Rabu, 01 April 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | EURUSD Lanjutkan Reli, Sentimen Geopolitik Tekan Dolar AS

 Solid Gold Berjangka Makassar - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di level 1.1564 melanjutkan tren penguatannya untuk hari kedua berturut-turut pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakan ini didorong oleh pelemahan Dolar AS, seiring menurunnya permintaan terhadap aset safe-haven setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa negaranya akan segera menarik diri dari konflik dengan Iran, dengan estimasi waktu dalam dua hingga tiga minggu. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa konflik dapat segera mereda karena tujuan strategis AS dinilai telah tercapai.

Trump juga menegaskan bahwa penghentian konflik tidak harus bergantung pada kesepakatan formal dengan Iran. Ia menilai bahwa situasi dapat diselesaikan berdasarkan hasil di lapangan tanpa perlu melalui jalur diplomasi. Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap yang beragam, di mana Presiden Masoud Pezeshkian membuka peluang de-eskalasi jika ada jaminan tertentu, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menginginkan penghentian perang secara permanen, bukan sekadar gencatan senjata sementara. Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa ketidakpastian terkait penyelesaian konflik masih tetap ada.

Sementara itu, data inflasi di kawasan Euro mencatat kenaikan sebesar 2,5% secara tahunan pada bulan Maret, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Inflasi inti juga berada di bawah perkiraan, meskipun tetap mencerminkan tekanan harga yang masih bertahan, terutama akibat kenaikan biaya energi yang dipicu konflik geopolitik. Pihak Bank Sentral Eropa mengindikasikan bahwa kondisi ini berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat. Namun demikian, arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada sejauh mana dampak gangguan energi dari konflik tersebut berlanjut. Pasangan mata uang ini memiliki support di 1.1520 dan resistance di 1.1600.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat di level 1.3235 pada perdagangan hari Rabu, didorong oleh membaiknya sentimen pasar global seiring meningkatnya harapan akan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Optimisme tersebut mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk poundsterling, sehingga memberikan tekanan pada Dolar AS dan mendukung kenaikan GBPUSD.

Meski demikian, penguatan yang terjadi masih relatif terbatas karena pelaku pasar tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang belum sepenuhnya hilang. Minimnya rilis data ekonomi dari Inggris membuat pergerakan pasangan ini lebih dipengaruhi oleh dinamika eksternal, khususnya data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan The Fed. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data tenaga kerja dan indikator ekonomi utama AS yang berpotensi menjadi katalis pergerakan lanjutan GBPUSD dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di 1.3180 dan resistance di 1.3280.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di area 0,6924. Penguatan ini didukung oleh membaiknya sentimen pasar global seiring meningkatnya harapan akan meredanya konflik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi penghentian operasi militer terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan turut mendorong optimisme investor. Kondisi ini tercermin dari penguatan pasar saham global yang sekaligus mengurangi daya tarik Dolar AS sebagai aset safe-haven, sehingga memberikan dorongan bagi kenaikan AUDUSD.

Di sisi lain, Dolar Australia tetap ditopang oleh prospek kebijakan moneter yang cenderung ketat dari Reserve Bank of Australia (RBA), dengan risalah pertemuan terakhir mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dukungan tambahan juga datang dari data PMI China yang menunjukkan tanda-tanda stabilisasi ekonomi, mengingat eratnya hubungan perdagangan dengan Australia. Sementara itu, meredanya ketegangan geopolitik turut menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan oleh The Fed dan melemahkan Dolar AS. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi AS yang akan datang sebagai penentu arah pergerakan berikutnya. Pasangan mata uang ini memiliki support di 0.6880 dan resistance di 0.6950.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar level 0,5747 pada awal sesi Asia hari Rabu, menunjukkan kecenderungan penguatan. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih positif terhadap mata uang berisiko, sehingga mendorong pasangan ini bergerak naik.

Di sisi lain, Dolar AS melemah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman untuk menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan sebagai bentuk balasan atas serangan sebelumnya. Ancaman yang mencakup perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Google, Intel, dan Boeing tersebut memicu perubahan sentimen pasar dan menekan Dolar AS, meskipun mata uang ini biasanya diuntungkan sebagai aset safe-haven. Pasangan mata uang ini memiliki support di 0.5710 dan resistance di 0.5780.

USDJPY - Pasangan USDJPY mengalami pemulihan tipis setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan di kisaran 158,79 pada sesi Asia hari Rabu, meskipun penguatannya masih terbatas. Saat ini, harga bergerak di bawah level 159,00 dan cenderung stabil, seiring pelaku pasar masih mencermati kemungkinan keluarnya Amerika Serikat dari konflik dengan Iran serta menunggu perkembangan geopolitik terbaru sebagai pendorong arah pergerakan selanjutnya.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan mulai mengurangi intensitas konflik dengan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan, serta menegaskan bahwa Iran tidak harus mencapai kesepakatan dengan Washington untuk mengakhiri konflik. Pernyataan ini memicu harapan akan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan mendorong sentimen pasar yang lebih positif, sehingga mengurangi kekuatan Dolar AS dan membatasi kenaikan USDJPY.

Di sisi lain, survei Tankan Bank of Japan menunjukkan adanya perbaikan sentimen bisnis di kalangan produsen besar hingga Maret, dengan indeks kepercayaan meningkat menjadi 17 level tertinggi sejak Desember 2021. Hal ini turut menopang Yen Jepang dan menahan penguatan lebih lanjut pada USDJPY. Namun demikian, pejabat BoJ menyebutkan bahwa survei tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Timur Tengah. Risiko tambahan juga muncul dari potensi eskalasi kawasan, termasuk upaya membuka kembali Selat Hormuz melalui jalur militer. Mengingat ketergantungan Jepang terhadap impor energi dari kawasan tersebut, situasi ini berpotensi menekan prospek ekonomi Jepang dan membatasi penguatan Yen. Oleh karena itu, kondisi fundamental yang beragam membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sambil menantikan rilis data ekonomi penting AS seperti ADP dan PMI manufaktur ISM sebagai katalis jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di 158.50 dan resistance di 159.80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di level 0.7978 dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 0.8000, melanjutkan tekanan setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi. Pelemahan ini terjadi seiring meredanya permintaan terhadap Dolar AS, di tengah meningkatnya ekspektasi de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih konstruktif.

Dari sisi teknikal, meskipun tren jangka menengah masih cenderung positif setelah harga bertahan di atas level rata-rata pergerakan 200-hari (SMA) di sekitar 0,7940, momentum jangka pendek menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Jika tekanan berlanjut, area support berada di level 0,7960 dan resistance berada di level 0,8000.

USDCAD - Pasangan mata uang ini kembali bergerak melemah untuk hari kedua berturut-turut, dengan pergerakan di sekitar level 1,3905 pada hari Rabu. Tekanan pada pasangan ini berasal dari penguatan Dolar Kanada yang didukung oleh kenaikan harga minyak, seiring peran Kanada sebagai pemasok utama minyak mentah ke Amerika Serikat. Harga minyak WTI mengalami pemulihan setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya dan kini berada di kisaran USD 98,60 per barel. Penguatan harga minyak dipicu oleh inisiatif Uni Emirat Arab yang mendorong resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengamankan jalur pelayaran strategis, yang turut meningkatkan potensi eskalasi konflik di kawasan.

Di sisi lain, Dolar AS juga mengalami pelemahan akibat meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai rencana penarikan pasukan dalam beberapa minggu ke depan memperkuat harapan akan de-eskalasi konflik. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kesiapan untuk menurunkan tensi konflik dengan syarat tertentu. Kombinasi faktor ini mendorong sentimen positif di pasar dan memberikan tekanan tambahan pada pergerakan USDCAD. Pasangan mata uang ini memiliki support di 1.3850 dan resistance di 1.3950.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar