Kamis, 23 Juli 2020

PT Solid Berjangka | Harga Emas Meroket!

PT Solid Berjangka Makassar - Harga emas tercatat mengalami lonjakan yang signifikan. Pada Rabu, harga emas naik hingga Rp 19 ribu menjadi Rp 982.000 per gram. Kenaikan ini diprediksi masih terus terjadi, namun calon pembeli dan investor juga harus waspada dengan penurunan harga. Harga yang tinggi ini, aksi jual dianggap cocok jika investasi emas sudah menguntungkan. Sedangkan yang membeli bisa menunggu hingga harga terkoreksi dan lebih rendah. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan dengan kondisi harga emas yang terus mengalami peningkatan. Masyarakat harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan aksi jual atau beli. Misalnya menunggu dan melihat pergerakan data fundamental agar tidak salah mengambil langkah. "Jika ingin membeli harus lihat, harganya saat ini terlalu tinggi atau tidak? Waspada ke depan akan seperti apa. Agar tidak rugi nantinya," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (22/7/2020). Sebelum membeli emas untuk berinvestasi juga harus ditentukan instrumen apa yang akan digunakan. Misalnya menentukan apakah akan membeli logam mulia bentuk fisik atau derivatif. Keduanya memiliki kriteria masing-masing dan keuntungan masing-masing. Jika fisik, pemilik biasanya merasa lebih aman karena memegang emas tersebut namun kenaikan harga tidak terlalu signifikan. Jika derivatif maka risiko lebih tinggi namun keuntungan juga bisa lebih tinggi. Dia mengungkapkan, namun untuk aksi jual momen seperti ini adalah waktu yang tepat. Namun juga harus menghitung jumlah ideal yang akan dijual. "Misalnya harus ada keuntungan yang pas lah saat dijual," kata dia. Dia menjelaskan calon investor juga harus memperhatikan pergerakan data dan harga emas ini hal ini untuk meminimalisir kerugian yang dialami ke depan. Mengutip situs perdagangan Logam Mulia Antam, Rabu (21/7/2020), harga emas Antam hari ini tercatat yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Harga emas juga cenderung terus bergerak naik sejak awal Juni. Dalam beberapa hari ini harga emas memang terus melonjak.

Rabu, 22 Juli 2020

Solid Gold Berjangka | Harga Emas Melejit Nyaris Jadi Rp 1 Juta

Solid Gold Berjangka - Harga emas tercatat terus mengalami peningkatan. Hari ini Harga Emas di Antam tercatat melesat ke posisi Rp 982.000 per gram atau naik Rp 19.000. Kira-kira dijual atau tambah beli lagi yaa? Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan dengan kondisiharga emas yang terus mengalami peningkatan. Masyarakat harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan aksi jual atau beli. Misalnya menunggu dan melihat pergerakan data fundamental agar tidak salah mengambil langkah. "Jika ingin membeli harus lihat, harganya saat ini terlalu tinggi atau tidak? Waspada ke depan akan seperti apa. Agar tidak rugi nantinya," kata dia Sebelum membeli emas untuk berinvestasi juga harus ditentukan instrumen apa yang akan digunakan. Misalnya menentukan apakah akan membeli logam mulia bentuk fisik atau derivatif. Keduanya memiliki kriteria masing-masing dan keuntungan masing-masing. Jika fisik, pemilik biasanya merasa lebih aman karena memegang emas tersebut namun kenaikan harga tidak terlalu signifikan. Jika derivatif maka risiko lebih tinggi namun keuntungan juga bisa lebih tinggi. Dia mengungkapkan, namun untuk aksi jual momen seperti ini adalah waktu yang tepat. Namun juga harus menghitung jumlah ideal yang akan dijual. "Misalnya harus ada keuntungan yang pas lah saat dijual," kata dia.

Solid Berjangka | BRI-Kemenparekraf Bersinergi Dukung Pemasaran Ekonomi Kreatif

Solid Berjangka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menandatangani nota kesepahaman atau MoU secara virtual tentang pemanfaatan jasa dan layanan perbankan guna mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di tengah pandemi. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konsumer BRI, Handayani dengan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya. "Melalui kerjasama ini BRI berharap dapat mendukung penyediaan layanan perbankan di sektor pariwisata. Dengan begitu, wisatawan maupun pelaku ekonomi kreatif dapat dengan mudah mendapatkan akses transaksi maupun pembiayaan dari BRI," ujar Handayani dalam keterangan tertulis, Selasa (21//2020). Dalam MoU tersebut terdapat beberapa poin kerja sama, seperti terkait promosi UMKM potensial yang dapat mendukung kegiatan pariwisata di Indonesia, edukasi tata cara berwisata yang aman saat masa adaptasi kebiasaan baru, dan pemasaran Tabungan BRI BritAma serta Tabungan BritAma Rencana Wisata Nusantara yang di-bundling dengan kartu co-branding. Penerapan kerja sama ini akan didukung oleh publikasi dari pihak BRI dan Kemenparekraf sehingga masyarakat dapat mendapat informasi dan edukasi dengan baik. Handayani menambahkan salah satu target dari kerja sama ini adalah para milenial yang ingin merencanakan perjalanan wisata. Dengan menggunakan tabungan tersebut, mereka dapat menentukan sendiri berapa lama jangka waktu installment dan besaran saldo yang dikumpulkan. "Dilengkapi dengan fasilitas asuransi Personal Accident dan beberapa fasilitas tambahan seperti asuransi perjalanan, AM-KKM produk tabungan dan desain kartu co-branding akan dibuat kekinian mengikuti selera dari para milenial," tambah Handayani. Sebelumnya BRI juga bekerja sama dengan Kemenparekraf terkait co-branding Kartu Kredit Wonderful Indonesia. Hingga Juni 2020, jumah pengguna Kartu Kredit Wonderful Indonesia hampir mencapai 20 ribu dan dengan adanya tambahan kerja sama ini diharapkan dapat turut mengerek sektor parekraf di tengah masa adaptasi kebiasaan baru serta mempererat jalinan kerja sama antara BRI dan Kemenparekraf.

Solid Gold | Vaksin Corona Diuji Klinis Tahap III

Solid Gold - Induk Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) akan uji klinis tahap III vaksin COVID-19 pada Agustus 2020 mendatang. Bio Farma sendiri telah menerima vaksin dari Sinovac, China sebanyak 2.400 vaksin kemarin (19/7/2020). Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, uji klinis vaksin COVID-19, dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021 mendatang. Jika lancar, maka Bio Farma akan memproduksi pada kuartal I 2020. "Apabila uji klinis vaksin COVID-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2021 mendatang, dan kami sudah menyiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," ujar Honesti dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2020). Honesti menambahkan, alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra adalah platform vaksin/metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma saat ini. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin seperti vaksin Pertusis. Vaksin yang datang pada hari minggu kemarin, masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis pada Agustus 2020 mendatang. Tahap yang masih harus dilewati tersebut antara lain pengujian di dalam laboratorium Bio Farma dan beberapa perizinan lainnya. Uji klinis vaksin COVID-19 ini, akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis yaitu di Fakultas Kedokteran UNPAD yang akan mengambil sampel sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia antara 18-59 tahun dengan kriteria - kriteria tertentu. Sedangkan sisa dari vaksin tersebut, akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab antara lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat Dan Makanan Nasional (PPOMN).

PT Solid Gold Berjangka - Digitalisasi saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar menjadi lebih efisien dan cepat dalam melakukan banyak hal. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengungkapkan digitalisasi ini juga mengubah gaya hidup secara drastis. Misalnya, masyarakat yang ingin membeli barang kini tak perlu lagi datang ke toko, tinggal buka aplikasi, pesan langsung datang. Kemudian orang yang ingin mengirimkan uang tak perlu lagi datang ke kantor cabang, bisa menggunakan internet banking dan mobile banking. "Ini mendorong ekosistem dan menciptakan tenaga kerja. Orang di kampung mau jual barang ke mana? Di bawa ke pasar kalau ada yang beli, pasti demand terbatas. Tapi dengan teknologi, kerupuk bisa dijual ke New York," jelas dia dalam diskusi online, Jumat (17/7/2020). Dia menjelaskan saat ini pemerintah dan OJK berupaya untuk terus menjalankan perekonomian yang belum tersentuh teknologi. Selain itu, teknologi juga bisa digunakan sebagai cara untuk menjalankan operasional secara efisien. Contohnya, bank kini tak perlu lagi membangun kantor cabang yang banyak seperti dulu. Karena banyak nasabah sudah memanfaatkan layanan elektronik bank untuk bertransaksi. "Sekarang nasabah tak perlu lagi ke bank kalau mau transfer uang ke anaknya. Dulu awal tahun 2000an sampai 2010 bank ramai-ramai buka cabang. Tapi setelah 2010 bank buka cabang mau ngapain?," imbuh dia.

PT Solid Gold Berjangka - Digitalisasi saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar menjadi lebih efisien dan cepat dalam melakukan banyak hal. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengungkapkan digitalisasi ini juga mengubah gaya hidup secara drastis. Misalnya, masyarakat yang ingin membeli barang kini tak perlu lagi datang ke toko, tinggal buka aplikasi, pesan langsung datang. Kemudian orang yang ingin mengirimkan uang tak perlu lagi datang ke kantor cabang, bisa menggunakan internet banking dan mobile banking. "Ini mendorong ekosistem dan menciptakan tenaga kerja. Orang di kampung mau jual barang ke mana? Di bawa ke pasar kalau ada yang beli, pasti demand terbatas. Tapi dengan teknologi, kerupuk bisa dijual ke New York," jelas dia dalam diskusi online, Jumat (17/7/2020). Dia menjelaskan saat ini pemerintah dan OJK berupaya untuk terus menjalankan perekonomian yang belum tersentuh teknologi. Selain itu, teknologi juga bisa digunakan sebagai cara untuk menjalankan operasional secara efisien. Contohnya, bank kini tak perlu lagi membangun kantor cabang yang banyak seperti dulu. Karena banyak nasabah sudah memanfaatkan layanan elektronik bank untuk bertransaksi. "Sekarang nasabah tak perlu lagi ke bank kalau mau transfer uang ke anaknya. Dulu awal tahun 2000an sampai 2010 bank ramai-ramai buka cabang. Tapi setelah 2010 bank buka cabang mau ngapain?," imbuh dia.