Senin, 07 Mei 2018

SOLID GOLD | Dear Avengers... Ada Banyak Cara Menyelamatkan Alam Semesta

Dear Avengers... Ada Banyak Cara Menyelamatkan Alam Semesta
SOLID GOLD MAKASSAR - Penggemar Marvel Cinematic Universe tahu benar bakal ada 'Avengers 4' tahun depan. Dan ada banyak cara untuk menyelamatkan alam semesta.

Warning, artikel ini menulis spoiler bagi yang belum menyaksikan 'Avengers: Infinity War'.

Jentikan tangan Thanos pada Infinity War, menjadikan beberapa superhero memudar. Setengah jagat raya pun dipercaya telah binasa. Sekarang saatnya menantikan sekuelnya.

Russo Brothers telah menjadwalkan film tersebut rilis 4 Mei mendatang. Film tersebut ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely, sebagai akhir dari narasi belasan film yang telah tayang satu dekade lalu.

 
Jika memang benar rencana tersebut, bukan berarti mengalahkan Thanos adalah hal utama. Mengucapkan selamat tinggal kepada superhero seperti Iron Man, Captain America dan banyak lagi juga sepertinya harus disiapkan. Tapi tentu saja ada banyak dugaan yang bakal menghiasi film tersebut.
Motivasi Thanos dalam Infinity War sangat berbeda dengan apa yang menjadi tujuannya dalam komik. Tapi tindakannya kurang lebih sama yaitu mendapatkan keenam Infinity Stones lalu menggunakannya untuk menghapus setengah jagat raya.

Dari komik Infinity Gauntlet, Thanos melakukan itu hanya untuk memuaskan Mistress Death. Sedangkan di film, ia melakukan itu untuk menyeimbangkan alam semesta sehingga setiap bentuk kehidupan bisa berkembang.

Tak peduli bagaimana Thanos melakukannya, jelas dari pertempuran dan masa lalunya bahwa ia tak benar-benar layak untuk memanfaatkan kekuatan Infinity Stones. Tidak ada apa pun di alam semesta yang dapat menghentikan seseorang yang menggunakan Infinity Gauntlet lengkap, kecuali orang itu membiarkan dirinya dikalahkan.


BACA JUGA : Visi Dan Misi Solidgold Berjangka


Itu persis apa yang telah dilakukan Thanos dalam komik selama bertahun-tahun, dan itu adalah sesuatu yang Adam Warlock tunjukkan dalam Infinity Gauntlet. Ketika itu, Adam menunggu saat di mana Thanos membiarkan dirinya dikalahkan.
Lokasi Soul Stone adalah salah satu misteri terbesar Infinity War, mulai dari pengungkapannya, hingga lokasinya orang yang memimpinnya. Itu sempurna untuk filmnya.

Gamora memang sudah memiliki sebuah peta yang mengarah ke lokasi batu di Vormir. Thanos membawa Gamora bersamanya untuk mengambilnya.

Di sana terungkap ada Red Skull yang ditugaskan membimbing para pencari soul stone selama beberapa dekade. Ia memberi tahu Thanos cara untuk mendapatkan baru tersebut dengan mengorbankan hal yang paling disukai, yaitu Gamora. 'Soul for soul'.

BACA JUGA : Profil Perusahaan PT Solidberjangka

Sepertinya cocok bahwa mungkin anggota tim yang tersisa -sebagian besar dimainkan oleh aktor dan aktris yang kontrak Marvel-nya sudah habis-- akan memperdagangkan kehidupan mereka untuk membawa kembali para pahlawan baru MCU, seperti Black Panther dan Spider-Man.

Bagaimanapun, Vision dan Captain America berulang kali disebutkan dalam Infinity War, bahwa mereka tidak menukar kehidupan. Ini hal yang menarik.

Penggemar komik tahu bahwa 'Avengers: Infinity War' tidak mengikuti sumber literatur materi. Namun, itu tidak berarti beberapa momen komik tidak dapat dibuat ulang atau digunakan untuk Avengers. 4.

Seperti komik The Infinity Gauntlet, di sana Nebula berhasil mengalahkan Thanos dan menyelamatkan alam semesta. Ketika itu, Thanos memasuki pesawatnya, tapi satu hal yang ia tak pikirkan yaitu melindungi Infinity Gauntlet yang biasanya berada di tangan kirinya.

BACA JUGA : Fasilitas Layanan Solidberjangka


Jadi, Nebula memanfaatkan kesempatan itu untuk mencuri Infinity Gauntlet sebelum siapa pun tak bisa menghentikannya. Kemudian, dia menggunakan Gauntlet untuk mengembalikan semuanya.

Pada akhir Infinity War, Nebula masih hidup, setidaknya tampaknya masuk akal bahwa ia bisa menjadi kegagalan Thanos.  

Di dalam komik, Adam Warlock tahu Thanos adalah yang terbaik dan itu bagian dari alasan dia melarikan diri dari Soul World untuk membantu mengalahkan Mad Titan. Karena sebelumnya Marvel telah menciptakan kembali momen ikonik dan alur cerita dengan superhero tersebut, tak ada alasan mereka tidak melakukan hal tersebut kali ini.

Tapi mengingat betapa pentingnya menempatkan hubungan Gamora dengan Thanos dalam Infinity War, tidak ada yang lebih baik untuk membantu menyebabkan keruntuhan Thanos daripada anak perempuannya sendiri.

Thanos tidak hanya mencintai Gamora tetapi film ini juga menunjukkan bahwa Gamora mengenalnya begitu baik, yang berarti dia bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan alam semesta di Avengers 4, meski akhirnya Gamora dipersembahkan Thanos untuk mendapatkan Soul Stone.

BACA JUGA : Alasan Anda memilih Kami Solidgold


Robert Downey Jr. yang membintangi sosok Tony Stark telah menjadi jantung dari Marvel Cinematic Universe. Jadi, salah satu cara paling muram adalah mengorbankan Iron Man untuk menyelamatkan alam semesta.

Sepanjang hidupnya sebagai superhero, Tony dianggap sebagai orang egois yang tidak akan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain. Sebaliknya, dia akan menemukan cara lain untuk menyelamatkan semua orang. Tapi itu mungkin berubah dalam Avengers 4, ketika berhadapan dengan Mad Titan.

Ada banyak cara di mana Tony bisa mengorbankan dirinya sendiri, sama seperti ketika dia mencoba melakukan dengan rudal nuklir di The Avengers. Doctor Strange punya rencana yang mengharuskan Tony tetap hidup, itulah sebabnya mengapa ia memberikan Time Stone ke Thanos.

Tapi kita selalu mendapatkan kejutan dari Marvel Cinematic Universe, jadi kita tunggu saja kelanjutan kisahnya pada 4 Mei 2018 mendatang.

Jumat, 04 Mei 2018

PT SOLID GOLD BERJANGKA | IHSG Tinggalkan 5.800

Foto: Ari Saputra
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Menutup perdagangan saham sore ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak semakin terpuruk hingga meninggalkan level 5.800. Sore ini, IHSG tutup di posisi 5.792.

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini juga masih tinggi. Dolar terus mendekat ke level Rp 14.000 dan pagi ini tercatat berada di level Rp 13.933.


Pada perdagangan preopening, IHSG turun 9,423 poin (0,16%) ke level 5.849,309. Indeks LQ45 turun 2,363 (0,25%) ke level 931,597.

Membuka perdagangan, Jumat (4/5/2018), IHSG turun semakin dalam. IHSG turun 48,59 poin (0,86%) ke level 5.804,72. Indeks LQ45 berkurang (1,25%) ke level 922,20.


Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam dengan penurunan 38,461 (0,56%) ke level 5.820,271. Indeks LQ45 turun 9,377 (1%) ke level 924,583.

Laju pelemahan masih berlanjut hingga jeda perdagangan siang ini. IHSG turun 55,469 poin (0,95%) ke 5.803,263. Indeks LQ45 turun 11,936 poin (1,28%) ke 922,024.

Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 5.855,106 dan terendah di 5.768,384. Laju IHSG terpantau moderat dengan frekuensi perdagangan 335.107 kali transaksi sebanyak 7,9 miliar lembar saham senilai Rp 7,8 triliun.

 
Sembilan sektor saham kompak melemah. Pelemahan paling dalam dialami sektor keuangan yang jatuh sebesar 2,20%. Sebanyak 118 saham menguat, 257 saham melemah dan 114 saham stagnan.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas ditutup melemah pada akhir sesi perdagangan semalam. Indeks Dow Jones naik 0,02% ke level 23.930.15, S&P melemah 0,23% ke level 2.629.73, dan Nasdaq turun 0,18% ke level 0,18% ke level 7.088,15.


Pada perdagangan semalam, indeks AS mayoritas berada di zona merah seiring dengan rilisnya data Balance of Trade AS bulan Maret yang masih tetap mencatatkan defisit US$ -49 miliar. Meskipun defisit ini turun dibandingkan sebelumnya yang sebesar US$ -57,7 Miliar, nampaknya belum mampu menjadi katalis positif untuk mendorong indeks AS ke zona hijau.

Sementara pergerakan bursa regional mayoritas juga berada di zona merah. Berikut pergerakan bursa Asia siang ini:
  • Indeks Nikkei tutup karena menyambut Greenery Day
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 9,830 poin (0,32%) ke level 3.091,030
  • Indeks Strait Times berkurang 30,300 poin (0,85%) ke level 3.545,380.
  • Indeks Hang Seng turun 386,869 poin (1,28%) ke level 29.926,500.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Indo-Rama (INDR) naik Rp 470 ke Rp 2.350, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 300 ke Rp 5.500, Indomobil Sukses (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 2.610 dan Matahari (LPPF) naik Rp 225 ke Rp 9.600.


Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.775 ke Rp 67.200, Graha Layar Prima (BLTZ) turun Rp 540 ke Rp 1.760 dan Indofood (INDF) turun Rp 375 ke Rp 6.350

Kamis, 03 Mei 2018

PT SOLID BERJANGKA | Jelang Puasa, Orang Jual Emas Lebih Banyak Ketimbang yang Beli

Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Pedagang emas di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat mengaku jelang Lebaran masyarakat lebih banyak yang menjual emas ketimbang membeli.


"Biasanya sih kalau jelang Idul Fitri atau Lebaran kebanyakan orang jual. Perbandingan tujuh yang jual tiga yang beli," kata salah satu pedagang toko emas ACC, Imelda kepda detikFinance, Kamis (3/4/2018).


Imelda mengatakan alasan masyarakat lebih banyak menjual emas karena membutuhkan uang untuk menghadapi Lebaran. Sebab hari raya tersebut identik dengan membeli barang baru.

"Kayaknya sih butuh uang karena menghadapi Lebaran," ungkapnya.
BACA JUGA : Solidgold Berjangka

Senada dengan itu, pemilik toko emas Mulia, Budiarto mengatakan terjadi kenaikan masyarakat untuk menjual emasnya dibanding membeli. Hal itu karena menghadapi tahun ajaran baru bagi anak sekolah dan hari raya.
BACA JUGA :PT Solidberjangka

"Justru masih banyak orang yang jual karena kan butuh banyak orang biaya sekolah, puasa, Lebaran. Kan ini berdekatan waktunya," terangnya.


Lantas, ia pun menjelaskan perbandingan penjualan dan pembelian yang terjadi. Yaitu, dua orang yang membeli emas dan lima orang yang menjual emas.

Rabu, 02 Mei 2018

SOLID GOLD BERJANGKA - Perjalanan WhatsApp Sebelum Diacak-acak Facebook

Aplikasi WhatsApp. Foto: Getty Images
SOLID GOLD BERJANGKA - Bermula dari layanan messaging sederhana dan tak banyak fitur, WhatsApp menjelma menjadi layanan messaging terbesar dunia. Banyak fitur pun ditambahkan, apalagi setelah diakuisisi Facebook tahun 2014 senilai USD 19 miliar.

Berikut perkembangan singkat WhatsApp dari masa ke masa:

2009
- Pada 4 Februari, dengan bantuan Brian Acton dan Alex Fishman, Jan Koum melahirkan perusahaan WhatsApp di California. 

- Apple meluncurkan push notifications di iPhone pada bulan Juni. Fitur ini membuat Koum yakin dan merancang WhatsApp jadi aplikasi pesan instan. WhatsApp 2.0 rilis pada Agustus di mana pengguna membayar 99 sen per tahun untuk memakainya.

- Bulan Oktober, Acton berhasil melobi 5 rekannya mantan pegawai Yahoo untuk berinvestasi di WhatsApp senilai USD 250 ribu,

2010
- Tahun ini, aplikasi WhatsApp untuk Android diluncurkan.

2011
- WhatsApp makin populer, penggunanya terus bertambah. Pesaing mulai muncul, misalnya WeChat buatan Tencent yang kemudian tenar di negara itu.
 
BACA JUGA : Solidberjangka | Memahami Modus Operandi Dan Cara Kerja Penipuan

- Bulan April, WhatsApp menerima pendanaan USD 7 juta dari Sequoia Capital.

2012
- Pada bulan Januari, ditemukan celah keamanan pertama di WhatsApp. Seorang hacker mempublikasikan bagaimana cara mengubah status user WhatsApp dengan bekal nomor teleponnya.

- Berkaitan dengan ancaman itu, di bulan Agustus diumumkan bahwa pesan di WhatsApp akan diperketat dengan enkripsi atau penyandian dalam versi terbaru untuk iOS dan Android.

2013
- Bulan Februari, angka pengguna WhatsApp tembus 200 juta di seluruh dunia. Sequoia kembali menanamkan dana senilai USD 50 juta dan membuat perusahaan ini bernilai USD 1,5 miliar. 
 
BACA JUGA : PT Solidberjangka | Kenali Ciri – Cirinya Penipuan Investasi

- Dana semakin banyak, WhatsApp mengubah metode pembayaran di mana user cukup membayar USD 1 sekali saja dan bisa terus menikmati layanannya.

- Bulan Agustus, WhatsApp memperkenalkan voice messaging di mana user dapat merekam dan mengirimkan klip audio singkat.

2014
- Facebook memutuskan membeli WhatsApp senilai USD 19 miliar, akuisisi terbesarnya sampai saat ini. Jan Koum dan Brian Acton jadi kaya raya.

- Panggilan suara ditambahkan ke WhatsApp.

- Bulan November, WhatsApp memperkenalkan fitur Read Receipts sehingga jika pengguna sudah membaca sebuah pesan, pengirim pesan akan melihat tanda biru. Seminggu kemudian, WhatsApp memberi fitur untuk opsi menonaktifkan kemampuan tersebut.

 
2015
- WhatsApp bisa diakses melalui web browser di komputer.

- WhatsApp memblokir beberapa klien pihak ketiga yang mencegah user mengakses layanannya dari aplikasi lain.

- Pada Desember, WhatsApp sempat diblokir di Brasil karena menolak menyerahkan data ke otoritas setempat.

2016
- WhatsApp akhirnya benar-benar digratiskan. Bulan Januari, Jan Koum mengumumkan user tak perlu membayar sama sekali untuk menggunakannya. Namun di tahun ini, WhatsApp mulai membagikan data pengguna ke Facebook meski terbatas.

- Diperkenalkan pula fitur berbagi dokumen seperti PDF dan DOC.

- Pada April, WhatsApp mengumumkan bahwa pesan di platformnya akan diekripsi end to end sehingga hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. Bahkan mereka sendiri tak bisa mengakses pesan.

 
2017
 
- Di Februari, WhatsApp memperkenalkan Status yang dapat diisi dengan konten foto atau video. Konten itu akan hilang dalam 24 jam, mirip Snapchat.

- Akhir tahun ini, Brian Acton memutuskan mengundurkan diri dan gabung dengan layanan pesan instan anyar bernama Signal.

2018
- Di Januari, WhatsApp meluncurkan WhatsApp Business buat pebisnis. Dan dirilis layanan transfer uang di India.

- Jan Koum memutuskan meninggalkan WhatsApp, kabarnya karena tidak senang dengan cara dan rencana Facebook menghasilkan uang dari WhatsApp.

- Nasib WhatsApp selanjutnya perlu ditunggu, ada yang memprediksi Facebook akan agresif beriklan dan mengacak-acak WhatsApp sehingga tak lagi sederhana. Tapi belum tentu juga, waktu yang akan menjawabnya.

Selasa, 01 Mei 2018

SOLID BERJANGKA | Hari Pendidikan dan Bibit Rasisme di Masa Depan

Hari Pendidikan dan Bibit Rasisme di Masa Depan
SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Cuma beberapa jengkal sebelum peringatan Hari Pendidikan Nasional, muncul dua peristiwa yang melukai dunia pendidikan kita --pendidikan dalam makna luasnya.

Peristiwa pertama. Sebuah video viral menunjukkan aksi heroik seorang lelaki yang menendang punggung seorang anak. Ceritanya, si anak itu sedang bermain ayunan di sebuah mal. Di saat ia tengah asyik swing-swing, tak dilihatnya seorang anak lain yang jauh lebih kecil nyelonong ke belakangnya.

Nah, namanya juga ayunan, tentu saja mengayun. Karena si anak kecil masuk ke jarak jangkauan ayunan, terhantam jatuhlah ia oleh punggung anak yang tengah bermain ayunan. Lalu seorang lelaki, ayah si anak kecil yang jatuh, berlari datang menolong anaknya. Sebelum ia gendong itu anak, ia sempatkan melancarkan tendangan Kungfu Panda ke anak yang tengah main ayunan. Waciaat!

Peristiwa kedua. Dalam ajang Car Free Day di kawasan Thamrin, Jakarta terjadi intimidasi nan gagah berani oleh sekelompok lelaki dewasa kepada seorang ibu dan anak lelakinya. Meski si ibu tampak tegar, si anak menangis ketakutan. Motif intimidasinya cuma karena para pelaku dan korban berbeda pilihan politik. Itu saja.

Entah, apa yang ada di kepala para pelaku. Si Pendekar Tendangan Maut maupun Laskar Perundung Ibu dan Anak, semuanya memamerkan sensitivitas yang sangat rendah kepada hati anak-anak. Tapi itu common sense saja. Setiap kepala yang waras saya kira akan menolak tindakan-tindakan gila semacam itu.

Karena logikanya cuma common sense, saya tidak akan membahasnya. Buat saya, lebih menarik sekaligus memilukan jika kita mencermati respons publik warganet atas kedua kasus tersebut.

Pada kasus pertama, di sela hujan umpatan tak berkesudahan, muncul juga komentar-komentar OOT yang mengerikan. Yang disasar para komentator itu bukan lagi kelakuan primitif si jago tendangan, melainkan etnisitasnya! Ia akhirnya dicela bukan karena perbuatan bodoh yang dilakukannya, melainkan karena sesuatu yang tidak bisa ia pilih: takdir yang sekadar ia terima saja waktu lahir ceprot ke dunia. "Dasar orang etnis Anu! Tak tahu malu! Cuma menumpang hidup di negeri orang saja belagu!"

Hasilnya, apa yang semula merupakan kritik mapan atas sebuah ketidakwarasan, ikut jatuh menjadi ketidakwarasan yang sama-sama memuakkan. Satu ketidakwarasan dilawan dengan ketidakwarasan yang lain. Ya kalau rumus Matematika, minus dikali minus hasilnya plus. Namun ini bukan soal dalam ujian Matematika. Ini persoalan riil dalam kehidupan sebagai bangsa manusia, di mana gila disambar gila hasilnya ya sama-sama tambah gila.

Pilihan politik memang bukan takdir, beda dengan etnis. Karena itulah saya tidak hendak menyandingkan perkara takdir etnisitas itu dengan kasus di Car Free Day. Meski demikian, kebodohan dari jenis yang mirip bermunculan juga ketika publik mengomentari kasus perundungan kepada ibu dan anaknya di CFD itu.

BACA JUGA : PT Solidberjangka Transaksi Sistem Online

Ringkasnya, peristiwa yang sampai membuat seorang anak kecil menangis ketakutan itu diseret semata sebagai agenda-agenda politik. Para pengusung agenda itu ya siapa lagi selain dua kubu yang terus bertengkar sampai level membosankan?

Agenda politik sih sebenarnya sah-sah saja, sebagaimana afiliasi politik yang dimiliki warga negara pun wajar-wajar saja. Namun untuk kasus ini, jika kita tidak berhati-hati, akibatnya bisa fatal. Fokus pembelaan kepada hak anak malah dilupakan, karena kita keasyikan dengan pertarungan kubu-kubuan. Massa jadi sulit pula berpikir jernih dalam iklim perkelahian sepanas demikian.

Orang-orang yang sekubu dengan korban, sebut saja kubu Tim Kaos Kerja, dengan gegabah menyematkan perilaku Laskar Perundung ke segenap orang yang sama warna kaosnya. Kita tahu, Laskar Perundung itu bagian dari Tim Kaos Ganti. Tanpa berpikir panjang, para pendukung Tim Kaos Kerja bersikap seolah-olah semua anggota Tim Kaos Ganti memiliki mental yang sama pengecutnya dengan Laskar Perundung. Padahal, Laskar Perundung hanyalah sebagian kecil saja dari keseluruhan Tim Kaos Ganti.

Ini tak bedanya dengan kasus ayunan di mal, bukan? Pendekar Tendangan Maut hanyalah seorang saja di antara jutaan warga etnis Anu di Indonesia. Ia tidak bisa dijadikan representasi kelakuan semua anggota etnis Anu, dan tidak semua anggota etnis Anu hobi menendang anak-anak. Simpel sekali logikanya.

Malang, massa buih mengalami problem mendasar dengan kualitas nalar. Akibatnya, penginderaan atas perilaku serta-merta dicantolkan kepada identifikasi yang tidak relevan dengan perilaku tersebut.

BACA JUGA : Solidberjangka Transaksi Online Snapshot

Ini lucu. Sebab dalam kasus video Pendekar Tendangan Maut, salah seorang warganet yang memviralkan video itu dengan penuh kemurkaan adalah juga seorang warga etnis Anu. Ia sama-sama menghujat orang yang seetnis dengannya. Artinya, ia sudah membuktikan dengan segera bahwa dirinya beda dengan Si Pendekar Tendangan Maut. Ia memunculkan kata kunci bahwa problem yang harus disimak adalah sebuah perbuatan, bukan sebuah etnisitas. Klir, kan? Klir belum?

Dalam kasus CFD pun demikian. Salah seorang yang "menyelamatkan" korban adalah lelaki muda dengan identitas politik yang sama dengan Laskar Perundung, yakni sama-sama anggota Tim Kaos Ganti. Ia membimbing sang ibu dan anaknya agar menjauh dari gerombolan biadab itu. Artinya, semestinya para pemirsa yang budiman bisa mencerna, bahwa ada anggota Tim Kaos Ganti yang tidak setuju dengan kelakuan Laskar Perundung.

Dengan nalar yang terang benderang seperti ini, seharusnya memang kita bisa menempatkan duduk perkaranya, lalu berusaha mengambil sikap sewaras-warasnya. Sayangnya, lagi-lagi karena setiap orang hanyut dalam ambisi untuk menjalankan agenda politik masing-masing, banyak sekali anggota Tim Kaos Ganti yang malah sibuk mencari pembenaran atas kejadian itu. Bahwa ibu dan anak itu sengaja memancing kerusuhan dengan masuk ke kandang lawan, lah. Bahwa itu semua konspirasi dan hasil setting-an untuk mendiskreditkan Tim Kaos Ganti, lah. Dan sebagainya. Kentara sekali sikap yang diambil adalah "right or wrong is my kubu."

Hasilnya kita sama-sama tahu: nalar yang keruh bertemu dengan nalar yang tidak kalah keruh. Ambyarrr.

***

Saya sama sekali tidak tahu, apa visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk sepuluh tahun ke depan. Yang jelas situasi sosiologis masyarakat Indonesia hari ini tak lagi sama dengan lima tahun silam. Kubu-kubuan yang bikin mual ini terus menciptakan peristiwa-peristiwa baru, terus disikapi dengan perspektif kacau balau sesuai kacamata masing-masing kubu, dan terus menyalakan naluri purba untuk menyematkan stigma-stigma tak menentu.

Seberapa jauh kesigapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyikapi situasi baru dan riil seperti ini? Adakah antisipasi serius agar anak-anak kita nantinya lebih waras ketimbang bapak-ibu mereka? Adakah persiapan sungguh-sungguh agar benih-benih masa depan itu lebih terdidik dan lebih berbudaya (ingat, ini kementerian yang mengatur 'pendidikan' dan 'kebudayaan' lho) ketimbang orangtua mereka?

Yang saya takutkan, iklim kegilaan ini akan terus berlanjut, terus berjalan, bahkan hingga jauh hari selepas 2024. Polarisasi akan diwariskan, dimantapkan, karena para orangtua memilih menjauhkan anak-anak mereka dari anak-anak di kubu seberang. Sekolah mereka disendirikan, lingkungan mereka dipisahkan, cara-cara berpikir yang penuh stigma juga diturunkan.

Walhasil, bakalan tumbuh subur tradisi stereotip baru, bibit-bibit rasisme baru, dengan objek-objek kelompok SARA yang juga baru.

Yang mengerikan, semua itu luput diantisipasi oleh para pemangku dunia pendidikan. Para guru yang juga manusia biasa itu malah terlibat langsung dalam aksi kubu-kubuan (wahai, sungguh yang seperti ini sudah terjadi!), sementara para pemegang kebijakan pendidikan di atas sana terlalu asyik dan berbangga-bangga dengan soal-soal ujian yang memusingkan.

Ah, entahlah. Mau bagaimana pun, saya tetap ingin mengucapkan Selamat Hari Pendidikan. Sembari itu saya ingin bertanya: masih mampukah kita mendidik anak-anak kita, jika untuk mendidik diri sendiri pun seringkali kita tak kuasa?