Kamis, 05 Desember 2024

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Terangkat Pidato Powell, Ini Katalis Berikutnya Sebelum NFP Jumat


 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas mengalami kenaikan mendekati area $2,650 pada Kamis pagi WIB setelah penurunan imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menurun setelah rilis data makroekonomi AS yang lemah, yang pada gilirannya membantu pasangan XAU/USD untuk bergerak lebih tinggi menuju level ini. Dalam konteks ekonomi global yang lebih luas, emas terus berada di atas $2,640 per ons saat pasar menilai prospek politik dan moneter serta memantau secara ketat rilis data ekonomi utama, termasuk laporan pasar tenaga kerja yang diantisipasi.

Dukungan Fundamental dan Pidato Powell

Di dalam sektor fundamental, Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pernyataannya menekankan perlunya kebijakan moneter yang berhati-hati. Menurut Powell, meskipun ekonomi AS berada dalam "kondisi baik" dan laju inflasi saat ini memperlihatkan kemajuan, prematur jika dilihat sebagai keberhasilan menghadapi inflasi. Pendekatan kebijakan yang lebih berhati-hati ini dapat berdampak pada emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian aspirasi kebijakan moneter.

Seiring dengan pandangan Powell, beberapa pejabat bank sentral lainnya menyampaikan pendapat mereka. Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem menyatakan bahwa kemungkinan waktu untuk memperlambat atau menghentikan pemotongan suku bunga mungkin mendekat. Sementara itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin melihat risiko inflasi dan pekerjaan maksimum sebagai seimbang saat ini, memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang bagaimana para pembuat kebijakan mempertimbangkan pasar tenaga kerja dan target inflasi kedua bank sentral.

Data Ekonomi dan Harapan NFP

Data ekonomi AS baru-baru ini menyoroti perubahan pekerjaan ADP Nasional yang sedikit lebih rendah dari perkiraan, serta indeks manajer pembelian layanan (PMI) yang juga lebih lemah dari ekspektasi. Angka-angka ini menunjukkan sinyal bahwa ekonomi tetap kuat namun sedang menuju perlambatan. Meski sektor jasa menunjukkan pendinginan sedikit, pasar tenaga kerja tetap tangguh dengan data pesanan barang tahan lama yang menunjukkan peningkatan bulanan sebesar 0,3% pada bulan Oktober.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada klaim pengangguran awal dan laporan penggajian nonper tain (NFP) yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Laporan ini diantisipasi untuk memberikan lebih banyak wawasan tentang kesehatan pasar tenaga kerja dan potensi dampaknya terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Menurut alat CME FedWatch, terdapat probabilitas 79% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed bulan Desember, yang secara potensial menguntungkan harga emas dengan mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan bunga.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas saat ini didorong oleh kombinasi data ekonomi yang beragam dan komentar dari pejabat Federal Reserve. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau kebijakan moneter AS dan data ekonomi mendatang, yang diharapkan memainkan peran penting dalam menentukan arah harga emas di masa mendatang. Dengan kompleksitas informasi ini, pelaku pasar wajib tetap waspada dan bersiap menghadapi volatilitas yang dapat muncul dari perkembangan kebijakan ekonomi global.

Rabu, 04 Desember 2024

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Stabil Setelah Rilis Data Tenaga Kerja; Rilis NFP Menjelang


 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas tetap stabil di atas $2.640 per ounce pada hari Rabu pagi WIB, ketika para investor bersiap menghadapi data pekerjaan penting dari AS dan pidato lebih lanjut dari pejabat Federal Reserve yang berpotensi memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter bank sentral. Ini terjadi setelah Gubernur Fed Christopher Waller menyatakan dukungannya untuk pemangkasan suku bunga bulan ini, sementara Presiden Bank Fed New York John Williams menyarankan pergeseran bertahap ke arah kebijakan yang lebih netral.

Pengaruh Terhadap Kebijakan MoneterKomentar dari berbagai pejabat Fed mengangkat ekspektasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed 17-18 Desember mendatang, dengan peluang saat ini mencapai 75%. Pemangkasan tersebut dapat mengurangi biaya peluang dari memegang emas yang tidak memberikan bunga, sehingga meningkatkan daya tariknya. Namun, data pekerjaan yang positif bisa membatasi peluang langkah tersebut, karena penguatan pasar tenaga kerja dapat menunda tindakan dari Fed.

Dampak Data Ekonomi dan Geopolitik

Harga emas naik 0,28% selama sesi perdagangan Amerika Utara pada hari Selasa, meskipun imbal hasil Treasury AS mengalami kenaikan. Logam mulia ini didukung oleh melemahnya Dolar AS secara keseluruhan. Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan peningkatan tajam dalam lowongan pekerjaan, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap solid.

Lebih jauh, data pekerjaan untuk bulan November yang akan datang, termasuk klaim pengangguran awal dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat, dapat membentuk pandangan Fed terhadap suku bunga. Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan bahwa ekonomi AS berada di posisi yang baik dengan inflasi menuju target 2% dan pasar tenaga kerja yang tetap kuat.

Tensi Geopolitik

Ditambah dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Israel dan Hizbullah meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, serta gejolak di Asia terkait deklarasi darurat militer oleh Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, lingkungan geopolitik tetap mendukung permintaan emas sebagai aset safe haven.

Pengamatan Pasar Pekan Ini

Pekan ini, pasar mengalihkan perhatian mereka ke data pekerjaan terbaru AS. Laporan ADP bulan November diperkirakan menunjukkan penciptaan 150 ribu posisi baru di sektor swasta pada hari Rabu, sementara laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis Jumat menjadi data kunci berikutnya yang datang dari AS.

Kehadiran lebih lanjut dari para pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, serta survei PMI Jasa S&P dan ISM juga diantisipasi oleh investor untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai langkah kebijakan moneter AS selanjutnya. Data dari alat CME FedWatch menunjukkan kemungkinan 70% untuk pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Fed pada pertemuan Desember, sementara data Chicago Board of Trade mengisyaratkan peluang penurunan hingga 17 bps pada akhir 2024.

Selasa, 03 Desember 2024

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Rebound Namun Masih Tertekan Dolar yang Kuat

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas merosot di bawah $2.640 per ounce pada awal minggu ini, mengakhiri reli selama empat sesi sebelumnya seiring penguatan dolar AS. Pagi ini, emas rebound tipis dan diperdagangkan di posisi $2.641 namun masih tertekan oleh Dolar yang menguat, terpengaruh oleh retorika tegas Presiden-terpilih Donald Trump terhadap negara-negara BRICS dan ketegangan geopolitik yang relatif sedikit mereda.

Pengaruh Dolar AS dan Kebijakan Tarif

Penguatan dolar AS sebagian besar dipicu oleh data manufaktur AS yang menguat. Indeks PMI Manufaktur ISM untuk November naik dari 46,5 menjadi 48,4, melampaui perkiraan sebelumnya. Selain itu, S&P Global Manufacturing PMI untuk periode yang sama meningkat dari 48,5 menjadi 49,7. Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap kuat, memberikan dorongan bagi USD. Atlanta Fed GDPNow juga memperkirakan pertumbuhan PDB Q4 2024 meningkat dari 2,69% menjadi 3,16% setelah rilis data ISM.

Namun, pasar terguncang oleh pernyataan Trump yang mengancam akan mengenakan tarif 100% pada produk dari negara-negara BRICS jika mereka beralih dari perdagangan dalam dolar AS. Ancaman tarif ini ditafsirkan sebagai upaya untuk melindungi dominasi dolar sebagai mata uang cadangan global dan menambah ketegangan dalam perdagangan internasional.

Perkembangan Geopolitik di Timur Tengah

Situasi geopolitik di Timur Tengah juga berdampak pada pergerakan harga emas. Meskipun ada laporan mengenai gencatan senjata di Lebanon, ketegangan tetap ada pasca serangan udara Israel yang menargetkan posisi Hizbullah sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata. Di Suriah, konflik diprediksi meningkat setelah rebel merebut Aleppo dan Iran menyatakan dukungannya terhadap pemerintah Suriah.

Kebijakan Moneter AS dan Ekspektasi Pasar

Investor kini berfokus pada data ketenagakerjaan AS berikutnya dan pidato dari para pejabat Fed untuk mendapatkan petunjuk tentang langkah selanjutnya dari Federal Reserve terkait suku bunga. Sementara itu, probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember turun menjadi 63%, menurut CME FedWatch Tool.

Senin, 02 Desember 2024

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Dibuka Melemah ke Bawah $2.640an

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas (XAU/USD) mulai minggu ini dengan sedikit tekanan, diperdagangkan di sekitar angka $2.645 pada sesi awal Asia hari Senin. Meskipun mengalami penurunan, dinamika yang dihadapi saat ini didorong oleh beberapa faktor utama yang memengaruhi arah logam mulia ini dalam beberapa waktu terakhir.

Pengaruh Kenaikan Dolar AS dan Kebijakan The Fed

Penguatan dolar AS yang mengikuti kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS bulan November memberikan tekanan pada harga emas. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut meningkatkan nilai dolar AS, yang secara tradisional menekan harga emas karena komoditas ini berdenominasi dalam dolar.

Dalam lingkungan ekonomi di mana Fed mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga, logam mulia ini – yang tidak memberikan imbal hasil – secara alami menghadapi tekanan dari kompetisi aset-aset yang memberikan bunga. Namun, ketidakpastian global terus mendorong investor untuk mempertahankan emas sebagai aset safe haven.

Risiko Geopolitik dan Dukungan Harga Emas

Meskipun demikian, ketegangan geopolitik yang berlanjut, terutama di Timur Tengah dengan serangan udara oleh Rusia dan Suriah terhadap pemberontak Suriah, dapat membatasi penurunan lebih lanjut pada harga emas. Situasi ini mengingatkan bahwa dalam ketidakpastian, emas sering kali berfungsi sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik yang meningkat.

Sejalan dengan proyeksi PMI Manufaktur ISM AS yang diharapkan meningkat pada November, perhatian pasar juga akan tertuju pada data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat. Kedua data ini diantisipasi dapat memberikan dorongan baru bagi pergerakan harga emas.

Tren Jangka Panjang dan Kondisi PasarSecara historis, emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $2,790.07 pada Oktober 2024. Sejak awal tahun, harga emas meningkat sebesar 581.50 USD/t oz atau sekitar 28.19% hingga kini. Tren peningkatan harga ini mencerminkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi di tengah berbagai ketidakpastian dan tantangan ekonomi global.

Jumat, 29 November 2024

Solid Gold Berjangka | Bursa Eropa Menguat Dipicu Lonjakan Saham Teknologi

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Bursa saham Eropa menguat pada Kamis (28/11/2024) dipicu lonjakan saham sektor teknologi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks STOXX 600 Eropa naik 0,4 persen. Volume perdagangan tipis seiring berlangsungnya libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

Indeks sektor teknologi STOXX 600 melonjak 1 persen, lonjakan harian tertinggi dalam sepekan terakhir, dipicu menguatnya saham perusahaan manufaktur mikrochip.

Kabar yang menyebut bahwa tarif impor yang akan diterapkan pemerintah AS pimpinan Presiden terpilih Donald Trump terhadap mikrochip produksi Tiongkok tidak akan setinggi perkiraan sebelumnya membuat para investor kembali membeli saham teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 6,47 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 8.281,22. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 163,98 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 19.425,73.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 39,4 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 11.618,9. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 36,22 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 7.179,25.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,26625 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,2010 euro per pound.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile stabil seiring berlangsungnya libur Thanksgiving. Harga emas untuk pengiriman Desember 2024 tetap US$2.642 per ons.

Nilai tukar dolar AS menguat dengan indeks dolar AS naik 0,17 persen menjadi 106.19.