Senin, 11 Agustus 2025

Solid Gold Makassar | JP Morgan Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga di September

 

Solid Gold Makassar - J.P. Morgan buka suara terkait dengan prediksi terbaru soal pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Pihaknya yakin bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin di September.


Analis J.P. Morgan, Michael Feroli menyebut bahwa prediksi ini muncul dipicu oleh tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan ketidakpastian seputar nominasi terbaru soal dewan gubernur bank sentral dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.


Baca Juga: Emiten Boy Thohir (MBMA) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Triliunan, Telisik Detailnya


“Bagi Ketua The Fed Jerome Powell, pertimbangan manajemen risiko pada pertemuan berikutnya mungkin melampaui keseimbangan antara risiko ketenagakerjaan dan inflasi,” kata Feroli, dilansir Senin (11/8).


Trump diketahui menominasikan Stephen Miran. Ia ditunjuk untuk mengisi kursi sementara di Dewan Gubernur The Fed. Gedung Putih juga tengah mencari kandidat permanen untuk kursi tersebut yang akan kosong pada 1 Februari 2026. Mereka mempertimbangkan untuk mencari sosok ketua bank sentral baru di AS.


Konfirmasi Miran sebelum rapat kebijakan bulan depan masih belum pasti. Namun, J.P. Morgan menilai kehadirannya dapat memperbesar perpecahan di komite penentu suku bunga, bahkan berpotensi memunculkan tiga suara berbeda.


Dengan Miran, jalur lebih langsung untuk memengaruhi kebijakan moneter bisa didapatkan oleh Trump. Pasar melihat hal ini sebagais inyal suku bunga akan segera dipangkas oleh The Fed.


Sebelumnya, J.P. Morgan memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga pada Desember. Namun, bank investasi itu kini melihat risiko yang mengarah pada langkah lebih cepat, diikuti tiga pemangkasan seperempat poin lagi dari The Fed.


Keputusan The Fed kemungkinan bergantung pada data ketenagakerjaan Agustus. J.P. Morgan menyebut tingkat pengangguran 4,4% atau lebih tinggi dapat membenarkan pemangkasan lebih besar, sedangkan tingkat yang lebih rendah mungkin memicu resistensi dari pembuat kebijakan yang fokus pada inflasi.

Kamis, 07 Agustus 2025

Solid Berjangka Makassar | Harga Emas Naik 29% pada 2025, Ungguli Semua Kelas Aset

 

Solid Berjangka Makassar - Emas telah muncul sebagai kelas aset dengan kinerja terbaik tahun 2025, naik 29% year-to-date dan mengungguli indeks ekuitas utama, obligasi, mata uang G10, dan bitcoin, menurut laporan yang dirilis oleh UBS pada hari Selasa.

UBS mempertahankan peringkat "Menarik" untuk emas dalam preferensi globalnya, mencatat bahwa lindung nilai tetap sangat relevan karena pelaku pasar terus bergantian antara rasa takut dan keserakahan. Bank investasi ini telah menetapkan target harga USD 3.500/oz untuk logam mulia tersebut.

Data permintaan kuartal kedua dari World Gold Council menunjukkan perlambatan moderat dalam pembelian bank sentral, meskipun survei terbarunya menunjukkan 43% manajer cadangan berencana meningkatkan kepemilikan emas mereka selama tahun depan, naik dari 29% dalam survei 2024. Permintaan investasi telah mengimbangi perlambatan ini, dengan pembelian kuat yang diamati baik di ETF maupun segmen batangan dan koin.

Tren de-dolarisasi, kekhawatiran sanksi, dan pertanyaan mengenai independensi Federal Reserve adalah faktor-faktor yang berkontribusi pada kinerja kuat emas, di samping risiko geopolitik dan makroekonomi yang berkelanjutan. Elemen-elemen ini membentuk dasar dari perkiraan harga bullish UBS.

UBS merekomendasikan alokasi persentase mid-single-digit untuk emas demi diversifikasi portofolio yang optimal, terutama bagi investor yang memiliki ketertarikan pada logam mulia ini.

Rabu, 06 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Naik 29% pada 2025, Ungguli Semua Kelas Aset

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Emas telah muncul sebagai kelas aset dengan kinerja terbaik tahun 2025, naik 29% year-to-date dan mengungguli indeks ekuitas utama, obligasi, mata uang G10, dan bitcoin, menurut laporan yang dirilis oleh UBS pada hari Selasa.

UBS mempertahankan peringkat "Menarik" untuk emas dalam preferensi globalnya, mencatat bahwa lindung nilai tetap sangat relevan karena pelaku pasar terus bergantian antara rasa takut dan keserakahan. Bank investasi ini telah menetapkan target harga USD 3.500/oz untuk logam mulia tersebut.

Data permintaan kuartal kedua dari World Gold Council menunjukkan perlambatan moderat dalam pembelian bank sentral, meskipun survei terbarunya menunjukkan 43% manajer cadangan berencana meningkatkan kepemilikan emas mereka selama tahun depan, naik dari 29% dalam survei 2024. Permintaan investasi telah mengimbangi perlambatan ini, dengan pembelian kuat yang diamati baik di ETF maupun segmen batangan dan koin.

Tren de-dolarisasi, kekhawatiran sanksi, dan pertanyaan mengenai independensi Federal Reserve adalah faktor-faktor yang berkontribusi pada kinerja kuat emas, di samping risiko geopolitik dan makroekonomi yang berkelanjutan. Elemen-elemen ini membentuk dasar dari perkiraan harga bullish UBS.

UBS merekomendasikan alokasi persentase mid-single-digit untuk emas demi diversifikasi portofolio yang optimal, terutama bagi investor yang memiliki ketertarikan pada logam mulia ini.

Senin, 04 Agustus 2025

Solid Gold Makassar | IHSG Jeda Siang Terkoreksi 0,33% ke Level 7.512, AMMN, MAPI dan AKRA Top Losers LQ45

 

Solid Gold Makassar - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih berada di zona merah pada jeda siang perdagangan Senin, 4 Agustus 2025. IHSG terkoreksi 24,86 poin atau setara -0,33% ke level 7.512,90.

Perlu diketahui bahwa pada perdagangan pagi tadi IHSG sempat berada di zona hijau dan menempati titik tertingginya pada level 7.560,05. Sementara titik terendahnya berada di level 7.462,90.

Namun, pergerakan saham pada siang hari ini tampak diambil alih oleh tren positif. Sebanyak 330 saham bergerak naik, 268 saham bergerak turun, dan 201 saham tidak bergerak.

Baca Juga: BEI Awasi Ketat Pergerakan Saham SMMT, Investor Diminta Hati-hati!

IHSG sudah membukukan nilai transaksi sebesar Rp8,17 triliun. Hal itu berkat adanya perdagangan 16,19 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.180.868 kali.

Pada pertengahan hari ini, Indeks LQ45 terpantau merosot -0,55%. Posisi saham top losers ditempati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang anjlok -10,91% ke Rp7.550. Diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang ambruk -3,73% ke Rp1.160 dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menyusut -2,26% ke Rp1.295.

Baca Juga: Tertekan Kinerja AMMN, Laba Medco Energi (MEDC) Jeblok 81,52% di Semester I 2025

Sementara itu, di posisi top gainers LQ45 ada PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menanjak 5,66% ke Rp224. Disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menguat 5,48% menjadi Rp7.700 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terapresiasi 3,09% ke level Rp3.670.

AKRA: Bull atau Bear?

Jangan lewatkan peluang menarik berikutnya! Selalu lebih unggul dengan ProPicks - 6 portofolio contoh yang didukung pilihan saham AI dengan performa luar biasa tahun ini...

Pada tahun 2024 saja, AI ProPicks telah mengidentifikasi 2 saham yang melonjak lebih dari 150%, 4 saham lainnya yang melonjak lebih dari 30%, dan 3 saham yang naik lebih dari 25%. Rekam jejak ini sangat mengesankan.

Dengan portofolio yang dirancang untuk saham Dow, saham S&P, Saham Teknologi, dan saham Mid Cap, Anda dapat mempertimbangkan berbagai strategi untuk membangun kekayaan.

Jadi, jika AKRA ada dalam watchlist Anda, ada baiknya Anda memastikan apakah saham tersebut masuk dalam daftar pilihan ProPicks atau tidak.

Jumat, 01 Agustus 2025

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Dunia Naik Jelang Deadline Tarif AS

 

Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dunia naik pada Kamis (31/7). Hal ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif menjelang tenggatnya yang telah ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di 1 Agustus 2025.

Dilansir dari Reuters, Jumat (1/8), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: naik 0,6% menjadi US$3.294,56.

Emas berjangka: turun tipis 0,1% dan menetap di US$3.348,6.

Perak spot: turun 1,4% menjadi US$36,61.

Platinum: merosot 2,1% ke US$1.285,20.

Paladium: kehilangan sekitar 2% ke US$1.181,49.

“Kami melihat adanya peningkatan ketidakpastian perdagangan menjelang tenggat tarif 1 Agustus. Ini memberikan dorongan kecil bagi permintaan aset safe haven seperti emas,” ujar Wakil Presiden dan Analis Senior Logam Zaner Metals, Peter Grant.

Trump baru-baru ini menyetujui perpanjangan kesepakatan perdagangan dengan Meksiko selama 90 hari dan akan melanjutkan negosiasi guna mencapai perjanjian baru.

Kesepakatan tersebut diumumkan hanya sehari setelah sang presiden mengeluarkan serangkaian kebijakan tarif terhadap sejumlah negara, termasuk Brasil dan Korea Selatan.

Sementara itu, data inflasi menunjukkan peningkatan pada bulan Juni. Hal ini terjadi seiring tarif impor yang mulai mendorong harga beberapa barang. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik 0,3% pada Juni, setelah mengalami revisi naik sebesar 0,2% pada Mei.

Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% - 4,50%. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell mengumumkan pandangan hawkishnya, membuat pasar pesimistis terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September.

Harga emas biasanya menguat di lingkungan suku bunga rendah karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls). Ia akan memberikan sinyal lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga dari The Fed.