Sabtu, 17 Juni 2017

SOLID GOLD BERJANGKA | Melihat Semangat Berdakwah Muslim Milenial London


SOLID GOLD BERJANGKA – Tim Jazirah lslam melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan satu lagi muslim inspiratif dari Kota London. Ali adalah seorang pemuda dari London yang kerap berdakwah via internet. Pria berusia 28 tahun ini punya beberapa kanal di YouTube, seperti Da’wah Mobile, Speakers Corner, dan Halal Dining Project.

Ali sudah memiliki 121 ribu penonton yang berlangganan akun YouTube-nya, dengan 50-200 ribu orang yang menonton setiap videonya.

Ia sendiri merupakan mualaf sejak 2011, yang akhirnya menemukan Islam untuk memperbaiki gaya hidupnya. Pria kelahiran Kurdi ini belajar Islam lewat ulama di Inggris, juga melalui buku-buku serta Alquran, dan menyebarkannya kembali lewat internet.

“Saya tidak menemukan kebahagiaan dalam gaya hidup seperti itu. Orang-orang kaya, konsumsi narkotika. Hal itu menunjukkan mereka belum menemukan kebahagiaan. Kita punya sesuatu yang disebut fitrah, hal yang diprogram oleh Allah untuk mencari kebahagiaan hanya dengan beribadah kepada Allah,” tutur Ali.

Sore ini saya akan ikut Ali berdakwah di Hyde Park. Hyde Park adalah satu dari empat taman kerajaan yang dibuat oleh Raja Henry VIII pada 1536. Ali akan berdakwah di Speakers Corner di taman itu.
Berada di Speakers Corner seperti masuk ke ruang debat terbuka, tempat masyarakat bebas berbicara mengenai subjek apa pun, asalkan tidak bertentangan dengan hukum.

Kunjungi : Solid Gold Berjangka

Kamis, 15 Juni 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Menang di PT TUN, Romi Tancap Gas Jadikan PPP 3 Besar di 2019


SOLID GOLD BERJANGKA – Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) bersyukur atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) yang memenangkan pihaknya atas kubu Djan Faridz. Putusan itu, kata dia, membuktikan tidak ada dua PPP.

“Putusan PT TUN tersebut mengukuhkan kenyataan di lapangan bahwa tidak ada dua PPP, karena sesungguhnya seluruh komponen yang bertikai di PPP 2,5 tahun silam sudah islah di Muktamar VIII, Pondok Gede, Jakarta, April 2016 yang lalu, dan telah dikukuhkan dalam SK Menkumham,” kata Romi saat berbincang, Rabu (14/6/2017).

Dia pun mengajak seluruh kader PPP Djan Faridz menyudahi seluruh pertikaian hukum dan menerima mereka dalam kepengurusannya. Rommy mengajak kader PPP bersatu untuk menjadikan partai ini kembali masuk 3 besar pemenang pemilu.

“Dengan adanya putusan ini, PPP langsung tancap gas ke gigi 4 untuk persiapan Pilkada Serentak 2018 dan pemenangan menuju 3 besar pada Pemilu 2019,” ucap Romi.
Sebelumnya Sekjen PPP kubu Djan, Dimyati Natakusumah, juga berharap tak ada lagi perpecahan di tubuh partainya. Ia menginginkan Romi dan Djan islah.

“Kalau lihat dari ‘sikon’, saya sih berharap islah kan gitu. Ngapain sih cari ribut mau pilkada, mau pilpres? Yang rugi partai,” ujar Dimyati saat dihubungi, Rabu (14/6).
Dimyati mengatakan ‘bola’ kini berada di tangan Romi dan Djan. Jika mereka sepakat berdamai, kader di bawahnya akan mengikuti.

“Kuncinya di ketum Romi dan Djan. Kami makmum ikut saja. Kalau kami ikut salah satu berkhianat, kami berharap win-win-lah. Lebih banyak pendukung lebih bagus,” ucap Dimyati.
Seperti diketahui, PT TUN memutuskan PPP yang sah di bawah kepengurusan Romi. Vonis itu diketok oleh ketua majelis Kadar Slamet dengan anggota Riyanto dan Slamet Suparjoto.

Kunjungi : Solid Gold

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Suara dari Pelosok Merauke: Tolong Perbaiki Jalan, Alirkan Listrik 24 Jam


SOLID GOLD BERJANGKA  – Sudut Kampung Erambu ini terasa sunyi, jauh dari Kota Merauke yang jaraknya sekitar 120 km di sebelah selatan. Di tepian Kali Wanggo, aktivitas penduduk jelas terlihat.
Terlihat tongkat-tongkat kayu terpancang dengan ikan bergelantungan. Pemandangan tersebut dilihat Solid Gold di Jalan Trans Papua dekat sungai ini, Selasa (14/5/2017). Ikan-ikan itu dijual kepada siapa saja yang ingin membelinya.

Lokasi ini bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat, lurus terus saja dari arah Merauke. Dari Tugu Kembaran Sabang-Merauke, terus saja ke utara sampai sekitar 40 km. Jalan rusak berlumpur harus ditempuh. Bila musim hujan, risiko kendaraan terjebak lumpur bakal lebih besar ketimbang saat musim kemarau.

Seorang warga Kampung Erambu bernama Meki (27) mengeluhkan kondisi jalan di sekitar kampungnya itu. Bila kondisi jalan baik, aktivitas hilir mudik orang kampung ke kota jadi lebih lancar. Keuntungan menjual ikan, hasil buruan, dan hasil hutan lain bisa lebih baik bila dijual ke kota ketimbang hanya dijual di pinggir jalan.

“Harus diperbaiki lagi jalan raya itu. Kendaraan sering ada yang macet di situ,” kata Meki sambil menunjuk ke arah jalan berlumpur di seberang sungai sana.

Sebenarnya, saat musim kemarau, saat jalan tak berubah jadi kubangan lumpur, penduduk Erambu sering membawa barang jualan ke Kota Merauke. Namun, bila hujan turun, perjalanan itu tidak mudah dilakukan.
“Gara-gara itu kita tidak bisa membawa hasil ke Merauke, ya karena jalanan. Biasanya bawa ikan, daging, jualan di pasar di Merauke. Di sana, harga di atas sedikit daripada di sini,” kata Meki, yang duduk di atas perahu kecil.

Barang jualan mereka adalah ikan gabus, mujair, hingga ikan kaloso (arwana). Ada pula daging saham (kanguru Merauke), rusa, dan babi, kadang-kadang juga kasuari. Ikan mujair kecil-kecil dijual Rp 15 ribu, sedangkan yang besar Rp 20 ribu. Harga daging kanguru bervariasi, tergantung ukuran, dari Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu. Daging rusa seharga Rp 25 ribu per kilogram. Babi hidup dihargai Rp 300 ribu.
Saudara sepupu Meki, Silvester Kabujay (40), menyatakan hal serupa. “Jalan harus diperbaiki,” ucap Silvester.

Selain itu, hasil tumbuhan berupa gambir menjadi komoditas penyambung hidup. Silvester sehari-hari menjajakan jasa pengantaran gambir dari kawasan Kampung Erambu ke Kampung Toray. Rp 25 ribu sekali jalan. Gambir dimuat menggunakan ketinting, yakni kapal kecil berbentuk setengah silinder, dibuat dari satu kayu pohon, kemudian diberi motor penggerak di belakangnya.

Listrik juga jadi kendala di sini. Listrik hanya menyala dari pukul 18.00 sampai 00.00 WIT. Bila listrik menyala penuh, tentu itu bakal menunjang hidup warga kampung.
“Listrik tidak sampai pagi. Perlu listrik sampai pagi, siang, dan malam. Karena kalau ada freezer penyimpan es, kita bisa menyimpan ikan dan daging. Tapi di sini listriknya terbatas sampai jam dua belas malam,” tutur Silvester.

Bila ada lemari pendingin, ikan dan daging hasil buruan bisa lebih awet sehingga tak perlu buru-buru harus dijual di pinggir jalan, malah bisa juga dikirim ke tempat lain. Tapi lemari pendingin membutuhkan listrik.
Silvester kadang dibantu anaknya, David (12), yang masih bersekolah di SMP Negeri Erambu. Tentu listrik juga menjadi faktor penunjang aktivitas belajar dan mengajar di sekolah. Di SMP Negeri Erambu, ada sel surya yang bisa menyimpan tenaga listrik, tapi itu juga tidak cukup besar, hanya 500 watt.

Tenaga sel surya itu dipakai untuk menghidupkan menara Wi-Fi satelit yang didirikan pada 2016. Selebihnya, listrik dari tenaga surya digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel saja. Listrik dari tenaga surya tidak kuat dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Kepala SMP Negeri Erambu Budi Setyo Wahono (52) menjelaskan pihaknya masih membutuhkan belasan papan sel surya lagi untuk menunjang kegiatan sekolah.

“Kita butuh solar cell 12 papan, supaya bisa kita pakai untuk kegiatan pembelajaran. Sampai sekarang, ruang kelas belum dipasang jaringan listrik,” tutur Budi.

Jangkauan Wi-Fi untuk internet itu pun tak jauh. Mentok-mentok sampai depan lapangan sekolah saja. Wi-Fi inilah yang digunakan untuk mengakses internet atau berkomunikasi dengan dunia luar lewat aplikasi pesan tertulis atau video call.

Jangan tanya soal sinyal GSM. Di sini, sinyal tak terdeteksi. Terakhir, ponsel saya mendeteksi sinyal GSM saat di pos perbatasan Sota, yang sering jadi tujuan wisatawan tapal batas, sekitar 40 km jauhnya dari Erambu.

Soal Jalan Trans Papua, proyek itu menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Di Merauke, kondisinya memang masih berlumpur. Pembangunan jalan ini ditargetkan menembus sempurna melintasi Bumi Cenderawasih pada 2019.

Kunjungi : PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Berat Tinggalkan Ariel Cs, Reza Pilih Mundur Demi ‘NOAH’



SOLID GOLD BERJANGKA – Meski yakin untuk berhijrah, berpisah dari teman-temannya yang tergabung dalam ‘NOAH’ cukup membuat hatinya berkecamuk. Alasan demi keutuhan ‘NOAH’, akhirnya Reza memilih mundur.

Saat ngobrol dengan detikHOT di kediamannya, Bandung, Jawa Barat, mantan drummer ‘NOAH’, Reza blak-blakan soal alasannya hengkang. Reza merasa bila dirinya mundur, kondisi di band yang sudah membesarkan namanya selama 14 tahun itu akan lebih baik.
“Yang berat yaitu ninggalin teman-teman saya karena kira-kira tiga sampai empat tahun perubahan itu sangat terasa,” buka Reza.

“Pertama saya sudah mulai bentrok waktu. Kalau di Noah kan main itu ribut sama jam salat kan. Jumat gitu kan agak susah juga. Kalau lagi latihan, lagi asyik-asyik main kan dengar suara adzan nggak bisa ditinggal. Cuma gimana mau ditinggal nggak bisa,” jelasnya.

Dilema tapi tak mau merusak mood teman-teman satu band-nya, Reza terpaksa harus mengundur waktu salat. Begitu juga saat sedang rapat dengan beberapa orang penting, Reza tak bisa begitu saja meninggalkan ruang rapat saat mendengar suara adzan.

Drummer yang resmi hengkang dari ‘NOAH’ pada tahun 2014 lalu itu, juga tak mau teman-teman satu bandnya menilai buruk orang-orang seperti dirinya. Perlahan-lahan memberikan penjelasan Ariel, Lukman dan Uki pun menerima keputusannya.

“Jadi saya bilang daripada saya yang tabrakan dengan waktu-waktu itu, mending saya mundur lah. Karena bisa merusak, mood saya juga nggak bagus, nantinya saya malah dibilang terlalu mementingkan kehidpan agama kan, mending saya cabut biar mereka jalan. Alasan itu yang pasti dan mereka juga terima,” ungkap Reza.

Berkaca pada kisah hijrah Sakti Sheila on 7 atau sekarang lebih dikenal sebagai Salman Al Jugjawi, Reza tak mau begitu saja menghilang. Dia pun masih berpamitan kepada fans ‘NOAH’ dalam aksi panggung terakhirnya.

“Kalau saya masih mending, saya pamit. Ya, kalau orang mendekatkan diri pada Allah yaudah udah connect. Jadi kita kadang nggak peduli dengan kehidupan sekitar apa. Maunya istiqomah aja. Di situ saya yakin saya harus keluar, nggak bisa (tetap bergabung),” pungkas Reza yang kini terbiasa tampil dengan peci, celana pangsi dan terkadang menggunakan gamis.

Kunjungi : Solid Gold

Sabtu, 10 Juni 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Ban Mobil Davidson Ditusuk 2 Besi Sebelum Perampokan di Daan Mogot


SOLID GOLD BERJANGKA – Pelaku perampokan dan pembunuhan di SPBU di Cengkareng, Jakarta Barat menggunakan modus ban gembos. Mobil korban, Davidson Tantono ditusuk pakai dua buah besi hingga akhirnya gembos.
“Menurut olah TKP polisi setempat mengatakan Davidson mengalami ban yang sudah ditusuk. Jadi dari awal sudah ada besi di bannya, sehingga angin keluar. Itu ada dua besi, di sebelah kiri belakang,” kata kakak ipar korban, Steve saat ditemui di Heaven Funeral Home, Jalan Pluit Raya 1 No. 2, Penjaringan, Jakut, Sabtu (10/6/2017).
Dia mengatakan, Davidson tetap menjalankan mobilnya ke pom bensin meski merasa mobilnya sudah berat karena bocor. Dipilihnya pom bensin karena dianggap cukup ramai dan aman untuk menambal bannya yang bocor.
Namun, pelaku tetap nekat merampok bahkan hingga menembak Davidson dari jarak dekat. Steve mengatakan, Davidson sudah cukup waspada pada peristiwa yang terjadi Jumat (9/6) siang itu.
“Kata saksi, Pak Davidson itu waktu di pom bensin tidak langsung keluar untuk tambal bannya. Dia cek dulu situasi, tapi masih ada orang yang nekat, empat orang memepet di pom bensin itu setelah Pak Davidson keluar mobil,” ujarnya.
Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Andi Adnan. “Ada dua besi dan itu di kiri belakang. Itu yang membuat ban gembos,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah.
Pada kesempatan pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi membawa mobil Kijang Innova hitam itu sebagai barang bukti untuk penyelidikan kasus lebih lanjut.
Andi mengatakan, polisi masih menyelidiki apakah ada sidik jari dari pelaku di besi yang dipakai untuk menusuk ban tersebut. Saat ini, polisi juga tengah mempelajari rekaman CCTV yang didapatkan setelah dilakukannya olah TKP lanjutan.
“Kita berharap dari informasi CCTV sama kita cocokkan database pelaku kejahatan kita. Lalu kita cocokkan juga dengan saksi-saksi yang sudah kita mintai keterangannya,” ujarnya.
Saat ini, tim gabungan dari Tim Eagle Polres Jakbar dengan tim dari Polda Metro Jaya tengah mengejar pelaku yang diduga berjumlah empat orang tersebut.
Davidson Tantono tewas di SPBU di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakbar setelah ditembak pelaku dari jarak 1 meter. Uang sejumlah Rp 300 juta dibawa oleh pelaku dari dalam mobil Davidson.
Kunjungi : Solid Gold