Hal ini menunjukkan bahwa saham akan masih sangat volatile pada pekan ini. Hal ini terjadi karena investor masih terus was-was terhadap perkembangan dari covid19 dan dampaknya terhadap ekonomi.
Hal ini sejalan dengan bursa Asia yang dibuka melemah, dimana Nikkei telah mencapai -3.6% dan Kospi mencapai -3.1%. Investor masih terus melihat dampak buruk dari covid19 terhadap ekonomi yang telah menghilangkan beberapa pekerjaan dan mengakibatkan gagal bayar di level kredit konsumer.
Bursa Asia pagi ini mayoritas bergerak negatif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 turun 707 poin ke 18.682
  • Indeks Hang Seng melemah 363 poin ke 23.120
  • Indeks Shanghai berkurang 37 poin ke 2.734
  • Indeks Strait Times terkoreksi 94 poin ke 2.434

Sudah Sepekan Dolar AS Tahan Rupiah di Rp 16.000-an

Nilai tukar  Dolar (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 16.087. Angka ini tercatat melemah 12 poin atau 0,08% pada hari ini.
Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (30/3/2020). Hingga pukul 09.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 16.087-16.100.
Dolar AS tercatat telah menembus level Rp 16.000 setidaknya selama sepekan terakhir. Nilai tukar dolar AS tercatat mencapapi puncaknya di level Rp 16.575 pada 23 Maret 2020 lalu hingga kemudian berangsur ‘menjinak’ ke level saat ini.
Dari data RTI, dolar AS hari ini masih betah di level Rp 16.140. Dolar AS pagi ini melemah terhadap beberapa mata uang seperti dolar Australia, euro, poundsterling.
Sementara rupiah terpantau unggul terhadap yuan China dan dolar AS. Rupiah kalah unggul terhadap dolar Australia, euro, dan dolar Singapura.

Dari data kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, pergerakan dolar AS terhadap rupiah tercatat terus menurun sejak mencapai puncaknya pada level Rp 16.608. Terakhir, pada 27 Maret 2020 lalu, kurs JISDOR mencatat nilai tukar dolar AS terhadap rupiah ada di Rp 16.230.

Minggu, 29 Maret 2020

PT Solid Berjangka | LPS Pertahankan Bunga Penjaminan di 6%

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah dan valuta asing pada bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR).
PT solid Berjangka Makassar – Suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan masih tetap 6% untuk simpanan rupiah dan 1,75% untuk simpanan valuta asing (valas).
Sekretaris LPS Muhamad Yusron mengungkapkan untuk simpanan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 8,5%.

“Tingkat bunga penjaminan periode 25 Januari 2020 – 29 Mei 2020 untuk simpanan dalam Rupiah dan valas di bank umum dan BPR tidak mengalami perubahan,” kata Yusron dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2020).
Dia menjelaskan tingkat bunga penjaminan yang berlaku saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark yang masih berada dalam tren penurunan sejalan dengan arah kebijakan yang ditempuh bank sentral serta membaiknya prospek likuiditas perbankan.
Selanjutnya, LPS akan melakukan evaluasi serta penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan dan hasil assessment atas perkembangan kondisi ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan serta likuiditas.
Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.
“Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dan maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan,” kata dia.
Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.
Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.
Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Permintaan Minyak Dunia Anjlok Gara-gara Corona

Produsen minyak menghadapi penurunan permintaan terbesar untuk produk mereka karena dampak virus corona yang menyebar ke seluruh dunia. Dengan kondisi itu, OPEC dan sekutunya menimbang tindakan darurat.
Perusahaan riset IHS Markit menyatakan permintaan minyak akan mengalami rekor penurunan pada kuartal pertama, lantaran sekolah dan kantor tutup, maskapai membatalkan penerbangan, dan semakin banyak orang yang tidak menghuni rumah.

Sebagian besar penurunan permintaan dapat dilacak ke China, di mana virus corona menyebabkan apa yang menurut IHS Markit sebagai ‘unprecedented stoppage’ aktivitas ekonomi.
Berkurangnya konsumsi ini bakal meluas dan IHS Markit memperkirakan permintaan global turun 3,8 juta barel per hari di kuartal I, di mana permintaan kuartal I 2019 sebanyak 99,8 juta barel per hari.
“Ini tiba-tiba, kejutan permintaan yang instant-dan skala penurunan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Jim Burkhard, Vice President and Head of Oil Markets IHS Markit.

Virus corona telah mendorong minyak ke ‘bear market’ dengan Brent berjangka sebagai patokan global US$ 52,65 per barel lebih rendah 23% di bawah level tertinggi awal Januari. Minyak AS diperdagangkan pada US$ 48,22, hampir 24% di bawah level tertinggi.

Jumat, 27 Maret 2020

PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Betah di Rp 924.000/Gram

Seorang customer service Bank BNI Syariah cabang Benhil Jakarta Pusat menunjukkan logam mulia emas batangan berukuran 10 dan 100 gram, akhir pekan lalu. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, penjualan emas terus meningkat meskipun nilai tukar rupiah anjlok terhadap dollar AS. Jakarta (8/26/2013)
PT Solid Gold Berjangka Makassar – Harga logam mulia atau emas batangan Antam hari ini berada di level Rp 924.000 per gram. Angka tersebut sama dari hari sebelumnya yang mencetak rekor.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini turun Rp 2.000 ke level Rp 835.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.
Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
  • Emas batangan 1 gram Rp 924.000
  • Emas batangan 2 gram Rp 1.797.000
  • Emas batangan 3 gram Rp 2.674.000
  • Emas batangan 5 gram Rp 4.440.000
  • Emas batangan 10 gram Rp 8.815.000
  • Emas batangan 25 gram Rp 21.930.000
  • Emas batangan 50 gram Rp 43.785.000
  • Emas batangan 100 gram Rp 87.500.000
  • Emas batangan 250 gram Rp 218.500.000
  • Emas batangan 500 gram Rp 436.800.000

Dolar AS Menjinak, Rupiah Parkir di Rp 16.147/US$

Nilai tukar dolar (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 16.147. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.262.
Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (27/3/2020). Posisi dolar AS pagi ini juga melemah 127 poin atau 0,7%.
Hingga pukul 09.20 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 16.110-16.275. Sedangkan secara point to point terhadap setahun yang lalu, dolar AS berada di rentang Rp 13.565-16.620.
Dari data RTI, dolar AS pagi ini ada di level Rp 16.220. Angka tersebut melemah 85 poin atau 0,52% hari ini.
Dolar AS tercatat melemah terhadap yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sedangkan rupiah menguat terhadap. euro, dolar Singapura, dan yuan China.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kondisi pasar valas di Indonesia saat ini sudah semakin membaik.
“Pasar valas semakin membaik dan penguatan makin stabil. Mekanisme berjalan baik, bid dan over nya membentuk nilai tukar yang baik,” kata Perry dalam video conference di Jakarta, Kamis (26/3/2020).
Perry menyebut, kepanikan yang terjadi di pasar global turut mempengaruhi kondisi pasar keuangan dalam negeri.

“Di pasar obligasi pemerintah, investor asing sudah mulai membeli SBN di pasar sekunder. Outlflow juga mengalami penurunan, ini menunjukkan jika kondisi pasar keuangan, seperti saham dan obligasi semakin membaik,” jelas dia.

Kamis, 26 Maret 2020

PT Solid Berjangka | Naik 10%, IHSG Ditutup Perkasa di 4.338

Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
PT Solid Berjangka Makassar – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini ditutup positif. IHSG menguat sepanjang hari dan ditutup perkasa di level 4.338.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini ada di level Rp 16.262.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung menguat tinggi 129 poin (3,3%) ke level 4.067. Sedangkan indeks LQ45 naik 43 poin (7,7%) ke level 610.
IHSG bahkan terus menguat hingga 10% ke posisi 4.362. Di level itu IHSG tercatat naik 10,78% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Hingga sesi I berakhir, IHSG naik 385 poin (9,7%) ke level 4.323. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 81 poin (14,3%) ke level 648.
Menutup sesi II, IHSG melonjak hingga 401 poin (10,1%) ke level 4.338. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 84 poin (14,9%) ke level 651.
Perdagangan saham ditransaksikan 882.280 kali dengan nilai Rp 12,2 triliun. Sebanyak 300 saham naik, 129 saham menguat, dan 115 saham stagnan.
Sementara itu semalam (25/03) bursa saham Wall Street ditutup variatif dengan kecenderungan menguat, indeks Dow Jones dan S&P naik masing-masing sebesar 2.33% dan 1.15%. Sedangkan Nasdaq melemah sebesar 0.45%.
Sehari sebelumnya Wall Street juga berhasil rebound di mana ketiga indeksnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini terdorong oleh optimisme pasar menyikapi langkah kebijakan pemerintah untuk melakukan stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Sebelumnya pemerintahan presiden Donald Trump mengatakan telah menyetujui RUU stimulus ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, langkah tersebut mencakup dana hingga US$ 500 juta untuk mendukung sektor industri yang sangat terdampak akibat pandemi virus ini serta pembiayaan langsung setara US$ 3.000 untuk masing-masing orang.
Bursa Asia sore ini mayoritas bergerak negatif. Berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 turun 882 poin ke 18.664
  • Indeks Hang Seng melemah 174 poin ke 23.352
  • Indeks Shanghai berkurang 16 poin ke 2.764
  • Indeks Strait Times terkoreksi 23 poin ke 2.481

Dolar AS Rp 16.000, Ini Bedanya dengan Krisis 1998

Dolar AS tercatat masih bertengger di posisi Rp 16.000an. Penguatan dolar AS ini terjadi sejak pengumuman corona yang makin luas di Indonesia dan di negara lain.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan apa yang terjadi saat ini sangat berbeda dengan krisis global 2008 dan krisis Asia pada periode 1997/1998.
“Pada krisis global bagaimana pasar keuangan AS ada Subprime Mortgage dan jadi default sehingga membuat panik di pasar AS, kemudian menjalar ke Eropa dan kita kena dampaknya,” kata Perry dalam video conference, Kamis (26/3/2020).
Dia menjelaskan, saat ini bergejolaknya keuangan global terjadi akibat pandemik Covid 19 yang bergerak sangat cepat di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Italia yang jumlah kasus kematiannya bahkan lebih tinggi dari China.
Virus ini telah menyebar ke seluruh negara dan membuat panik pasar keuangan global. “Pemilik dana melepas dan menjual aset keuangannya,” jelas dia.
Menurut Perry jika dibandingkan dengan periode 1998 lalu, sangat berbeda. Pasalnya jika dulu dolar menyentuh Rp 16.000 dari Rp 2.500.
“Ingat dulu itu dari Rp 2.500 ke Rp 16.000 hampir 8 kali lipat. Sementara sekarang itu dari Rp 13.800 pelemahannya memang 12%, tapi jauh lebih kecil dari kondisi dulu (1998), dan juga kondisi krisis global 2008,” jelas dia.
Apalagi saat ini, kondisi perbankan nasional sudah kuat tidak seperti dulu. Dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23%. Non performing loan (NPL) 2,5% secara gross dan 1,3% secara net.
Menurut Perry saat ini langkah ekonomi yang diambil sudah cukup baik. Mulai dari kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan (SSK).

“Seluruh dunia mengalami kepanikan. Bank sentral berupaya melonggarkan likuiditas dengan menurunkan suku bunga. Saya tidak katakan ini sudah berakhir tapi sudah lebih mereda dibandingkan 2 minggu lalu, inilah yang kita hadapi,” imbuh dia.