Rabu, 20 Februari 2019

solid gold berjangka | Indeks Dolar AS Lesu Merespons Kebijakan The Fed

https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 21 278 2020861 indeks-dolar-as-lesu-merespons-kebijakan-the-fed-NuQed2BydO.jpg
solid gold berjangka makassar - Kurs Dolar AS terus melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor tetap optimis pada kemungkinan membaiknya lingkungan perdagangan global.


Dolar Australia, yang secara luas dipandang sebagai barometer sentimen risiko global, memperpanjang kenaikannya terhadap greenback untuk hari kedua berturut-turut.

Pasar terus mencerna berita bahwa China dan Amerika Serikat memiliki putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan di Washington minggu ini.


The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan federal fund di 2,25% hingga 2,50%, menurut risalah pertemuan kebijakan pada 29-30 Januari.

Bank sentral berjanji akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat "perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang lemah." "Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan 'sabar' terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek," kata risalah.


The Fed menggambarkan "pendekatan yang sabar dan fleksibel" sebagai cara untuk "mengelola risiko-risiko sambil menilai informasi yang masuk mengenai prospek ekonomi."


Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1351 dari USD1,1340 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3061 dari USD1,3067 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7173 dari USD0,7169.


Dolar AS dibeli 110,82 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,65 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0002 franc Swiss dari 1,0007 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3154 dolar Kanada dari 1,3212 dolar Kanada. 

Selasa, 19 Februari 2019

SOLID BERJANGKA | Jelang Pengumuman Bunga Acuan, Rupiah Menguat ke 14.040

Foto: Rachman Haryanto
SOLID BERJANGKA MAKASAR - Niali tukar Dolar Amerika Serikat (AS)terhadap rupiah pagi ini menunjukkan pelemahan. Mata uang Paman Sam ditekuk ke angka Rp 14.040.


Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Rabu (20/2/2019). Dolar AS tercatat melemah hingga 70 poin dari posisi pagi hari sebelumnya yang ada di angka Rp 14.110.


Adapun hingga pagi ini dolar AS bergerak dari level 14.040 hingga 14.097. Penguatan rupiah bertepatan dengan akan dimulainya rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) menjelang penentuan bunga acuan bulan ini.


Dari data RTI, dolar AS tercatat melemah di hampir seluruh mata uang negara utama. Chinese Yuan berhasil menekan dolar AS paling dalam disusul Malaysian Ringgit, rupiah, dan Thailand Baht.


Sementara rupiah berhasil menguat di hampir seluruh mata uang negara utama pagi ini. Selain dolar AS, Rupiah menekuk Japanese Yen, Saudi Arabian Riyal, New Zealand Dollar hingga Hong Kong Dollar.

Senin, 18 Februari 2019

solid gold | IHSG Lengser dari Level 6.500

https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 19 278 2020150 ihsg-lengser-dari-level-6-500-19NDSR4LzV.jpg
solid gold makassar - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG pun turun level dari 6.500. Tercatat, pada penutupan sore ini IHSG turun 3,14 poin atau 0,04% ke 6.494.


Menutup perdagangan, ada 226 saham menguat, 187 saham melemah, dan 118 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp8,28 triliun dari Rp13,6 miliar lembar saham diperdagangkan.


Indeks LQ45 turun 3,86 poin atau 0,4% menjadi 1.013.95, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,20 poin atau 0,3% ke 708.12, indeks IDX30 turun 2,30 poin atau 0,4% ke 557.81, dan indeks MNC36 turun 0,66 poin atau 0,2% ke 366.52.



Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) naik Rp64 atau 24,81% ke Rp322, saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) naik Rp7 atau 13,73% ke Rp58, dan saham PT Multipolar Tbk (MLPL) naik Rp18 atau 13,41% ke Rp155.


Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) turun Rp60 atau 7,14% ke Rp780, saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun Rp10 atau 3,36% ke Rp288 dan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun Rp20 atau 3,03% ke Rp640. 

Kamis, 14 Februari 2019

PT SOLID BERJANGKA | Duterte Ingin Ganti Filipina

Duterte Ingin Ganti Filipina Jadi Maharlika, Ternyata Salah Terjemahan
PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Usulan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengganti nama negara Filipina menjadi 'Maharlika' demi menegaskan identitas nasional, menuai polemik. Pakar sejarah menyebut kata 'Maharlika' telah disalahartikan sejak lama. Lantas apa arti sebenarnya?

Seperti dilansir media lokal Filipina, Philstar.com, Kamis (14/2/2019), sejumlah sejarawan Filipinaberusaha memberikan penjelasan soal salah terjemahan untuk kata 'Maharlika' yang oleh Duterte disebut berarti 'bangsawan'. 


Diketahui bahwa Filipina dijajah oleh Spanyol selama lebih dari 300 tahun. Nama negara Filipina berasal dari nama Raja Spanyol Philip II yang berkuasa antara tahun 1556 hingga 1598 silam. Duterte  menyebut penggantian nama menjadi 'Maharlika' bertujuan untuk menghilangkan keterkaitan kolonialisme pada nama negara Filipina. Juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, menyebut nama 'Maharlika' dari kata Melayu dipilih untuk merefleksikan identitas Melayu dari warga Filipina.


Sejarawan Xiao Chua yang juga seorang asisten Guru Besar De La Salle University menyebut pemahaman kata 'Maharlika' sebagai bangsawan telah menjadi kesalahpahaman umum yang disebabkan oleh 'salah terjemahan' pada teks-teks sejarah Filipina.

"Dalam Blair and Robertson, Maharlika salah diterjemahkan sebagai bangsawan," sebut Xiao Chua yang merupakan sejarawan Filipina keturunan China, kepada Philstar.com. "Ketika kita membaca Bahasa Inggrisnya, kita berpikir bangsawan berarti berdarah kerajaan (darah biru)," imbuh Chua. 

'Blair and Robertson' merupakan sebutan lain untuk dokumen sejarah 'The Philippine Islands' yang dipublikasikan tahun 1903-1909. Dokumen sejarah sebanyak 55 edisi itu diterjemahkan oleh Emma Helen Blair dan James Alexander Robertson, yang merupakan Direktur Perpustakaan Nasional Filipina tahun 1910-1916. Keduanya menerjemahkan dokumen sejarah itu dari bahasa Spanyol ke bahasa Inggris. 

"Tapi William Henry Scott, seorang pakar antropologi dan sejarawan, menyebut ini salah karena apa yang terjadi adalah, warga Amerika yang menerjemahkan dokumen-dokumen berbahasa Spanyol diketahui salah diterjemahkan, meskipun pada akhirnya dibetulkan," tutur Chua dalam penjelasannya. Scott yang meninggal dunia tahun 1993 lalu, telah mempelajari sejarah dan komunitas pra-Hispanik di Filipina hingga akhir hayatnya.


"Ketika Anda menyebut seseorang itu bangsawan, Anda menyebut 'dugong bughaw' (darah biru), Anda bahkan punya lagu-lagu yang diciptakan saat masa Darurat Militer yang berbunyi 'ako ay Pilipino, may dugong Maharlika' (saya orang Filipina, dengan darah Maharlika)," imbuhnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Chua bahwa 'Maharlika' sebenarnya berarti 'seseorang yang bebas'. "Orang-orang berpikir, kita ingin nama itu, itu nama yang diromantisir, anggota kerajaan. Tidak, itu (artinya) hanya orang biasa yang bebas," tegas Chua. 


Penjelasan senada disampaikan sejarawan dari Komisi Budaya dan Seni Nasional Filipina, Dr Rolando Borrinaga, dalam keterangan seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN News. Borrinaga menegaskan bahwa 'Maharlika' sebenarnya berarti 'orang bebas' namun telah salah diterjemahkan sebagai kaum bangsawan.

Rabu, 13 Februari 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Modal Rp 500 Ribu Bisa Jadi Barista

Ilustrasi/Foto: iStock

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASAR - Setiap orang bisa menjadi barista. Caranya, dengan mengikuti sekolah kopi guna mempelajari teknik-teknik pembuatan kopi.


Sebuah sekolah kopi yang berlokasi di Altira Business Park B12-15 Jalan Yos Sudarso Kav 85 Sunter, Jakarta Utara First Crack Coffee Academy menawarkan pelatihan untuk menjadi seorang barista tersebut.

Pendiri First Crack Coffee Academy Evani Jesslyn mengatakan, biaya yang dibanderol untuk jasa pelatihan itu variatif, dari termurah Rp 500 ribu hingga termahal Rp 20 juta. Dia mengatakan, sebelum mengikuti kelas ada sesi konsultasi.


"Sebelum ambil kelas apa, biasanya konsultasi dulu, tertariknya di mana, dulunya pernah sebagai apa, kemudian kita kasih solusi, karena pengaruh biaya dan segala macam," katanya.

"Range cukup besar, kelas Rp 500 ribu ada, kelas yang Rp 20 juta ada. OK, kita konsultasi dulu, kebutuhan sampai seberapa," sambungnya.


Dia mengatakan, dengan Rp 500 ribu peserta akan mendapat beberapa pelajaran.

"Pelajaran soal kopi, soal espresso, bagaimana membuat espreso, praktik," tambahnya.

Ada harga, ada rupa. Mungkin itu istilah yang tepat menggambarkan apa yang didapatkan dengan apa yang dikeluarkan. 


Evani menerangkan, untuk tarif yang Rp 20 juta peserta akan diajari hingga bisa menyajikan kopi dengan sangat sempurna alias super perfect. Gambarannya, nantinya akan bisa menghasilkan kopi dengan kualitas yang baik dengan kecepatan yang tinggi.

"Jadi misalkan membuat jenis minuman kopi dengan pattern yang sama latte artinya dalam waktu sekian, 5 menit misalkan. Jadi kan ketika ngomong profesional barista dituntut speed-nya mesti cepat. Harus bisa buat minuman cepat banget. Tapi rasa dan bentuknya konsisten, itu kan ada tuntutan skill khusus," paparnya.


Sebagai tambahan, untuk menjadi calon peserta bisa menghubungi lewat surat elektronik di academy@firstcrackcoffee.id atau di nomor (021) 21882368.