Rabu, 11 Februari 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Komentar Panas Trump Buat Minyak Kembali Terkoreksi Menguat

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh komentar Trump yang mengisyaratkan kembali meningkatnya tensi antara AS dengan Iran, setelah sempat meredup pasca pertemuan pekan lalu. Meski demikian, rilisnya proyeksi terbaru EIA dan laporan stok API membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal perang kedua ke Timur Tengah untuk kemungkinan aksi militer terhadap Iran jika negosiasi nuklir gagal. Komentar Trump tersebut meredupkan harapan kemajuan setelah pada pertemuan pekan lalu di Oman kedua pihak sepakat untuk melakukan negosiasi lanjutan.

Masih terkait Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan bertemu dengan Trump di Washington pada hari Rabu, dalam upaya untuk menekan AS agar mengambil sikap yang lebih keras terhadap rudal balistik Iran dalam negosiasi mendatang. Iran memperingatkan bahwa kunjungan Netanyahu ke AS akan kembali membuat pembicaraan nuklir yang baru dimulai antara Iran dan AS kembali mundur.

Sementara itu, dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek untuk bulan Februari yang dirilis pada hari Selasa, EIA memproyeksikan harga minyak mentah global akan mencapai rata-rata $58 per barel pada tahun 2026, turun tajam dari perkiraan $69 per barel pada tahun 2025, sebelum turun lebih lanjut menjadi rata-rata $53 per barel pada tahun 2027. EIA mengatakan bahwa peningkatan produksi yang melebihi permintaan, menyebabkan peningkatan persediaan dan kondisi surplus pasar. Stok minyak akan bertambah rata-rata 3,1 juta bph pada 2026, naik dari rata-rata 2,7 juta bph pada 2025, sebelum kembali turun menjadi rata-rata 2,7 juta bph pada tahun 2027.

Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 13,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 6 Februari, yang sekaligus merupakan peningkatan paling tajam sejak Januari 20223. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar