Kamis, 09 Maret 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Jaksa Sebut Ganjar Pranowo Terima USD 520 Ribu Terkait Korupsi e-KTP


SOLID GOLD BERJANGKA – Nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ikut dikaitkan dalam pusaran korupsi mega proyek e-KTP. Ganjar disebut dalam surat dakwaan menerima uang ketika menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR.

Awalnya Ganjar mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di ruang kerja Komisi II pada Mei 2010. Saat itu, Irman selaku Dirjen Dukcapil membahas mengenai pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara nasional.

“Terdakwa I melakukan pertemuan dengan Gamawan Fauzi, Diah Anggraeni, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, Ignatius Mulyono, Mustoko Weni, Arief Wibowo, M Nazaruddin, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2017).

Andi Narogong diketahui sebagai anak buah Setya Novanto yang berperan sebagai pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) di kasus tersebut. Andi Narogonglah yang kemudian membagi-bagikan uang.

Realisasi pemberian uang itu lalu dilakukan di ruang kerja Mustoko Weni sekitar bulan September-Oktober 2010. Saat itu, Ganjar disebut menerima USD 500 ribu selaku Wakil Ketua Komisi II DPR agar ikut membantu persetujuan anggaran proyek e-KTP di Komisi II DPR.

“Ganjar Pranowo selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI sejumlah USD 500 ribu,” ucap jaksa KPK.
Kemudian, Ganjar kembali disebut menerima uang sekitar Agustus 2012. Uang itu berasal dari Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang S Sudiharjo, yang disampaikan ke Miryam S Haryani.

“4 orang pimpinan Komisi II DPR yang terdiri dari Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi masing-masing sejumlah USD 25 ribu,” ucap jaksa KPK.

Kunjungi : Solid Gold Berjangka

Rabu, 08 Maret 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Saham Produsen Rokok RI Masih Terus Bertumbuh


SOLID GOLD BERJANGKA – Setelah sebelumnya membahas berbagai potensi di komoditas pertambangan, dalam Fundamental Technical Alignment (FTA) hari ini akan dibahas mengenai saham-saham di industri rokok, dengan saham unggulannya yaitu HMSP dan GGRM.

Rokok diketahui sudah menjadi budaya dari nenek moyang Indonesia dari portugis. Rokok yang digunakan sebagai medium relaksasi serta suburnya tanaman tembakau di Indonesia, membuat perkembangan industri rokok Indonesia meningkat tajam.

Belum lama ini, pemerintah berniat untuk kembali menaikkan bea cukai rokok menjadi 9,1%. Lalu, apakah itu akan menjadi sentimen negatif untuk saham di industri rokok? Sambil menghirup udara segar di pagi hari ini, mari kita simak ulasan selengkapnya, hanya di #Kopipagi 8 Maret 2017.

Pada perdagangan kemarin, IHSG mengalami koreksi akibat beberapa sentimen global. Sentimen apa sajakah itu? Yuk, kita intip ulasannya berikut ini.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah sebesar 0,13% di level 5,402.61. Penurunan ini tidak lain disebabkan oleh respon para trader terhadap pernyataan The Fed yang mengatakan kemungkinan besar akan menaikkan suku bunganya pada bulan Maret ini. Tidak hanya IHSG, Dow Jones pun juga turut melemah sebesar 0,14% ke level 20,924.76.

Rokok dan budaya Indonesia tidak dapat dipungkiri memiliki hubungan yang erat. Lantas, apakah itu yang menyebabkan industri rokok di Indonesia terus berkembang, bahkan meskipun cukai rokok terus dinaikkan? Saksikan penjelasan selengkapnya berikut ini.

Rokok Dan Kehidupan Warga Indonesia
Berdasarkan survei terakhir, rokok ternyata menempati urutan ketiga untuk barang konsumsi yang paling banyak dibeli masyarakat setiap harinya. Riset menunjukkan bahwa ada 48,4 juta perokok yang rata-rata menghabiskan 12 batang rokok tiap hari. Jika dihitung total pengeluaran masyarakat untuk membeli rokok tiap hari sebesar Rp 580 miliar atau Rp 212 triliun setahunnya.

Lalu, sebenarnya apa sih yang menyebabkan tingkat konsumsi rokok itu begitu tinggi?
Berikut beberapa faktor konsumsi rokok di Indonesia:

– Budaya
Inilah penyebab utama tingginya konsumsi rokok di Indonesia. Banyak anak yang sejak kecil sudah mengenal rokok, baik dari orang tua maupun orang-orang sekitarnya. Banyaknya orang dewasa yang merokok, terutama perokok pria, membuat anak laki-laki yang masih kecil terdoktrin dipikirannya bahwa merokok adalah hal yang biasa bagi orang dewasa. Hal inilah, penyebab utama trend merokok dikalangan remaja.

– Harga rokok Indonesia yang murah
Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC – IAKMI) pernah merilis survei Euromonitor International beberapa tahun lalu, di mana menunjukkan harga rokok Indonesia sangat murah. Sebagai contoh, harga rokok premium hanya dikisaran Rp 1.500 per batang, ketiga termurah di ASEAN setelah Kamboja dan Vietnam. Kebijakan cukai yang rendah oleh pemerintah juga merupakan salah satu penyebabnya.

Jika harus memilih antara makan atau merokok, mungkin masyarakat Indonesia akan lebih memilih rokok. Lantaran sifat adiktif pada rokok yang dapat membuat penggunanya merasa hambar ataupun ada sesuatu yang kurang jika tidak merokok.

Hal ini merupakan hal yang negatif bagi kesehatan masyarakat. Namun jika dilihat dari industri rokok, Kebutuhan akan rokok Indonesia yang tinggi merupakan hal utama yang berhasil menjaga pertumbuhan serta eksistensi perusahaan rokok di Indonesia hingga saat ini.

Perubahan PPN Rokok
Belum lama ini, pemerintah telah menaikkan PPN dari 8,7% menjadi 9,1%. Aturan yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 28 Desember 2016 tersebut sudah berlaku sejak 1 Januari 2017 lalu.
Tujuan utama pemerintah sebenarnya dari menaikkan PPN rokok ini ialah selain untuk menekan konsumsi rokok yang telah menggerogoti kesehatan serta tingkat kemiskinan di Indonesia. Kenaikan PPN ini juga diharapkan akan menaikkan penerimaan pemerintah dari cukai rokok.

Meskipun begitu, cukai rokok di Indonesia masih tergolong sangat rendah di dunia. Dengan kenaikan cukai tersebut, membuat harga rokok Indonesia berada disekitar harga Rp 25.000. Namun, harga ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan harga rokok di negara lainnya. Berikut data perbandingannya:
Peringkat/Negara/Harga
1. Australia Rp 251.000
2. Selandia Baru Rp 210.000
3. Norwegia Rp 165.000
4. Inggris Rp 153.000
5. Irlandia Rp 149.000
6. Islandia Rp 146.000
7. Singapura Rp 127.000
8. Kanada Rp 123.000
9. Bahama Rp 118.000
10. Israel Rp 115.000
11. Indonesia Rp 25.000
Meskipun cukai sudah dinaikkan, jika dibandingkan dengan harga rokok di dunia, harga rokok di Indonesia masih tergolong murah. Hal inilah yang menyebabkan kenaikan cukai tersebut tidak terlalu menganggu potensi saham-saham di Industri rokok Indonesia.

Jika dilihat secara fundamental, kenaikan cukai ini otomatis juga mengharuskan produsen untuk menaikkan harga rokoknya juga. Dari segi permintaan rokok di Indonesia, diperkirakan tidak akan mengalami perubahan terlalu besar.

Yang berpengaruh pada perusahaan-perusahaan rokok adalah dari bahan baku rokok itu sendiri yakni tembakau. Hal inilah yang menyebabkan saham-saham seperti HMSP dan GGRM bisa terus membukukan laba bersih setiap tahunnya hingga saat ini.
Salam profit,

Kunjungi : Solid Gold

Senin, 06 Maret 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Mau Kaya? Ini Pesan Warren Buffett Untuk Anda


SOLID GOLD BERJANGKA – Warren Buffett masuk ke dalam jajaran salah satu orang terkaya di dunia. Ia adalah pemilik dari perusahaan Berkshire Hathaway.

Pada tahun 2015, kekayaan yang dimiliki oleh Warren Buffett US$ 11,5 miliar. Bahkan dalam sehari, Buffett pernah kehilangan kekayaan US$ 870 juta.

Semua itu terjadi karena bursa Amerika Serikat (AS) yang volatilitasnya cukup tinggi pada tahun lalu. Kemudian di awal 2016 kemarin, kekayaan Buffett tercatat US$ 61,4 miliar. Dan pada awal tahun 2017, kekayaannya mencapai US$ 75,6 miliar versi forbes.

Meskipun mengalami penurunan kekayaan cukup besar di tahun 2015, Buffett masih tercatat sebagai salah satu miliuner dunia. Ia berada di peringkat nomor 3 sebagai orang terkaya di dunia.
Agar investor lain tak terjerumus volatilitas investasi yang cukup tinggi seperti dirinya pada 2015 lalu, Buffett memiliki beberapa pesan. Aturan yang diterapkan Buffett dalam berinvestasi sebenarnya cukup sederhana. Namun untuk melaksanakannya cukup sulit.

Buffett mengatakan, ada banyak aturan dalam berinvestasi. Namun investor sebaiknya mengingat dua perturan yang dibuat Buffett ini. Aturan pertama adalah hindari ingin kaya dengan cepat. Sedangkan aturan kedua adalah jangan lupa aturan nomor satu.

“Pasar saham bukan permainan yang bisa dilakukan dengan satu pukulan. Untuk bisa memenangkannya, Anda hanya menunggu waktu,” kata Buffett.
Akan tetapi, masa lalu kinerja saham bukan jaminan keberhasilan di masa depan. Buffett juga menyarankan sebaiknya menanamkan investasi di tempat yang Anda kuasai, dan menahan godaan untuk investasi yang sedang digemari oleh banyak orang.

Jika melihat di belakang, kekayaan yang dimiliki oleh Buffett memang tidak datang dengan cepat. Ia mendapat 99 persen kekayaannya saat mencapai usia 50 tahun.

Buffett menghasilkan kekayaan sebesar US$ 62,7 miliar setelah ulang tahunnya yang ke-50. Bufffet butuh waktu lama membangun bisnisnya agar sukses dan akhirnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Mau Menjadi Kaya Atau Bahkan Lebih Kaya di Tahun 2017? Download Sekarang Juga “61 Cara Menjadi Kaya by Tung DW dan Robert T.Kiyosaki” seharga Rp 997.000. Khusus Untuk 100 Orang Pembaca Solid Gold Hari Ini, Saya Kasih GRATIS,

Kunjungi : Solid Gold

Kamis, 02 Maret 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Jalan Panjang Indonesia Sebelum Dimanjakan 5G


SOLID GOLD BERJANGKA – Setelah era teknologi 4G, operator dunia sudah siap menyongsong 5G. Babak pemanasan pun telah dilakukan pada panggung Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol.

Dalam pengamatan Solid Gold secara langsung, terlihat begitu banyak sekali operator telekomunikasi, vendor jaringan dan pemain teknologi lainnya yang unjuk gigi 5G, termasuk ide implementasi serta benefit yang ditawarkan.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana dengan Indonesia? Kapan kita bisa mulai dimanjakan dengan 5G?
Pasalnya, jika berbicara soal kecepatan transfer data, ketika 4G diibaratkan sebagai mobil balap maka 5G mungkin bisa dianalogikan sebagai pesawat yang menembus kecapatan suara. Perbandingan real-nya adalah, jika 4G bisa berlari di kecepatan 100 Mbps maka 5G sudah berada di tataran angka puluhan Gbps.
Alhasil, ‘mainan’ 5G sudah bukan lagi untuk sekadar video streaming atau download film. Melainkan sudah bisa sampai menggerakkan robot!

Kembali ke soal peluang Indonesia untuk mencicipi 5G, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyebut bahwa Indonesia masih butuh waktu yang relatif agak lama untuk bisa dimanjakan 5G.
Tantangan besar salah satunya datang dari ketersediaan spektrum yang mau digunakan. Alokasi spektrum di Indonesia untuk kebutuhan telekomunikasi dinilai lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain.
“Spektrum yang banyak di negara lain itu sudah bisa dipakai mobile, tapi di negara kita gak bisa karena sudah dialokasikan untuk yang lain,” ujar Ririek saat ditemui Solid Gold di sela perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona.

“Meski ini belum final, tapi untuk penggunaan 5G rata-rata menggunakan spektrum 3,5 GHz yang paling populer. Di kita (Indonesia-red.) kalau gak salah, spektrum ini dipakai satelit. Di satelit itu kan ada yang namanya C Band, dengan rentang 4 sampai 6 atau 7 GHz. Nah, kalau itu dipakai satelit, nanti ada interferensi atau tidak itu kita masih harus dicari tahu,” jelasnya.

Rentang spektrum populer lain untuk 5G selain 3,5 GHz adalah 28 GHz. Namun isu yang kemudian muncul adalah investasi di spektrum ini akan menjadi lebih mahal lantaran BTS-nya harus berdekatan.
Sebab semakin tinggi frekuensi maka akan semakin rentan dengan redaman karena hujan. Selain itu ada isu lain dari sisi handset yang membutuhkan power lebih boros, sehingga artinya kapasitas baterai di perangkat pengguna jadi harus lebih besar.

Operator dunia sendiri saat ini masih meracik strategi dan teknologi untuk benar-benar bisa melepas 5G ke pasaran. Target mereka adalah Olimpiade 2020.
“Paling yang sekarang dipakai 4,5G, itu berbasis LTE juga. Tapi sudah menuju ke situ (5G). Bahkan ada yang sudah mengklaim siap menjalankan 4,9G,” Ririek melanjutkan.

Dan khusus soal spektrum ini mau tidak mau Indonesia harus disiplin soal penataan. Ririek mengimbau orientasinya adalah mana yang bisa memberikan benefit bagi pemerintah dan masyarakat paling besar.
“Kita (isu spektrum di Indonesia-red.) yang di 700 MHz pun saat ini masih belum clear, karena TV belum bisa melepaskan juga, tapi itu memang gak mudah. Jadi kalau soal 5G masih jauh lah, masih butuh waktu,” imbuhnya.

PR besar yang juga masih menanti operator Indonesia yakni mendorong pengguna 2G untuk hijrah ke 3G ataupun langsung lompat ke 4G.
Meski pada berbagai ide model bisnis yang terlontar untuk 5G lebih banyak menyasar pelanggan yang bukan manusia, melainkan mesin.

“Kalaupun orang itu paling yang high rest video, yang high resolution. Jadi sudah mesin, itu (5G) dipakai mesin, mesinnya dipakai manusia,” pungkas Ririek.

Unjuk Gigi 5G
Di hiruk pikuk MWC 2017 sendiri sejumlah operator dan pemain teknologi dunia sudah mendemokan implementasi teknologi 5G yang dikolaborasikan dengan virtual reality dan augmented reality.
NTT DoCoMo misalnya memanfaatkan virtual reality untuk dapat melihat kondisi lingkungan pekerjaan yang tengah digarapnya melalui robot.

Sementara T Mobile, robot didemokan tengah dikendalikan oleh semacam tongkat stik serta menggunakan kacamata virtual reality dan sarung tangan khusus.
Implementasi 5G lainnya dari T Mobile adalah dikombinasikan dengan teknologi Augemented Reality (AR). Dimana ada semacam trek balap mini yang diisi oleh dua mobil yang sedang balapan di dalam booth, kemudian user menyaksikan aksi kebut-kebutan tersebut dengan kacamata khusus AR.

Nah, ketika mata menyorot ke lintasan balap maka sejurus kemudian bakal muncul tampilan visual AR yang berisi sederet informasi terkait aksi balapan yang sedang berlangsung.
Satu lagi yang menarik perhatian adalah ide implementasi 5G dari Korea Telecom, yang menggabungkan virtual reality, 5G dan simulator khusus.

Simulator ini sendiri seperti perangkat di gaming center, dimana berdesain seperti roda dan user akan duduk di dalamnya, lengkap dengan mengenakan kacamata VR dan sabuk pengamanan. Dan ketika semua sudah siap maka pengalaman tak terlupakan user dengan 5G dan virtual reality bagi user pun takkan terlupakan.

Kunjungi : Solid Gold

Rabu, 01 Maret 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Malaysia Dapat Rp 93 Triliun dari Raja Salman, RI Dapat Apa?


SOLID GOLD BERJANGKA – Hari ini Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, mampir ke Indonesia dengan membawa misi menjalin hubungan kerja sama bilateral. Sebelumnya, sang raja dan rombongan sudah bermalam di Malaysia.

Selama empat hari sejak Minggu (26/2/2017), Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi mengunjungi Malaysia. Negara ini langsung mendapatkan kesepakatan investasi US$ 7 miliar atau sekitar Rp 93 triliun.

Investasi ini dilakukan oleh BUMN perminyakan Arab Saudi, Saudi Aramco. Adapun investasi yang dikucurkan berupa proyek pembangunan kilang minyak yang dilakukan oleh Petronas.

Pengumuman investasi ini dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Menurut Najib, hubungan Malaysia dan Arab Saudi sangat erat.

Saudi Aramco bakal menanamkan investasi US$ 7 miliar ke proyek kilang minyak Petronas yang nilainya US$ 27 miliar.

“Ini investasi yang sangat besar dan sangat signifikan,” kata Najib, dilansir dari AFP, Rabu (1/3/2017).
Proyek kilang minyak ini berdiri di selatan Johor, dekat perbatasan dengan Singapura. Proyek ini dikenal dengan Refinery and Petrochemical Integrated Development Project, atau kilang minyak dan petrokimia yang terintegrasi.

Bagaimana dengan Indonesia, apa yang bisa didapat?
Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, setidaknya akan ada 10 penandatanganan MoU antara Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo. Pihak hari ini sudah merampungkan draft dari kesepuluh MoU tersebut.

“Kemarin kita sudah selesaikan 8, pagi ini ada 2 MoU lagi,” tuturnya di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2/2017) kemarin.

Osama menjabarkan kesepuluh MoU tersebut merupakan perjanjian dari berbagai sektor. Seperti keamanan, islamic affair, kesehatan, budaya, pendidikan, komersian, UMKM, perikanan, pertanian dan penerbangan sipil.

Sayangnya Osama mengaku tidak mengetahui berapa besaran dana yang akan dikeluarkan dari 10 kerja sama tersebut.

“Saya tidak tahu berapa besar, tapi pastinya sangat besar, bayangkan ada 10 kerja sama,” imbuhnya.
Di sektor energi Osama mengatakan, belum ada kesepakatan investasi yang akan ditandatangani. Namun, Pertamina tetap akan menawarkan kerja sama untuk kilang yang akan dibangun.

Kunjungi : Solid Gold Berjangka