Rabu, 08 Mei 2019

Solid Gold Berjangka | China Larang Tradisi Perpeloncoan Bagi Pengantin Pria

China Larang Tradisi Perpeloncoan Bagi Pengantin Pria
Solid Gold Berjangks Makassar – Otoritas dari sejumlah wilayah di China telah melarang tradisi perpeloncoan pernikahan yang dapat mencakup lelucon yang memalukan dan kadang-kadang kejam. Tradisi itu disebut sebagai gejala menurunnya moralitas.
tradisi perpeloncoan pengantin di China:
Tradisiperpeloncoan yang dikenal sebagaihunnao berasal ribuan tahun yang lalu dan pada awalnya dimaksudkan untuk mengusir roh-roh jahat
  • Sebuah pemberitahuan di wilayah Shen juga telah mengecam permainan peran yang tidak senonoh”
  • Sejumlah video yang diunggah di media sosial menunjukkan pengantin baru yang tidak bahagia karena disiram dengan tepung dan krim
Menelanjangi calon pengantin pria dan mengikat mereka ke pohon atau tiang telepon, serta melempari mereka dengan telur dan menyiramkan bir, saus, dan makanan lainnya ke pasangan yang sedang berbahagia itu, sekarang telah dianggap sebagai pelanggaran yang dapat dihukum menurut sebuah unggahan di WeChat yang beredar pada hari Minggu (5/5/2019) oleh pihak berwenang di wilayah Shen di provinsi Timur Shandong.
Distrik Rizhao yang terletak tidak jauh dari wilayah Shen, baru-baru ini juga mengumumkan akan memberlakukan tindakan keras terhadap praktik tersebut. Pada bulan Desember lalu, Departemen Urusan Sipil di kawasan itu juga mendesak pemerintah daerah untuk mengatur kebiasaan pernikahan yang “vulgar” termasuk pernikahan mewah, hadiah pertunangan yang mahal dan perpeloncoan.
Tradisi perpeloncoan – dikenal sebagai “hunnao” dalam bahasa Cina – berawal ribuan tahun yang lalu dan pada awalnya dimaksudkan untuk mengusir roh-roh jahat.
Sementara kebiasaan ini sering kali tidak lebih dari sebuah lelucon lucu, di sejumlah daerah pedesaan di China, para tamu diketahui telah melakukan praktik ini ke tingkat ekstrem yang kadang-kadang mengakibatkan cedera serius.
Pemerintah memerintahkan diakhirinya tradisi perpeloncoan vulgar pada Desember lalu. (Weibo: Zibo)
Pada bulan Januari, surat kabar South China Morning Post melaporkan kasus seorang pengantin pria telah menggugat tamunya setelah ia tertabrak mobil ketika sedang melarikan diri dari para penyiksanya.
Dia telah diikat ke tiang listrik, dilempari telur, dipukuli dan disiram dengan tinta sebelum akhirnya dia melarikan diri ke jalan raya yang padat. Kecelakaan itu mengakibatkan pria itu mengalami luka retak di bagian tengkorak dan pendarahan internal.
Tahun lalu, viral beredar sebuah video seorang pengantin pria yang seluruh tubuhnya terluka gores setelah diikat oleh para tamu di provinsi Hunan. Video itu juga memperlihatkan para tamu yang mentertawakan sang pengantin pria sambil menggosokkan garam ke lukanya.
Seorang tamu mengatakan kepada wartawan setempat bahwa cambukan telah menjadi kebiasaan setempat.
“Dengan memukuli mempelai laki-laki, tindakan itu mengirim pesan bahwa pernikahan itu tidak mudah. Semoga dia bisa menghargai semuanya,” Global Times mengutip ucapan dari para tamu tersebut.
Pemberitahuan di wilayah Shen juga melarang “permainan peran tidak senonoh”.
Sejumlah video “permainan pernikahan” yang melibatkan meraba-raba pengantin dan para pengiring pengantin serta tindakan lain yang berbatasan dengan kekerasan seksual telah beredar di media sosial.
Video lain menunjukkan pengantin baru yang tidak bahagia disiram dengan tepung, krim, dan makanan lainnya.
Sementara wilayah Shen telah memperingatkan para pelanggar yang “mengganggu ketertiban umum” atau “membuat dampak sosial yang buruk” akan mendapat sanksi hukum namun pengumuman itu tidak menjelaskan secara jelas apa bentuk sanksi hukum yang dimaksud.

Selasa, 07 Mei 2019

Solid Berjangka | Erdogan Dukung Pemilihan Wali Kota Istanbul Diulang

Erdogan Dukung Pemilihan Wali Kota Istanbul Diulang
Solid Berjangka Makassar – Presiden Turki Tayyip Erdogan mendukung penuh pemilihan wali kota Istanbul diulang setelah pada pilkada Maret lalu kandidat dari kubu oposisi mengalahkan kandidat dari Partai AK pimpinan Erdogan. Erdogan menilai pemilihan ulang wali kota Istanbul merupakan langkah penting untuk menguatkan demokrasi.
Dilansir Reuters, Selasa (7/5/2019), Erdogan menilai pemilihan wali kota Istanbul pada Maret lalu telah dinodai oleh praktik korupsi yang terorganisir dan ilegalitas.
“Kami melihat ini sebagai langkah penting untuk memperkuat demokrasi kami,” kata Erdogan kepada anggota parlemen dari Partai AK di parlemen.
“Kami percaya ada korupsi terorganisir dan ilegalitas penuh dalam pemilihan walikota Istanbul,” lanjutnya.
Untuk diketahui, Komisi Pemilu Turki pada Senin (6/5) lalu memutuskan melakukan pemungutan suara ulang untuk pemilihan wali kota Istanbul yang akan dilakukan pada 23 Juni mendatang. Keputusan ini membatalkan hasil pemilihan wali kota Istanbul pada 31 Maret lalu dimana kandidat dari partai AK yang dipimpin Erdogan kalah.
Setelah keputusan pemilihan wali kota Istanbul itu diulang, nilai mata uang Lira Turki terhadap Dolar AS langsung anjlok.
Atas hal itu, Erdodan mengatakan Turki menghadapi sabotase ekonomi dan bersumpah untuk menangkis serangan terhadap ekonomi.
“Jadi apa yang akan kita lakukan? Mulai sekarang, kami akan melakukan apa yang kami lakukan pada teroris,” tuturnya.
Turki juga mendapat protes dari negara lain atas keputusan diulangnya Pemilu Kota Istanbul itu. Jerman sebagai salah satu sekutu Turki salah satunya, yang prihatin atas pemilu yang diulang di Istanbul. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan keputusan itu tidak transparan atau tidak dapat dipahami

Senin, 06 Mei 2019

Solid Gold | Berlomba-lomba Raih Amalan di Bulan Ramadhan

Berlomba-lomba Raih Amalan di Bulan Ramadhan
Solid Gold Makassar – Umat Muslim memanfaatkan bulan Ramadhan untuk terus beramal. Salah satunya dengan membaca ayat suci Alquran.

Jumat, 03 Mei 2019

Solid Gold Berjangka | Saat Ahli Bioteknologi Molekuler Menulis Buku ‘Panduan Keluarga’

Saat Ahli Bioteknologi Molekuler Menulis Buku Panduan Keluarga
Solid Gold Berjangka Makassar – Verawati adalah seorang master yang menjadi peneliti bioteknologi molekuler di Balai Besar Veteriner, Wates, DIY. Namun di tengah kesibukannya, dokter hewan lulusan UGM Yogyakarta itu menulis sebuah buku ‘panduan’ menciptakan keluarga sederhana paripurna.
Verawati adalah istri dari Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Meskipun menjadi istri bupati, Vera tidak setiap hari selalu mendampingi suaminya karena dia juga harus bekerja sebagai PNS di Yogya. Setiap akhir pekan dia dan anak tunggalnya, Anugrah Baskoro Sutopo, baru bisa ke Wonogiri.
Lahir dan besar di Solo lalu menyelesaikan pendidikan lalu berkarir Yogya, membuat Vera merasa benar-benar asing ketika suaminya terpilih sebagai bupati di salah satu daerah ‘terpencil’ di Jateng tersebut.
“Ketika Mas Joko mengawali menjadi bupati pada 2016, saya meminta cuti selama 3 bulan dari pekerjaan. Saya keliling masuk ke pelosok-pelosok Wonogiri. Dari hasil blusukan itulah saya kemudian berpikir bahwa harus ada yang perlu saya beri catatan khusus untuk tugas pengabdian ini,” ujarnya saat peluncuran buku karyanya di Wonogiri, Jumat (3/5/2019).
Menulis memang bukan hal baru bagi Vera. Dia biasa menuangkan hasil karyanya dalam tulisan. Namun tentu saja selama ini adalah karya ilmiah hasil penelitian untuk dimuat di jurnal-jurnal kelas nasional maupun internasional.
“Baru kali ini saya menulis karya populer. Nervous tentu ada, tapi ya itu tadi, saya harus mengatasinya dengan semangat bahwa harus ada yang saya catatkan untuk memberi kontribusi bagi terciptanya keluarga yang paripurna dengan panduan yang jelas,” lanjutnya.
Buku itu dijuduli ‘Membangun Keluarga 4W 5 Sempurna; Wareg, Waras, Wasis, Wanggon, Waskita’. Buku itu ditulis dengan narasi yang sederhana dan mudah dicerna sehinga makna dan pesannya mudah sampai kepada pembaca, terutama ibu-ibu dari semua kalangan.
Dalam kata pengantarnya, Menko PMK Puan Maharani, menulis bahwa buku tersebut merupakan hasil pengamatan dan pendalaman penulisnya setelah mengenali seluruh sudut di dalam rumah yang unik bernama keluarga di berbagai kalangan masyarakat..
Yang lebih dari itu, kata Puan, Verawati menuliskan pemikirannya dengan cara penyampaian yang sangat membumi. Penggunaan istilah wareg (terpenuhinya kebutuhan pangan), waras(kesehatan), wasis (pendidikan), wanggon (tata laksana rumah tangga), waskita (bijak), adalah jargon budaya lokal yang diangkat kembali oleh Vera agar pembaca merasa akrab dan mudah memahami pesannya.
Editor dan penyunting buku tersebut, Agoes Widhartono, mengatakan tidak terlalu sulit menyunting dan menyeleraskan buku pertama karya Verawati yang diterbitkan oleh Hikam Media Utama, Yogyakarta, tersebut.
“Mbak Vera memang sudah terbiasa menulis, jadi memudahkan dalam proses penyuntingan buku. Namun yang sangat saya respek adalah, sebagai seorang ilmuwan peneliti, Mbak Vera bisa menulis dengan gaya narasi yang mengalir, pengungkapan yang sederhana dan mudah dicerna. Ini kelebihan tersendiri menurut saya,” ujar Agoes.
Sedangkan pihak penerbit mengakui bahwa sebagai karya pertama, buku karangan Verawati tersebut perlu mendapat apresiasi secara khusus. Kasimun, penulis lepas yang juga pemilik penerbitan Hikam Media Utama, mengakui kelebihan Verawati dalam menulis.
“Sebagai penerbit sekaligus penulis, merasa telah diruntuhkan kebanggaan saya. Saya pikir ketika buku-buku saya diterbitkan, saya sudah hebat. Ternyata saya salah. Sebagai penulis wajar saja kalau buku saya terbit, sebab sehari-hari memang pekerjaan saya menulis. Tapi Bu Vera, dengan segala sandangan dan kesibukannya masih mampu melahirkan karya, sungguh ini istimewa. Aku pun serasa ‘mengkeret’ dibuatnya,” kata Kasimun

Kamis, 02 Mei 2019

Solid Berjangka | 3.900 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Wilis untuk Selamatkan Air

3.900 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Wilis untuk Selamatkan Air
Solid berjangka Makassar – Demi menjaga ekosistem air dan mencegah erosi serta tanah longsor, Perhutani Kediri menanam 3.900 bibit di lereng Gunung Wilis. Termasuk 500 pohon beringin.
Sebanyak 3.900 bibit ditanam di pinggiran Sungai Podang, Lereng Gunung Wilis. Tepatnya di Petak 143A, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Administratur Perum Perhutani KPH Kediri Mustopo mengungkapkan, wilayah tersebut masuk dalam rencana pemaksimalan potensi lahan oleh Perhutani Kediri. Menurutnya penanaman bibit tersebut akan memberikan manfaat dari segi lingkungan dan sosial.
“Selain bermanfaat dari sisi ekologi, adanya penambahan tanaman dimaksudkan bisa mengamankan daerah resapan air dan mengantisipasi terjadinya tanah longsor,” kata Mustopo, Kamis (2/5/2019).
Selain itu, penanaman ribuan bibit tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Yakni mengenai sumber air.
“Untuk program pemerintah membangun setiap 800 hektare ada 1 sumber air, kita fokus penyelamatan sumber air dan waduk ini sebagai salah satu sumber air,” imbuh Mustopo.
Sebanyak 3900 bibit tersebut terdiri dari 1.500 pohon durian, 1.400 pohon alpukat, 500 pohon trembesi dan 500 pohon beringin. Dalam menjalankan program penanaman bibit pohon tersebut, Perhutani menggandeng beberapa pihak terkait. Termasuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang akan membantu pemeliharaan tumbuh kembang bibit