Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari meningkatnya kekhawatiran akan dimulainya perang antara AS, yang didukung Israel, dengan Iran dalam waktu dekat. Selain itu, potensi penurunan output minyak Rusia, dan rilisnya laporan stok API turut menjadi katalis positif yang mengangkat harga.
Konfrontasi militer antara AS dan Iran dapat dimulai dalam beberapa hari mendatang dan menjadi kampanye intensif selama beberapa minggu, kata mantan kepala Intelijen Militer IDF, Amos Yadlin, pada hari Rabu. DI hari yang sama, seorang pejabat Gedung Putih memperkirakan peluang serangan dalam beberapa minggu mendatang sebesar 90 persen. Sinyal potensi perang antara AS dengan Iran juga semakin menguat setelah media Axios pada hari Rabu melaporkan bahwa Israel sedang mempersiapkan skenario perang dalam beberapa hari, yang dapat mengarah ke perang skala penuh selama berminggu-minggu.
Turut mendukung harga, produsen minyak Rusia mengurangi aktivitas pengeboran pada tahun 2025 ke level terendah dalam tiga tahun, yang memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan produksi di negara eksportir minyak utama dunia itu. Rusia yang biasanya mengebor sekitar 26.000–29.000 km sumur setiap tahun, dilaporkan hanya mengebor sekitar 29.140 km sumur produksi pada tahun 2025, atau turun 3,4% dari tahun 2024, ungkap data industri yang dikutip Bloomberg.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah AS turun sebesar 609.000 barel pada pekan yang berakhir 13 Februari. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Kamis sore, terlambat sehari dari jadwal perilisan biasanya karena berlangsungnya libur Hari Presiden pada awal pekan.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Rabu mengatakan ada kemajuan yang berarti, pasca dua hari pembicaraan damai di Jenewa antara Ukraina dan Rusia, yang di mediasi oleh AS. Leavitt juga mengisyaratkan akan ada serangkaian pembicaraan lain segera, di samping komitmen untuk terus bekerja menuju kesepakatan perdamaian bersama.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar