Rabu, 08 Januari 2020

Solid Gold Berjangka | Perang Dagang dan AS Vs Iran Bayangi Pelemahan IHSG Hari Ini

Foto: Rachman Haryanto
Solid Gold Berjangka Makassar - Pada perdagangan kemarin (07/01) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0.35% ke level 6.279,35. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, di mana sektor barang konsumsi dan industri dasar memimpin penguatan masing-masing lebih dari 1%.
Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya HMSP, CPIN, MEGA, BBRI, GGRM. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) senilai Rp 72 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.37% ke level 13.878.
Pada perdagangan semalam (7/1) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, di mana Dow Jones melemah 0.42%, S&P 500 turun 0.28% dan Nasdaq negatif 0.03%.
 
Pelemahan tersebut seiring dengan aksi wait and see pelaku pasar menyikapi kelanjutan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga saat ini masih belum mereda. Selain itu pasar juga masih menunggu kepastian perjanjian perdagangan fase I antara AS dan China yang direncanakan akan selesai pada bulan Januari 2020.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.35% ke level 6.279. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD histogram bergerak turun dengan volume meningkat tipis.
Kami perkirakan IHSG bergerak mixed kecenderungan melemah dengan pergerakan di kisaran 6.252 - 6.306.
Pada perdagangan akhir pekan kemarin (03/01) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0.63% ke level 6.323,47. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor industri dasar dan infrastruktur memimpin penguatan masing-masing lebih dari 1%.
Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya ; BBCA, TLKM, HMSP, CPIN, ASII.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) senilai Rp 773 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.46% ke level 13.930.
 
Global Review. Pada perdagangan Jum'at (03/01) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, dimana Dow Jones melemah 0.81%, disusul Nasdaq dan S&P 500 yang turun sebesar 0.79% dan 0.78%.
Pelemahan tersebut terjadi seiring dengan kekhawatiran geopolitik di timur tengah yang kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Baghdad menewaskan Jendral Iran Qassem Solemani dalam serangan udara yang terjadi pada Jum'at sore.
Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan akan adanya perang antar kedua negara setelah pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan
melakukan serangan balasan terhadap AS, selain itu kondisi tersebut juga membuat harga minyak naik cukup signifikan pada akhir pekan kemarin setelah adanya kekhawatiran penuruan pasokan minyak global.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.6% ke level 6.323. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD line bergerak bullish dengan Volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.249 - 6.337 antisipasi sentimen negatif ancaman perang antara AS-Iran.

Selasa, 07 Januari 2020

Solid Berjangka | Iuran BPJS Kesehatan Naik, 372.924 Peserta Turun Kelas

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Solid Berjangka Makassar - Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy menegaskan bahwa iuran BPJS tetap akan naik sesuai dengan Perpres 75 Tahun 2019. Tidak ada penyesuaian iuran kembali, usai resmi naik sejak 1 Januari 2020.
Hal ini diungkapkannya usai melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris.
 
"Sesuai dengan tugas Kemenko PMK, kami melakukan sinkronisasi pengendalian kebijakan prioritas di bawah lembaga koordinasi Kemenko PMK. Jadi sesuai kesepakatan di rapat, Perpres 75 tahun 2019 tetap dilaksanakan sesuai ketentuan berlaku," ungkap Muhadjir di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).
Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris pun mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya akan mengikuti pemerintah sebagai regulator, dalam hal ini untuk menaikkan iuran BPJS.
"Kami tentu BPJS patuh sepenuhnya sama keputusan regulator. Semua sepakat Perpres tetap diberlakukan penuh sebagaimana mestinya," ungkap Fahmi di tempat yang sama.
Meskipun naik, Fahmi menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan bagi masyarakat yang untuk ikut menyesuaikan kelas iuran. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa menyesuaikan kemampuannya untuk tetap membayar tanpa menunggak.
Dia menjelaskan bagi penerima manfaat kelas I bisa turun kelas ke kelas II dan III. Sedangkan kelas II bisa turun ke kelas III.
 
"Terkait hal teknis, seperti kepesertaan PPBU kita ada banyak opsi disesuaikan kemampuan. Bisa turun kelas kami buka kesempatan besar sesuai kemampuan daya beli masyarakat. Kelas I bisa ke kelas II atau III, yang kelas II bisa ke kelas III," jelas Fahmi.
Lantas apakah sudah ada peserta yang melakukan turun kelas? Lalu, berapa sih besarannya?
Menurut catatan Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf setidaknya ada 372.924 orang peserta yang melakukan turun kelas.
Iqbal mencatat sampai bulan Desember ada 153.466 orang peserta penerima manfaat kelas I yang melakukan turun kelas. Turun sekitar 3,53% dari total peserta di kelas I.
 
Sementara itu di kelas II, ada 219.458 peserta yang turun kelas. Atau sekitar 3,32% dari seluruh peserta kelas II.
"Jadi, turun kelas ini karena BPJS fasilitasi dengan program penurunan kelas dan tidak sulit. Di periode November ke Desember di kelas I turun kelas 153.466, atau 3,53%. Lalu, di kelas II ada 219.458 atau 3,32%," ungkap Iqbal.
Kembali ke Fahmi, untuk penerima manfaat kelas III mandiri akan didata siapa saja yang tidak mampu membayar untuk masuk ke dalam golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Hal ini dilakukan sebagai pengganti subsidi yang tidak jadi diberikan.
Fahmi menyatakan kini pihaknya bersama Kementerian Sosial sedang mendata penerima manfaat kelas III yang menunggak pembayaran. Pihaknya sedang meneliti apakah tunggakan terjadi karena tidak mau membayar atau karena tidak mampu membayar. Bagi yang tidak mampu membayar akan dimasukkan ke dalam golongan PBI.
"Kalau nanti ada keberatan misalnya PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) khususnya kelas III kita lihat ada yang menunggak, kita pelajari betul apakah menunggak karena tidak mampu bayar atau kah karena tidak mau bayar. Kalau tidak mampu bayar, itu kan kemudian dimasukkan ke dalam skema masuk kuota PBI yang disusun Kemensos," ungkap Fahmi

Senin, 06 Januari 2020

Solid gold | Sederet Sanksi AS ke Iran yang Berujung Tewasnya Sang Jenderal

Foto: Reuters
Solid Gold Makassar - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin membara sejak pekan lalu. Presiden AS Donald Trump menyerukan serangan ke Baghdad hingga menewaskan komandan pasukan Quds Iran Jenderal Qasem Soleimani.

Soleimani, kepala unit pasukan khusus di Korps Pengawal Revolusi Islam, adalah arsitek utama operasi militer Iran di luar negeri. Dia terbunuh Kamis malam ketika meninggalkan bandara Baghdad, saat mobil konvoinya ditabrak oleh sebuah pesawat tak berawak yang diperintahkan oleh presiden AS.

Salah satu dari mereka yang terbunuh bersamanya juga adalah pemimpin penting milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, yang juga wakil komandan milisi yang didukung Iran yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer.
 
 Jauh sebelum penyerangan itu, konflik antara AS dan Iran sudah berlangsung panjang. Trump juga sudah berkali-kali menjatuhkan sanksi kepada Iran. Melansir Al Jazeera, Senin (6/1/2020) berikut rentetan sanksi yang dijatuhkan Trump kepada Iran.

7 Agustus 2018 merupakan gelombang sanksi pertama yang dikeluarkan Trump yang sebelumnya dicabut lantaran adanya kesepakatan nuklir. Mereka melarang perdagangan dengan sejumlah sektor bisnis dari penerbangan dan karpet hingga pistachio dan emas.

Kontrak penjualan dengan total 230 pesawat senilai US$ 39,5 miliar dibatalkan. Sebanyak 110 pesawat Boeing senilai US$ 20 miliar untuk pengiriman kepada Iran Air dan Aseman Ailines dibatalkan. Lalu dari penjualan 100 pesawat Airbus senilai US$ 19 miliar yang terkirim hanya 3 pesawat kepada Iran Air. Kontrak penjualan 20 pesawat ATR senilai US$ 536 juta juga dibatalkan, hanya 13 pesawat yang dikirim kepada Iran Air.

Pemerintah AS juga melakukan pelarangan transaksi emas dan logam mulia lainnya kepada Iran. Sebelumnya emas digunakan untuk membeli minyak dari Iran untuk mengakali sanksi transaksi dari bank.
AS juga melarang masuknya produk karpet dari Iran sebanyak 5.400 ton senilai US$ 424 juta. Seperti diketahui industri karpet Iran menguasai 30% pasar karpet global dan memiliki sekitar 2 juta pekerja masyarakat Iran. AS sendiri merupakan pasar terbesar bagi karpet Iran.

AS juga melarang ekspor kacang pistasi (pistachio) dari Iran sebanyak 96.000 ton senilai US$ 852 juta. Iran dan AS sendiri merupakan kompetitior utama dalam pasar kacang pistasi dan menguasai 85% pasar.

Pelarangan juga dilakukan untuk penjualan mobil di Iran. Padahal Iran merupakan pasar terbesar ke-12 di dunia dalam pasar mobil pada 2017. PSA, pembuat mobil Peugeot memutuskan untuk menghentikan produksinya di Iran, padahal di negara itu PSA menguasai 34% pasar mobil.

Selain itu untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir, Iran akhirnya bisa menjual 10 kilogram kaviar senilai US$ 1,37 juta pada kurun waktu 2016-2017. Dengan sanksi baru, diperlukan beberapa tahun lagi untuk pengiriman kaviar Iran ke AS.

Pada 5 November 2018 AS menjatuhkan sanksi gelombang kedua kepada Iran. Kali ini AS fokus menjatuhkan sanksi kepada sektor minyak dan perbankan. AS menyerukan kepada negara pembeli minyak dari Iran untuk dihentikan, jika tidak juga akan mendapatkan hukuman dari AS.

Jumat, 03 Januari 2020

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Rupiah Terbaik di Asia

Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR - Menutup tahun 2019, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mengalami penguatan hingga menyentuh level Rp 13.880.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang 2019 mengalami apresiasi yang cukup besar.

"Stabilitas eksternal terlihat dalam pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang 2019, apresiasinya cukup besar kurang lebih 2,68%," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Dia mengungkapkan, ini penguatan ini merupakan yang terbaik di Asia di bawah Thailand dan sejajar dengan Filipina.

"(Rupiah) Merupakan nilai tukar terbaik di Asia, tentu saja di bawah Thailand tapi hampir sama dengan Filipina," katanya.

Perry menyebut aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 2019 sebesar Rp 224,2 triliun dengan komposisi Rp 168,6 triliun masuk ke obligasi pemerintah, Rp 50 triliun ke saham, Rp 3 triliun ke obligasi korporasi dan Rp 2,6 triliun ke sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"Alhamdulillah tahun 2019 ditutup dengan suatu capaian stabilitas eksternal terjaga dengan inflow portofolio cukup besar," jelas dia.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan penguatan Rupiah yang cukup signifikan di akhir 2019 di bawah 13.900 memang seharusnya terjadi.

"Hal ini karena didukung oleh kondisi faktor global yang mulai kondusif (meskipun tetap harus diwaspadai), pengaruh musiman akhir tahun, valuasi aset finansial domestik yang tetap menarik, serta faktor teknikal," kata Nanang.

Nilai tukar terhadap (AS) mengalami penguatan di akhir tahun 2019. Ini merupakan penguatan rupiah yang paling tinggi sepanjang tahun setelah sempat melemah hingga ke level Rp 14.500an.

Bank Indonesia (BI) menyebut penguatan ini terjadi karena kondisi eksternal yang mulai kondusif diimbangi dengan kondisi domestik.

Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.901 per dolar AS. Angka ini merupakan yang paling kuat sepanjang tahun ini jika dibandingkan sejak 2 Januari 2019.
Sepanjang tahun ini, nilai tukar tertinggi sempat menyentuh Rp 14.513 per dolar AS yakni pada 23 Mei 2019. Kemudian menguat kembali di hari berikutnya. Angka ini dipengaruhi oleh pasca aksi rusuh pada 22 Mei 2019.

Sepanjang 2019 memang nilai tukar rupiah tak beranjak dari kisaran Rp 13.900-14.000an. Mengutip data Reuters, nilai tukar hari ini tercatat Rp 13.935 per dolar AS.

Sebelumnya Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menjelaskan sejauh ini bank sentral berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan berbagai terobosan mulai dari instrumen DNDF, Repo, FX Swap. Dengan demikian, jika ada kekurangan likuiditas bisa ditangani oleh BI

Kamis, 02 Januari 2020

PT SOLID BERJANGKA | Bersihkan Pasar Modal dari Praktik Goreng Saham

Jokowi Buka Perdagangan Saham Pertama 2020 (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
PT SOLID BERJANGKA MAKASAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membersihkan pasar modal dari transaksi tidak sehat atau yang disebut goreng saham.

Jokowi bilang, kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2019 cukup menggembirakan. Di mana ada 55 perusahaan yang mencatatkan perdana. Angka ini merupakan tertinggi di ASEAN dan ke-7 di dunia.
"Kepercayaan yang begitu besar dari berbagai pihak harus kita jaga karena dalam kesempatan ini saya berpesan dan mendukung agar otoritas bursa, OJK, BEI segera membersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar. Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Hati-hati, harus bersih, berintegrasi, berani." kata Jokowi di gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Jokowi bilang penggalangan dana yang berasal dari pasar modal pun mencapai Rp 877 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi pencapaiannya. Bahkan jumlah investor pun mengalami peningkatan.
"Ini sangat penting karena bursa yang bersih dan berintegritas akan membawa kita ke depan lebih baik dan lebih maju. Mungkin awal-awal ada goncangan dikit-dikit. Tapi jangka menengah dan jangka panjang pasti akan lebih baik," jelasnya.

Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta OJK dan PT BEI untuk menciptakan sistem transaksi di pasar modal yang transparan, terpercaya, dan valid. Pasalnya, hal itu sangat penting bagi kepercayaan investor dalam dan luar negeri.

"Jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng-goreng jadi 1.000 goreng-goreng jadi 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Praktik goreng-gorangan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor. Manipulasi pasar dan trans keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas. Sudah," tegas Jokowi.

"Tahun 2020 saya harapkan dapat menjadi momentum bagi OJK, BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator. Yang sering memanipulasi. Manipulator ya berarti sering manipulasi. Yang nggak benar dipoles-poles jadi benar. Yang 100 tadi dipoles-poles jadi 1.000. Hati-hati. Bersihkan dan hentikan ini," sambung di - PT SOLID BERJANGKA MAKASAR