Jumat, 10 Juli 2020

Ekonomi London Tak Lagi Sama karena Corona

Juni lalu pemerintah Inggris telah mencabut lockdown dan membuka kembali kegiatan ekonominya. Meski begitu, seperti akan sulit untuk bangkit. Pandemi virus Corona telah mengubah kota indah itu menjadi terpuruk. Pandemi virus Corona yang menyebabkan jutaan orang harus berdiam diri di rumah berbulan-bulan dan membuat sektor bisnis terpaksa berhenti. Dampak dari penguncian wilayah (lockdown) yang dilakukan Inggris sejak Maret lalu memperparah keadaan London. Dikutip dari CNN, Selasa (7/7/2020) ekonomi London diperkirakan berkontraksi hampir 17% tahun ini. Penurunan ini lebih tajam dari penurunan Inggris secara global, yakni sebesar 14% yang diprediksi dari Bank of England.

Uang Koin Rp 500 Dijual Rp 300 Juta

Uang koinyang dijual dengan harga fantastis kembali muncul. Jika sebelumnya uang koin Rp 1.000 bergambar kelapa sawit dijual sampai ratusan juta, kali ini ialah yang dibanderol dengan harga sampai Rp 300 juta. Kabar uang koin dengan harga selangit itu disampaikan oleh akun Twitter @txtdarionlshop. Pada 3 Juli lalu ia mengunggah foto tangkapan layar koin Rp 500 dijual dengan harga Rp 300 juta. Dalam keterangan produk dijelaskan untuk obat segala macam penyakit, jika ada merasa yang tidak dapat sembuh dari penyakitnya disarankan agar membelinya, hanya sebagai alat perantara kesehatan, dan lain-lain.

Kalung 'Antivirus' Corona Buatan RI Diproduksi Massal Bulan Depan

"Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42% dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80%. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," terang Syahrul. Ketika mengunjungi kantor Kementerian PUPR itu, Syahrul beserta seluruh jajaran eselon I yang mendampinginya antara lain Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, dan sebagainya terlihat mengenakan kalung 'antivirus' tersebut. Kementan juga membagikan kalung itu pada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan jajaran eselon I Kementerian PUPR.

Fakta Skandal Emas Palsu Made in China

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memaparkan faktor utama yang bikin Indonesia kalah dengan Vietnam dalam menampung pabrik relokasi dari luar negeri. Menurutnya, persoalan utamanya adalah persoalan harga tanah. Harga tanah di Indonesia dinilai kurang bersaing dengan yang ditawarkan di Vietnam. “Salah satu yang membuat kita kalah sama Vietnam ini kan persoalan tanah, competitiveness kita itu tidak bersaing secara baik dengan Vietnam karena tanah,” ujar Bahlil dalam rilis video BKPM. Bahlil sempat membandingkan harga tanah di Vietnam dengan Indonesia. Menurutnya di Vietnam harga tanah lebih murah, bahkan ada juga tanah ditawarkan gratis. “Harga tanah di Vietnam itu 1 juta sampai 1,1 juta itu yang termahal. Bahkan, ada tanah gratis dikasih sewa dalam kurun waktu jangka panjang oleh negara. Harga tanah kita 3 juta lebih ada yang sampai 4 juta,” ungkap Bahlil. Bahlil mengatakan untuk bisa menyamai Vietnam, maka pemerintah melalui Kementerian BUMN menyerahkan lahannya untuk disewakan dengan jangka waktu yang panjang. “Nah untuk bagaimana kita bisa menyamai Vietnam maka negara hadir lewat BUMN untuk tanahnya diserahkan dan kemudian itu kita melakukan kontrak jangka panjang,” jelas Bahlil. “Strategi marketing negara ke depan adalah bagaimana bisa kita menyampaikan kepada calon investor bahwa ke depan kawasan industri Batang adalah solusi terbaik dalam rangka mengurangi Capex mereka dalam konteks perolehan tanah untuk kawasan industri mereka,” lanjutnya

Solid Gold | Daya Saing RI Kalah sama Vietnam Gara-gara Tanah

Ilustrasi investor saham

Solid Gold Makassar – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memaparkan faktor utama yang bikin Indonesia kalah dengan Vietnam dalam menampung pabrik relokasi dari luar negeri.
Menurutnya, persoalan utamanya adalah persoalan harga tanah. Harga tanah di Indonesia dinilai kurang bersaing dengan yang ditawarkan di Vietnam.
“Salah satu yang membuat kita kalah sama Vietnam ini kan persoalan tanah, competitiveness kita itu tidak bersaing secara baik dengan Vietnam karena tanah,” ujar Bahlil dalam rilis video BKPM.
Bahlil sempat membandingkan harga tanah di Vietnam dengan Indonesia. Menurutnya di Vietnam harga tanah lebih murah, bahkan ada juga tanah ditawarkan gratis.
“Harga tanah di Vietnam itu 1 juta sampai 1,1 juta itu yang termahal. Bahkan, ada tanah gratis dikasih sewa dalam kurun waktu jangka panjang oleh negara. Harga tanah kita 3 juta lebih ada yang sampai 4 juta,” ungkap Bahlil.
Bahlil mengatakan untuk bisa menyamai Vietnam, maka pemerintah melalui Kementerian BUMN menyerahkan lahannya untuk disewakan dengan jangka waktu yang panjang.
“Nah untuk bagaimana kita bisa menyamai Vietnam maka negara hadir lewat BUMN untuk tanahnya diserahkan dan kemudian itu kita melakukan kontrak jangka panjang,” jelas Bahlil.

“Strategi marketing negara ke depan adalah bagaimana bisa kita menyampaikan kepada calon investor bahwa ke depan kawasan industri Batang adalah solusi terbaik dalam rangka mengurangi Capex mereka dalam konteks perolehan tanah untuk kawasan industri mereka,” lanjutnya